
Di like ya guys 😁
Di vote ya guys 😁
Di komen ya guys 😁
Happy reading 🤗
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
"Sayang, buka matamu sekarang," bisik Hardi setelah membuka ikatan mata di kepalanya Agni.
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Ddduuuaaarrr ...
Tiba - tiba bunyi beberapa kembang api warna - warni yang membahana dan memeriahkan gelapnya malam. Agni terkesima dengan pesta kembang api yang sangat indah. Ini pertama kalinya dia melihat pesta kembang api dari jarak dekat. Dia sangat senang melihat pesta kembang api malam ini.
Syahdunya sinar rembulan dan kerlap - kerlip bintang yang bertaburan di langit malam. Menaungi sebuah kastil segi empat abad ke-14 di Chester-le-Street di Inggris Utara, dekat kota Durham. Lembutnya pemandangan langit malam yang membentang di cakrawala ditemani oleh sinar ribuan lilin yang menerangi taman hotel yang pernah dikunjungi oleh raja James VI.
Agni senang melihat perpaduan cahaya yang syahdu dari sinar rembulan, bintang-bintang dan lilin. Selain keindahan cahaya, ada juga keindahan dari susunan aneka tanaman hias di taman itu. James menjentikkan jarinya, tak lama kemudian terdengar alunan lagu romantis. Hardi menggandeng tangannya Agni untuk menghampiri meja makan. Hardi menarik salah satu kursi untuk diduduki oleh Agni.
Agni menduduki tubuhnya di atas kursi itu. Hardi berjalan ke kursi yang berada di depan Agni, lalu menduduki badannya di atas kursi itu. Hardi menjentikkan jarinya lagi, lalu keluarlah dua orang pelayan yang sedang membawa troli makanan. Salah satu pelayanan itu menaruh dan menata dua porsi steak, satu botol red wine non alkohol, dua buah garpu, dua buah pisau kecil, dan dua buah cawan.
"Mas, terima kasih atas semua ini. By the way, ada event apa?" ucap Agni ketika salah satu pelayan membuka tutup botol Red wine.
"Kita mendapatkan nilai yang sangat bagus di semester dua dan sekaligus mengenang tempat bulan madu kita, sayang," ucap Hardi ketika seorang pelayan menuangkan red wine ke gelas Agni dan Hardi.
"Nggak terasa, tahun depan kamu lulus S2, Mas. Daripada kamu nemani aku di sini, sebaiknya kamu nemani Mbah. Mbah sudah sangat tua, Mas. Butuh seseorang untuk menemaninya," ujar Agni sambil memotong daging.
"Apakah kamu senang kita makan candle light dinner di sini?" tanya Hardi ketika kedua pelayan itu pergi dari taman.
"Iya aku senang," ucap Agni sambil mengangkat garpu.
"Apakah kamu sudah mencintai diriku lagi?" ucap Hardi sambil memotong steak.
Agni hanya menggelengkan kepalanya sambil mengunyah makanannya sebagai respon dari pertanyaan Hardi. Di dalam hati, Hardi merasakan kekecewaan setelah melihat reaksi Agni. Hardi hanya tersenyum miring menanggapi responsnya Agni. Tak lama kemudian Hardi melahap potongan steaknya. Seketika suasana membeku, yang terdengar hanya alunan sebuah lagu romantis.
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Tiba-tiba terdengar bunyi dering dari smartphone milik Agni yang telah memecahkan kebekuan mereka. Agni menaruh pisau dan garpu di atas piringnya. Membuka reselting tas selempangnya. Mengambil smartphone miliknya yang sedari tadi berdering. Tersenyum hangat melihat tulisan Tante Sri di layar smartphonenya. Menggeser ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu, lalu mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
__ADS_1
"Hallo, assalamu'alaikum Tante," sapa Agni sopan.
"Wa'alaikumussalam, bagaimana kabarmu sayang?" ucap Sri lembut.
"Alhamdulillah baik Tante, Tante baik-baik juga di sana?"
"Iya sayang. Oh ya Ni, liburan semester ini kalian pulang ke Indonesia?" ucap Sri lembut.
"Nggak Tante, aku udah daftar semester pendek lagi."
"Yah ... padahal Tante udah kangen banget sama kalian, pengen ketemu langsung."
"Tante liburan aja ke sini."
"Nggak bisa sayang, jadwal kerja Tante full."
"Maaf Tante aku nggak bisa ke sana, aku sengaja mengambil program semester pendek supaya cepat lulus."
"Ya udah nggak apa-apa sayang. By the way, IP kamu berapa?"
"Alhamdulillah dapat 4,00 lagi Tante."
"Wow, nanti kamu bisa meraih Summa cum laude sayang," ucap Sri bahagia.
"Aamiin Ya Robbal Alamiin. Kalau IP Kak Shabrina berapa Tante?"
