Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 33 hangout


__ADS_3

Pada hari itu juga mereka bertiga memutuskan untuk pergi jalan jalan ke taman impian jaya Ancol. Mereka pergi menggunakan mobil William. Arina duduk disamping William dan Nabila duduk dibelakang sendiri.


Saking bahagianya, Nabila membuka jendela mobil. Ia mengeluarkan kepalnya sedikit dan berteriak kencang. Ia mengeluarkan semua perasaan gembiranya saat ini.


Nabila sangat senang karena ia bisa pergi jalan jalan. Setelah sibuk bekerja dikantor dan memikirkan semua tentang Rafa membuat ia sangat lelah. Sejenak, ia ingin melupakan masalah yang sedang dihadapinya, ia ingin menyegarkan pikirannya dulu bersama sahabatnya dan William.


"Hei, Nabila sudah cukup, kau membuat kami malu saja." Kata Arina diiringi tawa mereka bertiga.


"Biarkan saja, jika itu membuat hatinya bahagia ya teruskan saja. Kapan lagi kita pergi jalan jalan seperti ini." Kata William tersenyum.


Nabila pun memasukan kembali kepalanya kedalam mobil. Iaa menutup jendelanya sedikit.


"Aku benar benar bahagia. Pergi liburan seperti ini membuat aku bisa melupakan masalah yang sedang aku hadapi." Kata Nabila tersenyum.


Nabila memikirkan tentang hubungannya dengan Rafa yang belum juga menemukan hasilnya. Ia masih bingung bagaimana ia bisa menyelesaikan masalah ini.


"Emang kau ada masalah apa? ada masalah dikantor ya?" Tanya Arina penasaran.


"Kalau ada masalah, kau bisa menceritakannya ke kami. Aku rasa beban masalah itu akan lebih berkurang daripada sebelumnya." Kata William.


"Tidak, Arina tidak seharusnya tau. Kalau dia sampai tau dia tidak segan-segan bertemu Rafa dan langsung mengatakan yang sebenarnya dihadapan Rafa. Upaya ini tak akan berhasil. Aku takut malah masalahnya menjadi lebih besar." Kata Nabila dalam hati.


"Ya, biasalah urusan kantor, ada saja beberapa karyawan yang membuat aku kesal." Kata Nabila berbohong.


"Owh, kalau itu kau harus mengahdapinya dengan sikap dewasa. Kalau tidak penting ya jangan terlalu dihiraukan. Anggap saja itu bukan masalah yang besar." Kata Arina. Ia membalikan badannya dan menghadap kearah Nabila.


Nabila pun tersenyum dan mengangguk tanda bahwa ia mengerti dengan maksud perkataan Arina tadi.


"Baiklah, kita sudah sampai," Kata William.


William memakirkan mobilnya. Setelah itu mereka bertiga sama sama keluar. Nabila dan Arina meregangkan tangannya keatas karena perjalanan mereka cukup melelahkan dan membuat badan mereka pegal-pegal.


"Wah, akhirnya kita sampai juga. Ayo cepat masuk. Aku sudah tidak sabar." Kata Nabila sangat antusias.


"Kau ini seperti anak kecil saja. Wyok kita masuk." Kata Arina tertawa.


Setelah membayar uang masuk. Mereka bertiga mengelilingi beberapa objek wisata yang ada disana.


"Apa yang kita lakukan? apa kalian mau naik bianglala? asik lo." Kata William seperti menantang mereka berdua.

__ADS_1


"Aku berani kok." Nabila terlihat sangat berani dan antusias.


"A-aku juga berani." Kata Arina. Tapi ia terlihat ragu dan ketakutan.


"Kau yakin berani Arina? kalau kau takut kau duduk disini saja sambil menunggu kami turun." Kata Nabila terlihat khawatir dengan Arina.


Arina merasa malu dengan William. Anak kecil saja berani naik. Lalu, dia yang sudah dewasa ini masih takut? Arina merasa malu.


"Tidak, aku berani kok. Bianglala itu bukan apa apa." Kata Arina sombong.


"Baguslah, kalau begitu ayo kita naik." Kata William.


Setelah antri dan mengambil tiket. Mereka bertiga sama sama menunggu giliran mereka. Nabila sudah begitu tidak sabar menunggu bianglalanya. Arina menutupi ketakutannya dengan memegang tangannya sendiri erat erat.


Setelah tiba giliran mereka, William duluan masuk setelah itu diikuti Nabila dan selanjutnya Arina. Arina masuk dengan tangan yang mendingin. Ia sebenarnya takut akan ketinggian. Tapi dia berusaha untuk berani dan melawan ketakutannya itu.


Perlahan bianglalanya naik keatas dan semakin keatas. Bahkan mereka bisa melihat indahnya taman itu. Begitu banyak objek wisata yang ada disini. Nabila pun tak lupa mengabadikan momen ini dengan saling berfoto dengan Arina dan William.


