Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 69 Keributan di Mobil


__ADS_3

Akhirnya, mereka bertiga pun naik mobil Rafa. Nabila, Randi dan Tasya. Awalnya, Randi yang ingin naik mobil Rafa dan bergabung dengan Nabila. Dengan alasan ia tidak bisa berada di satu mobil yang isinya terlalu banyak. Padahal, sebenarnya Randi tidak ingin Nabila dan Rafa hanya berdua saja didalam mobil Rafa. Ia membuat-buat alasan supaya Rafa memperbolehkannya gabung bersama mereka.


Awalnya, Rafa tidak mengizinkan. Tapi, karena Nabila terlau kasihan dengan Randi. Nabila pun memohon kepada Rafa untuk membiarkan Randi gabung bersama mereka dimobil Rafa.


Tasya pun ikut-ikutan untuk naik mobil Rafa. Tasya membuat alasan kalau dalam mobil yang lain tidak ada satupun orang yang ia kenal. Ia berkata hanya Nabila lah orang yang dikenalnya dari semua karyawan yang ikut. Ia tidak bisa sendiri katanya. Padahal, sebenarnya Tasya hanya mengawasi Randi. Ia takut jika Randi berada diantara Rafa dan Nabila. Ia akan melakukan hal yang aneh-aneh.


Nabila pun tidak tega membiarkan Tasya berada sendiri di tengah-tengah karyawan lain yang tak dikenalnya. Alhasil, Nabila pun memohon kepada Rafa untuk memperbolehkan Tasya bergabung bersama mereka. Rafa pun hanya bisa pasrah. Sebenarnya ia tidak mau. Tapi, Nabila juga meminta dan memohon. Rafa sudah tidak bisa membantah lagi. Jika, Nabila sudah turun tangan.


Dan sekarang mereka sudah didalam mobil Rafa dan sudah memulai perjalanan. Nabila duduk disamping Rafa. Dan dibelakangnya Randi duduk disebelah Tasya. Awalnya, Nabila ingin duduk dibelakang bersama Tasya. Tapi, tentunya Rafa tidak mengizinkan itu. Jika, Nabila duduk dibelakang Rafa. Ia tidak akan memperbolehkan Tasya dan Randi ikut bersama mereka. Alhasil, Nabila pun hanya bisa nurut.


"Kita sepertinya tidak bisa dipisahkan ya. Kemana-mana kita selalu saja berempat." Kata Nabila. Ia tersenyum kearah Tasya dan Randi.


"Iya, aku sangat senang. Bisa pergi bersama kalian. Secara aku sudah sangat kenal dengan kalian dan pak Rafa juga." Kata Tasya. Saat ia berbicara dengan Rafa. Tasya sedikit merendahkan suaranya.


"Aku juga ingin berterimakasih kepadamu, Nabila. Berkat dirimu, Rafa akhirnya membolehkan kami bergabung didalam mobilnya." Kata Randi tersenyum.


Tasya pun melihat Randi sekilas. Ia tidak habis pikir dengan Randi. Didepan Nabila ia begitu sangat baik dan ramah. Begitu juga didepan Rafa. Ia tidak pernah berbuat hal-hal yang aneh. Tapi, ternyata dibelakang mereka berdua. Randi merencanakan hal yang jahat. Tasya pun hanya heran dengan Randi. Kenapa ia tega melakukan itu kepada Nabila dan Rafa. Padahal, mereka sudah sebaik itu kepada Randi.


Saat diperjalanan, tiba-tiba Randi mengeluarkan sebuah minuman dan memberikannya kepada Nabila. Tasya langsung terkejut dan mengambil minuman itu dari tangan Nabila. Sontak mereka pun terkejut.

__ADS_1


"Tasya, kenapa kau ambil minuman itu. Itu untuk Nabila." Kata Randi. Ia berusaha mengambil minuman itu dari tangan Tasya. Tapi, tiba-tiba Tasya membuka jendela mobil dan membuang minuman itu keluar.


"Tasya, kenapa kau membuang minuman Randi?" Tanya Nabila. Ia juga terkejut karena Tasya melakukan hal itu.


"Maafkan aku. Tapi, aku akan mual dengan bauk minuman rasa strawberry tadi. Aku takut dan reflek langsung membuangnya. Karena aku takut muntah." Kata Tasya. Ia membuat-buat alasan. Sebenarnya Tasya melakukan hal itu karena ia takut jika dalam minuman itu Randi memasukan bubuk yang didengarnya dari percakapan Randi dan Luna semalam.