"Semester ini IP-nya turun lagi, jadi 3,25," ucap Sri lesu.
"Kok bisa turun lagi sich Tante?"
"Mungkin karena dia udah banyak main kali."
"Lagi mau sarapan sama Shabrina, kamu lagi ngapain?"
"Lagi candle light dinner sama Hardi," ucap Agni senang.
"Selama ini kamu bahagia menikah dengan Hardi?"
"Iya, aku bahagia Tante."
"Alhamdulillah, Tante senang mendengarnya. Udah dulu ya sayang, Tante nggak mau ganggu lama-lama quality time kalian. Bye Agni."
"Bye Tante."
Sedetik kemudian Sri menggeser ikon merah di layar smartphonenya. Menjauhkan benda persegi panjang itu dari telinga kirinya. Menaruh smartphone miliknya di atas meja makan. Menoleh ke Shabrina yang sedang mengunyah sandwich. Sri mengerutkan keningnya melihat penampilan Sabrina yang sudah berhias diri pada pagi hari.
"Kamu mau ke mana?" ucap Sri menyelidik sambil mengambil sandwich.
"Aku mau pergi sama teman-temanku," ucap Shabrina sambil mengunyah.
"Kalian mau pergi ke mana?" ucap Sri sambil mengunyah.
"Ke Sukabumi."
"Siapa teman-teman kamu?"
"Sella, Wulan, Aditya, dan Bowo."
__ADS_1
"Ada acara apa kalian ke sana?"
"Mau liburan bareng."
"Kok kamu baru kasih tahu Mama sekarang?" protes Sri.
"Memangnya selama ini, Mama sering ada di rumah? Nggak kan? Jadi wajar jika aku kasih tahu hal itu ke Mama sekarang," ucap Shabrina santai.
"Nanti kamu dijemput siapa?"
"Sella."
"Nanti Sella suruh masuk dulu ke dalam," ucap Sri.
"Iya."
"Permisi Nyonya," ucap salah satu asisten rumah tangganya Sri.
"Ada apa Ni Ijah?" tanya Sri sambil menoleh ke Ijah."
"Ada telepon dari Pak Surya Nyonya."
Sedetik kemudian Sri menaruh sisaan sandwichnya ke piring. Beranjak berdiri dari kursi makan, lalu melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke ruang kerjanya. Bi Ijah membalikkan badannya, lalu pergi meninggalkan Shabrina sendirian di meja makan. Shabrina mengambil blackberry miliknya. Menekan beberapa tombol di keyboard blackberrynya untuk menghubungi Ryan. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Hallo, dari semalam ke mana aja sich? Sampai nggak bisa ngangkat telepon dariku," tanya Shabrina kesal karena dari semalam dia menelpon Ryan tapi panggilan itu tidak dijawab.
"Semalam aku lagi kerja sayang. Ada apa?" ucap Ryan lesu.
"Kamu habis ngapain sich?"
"Habis bangun tidur."
"Nanti nyusul ke Sukabumi ya. Alamatnya sudah kukirim."
"Memangnya kamu mau pergi ke sana sama siapa?"
"Sella."
"Mama kamu sudah tahu kamu mau pergi ke sana?"
"Iya."
"Memangnya Mama kamu nggak ngajak liburan bersama dengan keluarga kamu?"
"Semua anggota keluargaku sibuk semua."
"Sepupumu seperti Agni memangnya nggak datang ke sini untuk ngajak pergi liburan bersama?"
"Liburan semester ini dia nggak pulang ke Indonesia, dia masih sibuk kuliah. Kamu nanti nyusul ke Sukabumi ya."
"Iya, nanti aku nyusul. Udah dulu ya, aku mau ke kamar mandi. Bye cintaku, mmmuuuaaahhh."
"Bye my Beb, mmmuuuaaahhh."
Tak lama kemudian Ryan memencet tombol ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menjauhkan blackberry miliknya dari telinga kanannya. Menaruhnya di atas nakas sebelah kanan tempat tidur. Beranjak dari tempat tidur. Menoleh ke Sisik, salah satu pelanggannya Ryan yang sedang tertidur pulas. Sejak Marina dipenjara, Ryan bekerja sebagai gigolo simpanan wanita tua yang tajir dan yang kesepian.
Melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Mendorong pintu kamar mandi yang sudah terbuka sedikit sehingga terbuka lebar. Masuk ke dalam kamar mandi. Membuka kran air sehingga air mengalir. Membasuh wajahnya dengan aliran air berulang kali. Menatap dirinya di depan cermin sambil tersenyum smirk karena dia kecewa tidak bisa melaksanakan balas dendamnya terhadap Agni.
__ADS_1
"Aku harus sabar nunggu Agni pulang ke Indonesia," gumam Ryan.