Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Terima Kasih Atas Kebaikanmu


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sang surya perlahan bersinar merah kekuningan warna pendar di ufuk timur cakrawala. Tersepuh mentari yang datang mengecup lembut nan santun. Bersit menyebar di celah - celah embun pagi yang bertaburan bagai berlian yang berkilauan di rerumputan dan di dedaunan. Semilir angin menari berhembus bersama cahaya matahari. Kicauan yang merdu dari kawanan burung memagut indah dalam lantunan.


Pagi menyambut kini, mengawali aktivitas Edward di sebuah pulau anta berantah. Saat ini Edward sedang memasak bubur untuk sarapan mereka. Dari kecil Edward ditanamkan life skills oleh ibunya sehingga dia bisa melakukan apapun dengan dirinya sendiri, termasuk memasak. Edward mematikan koper listrik. Menuangkan bubur itu ke dua mangkuk yang sudah dia siapkan di atas nampan.


Membaurkan bawang goreng ke bubur. Mengambil dua buah sendok, lalu menaruhnya di dalam kedua mangkuk itu. Membawa sebuah nampan yang di atas ada dua mangkuk dan dua gelas air putih ke dalam kamar. Berjalan melewati pintu kamar. Menaruh nampan yang dia bawa di atas nakas sebelah kanan tempat tidur. Menduduki tubuhnya di pinggiran tempat tidur. Memegang dahinya Agni yang sudah tidak panas lagi.


"Alhamdulillah panasnya sudah turun," ucap Edward setelah memeriksa kondisi kesehatan Agni yang semalam mengalami demam.


Agni membuka kedua matanya secara perlahan. Mengerjapkan kedua matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari yang masuk ke dalam kornea matanya. Setelah terbuka sempurna dia melihat Edward sedang tersenyum manis ke dirinya. Agni membalas senyuman Edward dengan senyuman yang terpaksa. Dia terkejut melihat Edward yang hanya memakai boxer hitam sehingga memperlihatkan tubuh kekarnya.


"Kamu tenang aja, aku tidak berbuat macam - macam sama kamu sayang. Semalam kamu panas. Semalam aku mau membangunkan kamu untuk minum obat, tapi aku pikir kamu butuh istirahat yang banyak. Akhirnya aku memakai metode skin to skin untuk menurunkan panasmu," ucap Edward setelah melihat ekspresi kaget dari wajahnya Agni.


"Terima kasih banyak," ucap Agni sopan.


"Ayo kita sarapan!" ajak Edward hangat, lalu dia mengambil salah satu mangkuk. "Aku suapi ya."


"Nggak usah Mas, biar aku makan sendiri aja."


"Ok, ini untukmu," ucap Edward lembut sambil menatap tubuhnya Agni yang hanya ditutupi sama lingerie dan pakaian dalam.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Agni sambil menerima satu mangkuk bubur.


"Sama - sama," ucap Edward lembut sambil mengambil mangkuk yang satunya lagi. Seharusnya kemarin aku tidak membiarkan kamu berenang supaya kamu tidak sakit," lanjut Edward sambil memegang sendok.


"Mas, kamu sudah menelusuri rumah ini dan sekitarnya? Apakah ada sebuah perkampungan?"


"Aku baru menelusuri bagian dapur, kamar mandi dan ruang tamu rumah ini, belum menelusuri kamar ini dan lingkungan sekitarnya karena setelah menelusuri dapur dan ruang tamu, aku masak nasi dan telor goreng, lalu makan, lalu mandi. Setelah mandi aku langsung tidur. Bangun sekitar jam dua belas malam, terus aku makan lagi. Sekitar jam satu kamu mengingau, aku menghampirimu. Aku lihat keringat bercucuran dari sekujur tubuhmu, terus aku pegang dahimu yang panas. aku tidak tega membangunkan kamu untuk minum obat, akhirnya aku memilih metode skin to skin untuk menurunkan panas tubuhmu. Aku memelukmu sambil memegang dahimu. Lama kelamaan aku ketiduran. Bangun - bangun jam setengah lima. Habis bangun aku memasak bubur untuk sarapan kita," penjelasan Edward sambil memakan buburnya.


"Terima kasih telah menolongku lagi. Apakah kamu tidak risih melihat seorang wanita memakai baju seksi?" ucap Agni sambil mengunyah makanannya.


"Tidak."


"Mas sudah biasa melihat wanita memakai baju seksi?"


