
Akhirnya Rafa menyetujui untuk menonton film tersebut. Hari ini ia akan menuruti semua keinganan Nabila. Sebelum mereka masuk, tiba-tiba Rafa teringat akan sesuatu.
"Nabila, kau tunggu disini sebentar, ya. Aku mau beli popcorn dulu. Sebentar saja." Kata Rafa. Ia menyuruh Nabila menunggu di pintu masuk.
"Baiklah, tidak apa-apa. Aku akan menunggu disini." Kata Nabila sambil tersenyum kearah Rafa.
Rafa langsung berlari. Ia ingin membeli popcorn dan minuman untuk Nabila. Sedangkan Nabila ia menunggu Rafa sambil memainkan tasnya. Tapi, perasaan Nabila tidak enak, seperti ada seseorang yang memperhatikannya. Nabila langsung melihat ke arah kanan dan kirinya tapi tidak ada seseorang yang mencurigakan.
"Tidak ada yang mencurigakan. Sepertinya hanya perasaan aku saja." Kata Nabila. Lalu, Nabila tetap menunggu Rafa dengan sabar.
Kali ini Nabila merasakan perasaan itu lagi. Seperti ada seseorang yang mengintainya. Perasaan Nabila mengatakan ada seorang yang diam-diam meperhatikanya dari arah kirinya. Perlahan, Nabila melihat kearah kirinya. Ia terkejut karena melihat sesorang berbaju hitam dan juga memakai topi hitam sedang mengambil fotonya. Nabila langsung tersentak dan memanggil orang itu.
"Hei, siapa itu! kau menguntitku? kau mengambil fotoku ya!" Nabila berteriak kearah pria berbaju serba hitam itu.
Karena Nabila menyadari keberadaan orang itu. Sontak pria itu terkejut. Ia langsung lari saat Nabila mulai memanggilnya. Nabila pun tidak mau membiarkan orang itu lari begitu saja. Pria itu telah mengambil fotonya tanpa izin dari Nabila. Bahkan orang itu mengintai Nabila diam-diam. Nabila pun tidak rela jika pria itu pergi begitu saja. Akhirnya Nabila ikut mengejar orang itu.
"Hei!!!!!! jangan lari kau!" Kata Nabila berteriak. Ia terus mengejar pria itu.
Saat Rafa telah selesai membeli makanan dan minuman, ia cepat-cepat berjalan. Karena Rafa takut jika Nabila terlalu lama menunggunya. Saat Rafa berjalan, tiba-tiba ada seorang pria berbaju serba hitam dan memakai topi yang menyenggolnya yang membuat Rafa terkejut.
"Maafkan aku." Kata pria itu. Lalu pria itu kembali lari dengan tergesa-gesa.
"Kalau jalan itu hati-hati. Dasar orang aneh, nagapain lari-lari ditempat bioskop seeprti ini." Kata Rafa. Ia lanjut berjalan. Tapi, ia kembali dibuat terkejut karena ia melihat Nabila juga berlari kearahnya.
__ADS_1
"Rafa! tangkap orang itu! ia seorang penguntit." Kata Nabila. Saat ia sampai didepan Rafa, Nabila pun berhenti dengan nafas terengah-engah. Ia tidak sanggup lagi mengejar pria itu.
"Nabila, tunggu dulu. Siapa itu? kenapa kau mengejarnya? kenapa dia penguntit?" Tanya Rafa. Ia bingung kenapa Nabila mengejar pria itu.
"Dia diam-diam mengambil fotoku. Dia juga diam-diam mengawasiku. Aku takut." Kata Nabila ia berusaha menenangkan dirinya.
"Pria itu sudah lari cukup jauh. Percuma jika kau mengejarnya. Kita cari saja besok siapa pria itu." Kata Rafa sambil memegang pundak Nabila dan menenengkannya.
Nabila pun setuju dengan perkataan Rafa. Nabila juga sudah tidak kuat lagi jika harus berlari mengejar pria itu. Nabila dan Rafa pun kembali jalan balik ke ruangan bioskopnya. Nabila masih melihat-lihat kebelakang karena masih takut dengan pria penguntit itu.
Nabila dan Rafa pun masuk kedalam ruangan bioskop dan memilih kursi bagian tengah untuk meraka duduki. Nabila masih terdiam karena masih tidak tenang karena pria misterius tadi. Rafa pun sadar sejak masuk tadi Nabila hanya diam saja dan wajahnya tampak tidak tenang.
