
Hingar bingar musik disco klub malam di pusat kota Jakarta yang dimainkan oleh dua orang DJ yang memekakkan gendang telinga mengiringi gerakan para pengunjung. Cahaya lampu disko yang kerlap - kerlip menyinari setiap sisi klub malam elite yang banyak dikunjungi oleh orang golongan atas dan memiliki kantong tebal. Tujuan para pengunjung yang dapat berkunjung ke klub malam itu untuk menghabiskan malam dengan hanya sekedar bersenang - senang untuk melepaskan penat, ada juga yang ingin melampiaskan nafsu, ada juga yang ingin bertransaksi jual - beli, dan ada juga yang ingin mengadakan rapat ataupun bernegosiasi.
Salah satu pengunjung yang datang ke club malam itu adalah Hardi. Sudah sebulan lebih dia tidak bertemu sama temannya yang bernama Agus. Hardi masuk ke dalam melewati pintu masuk klub malam itu, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan klub untuk mencari temannya. Tapi dia tidak melihat batang hidung temannya. Malah dia melihat para pramusaji klub malam dengan memakai pakaian yang seksi dan selalu menebarkan senyuman menawan hilir mudik membawa aneka minuman maupun makanan ke seluruh pengunjung dan melihat para pengunjung yang lainnya sedang melakukan kegiatan malam hari di klub.
"Di mana Agus sich!?" ucap Hardi kesal yang masih mengedarkan pandangannya.
"Apa dia berada di ruang VVIP ya?" gumam Hardi bermonolog.
Tak lama kemudian Hardi melanjutkan langkahnya ke lantai atas untuk mencari Agus. Menyusuri lantai dasar klub malam itu. Melewati beberapa meja pengunjung yang lain. Semua mata wanita menuju ke sosoknya Hardi yang sedang berjalan. Hardi tidak mempedulikan itu. Melewati beberapa meja sambil mendengar suara de*sah*an dari pelayan plus ataupun pekerja se*ks komersial yang khusus dipesan oleh pengunjung klub malam hanya untuk menemani minum ataupun melayani naf*su para pengunjung klub.
Hardi melanjutkan langkahnya menuju tangga. Menaiki beberapa anak tangga satu persatu. Sisi kanan - kiri tangga di penuhi sama beberapa pasangan yang sedang bercumbu. Bau alkohol yang menyengat telah menyelimuti udara di sekitarnya. Hal itu sudah biasa bagi Hardi yang sering mengunjungi klub malam. Hardi membelokkan kakinya ke kanan, tempat ruang VVIP yang biasa mereka booking.
Hardi menghentikan langkahnya di depan ruang VVIP itu. Samar - samar mendengar suara ******* dan lenguhan dari dua orang. Menggeser pintu ruang VVIP itu. Di bawah naungan cahaya yang terang, Hardi melihat Valerie sedang berhubungan intim dengan pria lain. Posisi Valerie sedang berada di atas pangkuan seorang pria dan menghadap ke arah pintu ruangan sambil memejamkan kedua matanya.
Amarah memuncak hingga Hardi mengeraskan rahang mukanya dan mengepalkan kedua telapak tangannya, lalu berjalan dengan langkah yang tergesa - gesa menghampiri Valerie yang asyik sedang bersenggama bersama seorang pria. Valerie membuka kedua matanya ketika merasakan seseorang telah menghampirinya. Valerie melebarkan kedua matanya karena terkejut melihat sosok Hardi yang sedang berdiri di depannya.
"Hardi!?" ucap Valerie terkejut sambil menghentikan kegiatannya.
"Dasar perempuan ******!" sarkas Hardi ketika Valerie melepaskan penyatuannya.
"Ini semua gara - gara kakek tua pengatur hidupmu!! Dia yang telah mengancamku jika aku masih mengganggumu dan jika kita masih menjadi sepasang kekasih!" qmarah Valerie sambil beranjak berdiri.
Plak
Hardi menampar pipi kanannya Valerie, lalu berkata dengan emosi tingkat tinggi, "Kamu jangan salahkan Mbah!!! Dia malah menutup aibmu!! Pantesan Mbah tidak menyetujui hubungan kita karena dia tahu siapa kamu yang sebenarnya!!!
"Siapa dia sayang?" ucap laki - laki yang sudah berusia empat puluhan sedang berdiri di belakang Valerie.
Bug
Hardi menonjok pria tua itu hingga pria tua itu terjungkal ke belakang. Sontak Valerie mendorong tubuhnya Hardi. Tapi Hardi tidak bergeming. Sedetik kemudian Hardi mencengkeram mukanya Valerie dengan sangat keras. Valerie memukul dada bidangnya Hardi karena kesakitan, namun pukulan itu tidak berarti bagi dirinya. Hardi menghempaskan tubuhnya Valerie sehingga Valerie jatuh ke belakang. Hardi membalikkan badannya, melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang membuat dirinya muak sama Valerie. Berjalan melewati pintu yang terbuka. Menutup pintu ruangan itu.
"Apa yang elu lakukan di sana?" tanya Agus bingung yang sedang berdiri di depan Hardi.