"Arina, lihat ke kamera. Satu dua tiga," Nabila mengambil foto mereka bertiga.


"Hei, Arina matamu terpejam. Ayo kita ulang lagi." Kata Nabila.


Tapi, Arina tidak mau membuka matanya. Bahkan tangannya sudah bergetar. Ketinggian ini membuat ia lebih sangat takut.


William refleks langsung memegang tangan Arina. Ia menggenggam tangan Arina.Tiba tiba entah kebaranian dari mana Arina membuka matanya dan melihat kearah William.


"Kalau kau tidak menghadapi rasa takutmu itu. Selamanya kau akan begini, buka matamu dan rasakan sensasi indahnya berada diketinggian seperti ini. Rasakan anginnya yang berhembus sangat sejuk. Lihatlah indahnya langit, lihatlah betapa indahnya taman ini." Kata William tersenyum begitu tulus .


Arina menatap bola mata William, ia seperti yakin dengan apa yang dikatakan William. Perlahan Arina melihat semua pemandangan dari atas sana dan akhirnya Arina berani dan tidak takut lagi.


Melihat Arina dan William membuat Nabila tersenyum. Setelah selesai, mereka memutuskan untuk melihat objek selanjutnya yaitu Sea World.


Sea World merupakan underwater aquarium pertama dan satu-satunya di Indonesia. Luasnya mencapai 2 hektar dan membuat kita dapat melihat bagaimana kehidupan bawah laut.


"Wahh, aku serasa berada dibawah laut. Biota lautnya bahkan sangat banyak." Kata Arina takjub dengan apa yang dilihatnya.


"Lihatlah, bahkan ada penyelam yang memberikan makanan ke biota lautnya." Kata Arina.


"Betapa serunya bisa bertemu biota laut secara langsung seperti ini." Kata Arina tersenyum.

__ADS_1


Setelah puas melihat lihat Sea World, mereka keluar dari tempat itu.


"Hei kita beli es krim yuk. Disana ada orang jual es krim." Kata Arina menunjuk.


"Biar aku saja yang pergi membeli. Kalian duduk dan tunggu disini saja." Kata William dan langsung pergi membeli es itu.


Nabila dan Arina duduk dia kursi yang berada di taman itu.


"Arina, aku sangat berterima kasih. Karenamu aku bisa melihat indahnya objek wisata yang ada disini." Kata Nabila.


"Kapan lagi aku bisa mengajakmu liburan seperti ini kan. Kau kan orangnya super sibuk." Kata Arina dan mereka pun tertawa.


Setelah William datang dengan es krim itu.ereka kembali berjalan jalan sambil memakan es krim mereka masing masing.


Arina iseng mencolek es krimnya dan menaruh colekan itu dihidung William. Karena terkejut, William pun refleks membalas apa yang dilakukan Arina tadi. Mereka tertawa berdua dan saling tersenyum satu sama lain.


Nabila kembali dibuat tersenyum dengan tingkah mereka berdua.


Tempat yang terakhir mereka kunjungi adalah pasar seni. William sangat antusias berkunjung ke pasar seni ini. Pasar seni adalah tempat yang dibangun untuk para perajin, penggiat, dan kolektor seni sebagai wadah bagi mereka. Selain itu, pasar seni ini juga dibuat khusus untuk mereka yang ingin melihat hasil karya seni di puluhan puluhan galeri seni di Ancol ini.


"Lukisannya sangat indah," William bergumam dalam hati.


"Wah, lukisan itu sangat cantik. Sebuah lukisan bunga Lily putih." Kata Arina sangat suka dengan lukisan itu karena ada gambar bunga Lily bunga favoritnya.


"Iya, sangat indah dan cantik." Sambil mengatakan itu William melihat kerah Arina.


Nabila kembali tersenyum dengan sikap William.


Setelah seharian bermain mereka berdua pun memutuskan untuk makan disalah satu kuliner yang terkenal disitu.


Saat mereka menunggu makanan mereka datang. Nabila melihat hpnya. Ada 5 panggilan dari ibunya.


"Kenapa ibu meneleponku sebanyak ini ya? apa karena aku pulang terlalu lama ya." Kata Nabila.


"Mungkin ibumu tidak tau kalau kau pergi jalan jalan dan khawatir kenapa kau belum pulang. Coba telepon saja lagi." Kata Arina.


Nabila menelepon kembali ibunya tapi tidak diangkat. Sudah 5 kali ia menelepon tapi tak juga diangkat. Tiba tiba ada rasa ketakutan dalam hatinya.


"Arina, bagaimana kita langsung pulang saja sekarang. Kita makan saja dimobil, aku ingin cepat-cepat pulang." Kata Nabila tersenyum menutupi kesedihannya.

__ADS_1


"Yasudah, kita bungkus saja." Kata Arina.


Setelah mengambil pesanan makanan. Mereka, akhirnya mereka pulang.


__ADS_2