Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 85 Ancaman Randi


__ADS_3

Tak terasa jam kerja pun sudah habis. Seperti biasa Nabila selalu diantar pulang oleh Rafa. Mereka tampak jalan bersama berdua dan masuk kedalam mobil Rafa. Sedangkan, Tasya ia sudah menunggu didalam mobilnya sendiri. Hari ini ia akan mengikutiRandi kembali. Mendengar obrolan Randi dan Luna tadi membuat Tasya penasaran. Kali ini rencana apa lagi yang mereka rencanakan.


Tasya menunggu sampai Randi pergi dan mengikutinya dari belakang. Setelah cukup lama menunggu Tasya pun akhirnya melihat Randi masuk kedalam mobilnya dan pergi. Tasya pun segera menghidupkan mobilnya dan mengikuti Randi lagi.


Tasya sudah hafal betul jalan yang digunakan Randi untuk kerumah itu. Jalan yang sama yang sering digunakan Tasya saat pulang kerumah. Perlahan dari belakang Tasya terus mengikuti Randi.


Didalam mobil Randi, ia tampak serius sambil memperhatikan jalan yang ada didepannya. Tapi, perasaan Randi tiba-tiba tidak enak. Ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Randi pun sekilas melihat ke kaca spion mobilnya. Secara tidak sengaja Randi pun melihat mobil Tasya dan ia merasa mobil itu tidak terlalu asing.


Entah apa yang dipikirkan Randi, Tiba-tiba ia mengambil jalan yang berbeda dari biasanya. Ia berbelok ke kiri dengan sangat cepat. Tasya pun sontak terkejut melihat mobil Randi yang tiba-tiba berbelok ke kiri. Biasanya Randi tidak pernah mengambil jalan itu. Tasya pun langsung berbelok dan mengikuti Randi.


"Kenapa dia mengambilnya jalan ini? tidak seperti biasanya." Kata Tasya, Ia terus mengikuti Randi dari belakang.


Randi pun menyadari kalau mobil Tasya sejak tadi selalu berada dibelakangnya. Tapi, ia tidak tau kalai didalam mobil itu adalah Tasya.


"Kenapa mobil itu selalu mengikutiku." Kata Randi heran. Setiap jalan yang Randi ambil mobil itu juga selalu dibelakang mobilnya. Hal itu membuat Randi curiga.


Tasya pun menyadari kalau sepertinya Randi mulai curiga karena mobilnya selalu berada dibelakang Randi. Karena itu ia mengambil jalan yang berbeda.


"Kalau begini aku bisa ketahuan. Aku ambil jalan yang lain saja. Bagaimanapun Randi pasti akan pergi ke rumah itu." Kata Tasya. Ia pun langsung memutar arah mobilnya kearah kanan. Ia mengambil jalan yang berbeda dari Randi. Ia akan menunggu Randi di dekat rumah kosong itu saja.


"Hmm, sepertinya mobil tadi sudah tidak mengikutiku lagi. Dasar, orang tidak punya kerjaan." Kata Randi. Ia pun kembali fokus ke depan dan langsung pergi ke rumah itu.


Tak butuh waktu lama, ternyata Randi sudah sampai di rumah kosong itu. Ia juga sudah melihat mobil Luna terpakir tidak jauh dari rumah itu. Tanpa basa-basi Randi pun langsung masuk kedalam rumah itu dan langsung menutup pintu rumah itu.

__ADS_1


Ternyata, Tasya sudah lebih dulu datang dan bersembunyi didekat tembok dekat dengan rumah kosong itu. Saat Tasya sudah melihat Randi datang dan masuk ke rumah itu. Diam-diam Tasya pun berjalan kerumah itu. Ia bersembunyi di dekat jendela sambil mendengar pembicaraan Randi dan Luna.


Setelah Randi masuk Luna pun langsung berdiri dan mendekat kearah Randi dengan wajah kesal.


"Ada apa ?" Tanya heran.


"Kapan si Nabila itu memberikan bubuk obat itu kepada Rafa!! dia benar-benar sudah ke lewatan batas. Bisa-bisanya dia bermesraan dengan Rafa. Mereka bahkan sudah berciuman. Emangnya dia kira dia itu siapa Rafa!" Kata Luna. Ia benar-benar terlihat kesal dan emosi.


"Aku sudah tau." Kata Randi. Ia benar-benar sudah melihat langsung didepan matanya kalau Nabila dan Rafa berciuman di pantai waktu itu.


"Lalu? kau hanya diam saja? kenapa kau jadi pria pengecut seperti ini." Kata Luna terlihat kesal.


"Aku hanya menunggu sampai Nabila memberikan bubuk obat itu ke Rafa. Baru aku bisa bertindak. Saat ini Nabila belum memberikan itu kepada Rafa." Kata Randi.


"Seharusnya kau paksa dia! kau harus lebih berusaha menyuruhnya untuk memberikan bubuk obat itu secepat mungkin. Rencana kita bisa gagal jika seperti ini. Aku benar-benar sangat benci melihat Nabila itu." Kata Luna.


