
Setelah Randi mengingat kembali kenangan di masa lalu itu. Ada perasaan menyesal yang dirasakannya. Dia menyesal karena dulu dia adalah laki laki pengecut yang tidak berani muncul langsung dihadapan Nabila dan mengatakan perasaannya terhadap Nabila.
Randi pun menyesal karena dulu dia hanya berani melihat Nabila secara diam-diam dan masih takut jika harus muncul dihadapan Nabila.
"Terimakasih banyak Randi. Kau sudah mau menemaniku hari ini." Kata Nabila. Perasaan Nabila sudah lebih lega daripada sebelumnya. Nabila melihat Randi dengan wajah yang tersenyum.
"Baikalah, aku antar kamu pulang. Hari sudah malam." Kata Randi dan segera berdiri.
Nabila mengikuti Randi dari belakang mereka berjalan ketempat parkir mobil. Setelah sampai Randi pun membukakan pintu untuk Nabila dan Nabila pun masuk kedalam mobil Randi.
Selama diperjalanan Nabila tidak banyak bicara dia hanya melihat kejendela dan menikmati pemandangan diluar. Randi sesekali melihat kearah Nabila dan memperhatikan wajah Nabila yang selalu membuat hatinya tenang.
Mobil Randi pun berhenti ketika lampu merah hidup. Lalu Randi mengeluarkan sesuatu dalam kantong bajunya dan memberikannya kepada Nabila.
"Ini ambillah untukmu." Kata Randi dan memberikan sesuatu itu kepada Nabila.
"Permen Strawbery?" Tanya Nabila. Ia mengambil permen itu dan heran kenapa tiba tiba Randi memberikannya permen strawberry.
"Aku tau dari seseorang yang katanya kalau kita makan permen strawberry ini, hari-hari kita akan lebih terasa cerah. Perasaan kita akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya." Kata Randi.
"Hahaha." Tiba tiba Nabila tertawa.
"Kenapa kau tertawa? apa ada sesuatu yang aneh?" Tanya Randi heran.
"Aku teringat sesuatu ketika kau memberikan aku permen ini. Dulu aku juga pernah memberikan ini kepada seseorang karena takut dia melaporkan aku ke penjaga sekolah." Kata Nabila. Ia tertawa sambil mengingat momen waktu ia sama Randi dulu itu.
"Siapa itu? kau tidak ingat lagi orangnya?" Tanya Randi. Ia berusaha mencari tau apakah benar Nabila tidak tau jika orang yang dimaksud Nabila itu adalah Randi sendiri.
"Hmm, aku tidak terlalu ingat wajahnya. Aku juga baru pertama kali bertemu dengannya waktu itu. Setelah itu aku tidak pernah bertemu lagi. Kejadian itu sudah lama juga jadi aku gak terlalu mengingatnya." Kata Nabila.
"Benar kata Nabila, tentu saja Nabila tak mengingatku. Ia baru pertama kalinya bertemu aku waktu itu. Setelah itu aku tidak penah muncul lagi dihadapnya." KataRandi dalam hati dan merasa sangat sedih.
Setelah sampai, Nabila pun berterima kasih kepada Randi dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Mungkin dimasa lalu aku sudah membuat kesalahan. Tapi sekarang aku tak akan pernah melakukan tanya lagi." Kata Randi dalam hati.
Keesokan harinya
Nabila sangat antusias karena ini adalah hari pertamanya kerja bersama Rafa. Ia melihat pantulan dirinya dikaca dan sangat senang karena akhirnya ia bisa memakai pakain kantor yang sudah sangat lama di idam idamkannya.
"Whaa, akhirnya aku bisa juga memakai pakai kantor seperti ini." Kata Nabila. Setelah puas melihat dirinya dengan balutan jas itu, Nabila pun merias wajahnya dengan sedikit polesan make up. Jal itu membuat Nabila terlihat sangat cantik. Hari ini Nabila juga membiarkan rambut panjangnya terurai kebelakang membuat penampilan Nabila semakin sangat cantik.
Setelah semua selesai Nabila pun keluar kamar dan bersiap siap untuk pergi.
"Ibu, Nabila langsung pergi hari ini ya." Kata Nabila sambil menghampiri ibunya yang sedang memasak.
"Wah, lihatlah anak ibu yang satu ini sangat cantik. Kau sangat cocok dengan pakaian kantor seperti ini." Kata ibu sambil melihat penampilan Nabila yang berbeda dari biasanya.
"Iya dong, Bu. Cantikku ini kan turun darimu Bu." Kata Nabila dan diiringi tawa oleh ibunya.
"Oiya, ini bawalah bekal makan siangmu. kau tidak sempat makan masakan ibu pagi ini. Jadi Ibu menyiapkannya saja untuk makan siangmu dikantor nanti." Kata ibu dan memberikan kotak nasi itu kepada Nabila.