"Owhh, jadi kalau kau sedang diperjalanan. Kau tidak suka dengan aroma strawberry ya. Maaf karena aku baru tau." Kata Nabila.


"Tapi, tidak seharusnya kau membuangnya. Kau bisa berikan lagi kepada Nabila. Dan Nabila akan menyimpannya saja dulu. Kasihan minuman itu dibuang begitu saja." Kata Randi. Ia sedikit terlihat kesal.


"Sudahlah, Randi. Mungkin Tasya hanya tekejut. Kita maklumi saja. Aku akan mengganti minumanmu nanti." Kata Nabila.


Tasya pun hanya bisa diam. Sebenarnya, ia juga merasa bersalah telah membuang minuman Randi.


"Kau ingin minum Nabila? ini minumlah punyaku." Kata Rafa. Kali ini Nabila pun langsung mengambil minuman Rafa dan meminumnya. Mereka terlihat sangat mesra.


Tasya pun tersenyum melihat mereka berdua.


"Ternyata, pak Rafa dan Nabila dulu adalah sepasang kekasih. Tapi, kenapa Nabila tidak pernah mengatakan apapun ke aku ya. Pantasan, dari awal aku melihat sepertinya ada yang aneh diantara mereka. Aku juga tidak menyangka kalau Randi juga menyukai Nabila. Benar-benar cinta segitiga." Kata Tasya dalam hati sambil memperhatikan mereka bertiga.

__ADS_1


"Oiya, aku juga punya beberapa permen. Apa kalian mau?" Tanya Randi menawarkan kepada mereka semua. Tasya yang duluan mengambil permen itu. Tapi, saat Rafa dan Nabila ingin ambil permen itu. Tiba-tiba Randi mengganti ke permen yang lain.


"Tunggu, kalau untuk Rafa dan Nabila aku punya permen yang berbeda. Ini spesial untuk kalian." Kata Randi. Tasya pun dibuat lebih terkejut lagi. Ia berpikir kenapa Randi memberikan permen yang berbeda ke Nabila dan Rafa. Apa jangan-jangan permen itulah yang ada racunnya. Pikir Tasya.


Tanpa aba-aba Tasya pun langsung merebut permen itu dari tangan Randi. Tanpa disangka-sangka Tasya menginjak-injak kedua permen itu. Tasya pun tak berhenti melakukannya dan terus menginjak permen itu sampai hancur. Sampai hancur tak berbentuk lagi.


"Tasya! kenapa kau melakukan itu." Kata Randi. Kini ia benar-benar terlihat sangat kesal. Sejak tadi, Tasya sudah sangat membuat Randi kesal. minumannya lah yang dibuang. Sekarang permennya pun yang diinjka sampai hancur.


"Tasya, kenapa kau melakukan itu. Kau tidak seharusnya mengancurkan makanan orang lain." Kata Nabila.


"Kali ini aku benar-benar minta maaf. Aku melakukan semua itu karena sebuah alasan. Sebenarnya aku punya trauma dengan permen itu. Aku pernah dioperasi karena permen itu dulu tersangkut di tenggorokanku. Jadi, saat melihat permen itu. Leher aku benar-benar terasa sesak. Aku juga reflek menginjaknya seperti itu." Kata Tasya. Kali ini Tasya berbohong lagi.


Ia melakukan hal itu karena ingin melindungi Nabila dan Rafa. Tasya sangat curiga kepada Randi. Kenapa Randi hanya memberikan permen yang berbeda itu untuk Rafa dan Nabila saja. Kenapa permen yang diberikan Randi untuknya dan untuk Nabila berbeda. Tasya sangat takut dan curiga. Jika, ternyata dalam permen itulah ada racunnya.


"Tasya, aku benar-benar kesal denganmu. Kau tadi membuang minumanku. Sekarang mengancurkan permenku." Kata Randi. Padahal, Randi tidak menaruh apapun dalam permen itu. Hanya saja kenapa Randi memberikan permen lain karena dia pikir Nabila dan Rafa suka permen rasa yang berbeda dari yang diberikannya kepada Tasya.


"Kenapa juga kau memberikan semua makanan yang tidak aku sukai." Kata Tasya. Ia malah membela diri. Tasya sengaja berdebat dengan Randi agar Randi tidak terlalu curiga dengannya.


"Sudah, sudah. Kalian ini meribut saja. Kalau kalian ingin bertengkar. Lebih baik aku turunkan saja kalian berdua disini." Kata Rafa. Ia terlihat marah.

__ADS_1


__ADS_2