
Di like ya guys π
Di vote ya guys π
Di komen ya guys π
Happy reading π€
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Pas tengah malam Hardi ingin memberikan kejutan di hari ulang tahun Agni yang ke tujuh belas tahun. Jauh-jauh hari Hardi sudah mempersiapkan semua untuk kejutan itu. Ruang makan dan beranda belakang rumah yang mereka tempati dihias sedemikian rupa sehingga indah dipandang. Menyiapkan makanan dan minuman yang disukai oleh Agni dan mempersiapkan alunan musik yang akan mengiring mereka saat candle light dinner.
Kringgg ... kringgg ... kringgg ...
Bunyi dering dari smartphone milik Hardi yang berada di atas meja makan yang sudah dihias. Hardi yang hendak ingin melangsungkan kakinya ke kamar Agni sambil membawa kue ulang tahun langsung menghentikan langkahnya. Membalikkan badannya, lalu melanjutkan langkahnya ke meja makan. Menaruh kue ulang tahun yang sudah dinyalakan lilinnya di atas meja makan ketika menghentikan langkah kakinya.
Menyambar smartphone miliknya. Mengerutkan keningnya melihat nomor tak dikenal karena dia bingung antara mau diangkat atau tidak. Akhirnya Hardi menggeser ikon hijau di layar smartphonenya untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya sambil menduduki tubuhnya di pinggiran meja.
"Hallo siapa ini?" tanya Hardi datar.
"Ini Mbah. Semalam kenapa telepon?" ucap Batara to the point.
"Mbah, kemarin aku meringkus seorang pemuda yang mencuri tas ransel milik Agni. Tak sengaja aku melihat Tato naga kecil di punggung tangan kanannya. Aku yakin pemuda itu adalah salah satu anggota komplotan mafia. Karena itu aku minta tolong sama Mbah untuk mencari bodyguard lagi buat jagain Agni. Aku nggak bisa dua puluh empat jam berada di sampingnya.
"Penjahat itu sudah ditangkap sama polisi?"
"Sudah Mbah."
"Kamu sudah membicarakan hal ini sama Agni?"
"Sudah tapi Agni menolaknya. Dia bilang aku over thinking. Aku khawatir sama keamanan Agni sejak kejadian yang kemarin."
"Kejadiannya di mana?"
"Di kebun raya dekat kampus."
"Apakah ada yang mencurigakan sejak awal Agni masuk kuliah sampai dua Minggu Agni masuk kuliah?"
"Dia bilang tidak ada yang mencurigakan Mbah."
"Bagaimana hasil penyelidikan polisi?"
__ADS_1
"Tadi pagi polisi bilang pemuda itu sengaja mencuri tas ransel milik Agni untuk mengambil barang-barang yang berada di dalam tas, lalu barang-barang itu dia jual. Hasil penjualannya dia pakai untuk membayar kontrakan rumah. Menurutku itu alasan yang klasik. Menurut Mbah gimana?"
"Bisa jadi orang itu suruhan orang lain. Mbah akan menyewa bodyguard, tapi keberadaan bodyguardnya tidak diketahui oleh Agni."
"Nanti tolong kasih tahu keberadaan bodyguard itu ya Mbah."
"Nanti bodyguardnya yang kasih tahu ke kamu dengan kode save me."
"Baiklah Mbah."
"Sudah sampai mana perkembangan persiapan pernikahan kalian?"
"Aku belum tahu Mbah."
"Ya udah, nanti Mbah aja yang tanya langsung ke Tante Sri."
"Oh ya, bagaimana hasil akhir sidang kasus Om Hendra dan Tante Marina?"
"Om Hendra dijatuhkan hukuman seumur hidup di penjara. Sedangkan Tante Marina dijatuhkan hukuman dua puluh lima tahun di penjara."
"Mbah pakai nomor siapa?"
"Mbah sekarang lagi di negara mana?"
"Maldives. Udah dulu ya, Mbah ada urusan yang lain. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Sambungan telepon itu terputus. Hardi menjauhkan benda pipih itu dari telinga kirinya. Menaruh smartphone miliknya di tempat semula. Mengangkat kue ulang tahun, lalu membalikkan badannya. Berjalan menuju kamar Agni yang jaraknya sekitar tiga meter dari meja makan. Menghentikan langkahnya di depan pintu kamar Agni. Hardi mengetuk pintu kamar itu untuk membangunkan Agni.
Tok ... tok ... tok ...
"Agni sayang, bangun dong!!" teriak Hardi supaya Agni terbangun dari tidurnya.
Tok ... tok ... tok ...
"Agni!! Bangun dong sayang!!"
Sedetik kemudian ada yang menggerakkan handle pintu kamar dari dalam kamar, lalu pintu terbuka yang menampilkan sosok Agni. Agni mengucek kedua matanya dengan kedua punggung telapak tangannya. Kedua matanya terbuka sempurna. Agni terkejut melihat Hardi yang sedang membawa kue ulang tahun yang di atasnya ada lilin angka tujuh belas tahun.
