Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Akhirnya Bisa Belah Duren


__ADS_3

Hamparan bintang terbentang di langit gelap ditemani oleh sang dewi malam menaungi perjalanan Agni dan Edward menuju dermaga desa Salur dari balai rakyat. Waktu terus berputar mengiringi putaran roda mobil Mercedes - Benz warna hitam yang disewa oleh Sri. Menembus sepinya desa yang dijadikan sebagai ibu kota kecamatan Teupah Barat, kabupaten Simeulue, Aceh.


Setelah memakan waktu dua puluh lima menit di perjalanan, akhirnya mereka berhenti di lahan parkiran dermaga desa Salur. Supir mobil sewaan itu mematikan mesinnya, lalu membuka kunci pintu mobil. Supir mobil, Edward dan Agni membuka sabuk pengaman. Supir dan Edward membuka pintu, lalu keluar dari dalam mobil ketika Agni menggeserkan tubuhnya. Edward menjulurkan tangan kanannya ke Agni. Agni menerima uluran tangan kanannya Edward.


Agni Berdiri, lalu keluar dari dalam mobil. Edward menggenggam jemarinya Agni. Edward menutup pintu mobil. Supir mobil itu memberikan dua buah koper ukuran besar ke Edward, lalu melangkahkan kakinya kembali ke mobil. Agni dan menoleh ke sebuah kapal pesiar pribadi yang mewah Skyback milik Cipto. Setelah acara akad nikah yang sangat sederhana, Agni dan Edward ingin berbulan madu selama seminggu.


Mereka akan berlayar menggunakan kapal pesiar ke pulau mincau, pulau pribadi milik Cipto yang berada di kepulauan Mentawai dan ke samudera Hindia untuk menyebar bunga sekaligus ziarah ke tempat ditemukannya bangkai pesawat. Seorang pemuda yang merupakan karyawan kru kapal pesiar milik Cipto sedang berjalan menghampiri Edward dan Agni.


"Tolong bawakan koper - koper kami," ucap Edward ramah.


"Baik Tuan," ucap pemuda itu.


Tak lama kemudian Agni, Edward dan pemuda itu berjalan menghampiri kapal pesiar skyback yang Skyback panjangnya hanya sekitar delapan puluh meter. Pemuda itu berjalan mendahului Agni dan Edward. Selama perjalanan menuju kapal pesiar itu, Edward selalu menggenggam erat telapak tangan kirinya Agni. Mereka melangkahkan kakinya masuk ke dalam kapal melalui deck.


Di deck kapal itu ada area kolam renang yang di hiasi dengan beberapa kursi malas yang berwarna putih. Melewati area kolam renang. Menelusuri lorong kapal yang melewati kabin untuk ruangan bioskop, pusat kebugaran, ruang makan, dapur dan spa. Menaiki tangga menuju kabin dua kamar, dan naik satu lantai menuju kabin kamar utama dan tempat nahkoda kapal bekerja. Setiap kabin didesain dengan sangat mewah.


"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya, ini kamar kalian," ucap petugas itu setelah mereka menghentikan langkahnya di depan pintu yang sudah terbuka.


"Terima kasih," ujar Agni.


Tak lama kemudian Edward, Agni dan petugas itu masuk ke dalam kamar. Sesampainya di dalam kamar, Jane terpesona dengan interior kamar yang bergaya klasik. Kamar yang memadukan warna krem, cokelat dan gold sehingga kelihatan elegan. Di kamar terdapat tempat tidur King size. Baru kali ini dia masuk ke dalam kamar utama kapal pesiar pribadi milik ayahnya.


Dari kamar ini terlihat pemandangan laut yang indah. Ada kursi dan meja dekat jendela. Ada lemari ukuran besar yang terbuat dari kayu. Ada lemari es berukuran kecil. Teko listrik untuk memasak air. Ada dua buah cangkir dengan tatakannya. Dan juga ada kopi, teh dan gula yang disimpan dengan rapih di atas buffet.


"Koper - kopernya taruh di mana ya Tuan?" tanya pegawai itu sambil membawa dua buah koper ketika berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Taruh di depan pintu lemari aja," jawab Edward.


"Baik Tuan," ucap petugas itu, lalu dia menaruh dua koper besar di depan pintu lemari.


"Terima kasih ya," ucap Agni.


"Tuan dan Nyonya, kamar mandinya di sebelah sini, di dalam sudah disediakan perlengkapan kamar mandi dan handuk. Sedangkan jubah mandi sudah disediakan di atas tempat tidur," ucap petugas itu sambil membuka pintu kamar mandi.