"Bukan urusan elu. Tadi elu di mana? Dari tadi gw cariin elu, tapi elunya nggak ada," ucap Hardi datar sambil melanjutkan langkahnya."l
"Di ruang sebelah. Tempat yang biasa kita booking, udah dibooking duluan sama orang lain. Elu kenapa sich? Kusut banget muka elu Bro?" ucap Agus yang mengikuti langkah kakinya Hardi.
"Udah sebulan gw putus sama Valerie."
__ADS_1
"Hahaha, apes banget hidup elu Bro. Begitulah pelajaran buat pemain cinta. Bulan kemarin putus sama anak SMA sekarang putus sama Valerie. Tapi Alhamdulillah akhirnya elu sama Valerie putus. Elu baru sadar kalau dia masih bukan perempuan yang baik - baik."
"Iya, itu juga gara - gara nggak sengaja gw lihat beberapa foto syur Valerie dengan beberapa pria lain," ucap Hardi sambil berjalan melewati pintu yang masih terbuka.
"Elu sich dari kemarin nggak percaya sama omongan gw. Terus gimana kabar anak SMA itu?" ucap Agus sambil menutup pintu ruangan itu.
"Belum tahu," ucap Hardi sambil menduduki tubuhnya di sofa panjang.
"Kenapa belum tahu?" tanya Agus sambil menduduki tubuhnya di samping kirinya Hardi.
"Bulan lalu, pesawat jet pribadi milik bokapnya mengalami kecelakaan dan sampai sekarang semua penumpang pesawat itu belum ditemukan, termasuk dia," ucap Hardi serius sambil menengok ke Hardi.
"Innalilahi Wa innailaihi rojiun. Terus reaksi Mbah elu gimana Bro?" ucap Agus sambil menengok ke Hardi.
"Terkejut."
"Terus elu sekarang jomblo dong?"
"Untuk sekarang iya, tapi kalau nanti gw udah nggak jomblo lagi."
"Gitu dong, elu harus bisa move on. By the way siapa calon pacar elu?"
"Lah, gimana sich? Tadi kan elu bilang dia menghilang setelah mengalami kecelakaan pesawat jet pribadinya?
"Tergantung hasil pencarian, jika dia ditemukan dalam keadaan hidup gw menjadi kekasihnya dan akan menikahi dia. Jika dia sudah meninggal, yah ... gw jomblo."
"Semoga dia ditemukan."
"Amiin. Maafin gw ya Gus, gara - gara Valerie hubungan kita jadi renggang."
"Udah gw maafin. By the way, bangkai pesawat itu sudah ditemukan?"
"Sudah, kotak hitam pesawat itu juga sudah ditemukan, tapi di tengah perjalanan saat polisi membawa kotak hitam itu, ada sekelompok penjahat merebut kotak hitam itu. Sampai sekarang polisi menelusuri kelompok penjahat itu dan Mbah gw juga sudah menyewa detektif independen untuk menyelidiki kasus kecelakaan pesawat itu dan kasus kotak hitam itu."
"It's complicated kasus. Ketemu kotak hitam itu di mana?"
"Di samudera Hindia dengan perairan kepulauan Mentawai."
"Gw pikir - pikir semua penumpang di dalam pesawat itu sudah meninggal semua Bro," ujar Agus.
__ADS_1
"Menurut gw juga sich iya, tapi Mbah gw yakin kalau Agni masih hidup Bro."
"Tak mungkin dia masih hidup. Ya udah sekarang mah lebih baik nikmati aja hidup, masalah - masalah elu jangan terlalu dipikirin nanti jadi stres sendiri Bro. Apa perlu gw booking cewek - cewek yang ada di sini buat elu?"
"Nggak usah, gw nggak mau."
"Kenapa? Apa karena elu masih mencintai Valerie?" ledek Agus.
"Nggak, malah sekarang gw benci banget sama dia."
"Terus karena apa?"
"Karena gw udah tobat. Gw ingin mendapatkan perempuan yang baik-baik."
"Alhamdulillah elu udah tobat. Coba kemarin elu seriusin hubungan elu dengan Agni, pasti hidup elu sudah bahagia."
"Bisa jadi."
"Gw jadi keingatan sama cerita elu."
"Cerita tentang apa Bro?"
"Yang elu pernah ditampar sama Agni gara - gara elu memegang salah satu aset berharganya sampai elu marahan sama Agni, dan sekuat tenaga Agni membujuk elu agar kalian baikan lagi. Dan dengan teganya, elu menyuruh dia keliling komplek rumah elu sambil berteriak aku cinta sama Mas Hardi supaya kalian baikan lagi."
Hardi tersenyum kecut, lalu berucap, "Jangan diingat kejadian itu."
"Bikin harga diri elu hancur sebagai seorang cowok ya," ledek Agus.
"Bisa jadi."
"Seharusnya dari situ elu bisa lihat kesungguhan Agni mencintai elu walaupun dia masih ABG, tapi dia sungguh - sungguh menjaga dirinya dan hatinya. Elu malah balikan sama wanita yang telah mengkhianati elu secara diam - diam. Karma berlaku Bro."
"Iya, aku sekarang telah merasakan sakit hati karena sebuah pengkhianatan."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Terima kasih telah membaca novelku ini ππ
Tinggalkan jejak dengan klik like, vote, hadiah dan komentar ya.ππ
__ADS_1