Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 28 Ternyata


__ADS_3

Setelah Nabila bertemu dengan Randi. Mereka akhirnya memutuskan untuk saling mengobrol di sebuah cafe di perusahaan. Karena ada sesuatu yang ingin Randi katakan.


"Jadi, kau ingin membicarakan apa?" Tanya Nabila penasaran.


"Kenapa kau berada disini? kau bekerja disini?" Tanya Randi penasaran.


"Owh, soal itu, maaf karena aku belum menceritakannya kepadamu." Tanya Nabila tersenyum kearah Randi.


"Jadi, benar kau bekerja disini?" Tanya Randi lagi.


"Iya, aku bekerja disini, tapi aku bukan karyawan tetap disini. Aku punya tugas yang diberikan Rafa untuk membantunya dalam mensukseskan acara festival tahunan itu." Nabila menjelaskan kepada Randi.


"Acara festival?" Tanya Randi sedikit bingung.


"Apa kau tidak tau? acara festival ini dilakukan tiap tahunnya oleh semua perusahaan untuk mendapatkan sertifikat perusahaan terbaik." Kata Nabila.


"Owh, aku tau, aku pernah mendengar itu sebelumnya. Tapi aku tidak ikut andil dalam mempersiapkan festival itu." Kata Randi.


"Apa Rafa sendiri yang memintamu langsung bekerja disini?" Tanya Randi penasaran.


"Iya, aku diminta langsung olehnya." Kata Nabila tersenyum bahagia.


"Apa yang terjadi dengan mereka berdua? apa Rafa sudah mengingatnya? apa mereka akan kembali menjadi sepasang kekasih lagi? dan aku? semua itu tidak boleh terjadi." Kata Randi dalam hati.


"Lalu, berapa lama kau akan bekerja disini?" Tanya Randi lagi.


"Hanya untuk sebulan saja, setelah festival itu selesai. Lekerjaanku disini selesai juga." Nabila tersenyum kearah Randi.


"Sampai saat itu, aku akan selalu memantau Nabilam. Takkan kubiarkan ia bersama Rafa lagi." Kata Randi.


"Apa kau kesulitan bekerja disini? kalau kau butuh bantuan kau bisa minta tolong kepadaku." Kata Randi.


"Tidak juga, Rafa banyak membantuku. Tapi aku juga akan minta bantuanmu. Kan kita temanan." Nabila tertawa kearah Randi.


"Baiklah." Randi tersenyum terpaksa.


Padahal dalam hati, Randi sangat marah dan kesal kenapa Nabila selalu bahagia ketika ia menyebut nama Rafa. Ia sangat cemburu.


"Lalu, dimana ruanganmu? aku tidak pernah melihatmu disekitar sini." Tanya Randi penasaran.


"Kalau soal itu, kau jangan bilang ke siapa siapa ya. Janji, hanya kau saja yang tau soal ini." Kata Nabila sedikit memajukan kepalanya kearah Randi.


Randi hanya mengangguk dengan wajah penasaran.


"Jadi, aku bekerja diruangan Rafa. Dia yang menyuruhku untuk kerja disana, aku tidak punya ruangan lain juga. Jadi aku turuti saja perkataannya." Kata Nabila tertawa kecil saat ia mengingat pertama kali ia datang kesini. Ia terkejut saat tau ia harus bekerja satu ruangan dengan Rafa.

__ADS_1


"Apa!" Randi tiba tiba terkejut dengan apa yang dikatakan Nabila.


Ia tidak percaya kalau Nabila satu ruangan dengan Rafa. Hanya berdua saja, mereka berdua. Randi tak habis pikir bagaimana jadinya jika Rafa kembali mengingat Nabila dan menyukai Nabila lagi. Ia takut tidak ada lagi kesempatan untuk dirinya.


"Kenapa kau terkejut begitu." Ucap Nabila heran.


"Aku bisa membagi ruanganku untukmu. Kau tidak seharusnya satu ruangan dengannya." Wajah Randi tiba tiba cemas.


"Heii, kenapa kau cemas begitu. Aku tidak satu ruangan dengan penjahat ataupun pembunuh. Jadi, jangan cemas begitu." Kata Nabila tertawa melihat kelakuan Randi.


"Tapi ... tetap saja..." Kata Randi tergantung.


"Sudahlah, kalau sudah dia yang menyuruh kita tidak bisa melakukan apa apa." Kata Nabila.


Nabila berpikir Rafa adalah seorang CEO perusahaan ini. Mana bisa dia melawan perintah atasannya. Begitu juga dengan Randi yang tidak akan bisa melawan keinginan Rafa.


Dalam hati Randi berpikir kali ini ia kalah lagi dengan Rafa. Kenapa selalu Rafa. Kenapa selalu dia yang selalu membuat hati Randi hancur.


"Oiya, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan denganmu." Kata Nabila.


"Apa?" Tanya Randi heran.


"Kau pernah bilang kan, kalau kau dan Rafa itu dulu satu sekolah kan?" Tanya Nabila.


"Iyaa, emang ada apa?" Tanya Randi lebih penasaran lagi daripada Nabila.


Randi mengingat kembali kejadian itu. Ia tau bahwa Rafa mengalami kecelakaan. Waktu itu, Erick meneleponnya dan mengatakan Rafa berada dirumah sakit karena mengalami kecelakaan.


"Aku tau, aku bahkan melihatnya kerumah sakit waktu itu." Kata Randi.


"Benarkah? apa kau tau, saat ia sadar dari komanya, apa yang terjadi dengannya setelah itu?" Kata Nabila. Ia sangat antusias mendengar jawaban Randi.


