
Nabila hendak memikirkan apakah ia harus mengatakan kepada ibunya tentang Rafa atau tidak. Nabila sempat terdiam sambil melihat ibunya.
"Sebenarnya, aku ada janji dengan rekan kerja kantorku, Bu. Kami saling kenal semenjak aku bekerja dikantor itu. Jadi, dia ingin akrab denganku. Karena itu, hari ini dia mengajakku pergi keluar, Bu." Kata Nabila. Dalam hati Nabila berpikir jika ibu tau kalau ia sudah dekat lagi dengan Rafa. dia yakin ibu pasti sangat marah.
Flashback On
Saat kecelakaan mobil yang menimpa Rafa. Saat Nabila diusir oleh ibu Rafa dari rumah sakit dan hari saat dimana Nabila dipaksa putus hubungan dengan Rafa. Nabila tidak tau harus kemana lagi ia pergi. