Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 80 Kebenaran yang diketahui Arina


__ADS_3

Setelah William dan Arina saling mengungkapkan perasaannya dan telah menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. Mereka terlihat selalu bersama. Selain saat berkerja ditoko bunga. Ternyata, di hari libur pun mereka menghabiskan waktu bersama berdua. Seperti dihari Minggu seperti ini. Mereka terlihat berjalan disebuah taman bermain


"Sayang, apa kau bahagia bisa menjadi kekasihku?" Tanya Arina. Saat ini mereka sedang berjalan santai sambil menikmati pemandangan disekitaran sana. Arina pun mengalungkan tangannya di lengan Willliam.


"Kau tau dalam hidup ini aku punya 2 kebahagiaan. Saat bisa menghabiskan hari-hariku bersama ibuku. Dan satu lagi saat aku bisa menghabiskan hari-hariku dengan wanita yang kucintai." Kata William tersenyum ke Arina.


"Tapi, selama ini kau kan pernah punya kekasih dan wanita yang kau cintai sebelum diriku?" Tanya Arina. Ia berpikir dia bukan satu satunya wanita yang pernah dicintai oleh Willliam.


"Ya, aku pernah punya kekasih sebelum dirimu. Tapi, entah kenapa aku tidak merasakan kebahagian itu. Aku merasa ada sesuatu yang kurang dan aku tidak sepenuhnya bahagia. Baru saat ini aku sadar mereka tidak benar-benar mencintaiku. Yang mereka harapankan dariku hanya harta dan kepopuleran karena berpacaran denganku." Kata William terlihat sedih mengingat itu semua.


"Jadi, jika kau bersamaku apa kau benar-benar merasakan kebahagiaan itu?" Tanya Arina.


"Ya, aku bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya itu. Kau tulus mencintaiku. Kau tidak melihat kekayaan dan kesuksesanku saja. Tapi, kesedihan dan rasa luka yang aku rasakan selama ini kau mau mendengarkan semuanya dan selalu mendukungku dikala aku merasa sedih. Itu yang membuat aku sadar kau berbeda dari wanita lain diluar sana." Kata William ia melihat Arina dengan tatapan yang sangat dalam.


"Benarkah? kau melihatku seperti itu? aku benar-benar terharu jika itu benar." Kata Arina dengan mata uang berkaca-kaca.


"Benar sayang, semua yang kukatakan tulus dalam hatiku. Kau jangan menangis. Kan sudah aku bilang kau itu jelek kalau menangis." Kata William tertawa melihat Arina yang cemberut.


"Bagaimana denganmu? kenapa kau bisa yakin kalau kau benar-benar menyukaiku? dan langsung mengatakannya waktu itu?" Tanya william. Ia juga penasaran dengan perasaan Arina itu.


"Aku kan tipe wanita yang pemarah dan sedikit kasar kalau sudah marah. Contohnya saja saat pertama kalinya kita bertemu. Aku kan marah-marah dan bersikap tidak sopan kepadamu. Jadi, selama ini tidak ada pria yang mau menerima kekurangan aku itu. Mereka semua menghindariku karena yang mereka inginkan adalah wanita yang manja dan yang lembut gitu." Kata Arina telrihat sedih.


"Tapi, saat bertemu denganmu entah kenapa kau selalu berada di sisiku bahkan tetap mau membantuku walaupun pada akhirnya kau yang akan terluka. Aku juga merasa nyaman denganmu. Kau mau menerima kekuranganku. Kau satu-satunya pria yang tidak menghindariku disaat kau sudah tau kekurangan aku itu. Karena itulah, aku jatuh cinta padamu." Kata Arina tersenyum.

__ADS_1


"Kau mau menerima kekuranganku dan begitu juga denganku yang mau menerima kekuranganmu. Kita saling melengkapi. Sepertinya kita benar-benar cocok berdua." Kata William tersenyum. Arina pun membalas senyuman William dan tiba-tiba memberi sebuah kecupan dibibir William. Sontak William pun terkejut.


"Kau menciumku, tanpa seizin dariku. Kau curang." Kata William tak terima.


"Apa kau tidak suka kalau aku menciumu, maafkan aku." Kata Arina merasa bersalah.


Setelah itu William pun diam-diam juga memberi kecupan dibibir Arina. Ia tersenyum puas setelah itu.


"Sudah, sekarang baru adil. Kau tidak curang lagi." Kata William. Arina pun tersenyum dan mengeratkan pelukannya dilengan William.


"Sayang, apa kau tidak lapar? kita makan dulu yuk." Kata William.


"Boleh, kita mau makan dimana?" Tanya Arina. setelah itu, mereka pun saling tatap-tatapan berdua. Tiba-tiba mereka tersenyum satu sama lain. Lalu dengan serentak mereka menjawab.


"Makan bakso!" Kata mereka benar-benar serentak. Setelah itu mereka pun tertawa sambil berjalan ke kedai bakso langganan mereka.