"Iya," jawab Edward polos. "Kemarin sore kamu ngapain aja selama aku tidur?"


"Bisa jadi. Oh ya aku baru ingat, ketika aku mau mencari bahan makanan, aku menemukan sebuah kotak yang berisi beberapa kunci pintu. Sepertinya kunci - kunci itu merupakan kunci cadangan dari kedua rumah yang berada di belakang rumah ini."


"Kamu coba aja pakai kunci - kunci itu untuk membuka pintu kedua rumah itu, siapa tahu ada harta karun di kedua rumah itu.," ujar Agni.


Edward tertawa kecil mendengar ucapan Agni, lalu berucap, "Palingan bahan makanan harta karunnya."


"Oh ya Mas, kira - kira kita dosa nggak mengambil milik orang lain tanpa sepengetahuannya? Kalau begini aku merasa seperti maling Mas, soalnya kita tinggal di rumah orang lain dan mengambil milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya."


"Kalau begitu nanti kita minta maaf karena kita sudah memakai bahan makanan dan barang - barang miliknya tanpa sepengetahuannya."


"Berarti penjelajahan kita untuk mencari perkampungan tertunda dong? Aku nggak mau begini terus, aku harus sholat, sedangkan di sini tidak ada mukena. Aku juga mau nanya ke ustadz tentang aku nggak pernah sholat setelah kejadian kecelakaan itu. Aku perhatikan kamu juga nggak pernah sholat setelah kejadian kecelakaan itu, apakah kamu tidak takut dosa?" ucap Agni.


Kalimat terakhir yang dilontarkan oleh Agni telah menampar Edward yang jarang mengerjakan sholat. Edward langsung menundukkan kepalanya karena malu terhadap Agni. Agni menaruh mangkuk yang sudah kosong, lalu mengambil salah satu gelas air putih. Meminum air putih hingga tandas. Menaruh gelas kosong itu di tempat semula. Sedangkan Edward masih makan sambil melamun memikirkan semua dosa - dosanya.

__ADS_1


"Kita tulis surat aja. Kita ceritain aja semuanya dan meminta maaf. Pasti dia memakluminya," ucap Agni yang membuyarkan lamunan Edward.


Edward mengangkat wajahnya, lalu berucap, "Lebih baik kita tunggu aja orangnya. Kalau urusan soal sholat, nanti aku yang akan mencari mukena, sejadah dan ustadznya. Kamu tinggal di sini aja. Kamu tenang aja. Semua itu akan aku urus.


"Baiklah."


"Besok pagi aku yang akan pergi mencari yang kamu mau sekalian aku menelusuri area sekitar sini dengan jangkauan yang lebih jauh lagi," ujar Edward sambil menaruh mangkuk kosong di tempat semula.


"Rencana kamu hari ini apa?" tanya Agni ketika Edward mengambil gelas yang masih ada air putihnya.


"Aku akan mencari tanaman yang bisa dijadikan obat herbal untuk menurunkan panas. Persediaan paracetamolku sudah habis. Di sini tidak ada kotak obat," ucap Edward ketika mengangkat gelas air putih itu.


"Memangnya kamu tahu tanaman yang bisa dijadikan obat penurun panas?"


"Tahu," jawab Edward setelah menghabiskan air putih.


"Apa aja nama tanamannya?"


"Daun meniran hijau, air kelapa, daun peppermint dan jahe."


"Setelah mencari tanaman obat herbal kamu mau ngapain?"


"Menelusuri kamar ini, membuat obat herbal, masak, makan, nyuci baju dan lingkungan sekitar seperti masuk ke dalam dua rumah yang berada di belakang rumah ini. Besok pagi aku menelusuri ke wilayah sekitar yang lebih jauh lagi sekalian aku mencari apa yang kamu mau," ucap Edward untuk memastikan kegiatan dia esok hari.


"Kamu tak perlu menyusuri kamar ini karena aku sudah menyusuri kamar ini. Di dalam kamar ini tidak ada apa - apa. Cuma ada tempat tidur, nakas samping kanan kiri tempat tidur dan lemari. Di dalam nakas cuma ada seprai, sarung bantal dan sarung guling. Sedangkan lemari tadinya kosong, lalu aku isi dengan pakaianku. Maaf ya telah merepotkan Mas," ucap Agni lembut.


"Kamu tidak merepotkan aku. Aku ikhlas menjaga dan merawat kamu."


"Terima kasih atas kebaikanmu."

__ADS_1


__ADS_2