"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday to you. Hari ini istimewa. Karena ini ulang tahunmu. Hari ini berbahagia. Nikmati saja," nyanyian Hardi. "Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga," lanjut nyanyian Hardi.
__ADS_1
Sedetik kemudian Agni meniup lilin yang berada di atas kue ulang tahunnya, lalu Hardi berucap, "Make a wish sayang."
Ya Allah lindungilah Edward, sembuhkanlah penyakitnya jika dia sedang sakit dan temukankah kami berdua. Aamiin Ya Robbal Alamiin.
Batin Agni.
Agni mengusap mukanya setelah berdoa, lalu Hardi berucap, "Ayo kita ke beranda belakang rumah!"
Sedetik kemudian Hardi menarik tangan kanannya Agni. Hardi menuntun Agni berjalan ke ruang makan yang sudah dihias dengan aneka bunga dan lilin. Agni mengembangkan senyuman karena terpana melihat dekorasi yang apik dan indah di ruang makan. Hardi melihat Agni yang sedang tersenyum sehingga Hardi ikut tersenyum karena salah satu usahanya yang ingin mengambil hatinya Agni berhasil.
Agni melebarkan kedua matanya melihat pemandangan yang sangat romantis. Sebuah meja makan yang dikelilingi dengan rangkaian indah bunga mawar, lily, dan anggrek beserta hiasan lilin. Lantai beranda belakang rumah beralaskan kelopak - kelopak bunga mawar merah. Hardi mengajak Agni untuk melanjutkan langkah kaki mereka menuju meja makan yang berada di beranda belakang rumah.
"Bagus banget dekorasinya," ucap Agni takjub sama dekorasi di beranda belakang rumah.
"Terima kasih sayang," ucap Hardi senang. "Apakah kamu suka?" lanjut Hardi sambil menoleh ke Agni yang terlihat senang.
"Iya, aku sangat menyukainya," ucap Agni sambil menghentikan langkahnya.
"Ayo kita dinner!" ajak Hardi sambil menaruh kue ulang tahun ke atas meja makan setelah menghentikan langkahnya.
"Silakan duduk Tuan putri," ucap Hardi lembut sambil menarik salah satu kursi.
"Terima kasih Mas," ucap Sarah lembut sambil menduduki tubuhnya di atas kursi yang tadi Hardi tarik, lalu Hardi melangkahkan kakinya ke kursi yang lain.
"Excuse me sir and madam, food is ready," ucap pelayan dengan sopan sambil membawa troli makanan.
Lalu pelayan itu memindahkan semua hidangan yang berada di trolly ke atas meja makan satu persatu. Sarah melihat meja makan penuh dengan hidangan makan malam, alat - alat makan vas bunga, kue ulang tahun dan lilin. Hidangan makan malam ini ada salad sayur, steak tenderloin, mashed potato, air putih, kue ulang tahun, salad buah dan berbagai macam alat makan yang sudah ditata dengan rapih.
"Thank you" ucap Agni ramah ketika semua hidangan sudah disajikan sambil menoleh ke pelayan itu.
"You're welcome," ucap pelayan itu sopan.
Tak lama kemudian pelayan itu pergi sambil membawa trolly makanan. Tiba - tiba terdengar alunan musik klasik Eine Kleine Nachtmusik dari W.A Mozart mengiringi mereka. Hardi mengambil salad buah, lalu memakannya. Agni mengambil salad buah lalu memakannya. Mereka makan bersama sambil menikmati alunan musik klasik. Setelah mereka menyantap makanan, mereka menaruh piringnya di tempat yang kosong.
Mereka mengambil hidangan steak, mashed potato dan salad sayur, lalu memakannya. Lagu klasik dari Mozart kini beralih ke lagu klasik yang berjudul FΓΌr Elise dari L.V Beethoven. Mereka menyantap hidangan utama sambil mendengarkan lagu klasik itu. Beberapa kali mereka tersenyum ketika tatapan kedua mata mereka saling bertemu. Mereka menaruh piring bekas steak ke tempat yang kosong.
Hardi memotong kue ulang tahun yang ukurannya mini menjadi dua bagian. Satu bagian dikasih ke Agni dan yang satunya untuk dirinya. Tak lama kemudian mereka memakannya sambil mendengarkan lagu musik klasik yang berjudul William Tell Overture dari Gioachino Rossini. Mereka sangat menikmati makan malam romantis mereka. Setelah mereka menyantap kue ulang tahun, mereka menaruh piring bekas puding di tempat kosong.
Iringan musik mereka diganti menjadi lagu dance dari Bright Eyes yang berjudul First Day of My Life. Hardi beranjak berdiri setelah membersihkan area mulutnya dengan serbet. Berjalan pelan ke Agni, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan bludru dari kantong jasnya. Membuka kotak itu yang berisi sebuah cincin berlian ketika Agni merubah posisi duduknya menghadap ke Hardi. Berlutut di hadapan Agni sambil menyodorkan kotak itu ke Agni.
"Terima kasih karena kamu mau menikah denganku."
__ADS_1