"Hei, kau masih memikirkan pria tadi?" Tanya Rafa.
"Sudahlah, aku juga akan membantumu mencari tau siapa pria itu dan kita sama-sama akan menangkap pria itu." Kata Rafa. ia memegang tangan Nabila.
Nabila pun hanya bisa mengangguk dan kembali tersenyum saat Rafa mengatakan hal itu.
Akhirnya, film pun dimulai. Nabila tidak lagi cemas akan pria itu. Ia hanya fokus dengan film yang akan ia tonton.
Film pun dimulai, semua penonton tampak tenang diawal film, mereka semua tampak begitu menikmati film itu. Begitu juga dengan Nabila dan Rafa, sambil memakan cemilan mereka Rafa dan Nabila dibuat hanyut akan kisah sedih dari tokoh si balerina itu.
Tak terasa, sudah satu jam mereka menonton film itu dan tiba saatnya dimana film itu membuat para penonton sedih dan menangis. Begitu juga dengan Nabila, ia juga menangis karena kisah si balerina itu sangat berhasil membuat ia merasakan rasa sedih yang dirasakan si balerina itu. Pada saat balerina itu kehilangan kakinya karena sebuah kecelakaan.
__ADS_1
"Nabila, ini tisu untukmu." Kata Rafa. Ia memberikan tisu karena melihat air mata Nabila yang begitu sangat banyak keluar.
"Maafkan aku. Apa aku membuatmu malu?" Tanya Nabila. Nabila hanya merasa ia seperti anak kecil yang menangis hanya karena sebuah film yang sedih.
"Tidak, kenapa aku harus malu. Semua kita punya hak untuk menangis. Kau hebat. Kau bisa merasakan kisah balerina itu dan begitu terhanyut dengan apa yang dirasakan balerina itu." Kata Rafa. Ia tersenyum kearah Nabila.
Nabila menghapus air matanya menggunakan tisu yang diberikan Rafa tadi, Nabila masih bisa tersenyum kearah Rafa.
Dan sampailah di penghujung cerita. Dimana balerina itu akhirnya berhasil menari lagi walaupun dengan satu kakinya dan berhasil juara disebuah festival lomba. Nabila bertepuk tangan karena salut dengan kehebatan balerina itu yang bisa melawan ketakutannya dan menunjukan kesemua orang bahwa ia bisa menari hanya dengan satu kakinya.
"Wahhhh, keren. Dia sangat hebat." Kata Nabila dengan mata yang berbinar-binar binar.
"Cerita yang benar-benar sangat menginspirasi. Berkat kau, untuk pertama kalinya aku nonton film yang sangat menyentuh seperti ini." Kata Rafa. ia kembali tersenyum kearah Nabila.
Nabila tersenyum kearah Rafa dan terlihat gembira melihat Rafa yang menyukai film itu.
Dipenghujung film itu, si balerina akhirnya menemukan cinta sejatinya. Pria yang selalu mendukungnya dikala saat ia susah dan senang. Akhir kisah si balerina akhirnya menikah dengan pria pilihannya itu. Pria itu begitu cinta dan menerima kekurangan pasangannya. Semua penonton didalam ruangan itu terlihat bahagia melihat si balerina yang akhirnya menikah dengan pria pilihannya. Diakhir film, mereka berdua, si balerina dan prianya akhirnya berciuman.
Saat film itu menampilkan si balerina itu berciuman. Rafa perlahan meraih tangan Nabila yang berada di sisi kanannya. Genggaman tangan Rafa sangat lembut dan membuat Nabila hanyut dalam genggaman itu. Nabila pun perlahan melihat kearah Rafa begitu juga dengan Rafa.
Mereka berdua saling tatap-tatapan. Entah apa yang ada dipikiran mereka berdua. Rafa pun perlahan memajukan badannya mendekat kearah Nabila. Kepala Rafa terus maju dan maju. Lebih mendekat dan sangat dekat kearah Nabila. Entah apa yang dipikirkan Nabila dia pun memejamkan matanya dan pasrah dengan apa yang akan dilakukan Rafa.
"Apakah Rafa akan menciumku? Benarkah? menciumku? ya ampun, bagaimana ini, jantungku berdegup sangat kencang." Kata Nabila dalam hati sambil memejamkan matanya.
__ADS_1