"Karena pagi ini aku harus ke toko dulu Bu. Ada sesuatu yang harus aku jelaskan ke Arina baru setelah itu aku ke kantor. Aku tidak punya banyak waktu Bu. Karena itu aku harus cepat pergi, Bu." Kata Nabila. Ia sedih karena tidak bisa sarapan pagi bersama ibunya.
Toko Bunga
Arina baru sampai di toko dan bersiap siap untuk membuka toko. Ia pun melihat Nabila yang masuk kedalam tokonya. Arina pun terpesona melihat penampilan Nabila yang berbeda.
"Whaa, lihatlah Nabila penampilanmu sangat berbeda. Kau lebih cocok memakai pakaian kantor seperti ini." Kata Arina. Sambil mengelilingi Nabila dan melihat Nabila dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ahaha, maaf karena aku juga harus meninggalkanmu kerja sendiri di toko. Kontrak kerja itu sangat mendadak. Jadi, aku harus mengambil keputusan dengan cepat." Kata Nabila. Ia sangat sedih karena harus meninggalkan Arina.
"Tenang saja, aku tidak sendiri kok. Rafa mengirimkan seseorang yang ditugaskan untuk membantuku. Tuh, orangnya langsung datang." Kata Arina dengan sikap juteknya.
Nabila melihat William baru masuk toko. Penampilannya yang sangat keren membuat Nabila pun tak bisa berhenti melihat William. Tapi Nabila pun cepat sadar dari tatapannya yang terpana itu.
"Hei, perkenalkan namaku Nabila. Aku temannya Arina yang sebelumnya bekerja disini." Kata Nabila memperkenalkan diri dengan William.
__ADS_1
"Perkenalkan namaku William. Aku teman Rafa, aku disuruh untuk membantu temanmu itu bekerja selama sebulan disini dan menggantikanmu untuk sementara." William pun memperkenalkan dirinya kepada Nabila.
"Aku mohon bantuan mu ya. Juga mohon sedikit bersabar dengan sikap Arina. Walaupun dia begitu tapi dia sangat baik kok, aku yakin itu." Nabila tersenyum kearah William.
William hanya tersenyum saat Nabila mengatakan untuk sabar dengan sikap Arina itu. Ia memang merasakan sepertinya dia harus banyak bersabar untuk bekerja di toko ini.
"Hei Nabila apa maksud perkataanmu itu?" Tanya Arina mulai kesal karena Nabila mengatakannya seperti itu.
"Wahhh, ini sudah jam berapa? aku bisa terlambat. Arina aku pergi dulu yaa, William tolong jaga Arina ya." Nabila tertawa dan langsung lari karena ia tau pasti Arina akan mengomelinya panjang lebar.
Perusahan Maju Jaya
Setelah sampai di kantor Nabila pun mempersiapkan dirinya sebelum bekerja dan bertemu dengan Rafa.
"Nabila, kamu harus semangat, kamu pasti bisa, fighting!" Nabila menyemangati dirinya sendiri.
Nabila sekarang sudah bisa keluar masuk kantor dengan bebas, karena Rafa telah memberikannya kartu akses masuk dan Nabila juga diberi kartu tanda pengenal sebagai karyawan di perusahaan ini.
Setelah sampai didepan ruangan Rafa. Nabila pun memberanikan diri dan mengetuk pintu ruangan Rafa.
Tok Tok
"Masuk." Kata Rafa dengan suaranya yang tegas.
Nabila pun perlahan membuka pintu ruangan Rafa dan masuk dengan wajah malu malunya.
"Owh ternyata kau Nabila. Kau sudah datang." Rafa melihat Nabila dari atas sampai bawah dan terpesona dengan penampilan Nabila yang sangat cantik dan elegan. Biasanya Rafa melihat Nabila hanya memakai baju kaus biasa, tapi sekarang penampilan Nabila sangat berbeda.
"Masuklah, kau bisa langsung bekerja saja." Kata Rafa setelah melihat Nabila.
"Tapi, dimana ruang kerjaku?" Tanya Nabila. Ia sedikit heran dan bingung karena dia tidak punya ruang kerja sebelumnya.
"Owh ruanganmu disini. Aku sudah mempersiapkan meja kerja untukmu disitu." Kata Rafa tersenyum sambil menunjuk meja Nabila yang tak jauh dari meja Rafa.
__ADS_1
"Apaa!! ruanganku disini? bersama Rafa? hanya berdua saja? yang benar saja." Kata Nabila dalam hati. Ia terkejut tak percaya kalau ia harus satu ruangan bersama Rafa,
"Dengan begini dia akan selalu berada didekatku. Hal ini akan membuatku lebih mudah untuk memantaunya. Jika dia sudah didekatku bayangan itu akan sering muncul dan sedikit demi sedikit aku akan berusaha mengingat masa lalu aku itu." Kata Rafa dalam hati.