"Iya," jawab Agni.


"Selamat menikmati liburan Tuan Nyonya, saya pamit keluar, permisi," ucap petugas itu dengan sopan.


"Iya, terima kasih," ucap Edward.


Tak lama kemudian, petugas itu keluar dari kamar dan menutup pintu kamar itu. Agni melepaskan genggaman tangannya Edward. Melangkahkan kakinya ke jendela kapal. Menduduki tubuhnya di atas sofa single sambil menikmati pemandangan laut yang indah. Edward berbalik, lalu berjalan ke pintu kamar untuk mengunci pintu. Dia membuka jas, lalu melepaskannya. Membuang jasnya ke sembarang tempat.


"Ada apa ya Mas?" ucap Agni lembut.


"Aku mau belah duren."


"Ih, kamu mah sekarang - sekarang ini suka mesum," ucap Agni malu - malu. "Udah jam setengah sebelas malam, aku mau mandi dulu ah," lanjut Agni yang mengalihkan pembicaraan sambil beranjak berdiri dari sofa.


Agni memutarkan badannya, lalu melangkahkan kakinya ke serong kanan. Baru satu langkah sudah melihat sosoknya Edward yang bertelanjang dada sambil menatap intens ke dirinya. Agni selalu merasakan gejolak desiran lembut di relung hatinya ketika setiap kali ditatap intens oleh Edward. Agni menelan salivanya berulang kali memandang tubuh polosnya Edward yang atletis.


Kedua tangannya Edward berotot. Badannya yang kekar. Dadanya yang berotot ditumbuhi bulu - bulu halus. Perut sixpacknya yang sangat menggoda. Tercium aroma maskulin dari Edward yang mampu membuat Agni klepek - klepek. Baru kali ini Agni memperhatikan fisiknya Edward. Tak kuasa melihat lebih lama pemandangan yang menggoda dan bertambahnya desiran lembut di relung hatinya, Agni menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Edward berjalan satu langkah, lalu membuka reselting gamis yang dipakai oleh Agni. Membuka baju gamisnya Agni dengan gerakan slow motion sehingga baju gamis teronggok di atas lantai. Memperhatikan seluk beluk tubuh proporsional milik Agni yang sekarang hanya memakai baju dalaman warna nude. Mengangkat dagunya Agni dengan jari telunjuknya.


Dia melihat semburat rona merah di kedua pipinya Agni. Dia melepaskan jari telunjuknya dari dagu Agni. Edward membungkukkan badannya, lalu mencium benda kenyal di wajahnya Agni dengan lembut. Agni membalas ciuman dari Edward. Agni mengalungkan kedua tangannya di leher Edward. Sedangkan kedua tangannya Edward bergerilya bebas menjelajahi ciptaan yang maha indah bagi dirinya.


L*m*tan bibir mereka semakin gairah dan menuntut hingga mereka saling menukar saliva dan lidah mereka saling menelusuri rongga mulut mereka. Edward menggiring tubuhnya Agni ke tempat tidur tanpa melepaskan ciuman mereka. Membaringkan tubuhnya Agni di atas tempat tidur. Edward melepaskan ciuman mereka dengan nafas yang terengah - engah karena kehabisan nafas.


"Aku mau belah duren malam ini, aku akan pelan - pelan, kamu sudah siap?" ucap Edward dengan suara yang serak sambil menindihi tubuhnya Agni dengan tumpuan pada kedua tangannya.


"Iya Mas," ucap Agni malu - malu.


Tak ingin menunggu lama lagi, Edward mempersiapkan semuanya untuk membelah duren. Mulai dari mencium aroma bagian luar. Mengusap - ngusap untuk mencari posisi yang tepat sehingga bisa membelah duren. Akhirnya Edward menemukan posisi yang tepat untuk membelah duren. Edward mampu membelah duren dengan menggunakan senjata pamungkasnya sehingga menimbulkan suara yang bergelora. Mencium aroma didalam, lalu menyentuhnya dengan perlahan. Tak lama kemudian melahap duren dengan penuh gairah.


Akhirnya bisa belah duren.



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih sudah baca novelku ini 😁.


Dilike ya para reader yang budiman 😁.


Divote ya para reader yang baik hati 😁.


Dikasih bintang lima ya reader yang dermawan 😁.

__ADS_1


Dikasih hadiah novelku yang ini ya para reader yang rupawan 😁.


Dikomentari novelku yang ini ya reader yang cantik jelita 😁.


__ADS_2