Kamu Adalah Jodohku

Kamu Adalah Jodohku
Menjalankan Hidup Ini


__ADS_3

Terima kasih kepada para pembaca yang sudi membaca novel saya ini 😊, memberikan like😊, memberikan vote 😁, memberikan hadiah 😁, memberikan bintang lima 😁, memasuki novel ini ke daftar favorit 😁 dan memberikan komentar di novel saya ini 😁. Happy reading πŸ€—


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Waktu terus berputar, begitupun dengan roda mobil milik Agni yang masih terus berputar melintasi jalanan yang terasa sunyi, sepi dan senyap dengan pelan. Jam menunjukkan pukul dua dini hari, mobil hitam jenis limosin keluaran Jerman yang dikendarai Thomas masih menembus gelapnya hari. Rencana mereka setelah pulang dari berlayar, mereka ingin tinggal tiga hari di villanya Edward yang berada di puncak sebelum mereka memberikan keterangan tentang kecelakaan pesawat ke pihak berwajib.


Mereka tidak mengikuti saran Sri yang menginginkan mereka tinggal di rumah Cipto yang berada di kawasan perumahan elit pantai mutiara. Sebuah rumah yang ada parkiran untuk kapal pesiar. Mereka menginginkan suasana baru setelah sebulan lebih tinggal di daerah pantai.


Di dalam mobil hanya terdengar suara ******* dan lenguhan dari Agni dan Edward yang sedang bercinta di dalam mobil.


Benda kenyal milik Edward masih terus menyusuri leher jenjangnya Agni. Kedua tangan Edward masih menjamah dua gundukan milik Agni yang membuat Edward ketagihan menyentuhnya. Peluh yang bercucuran di sekujur tubuh mereka membasahi gairah nafsu mereka. Jiwa mereka sudah dikuasai oleh cinta dan gairah hawa nafsu yang membuncah sehingga membuat mereka merasa sulit sekali untuk menolak kenikmatan nafkah batin yang mendapatkan pahala jika mereka melakukannya sesuai dengan ajaran agama mereka.


"Aakkhhh ...."


"Mmmppphhh ...."


"Faster Mas ... aaakkkhhh ...."


Menambahkan kecepatan hentakan demi hentakan penyatuan inti tubuh mereka yang menyalurkan cinta dan birahi mereka hingga tubuh mereka bergetar hebat. Suara gesekan tubuh dengan bangku mobil menggema karena getaran dahsyat dari penyatuan inti dua orang yang sedang memuaskan cinta dan nafsu mereka. Edward mempercepat tempo gerakan pinggulnya di liang senggama milik Agni sehingga mencapai puncak kenikmatan.


"Aaakkkhhh ...."


"Aaakkkhhh ...."


Erangan mendesah dengan sensual dari bibir mereka secara bersamaan telah menandakan pencapaian yang sangat nikmat dengan sesuatu yang hangat mengalir di sana. Tubuh Edward yang kekar memeluk erat tubuh biolanya Agni dari belakang. Helaan nafas mereka terengah - engah saling bersahutan. Mereka sedang mengatur nafas supaya kembali stabil. Edward mengecup lembut tengkuk lehernya Agni setelah nafas mereka kembali normal.


"Mas aku mau pakai baju dulu," ucap Agni pelan.


Tak lama kemudian Edward melepaskan penyatuan mereka. Edward merubah posisi tubuhnya dari tidur miring ke duduk, lalu mengambil pakaian dalam Agni, dan dressnya Agni yang berada di atas lantai mobil. Agni juga merubah posisi tubuhnya dari tidur miring ke posisi duduk. Edward memakaikan pakaian dalam dan dress ke tubuhnya Agni dengan hati - hati.


"Mas kita sudah sampai mana ya?" ucap Agni lelah karena seharian dibombardir oleh Edward.


"Aku nggak tahu sayang," ucap Edward sambil mengambil celana boxer, kaos dan jinsnya yang berada di atas lantai mobil.

__ADS_1


"Aku lapar Mas," ucap Agni sambil melihat Edward yang sedang memakai celana boxernya.