"Seharusnya kau lebih cepat sadar kemaren. Mereka sudah terlanjur berciuman sekarang. Pokonya besok Nabila sudah harus memberikan bubuk itu kepada Rafa. Bagaimanapun caranya kau harus paksa Nabila." Kata Luna.


Randi pun hanya bisa mengangguk. Setelah itu Luna pun pergi karena urusannya dengan Randi sudah selesai. Ia hanya ingin Randi menyuruh Nabila secepat mungkin untuk memberikan obat itu kepada Rafa.


Tasya pun langung bersembunyi didekat kayu-kayu masih dekat rumah itu saat Luna keluar. Ia melihat Luna masuk kedalam mobilnya dan pergi. Tasya pun kembali mengintip kejendela tadi dan ia tidak melihat Randi lagi didalam. Ia pun berniat keluar dari tempat persembunyiannya. Ia berbalik dan langsung langsung terkejut karena Randi sudah berdiri didepannya.


"Randi!" Kata Tasya dengan suara yang gugup. Ia takut jika Randi tau kalau Tasya yang selama ini diam-diam mendengar pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


Randi pun tiba-tiba menarik tangan Tasya secara paksa dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya. Saat Tasya sudah masuk Randi pun langsung menutup pintu mobilnya. Setelah itu Randi pun juga masuk dari pintu sebelahnya.


"Jadi, kau yang selama ini diam-diam mendengar pembicaraan aku dan Luna!!apa yang kau ketahui?" Tanya Randi dengan nada yang sedikit tinggi.


"Tidak, aku tadi kebetulan mau mampir saja. Aku tidak tau kalau kau juga ternyata ada didalam." Kata Tasya berusaha menyembunyikan Kebenarann yang sebenarnya.


"Ini, sapu tangan ini punya kau kan. Pasti waktu itu kau juga yang bersembunyi dan mendengarkan percakapan kami berdua. Saat itu kau menjatuhkan ini. Tapi, kau tidak juga sadar " Kata Randi sambil mengeluarkan sapu tangan bewarna pink yang memang milik Tasya.


Tasya pun melihat sapu tangan itu. Taysa baru sadar jika pada saat itu sapu tangannya hilang karena terjatuh saat ia berusaha sembunyi dari Randi. Tasya pun menghembuskan nafasnya dan menatap Randi tajam.


"Baiklah, aku tidak akan berbohong lagi. Aku mau kau hentikan semua rencana jahatmu itu. Jangan lakukan itu Randi. Kenapa kau begitu jahat dengan Rafa dan Nabila. Mereka tidak ada salah denganmu kan. Apa karena masa lalu itu? apa karena dulu Rafa dan Nabila adalah sepasang kekasih? Apa karena kau ingin mendapatkan Nabila karena kau mencintainya?" TanyaTasya serius.


"Jangan ikut campur dengan urusanku. Biar aku yang melakukannya. Kau bukan siapa-siapa yang bisa menghentikanku. Kau tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini. Jadi, aku ingin kau diam dan jangan katakan apapun kepada Nabila ataupun Rafa." Kata Randi.


"Tidak, aku akan mengatakannya langsung tentang rencana jahatmu itu. Aku juga akan mengatakan tentang Luna kepada Rafa. Aku akan mengatakan kalau sebenarnya ia ingin menikahi Rafa hanya karena harta saja kan. Aku akan mengatakan semuanya. Aku tidak bisa tinggal diam saja." Kata Tasya.


Tiba-tiba Randi langsung meremas kerah baju Tasya dengan sangat kuat. Hal itu membuat leher Tasya terasa sakit dan nafasnya terasa sesak.


"Ra--ndi, ap- a ya-ng kau laku-kan." Kata Tasya dengan suara yang terbata-bata karena saat ini Randi benar-benar mencekik leher Tasya.


"Aku hanya ingin kau diam. Kau tidak seharusnya ikut campur dengan urusanku ini. Kalau kau mengatakannya kepada Nabila dan Rafa. Mungkin hidupmu tidak akan lama lagi. Apa kau mengerti!!!." Kata Randi dengan nada yang tinggi.


Tasya pun dibuat terkejut sambil melotot kearah Randi. Ia benar-benar tidak menyangka kalau Randi ternyata sejahat ini. Ia bahkan mengancam Tasya dengan ancaman yang sangat menakutkan. Tasya pun hanya bisa mengangguk karena nafasnya sudah semmain sesak. Randi pun melepaskan tangannya dari leher Tasya.

__ADS_1


Tasya pun langsung memegang lehernya yang terasa sakit. Ia benar-benar melihat Randi dengan tatapan yang sangat ketakutan. Saat ini Randi benar-benar seperti orang yang berbeda. Bahkan Randi tadi hampir membuat Tasya kehabisan nafasnya.


"Ingat itu! kalau kau sampai mengatakan kepada Nabila dan Rafa. Aku jamin hidupmu tidak akan lama lagi." Kata Randi dengan tatapan yang sangat mengerikan. Tasya pun hanya bisa mengangguk. Ia langsung keluar dari mobil Randi dan berlari ke mobilnya. Tak ada yang bisa dia lakukan saat ini. Ia hanya bisa mengikuti apa kata Randi itu.


__ADS_2