"Hmmmm, aku sama saja dengamu." Kata William. Setelah itu mereka pun tinggal menunggu pesanan mereka. Sambil menunggu pesanan mereka datang Arina pun iseng ingin melihat foto masa kecil William.


"William, apa aku boleh liat foto-foto masa kecilmu? aku penasaran. Aku kan baru bertemu dengamu. Jadi, aku tidak tau foto masa kecil ataupun masa remajamu." Kata Arina. Ia benar-benar sangat antusias.


"Baiklah, di hpku ada beberapa foto yang masih aku simpan. Tapi, tidak banyak juga. Soalnya foto yang lain sudah disimpan di album." Kata Willliam sambil mengeluarkan hpnya.


"Tidak apa-apa, foto yang ada saja." Kata Arina sambil mendekat kearah William dan melihat hpnya.

__ADS_1


"Ini kalau tidak salah fotoku waktu umur 2 tahun. Kalau Ini saat aku berumur 5 tahun. Lalu, ini foto waktu aku pertama kali masuk sekolah. Waktu itu aku sempat nangis karena aku tidak mau jauh-jauh dari ibu. Aku benar-benar merasa malu kalau mengingat kejadian itu lagi. " Kata William sambil tertawa. Arina pun ikut tertawa mendengar cerita William.


"Dulu kau gemuk ya beda dengan sekarang." Kata Arina sambil melihat foto-foto itu.


"Sekarang aku sudah pandai mengatur makanan dan juga aku emang hobi olahraga. Jadinya, sekarang badanku lebih terbentuk dan pastinya lebih keren kan." Kata William terlihat pede. Arina pun terlihat mengangguk dan tersenyum kearah William.


"Ini fotomu saat sudah kuliah ya? atau?" Tanya Arina.


"Owh, ini aku baru tamat SMA. Tapi, karena selama di sekolah aku tu berprestasi dan banyak mendapatkan medali di berbagai macam lomba. Jadi, aku diundang ke Belanda untuk bergabung dengan mahasiswa yang sudah kuliah untuk melakukan sebuah penelitian." Kata William. Sambil memperlihatkan foto-fotonya saat di Belanda.


"Di belanda ini juga aku bertemu dan kenal dengan Rafa. Waktu itu aku sempat terpisah dari rombonganku. Aku tidak tau arah jalan pulang ke hotel tempat aku menginap. Lalu, kebetulan aku bertemu dengannya. Dia yang mengantarkanku pulang ke hotel dengan selamat. Dia benar-benar sangat baik." Kata William.


"Owh, jadi saat dibelanda ini kau pertama kalinya bertemu dengan Rafa." Kata Arina sambil mengangguk tanda ia baru tau kalau William dan Rafa saling kenal dan bertemu saat di Belanda ini.


"Iya, kalau tidak salah waktu itu dia sedang menemani pacarnya yang sedang melakukan penelitian di Belanda. Apa kau tidak kenal dengan pacarnya? padahal kalian berteman." Kata William. Ia baru teringat dengan pacar Rafa pada saat di Belanda itu.


"Aku? dengan pacarnya Rafa? siapa? aku sepertinya tidak kenal. Aku juga baru kenal dengan Rafa." Kata Arina heran.


"Kau benar-benar tidak tau? pacar Rafa itu adalah Nabila." Kata william. Seketika Arina langsung membulatkan matanya tanda ia tidak percaya dengan apa yang diakatakan William.


"Yang benar saja, Kau pasti bohong kan. Nabila juga tidak pernah menceritakannya kepadaku kalau dia pacar William. Itu tidak mungkin." Kata Arina. William pun dibuat bingung apa dia yang salah. Tapi, seingat dia Nabila memang pacar Rafa pada waktu itu.


"Kalau tidak salah aku punya foto mereka saat mereka di Belanda. Waktu itu aku sempat mengambilnya dari media sosial mereka. Lihatlah ini mereka kan." Kata William. Ia meliahatkan sebuah foto antara Rafa dan Nabila. Saat itu mereka sedang berfoto didepan disebuah gedung tinggi. Mereka bahkan saling berpegangan tangan. Mereka benar-benar terlihat berpasangan.

__ADS_1


"Apa ini benar-benar mereka berdua. Tapi, sekarang? mereka tidak terlihat seperti sepasang kekasih. Bahkan, saat Rafa pertama kali datang ke toko bunga kami. Ia tidak mengenal Nabila. Begitu juga dengan Nabila ia tidak seperti mengenal Rafa. Mereka benar-benar seperti dua orang yang tak saling mengenal." Kata Arina. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan cerita William.


"Aku dengar mereka sudah putus 4 tahun yang lalu. Tapi, aku juga mendengar waktu itu Rafa mengalami sebuah kecelakaan. Tapi, aku tidak begitu tau ceritanya sampai sekarang. Kau tanyakan saja langsung ke Nabila. Pasti ia punya penjelasan. Tapi, aku sangat yakin kalau dulu itu mereka ada sepasang kekasih." Kata William. Arina pun hanya bisa terdiam dan tidak terpikir jika Nabila dan Rafa adalah sepasang kekasih.


__ADS_2