"Iya nanti kita makan, kamu makan cemilan dulu untuk menangkal laparmu sayang," ucap Edward sambil memakai kaosnya.


Tak lama kemudian Agni mengikuti sarannya Edward. Membuka pintu kulkas kecil yang berada di dalam mobil ketika Edward memakai celana jinsnya. Melihat isi kulkas yang hanya berisi aneka minuman ringan. Mengambil kotak kemasan minuman jus jambu instan. Menutup pintu kulkas. Membuka tutup kotak kemasan minuman itu, lalu meminum isi kemasan itu sampai tiga tegukan. Agni memberikan kotak kemasan minuman itu ke Edward. Edward menerimanya, lalu meminumnya ketika Agni membuka pembatas antara ruangan supir dengan penumpang.


"Pak, kita sudah sampai mana ya?" tanya Agni sopan ketika Edward membuang kotak kemasan itu ke tempat sampah.


"Sebentar lagi sampai Nyonya," ucap supir dengan sopan.


Mobil masih melaju dengan kecepatan lumayan sedang. Menembus gelap pekatnya hari. Sepanjang jalan hanya disinari oleh cahaya lampu di pinggir jalan dan cahaya dari lampu mobil. Gelap dan hening yang dirasakan oleh mereka saat ini. Agni menyandarkan kepalanya di pangkuan Edward, lalu menaiki kedua kakinya ke jok mobil yang super nyaman karena kelelahan. Edward mengusap kepalanya Agni dengan lembut.


Dor ... dor ... dor ...


Ckiit...!!


Terdengar suara tembakan yang mengenai bagian belakang mobil anti peluru milik Cipto, membuat supir kaget dan mobil sedikit oleng. Supir terpaksa mengerem mendadak sehingga tubuh Edward dan Agni terjatuh ke depan. Dan dalam beberapa detik kemudian mobil berhenti. Seketika Agni ketakutan dan panik.


Dia mengingat peristiwa yang mengerikan sekitar satu bulan yang lalu. Dia tidak mengerti dengan situasi yang hampir sama ini terulang lagi. Situasi di mana dia berhadapan dengan sesuatu yang berbahaya dan mendengar suara senjata api. Edward mengangkat tubuhnya Agni ke jok yang panjang. Edward menduduki tubuhnya di samping kirinya Agni.


Sebuah mobil Jeep hitam berhenti tepat di mobilnya Agni. Kelihatan samar - samar beberapa orang mulai membuka pintu mobil Jeep itu dan turun dari mobil Jeep itu. Ada sekitar enam orang laki - laki bertubuh besar dan kekar. Mereka berpencar, tiga orang ke sisi kiri mobilnya Agni dan tiga orang lagi ke sisi kanan mobilnya Agni. Mereka berdiri sambil menodongkan pistol tepat ke arah mobilnya Agni. Edward menoleh ke belakang, ternyata ada mobil Jeep hitam lagi


Apa mereka perampok? Atau penculik? Sekilas dari penampilannya mereka seperti perampok.


Batin Agni.


Shitt!!! Kabur bukan pilihan yang tepat, aku harus melindungi cintaku dan menghadapi para penjahat itu.


Batin Edward.


"Tuan sebaiknya telepon ke Bu Sri," ucap supir setelah melihat keadaan yang mencekam.


"Baiklah," ucap Edward.

__ADS_1


Sedetik kemudian dia mengambil smartphone baru miliknya di tempat khusus dekat pintu mobil. Menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi Sri, lalu mendekatkan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya. Nomor handphonenya Sri tidak aktif. Menjauhkan benda pipih itu, lalu menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi Barata, tapi nomor handphonenya Barata juga tidak aktif.


"Nomor handphonenya Bu Sri dan Mbah Barata tidak aktif Pak," ucap Edward sambil menaruh smartphone miliknya di samping kirinya.


Brakkk


Mobil Jeep di belakang mobilnya Agni berulah menabrakan diri ke mobil Agni bagian belakang dengan kekuatan yang besar. Tubuh Agni, Edward, dan smartphone milik Edward sampai terpelanting ke depan jok sehingga terjatuh. Sedetik kemudian Edward membantu Agni pindah ke jok. Tubuhnya Agni gemetaran, degup jantungnya tak beraturan.


