Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Jangan Ganggu Pernikahan Kami!


__ADS_3

Dilike ya guys 😁


Divote ya guys 😁


Dikomen ya guys 😁


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Agni termenung memandang jutaan buliran air hujan dengan derasnya melalui sebuah jendela tea house yang pernah dikunjungi oleh ratu Victoria. Gumpalan awan hitam cumulonimbus menghiasi cakrawala. Kilatan petir telah menyambar langit sore yang mendung. Agni duduk menyendiri di pojok restoran yang berhadapan dengan jendela.


Agni teringat tujuan datang ke tea house untuk menemui Jennifer yang sedang berlibur. Jennifer sengaja berlibur ke Inggris untuk menemani Agni selama Hardi pulang ke Indonesia. Namun sudah satu jam menunggu, tak ada batang hidung orang itu. Agni memayunkan bibirnya karena bete menunggu kedatangan Jennifer.


"Huhhh..., " Agni menghembuskan nafas yang panjang.


Agni memalingkan pandangannya ke sebuah cangkir teh yang sudah tandas, sisa potongan cheesecake di wadah piring kecil, dan beberapa lembar tisu di atas meja. Agni mengedarkan pandangannya ke penjuru tea house yang berada di dalam hotel yang beroperasi sejak 1837. Tea house ini didesain kontemporer dengan panel kayu mendominasi ruangan dan bergaya modern dengan sentuhan ornamen klasik khas Inggris.


"Maaf telah menunggu lama," ujar seseorang yang Agni kenal suaranya sambil berdiri di belakang Agni.


Sontak Agni menoleh ke belakang. Ia sangat kaget melihat sosok Edward yang menggunakan topi hitam dan cool sunglasses. Sontak Agni berdiri dan melebarkan kedua matanya. Tak kuasa menahan rasa rindu dihatinya, Agni memeluk Edward dan Edward membalas pelukannya. Spontan kedua manik milik Agni meneteskan buliran air matanya.


"Sayang, aku sangat merindukanmu," ucap Edward lembut sambil membelai kepalanya Agni


"Hiks ... hiks ... hiks ... Mas kemana aja selama ini?" tanya Agni sambil sesenggukan.


"Maafkan Mas karena tak bisa menyelamatkan dirimu dari para penjahat itu Sayang. Selama ini aku mengalami amnesia. Aku ditolong dan dirawat oleh dokter Shafira."


"Kenapa sembuhnya lama hiks ... hiks ... hiks ...?"

__ADS_1


"Udah ya nangisnya, malu dilihatin orang - orang," ucap Edward sambil melepaskan pelukannya, lalu dia menyeka air matanya Agni. "Jangan menangis lagi ya adikku sayang, kakak sudah ada di sini."


"Ekhem," suara Jennifer yang mengagetkan Agni dan Edward sambil berdiri di sampingnya Edward. "Sebaiknya kita duduk dulu."


"Ayo kita duduk sambil ngobrol," ajak Edward.


Tak lama kemudian Edward melangkah ke kursi yang berada di samping kanan Agni. Agni duduk di tempat semula. Sedangkan Jennifer duduk di depan Agni. Edward menggenggam erat telapak tangan kanannya Agni sambil menatap intens ke dua matanya Agni dengan penuh cinta dan kerinduan.


"Sebelum aku ke Inggris, aku kirim email ke Jennifer untuk meminta bantuan supaya aku bisa bertemu dan bicara sama kamu. Sebab sejak aku pulih dari amnesia, kamu selalu menghindar dariku dan ibuku selalu melarang aku untuk menemui dan berbicara denganmu. Alhamdulillah, Jennifer ingin membantu aku. Aku sudah menceritakan semuanya sejak peristiwa sampai aku sembuh ke Jennifer. Jennifer juga sudah menceritakan tentang pernikahanmu dengan Hardi dan peristiwa kamu keguguran. Maafkan Mas ya Sayang yang tidak bisa menjagamu. Boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh," ucap Agni pelan.


"Apakah kamu masih mencintai diriku?"


"Ehm ... iya."


"Aku tidak bisa melakukan itu Mas."


"Kenapa?"


"Karena aku ingin menepati janjiku sebagai seorang istri di hadapan Allah."


"Tapi kan kamu masih mencintai diriku."


"Cinta tak harus memiliki, Mas."


"Kamu yakin dengan ucapanmu?"

__ADS_1


"Yakin Mas."


"Sayang, tak baik memaksakan dirimu bertahan hidup bersama dengan Hardi tanpa cinta. Lagipula apakah dia sudah mencintaimu? Apakah dia sudah berubah?"


"Selama pernikahanku dengannya, dia sudah berubah dan dia sudah mencintai diriku."


Edward menarik telapak tangan kanannya Agni, lalu menciumnya dengan penuh kelembutan. Kemesraan mereka terpantau oleh dua orang bodyguard sewaan Batara Salah satu bodyguard itu mengambil smartphone miliknya. Menyentuh beberapa ikon untuk mengabdikan adegan itu.


Cekrek ... cekrek ... cekrek ...


Orang itu menyentuh beberapa ikon di layar smartphone miliknya untuk mengirim tiga buah foto adegan itu ke email milik Hardi. Tak lama kemudian tiga buah foto itu terkirim. Namun tiga foto itu belum sempat dilihat oleh Hardi, karena saat ini Hardi berada di dalam pesawat menuju ke Indonesia.


Hardi menatap awan putih membentang luas di cakrawala. Hardi berdiri dari kursi penumpangnya. Berjalan pelan menuju toilet. Langkah kaki Hardi diikuti oleh Valarie tanpa sepengetahuan Hardi. Hardi membuka pintu toilet, lalu masuk ke dalam toilet. Dengan cekatan Valerie ikut masuk ke dalam toilet, lalu menutup dan mengunci pintu itu.


Hardi melebarkan kedua matanya karena terkejut melihat sosoknya Valerie. Valerie langsung membalikkan badannya. Menyambar mulutnya Hardi dengan penuh gairah sambil memeras lembut benda pustaka milik Hardi. Karena terbuai dengan godaan itu, akhirnya Hardi membalas ciuman itu sambil memeras dua benda sintal milik Valerie sehingga mereka melakukan hubungan intim di dalam toilet.


"Aakhhh ...," ******* mereka menggema di dalam toilet.


Valerie merasakan rasa hangat menjalar di rahimnya setelah Hardi menanam benih di dalam rahimnya Valarie. Hardi mengeluarkan benda pustaka miliknya dari gua milik Valarie. Menutup resleting celana panjangnya, lalu mengancingnya. Sedangkan Valerie merapihkan kain segitiga fan mini dressnya yang tersingkap akibat ulah mereka.


"Setelah landing di Jakarta, aku tunggu kamu di apartemenku," bisik Valerie sensual.


"Itu tidak akan terjadi, kali ini yang terakhir kita melakukannya," ucap Hardi sambil membalikkan badannya.


"Asal kamu tahu, tadi kamu sangat menikmati percintaan kita sehingga kamu lupa menggunakan ****** dan aku sudah beberapa bulan tidak minum obat kontrasepsi karena aku sudah lama tidak pernah berhubungan intim lagi sebelum percintaan kita yang tadi. By the way, kamu jarang dikasih jatah sama Agni ya atau pengen banget bercinta denganku sampai kamu benar-benar menikmatinya?" ujar Valerie yang membuat Hardi diam.


"Itu bukan urusanmu! Jangan ganggu pernikahan kami!"

__ADS_1


__ADS_2