"Aku tidak tau, terakhir kali aku berkunjung dia masih koma. Lalu aku tidak pernah melihatnya lagi." Kata Randi.


Dalama hati Randi berkata. "Kenapa Nabila mulai mengungkit masa lalu itu lagi. Apa dia mulai mencari tau tentang apa yang terjadi dengan Rafa sebenarnya. Berarti Nabila belum juga melupakan Rafa."


Flashback On


Saat itu, Randi sedang membantu ibunya membersihkan barang barang mereka. Setelan diusir dari rumah lama, Randi dan ibunya pindah kerumah sewa yang sangat kecil dan dirumah itu ibunya tidak bisa berjualan sayur.


"Ibu, dengan rumah yang sekecil ini kita tidak bisa lagi berjualan sayur di depan rumah." Kata Randi.


"Sudahlah, kita cari nanti tempat untuk berjualan atau Ibu akan berjualan di pasar saja." Kata ibu Randi.


"Semua ini gara gara Rafa. Ia menyebabakan keluargaku sengsara. Aku berdoa agar ia tertimpa musibah yang lebih besar dariku." KataRandi.

__ADS_1


"Hei, kau tidak boleh begitu, ini semua sudah takdir kita. Kita harus menerimanya dengan lapang dada." Kata ibu Randi.


Hari berikutnya, setelah pulang sekolah. Randi selalu pulang cepat. Karena ia harus membantu ibunya berjualan di pasar.


"Ibu, aku sudah pulang, kita langsung ke pasar, Bu?" Tanya Randi.


"Ganti bajumu dulu, baru kita pergi." Kata ibu Randi.


Saat Randi ingin mengganti bajunya. Tiba tiba teleponnya berdering tanda ada seseorang yang meneleponnya. Randi melihat hpnya dan yang meneleponnya itu adalah Erick. Awalnya, Randi tidak ingin mengangkat telepon itu.


"Angkatlah, Nak. Mana tau ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepadamu." KataIbu Randi.


Dengan ragu, Randi pun akhirnya mengangkat telepon dari Erick.


"Halo, ada apa? kenapa kau meneleponku?" Tanya Randi.


"Rafa mengalami kecelakaan, keadaanya kritis datang lah kerumah sakit sekarang." Kata Erick.


Seketika Randi terkejut, ia minta izin dengan ibunya untuk pergi. Lalu, dengan sangat cepat Randi pergi dengan mengendarai sepedanya.


Sesampainya di rumah sakit, Randi menelepon Erick lagi dan bertanya dikamar mana Rafa dirawat. Setelah Erick menjelaskan akhirnya Randi menemui kamar Rafa.


Tapi, saat ia ingin masuk, Randi tiba tiba ragu. Dari luar Randi mengintip di pintu kamar Rafa, Ia melihat ada ayah, ibu bahkan keluarga Rafa yang lain. Dia takut, kalau ia masuk ia pasti tidak akan diterima oleh Ayah Rafa. Ia takut nanti Ayah Rafa akan mempermalukan ia lagi. Randi pun tidak jadi masuk dan ia balik pulang.


"Hei Randi, kau sudah datang, kau sudah melihat Rafa?" Tanya Erick. Ternyata itu Erick yang baru saja datang dan akan masuk kamar Rafa.


"Sudah, kau masuklah." Kata Randi berbohong kepada Erick. Saat ini ia tidak ingin melihat Rafa. Masih ada dendam dalam hati Randi terhadap Ayah Rafa.


Sudah seminggu, Randi mendengar kabar bahwa Rafa belum juga sadarkan diri. Randi berniat untuk datang lagi kerumah sakit dan melihat keadaan Rafa lagi. Saat Randi sudah hampir dekat kamar Rafa, ia tiba tiba bersembunyi di belakang tembok dekat kamar Rafa.Karena Randi melihat si cewek strawberry yang dipaksa keluar dari kamar rawat Rafa.


"Itu dia, si cewek strawberry. Kenapa dia menangis dan keluar dari kamar Rafa?" Tanya Erick heran.


Lalu, ia melihat ibu Rafa keluar begitupun dengan Ayahnya. Ia mengusir Nabila dan mengatakan bahwa Nabila tidak boleh lagi berkunjung dan melihat Rafa.


"Pergi kau! jangan muncul dihadapan kami lagi." Kata ibu Rafa membentak.


Randi mengepalkan tangannya, ia tidak suka melihat wanita yang disukainya diperlakukan kasar oleh orang lain. Saat Randi sudah mulai berjalan dan mendekati Nabila. Tiba tiba ia berhenti karena mendengar perkataan ibu Rafa.


"Dan mulai dari detik ini, kau sudah putus hubungan dengannya. Kau tidak pacarnya lagi. Karena itu, pergi kau dari sini!" Bentak ibu Rafa.


"Tidak, Rafa belum mengatakanya secara kepadaku. Aku tidak akan putus hubungan dengannya." Kata Nabila berteriak.


"Dasar, wanita kurang ajar. Pergi sana. Jangan berani muncul lagi dihadapan kami," Kata ibu Rafa.


"Apa? pacar? putus hubungan? jadi, Nabila itu adalah pacarnya Rafa? kenapa? kenapa harus Rafa? aku menyukai Nabila tapi Rafa merebutnya dariku. Dia selalu merebut dan mengambil kebahagianku. Qku tidak akan membiarkan Nabila kembali padamu." Kata Randi dalam hati sambil mengepalkan tangannya kuat.

__ADS_1


.


__ADS_2