Edward yang duduk di samping kirinya Agni terlihat lebih tenang, walaupun ia mengepalkan kedua tangannya. Edward marah kepada para penjahat yang telah menghadang mereka. Edward nampak seperti orang yang akan bersiap untuk melawan para penjahat. Ia menoleh ke Agni yang sedang ketakutan. Dia menatap lekat wajah Agni.


"Dengar, kamu sebaiknya ngumpat, jangan keluar dari mobil ini! Apa pun yang telah terjadi! Selama kamu berada di dalam mobil ini, kamu akan aman karena mobil ini dilengkapi dengan sistem perlindungan yang terbaik. Setelah aku keluar dari mobil ini, kamu langsung telepon ke Hardi atau Om Hendra, katakan darurat padanya. Aku akan melindungi dirimu, sekali pun harus membayarnya dengan nyawaku sendiri."


"I - ya Mas," ucap Agni gemetaran.


"Pak Wahyu!" ucap Benny dengan menggerakkan bola mata ke kiri dan ke kanan untuk memberikan kode ke Wahyu.


Wahyu hanya menganggukkan kepalanya sebagai respon dari ucapan Edward. Edward mengambil tas selempangnya, lalu membuka reselting tasnya. Mengambil pistolnya, lalu mengokangnya. Wahyu juga mengambil pistol dari bagian belakang celananya, lalu memompa pistolnya. Hal itu membuat Agni tercengang. Setahu Agni, Wahyu hanya sopir pribadi Daddynya. Dia tidak menyangka jika Wahyu mempunyai senjata api dan bisa menggunakannya. Agni langsung berjongkok di bawah jok pojokan.


Ada apa ini? Bahkan Thomas pun bisa menggunakan pistol? Sebenarnya siapa orang - orang ini?


Batin Agni.


Wahyu keluar dari pintu kemudi sambil membawa pistol, sedangkan Edward keluar dari sebelah kanan pintu penumpang mobilnya Lily sambil memegang pistol. Meninggalkan Agni yang sedang ketakutan sampai tubuhnya bergetar sehingga dia melupakan perintahnya Edward. Agni menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, dia sedang mencoba menenangkan diri.


Dor ... dor ... dor ...


Bunyi beberapa tembakan yang mengejutkan Agni. Agni menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya dengan sekuat tenaga. Pintu kiri bagian penumpang terbuka. Menampilkan seorang penjahat yang memakai topeng. Penjahat itu menarik Agni dengan paksa sehingga Agni keluar dari dalam mobil sambil meronta - ronta. Agni diseret setelah keluar dari dalam mobil menuju mobil Jeep yang berada di belakang mobilnya Agni.


"Tolong lepaskan!!! Lepaskan!!!" teriak Agni.


Sekilas Agni melihat Edward sedang bertarung dengan beberapa penjahat, sedangkan Wahyu tergeletak tak berdaya di atas jalan dengan cucuran darah yang keluar dari dadanya. Agni melebarkan kedua matanya melihat keadaan yang menegangkan. Edward menoleh ke Agni yang sedang diseret oleh salah satu anggota penjahat. Agni memejamkan kedua matanya setelah melihat dadanya Edward dipukul sampai memuntahkan darah.


"Tidakkk!!!

__ADS_1


Tubuhnya Agni diangkat oleh penjahat itu, lalu dioper ke salah satu temannya yang berada di dalam mobil Jeep. Temannya penjahat itu menduduki Agni di pojok kiri mobil. Menutup mulutnya Agni dengan plester dan mengikat tubuhnya Agni dengan cekatan. Menutup pintu mobil Jeep. Agni menatap pemandangan di luar jendela. Tak terasa air matanya mengalir di pipinya. Mobil perlahan mundur, lalu memutar balik. Agni menatap sendu ketika melihat Edward bersusah payah mengejar mobil yang ditumpanginya ketika mobil itu memutar balik.


Ya Allah, kuatkanlah jiwa raga kami dalam menjalankan hidup ini.


__ADS_2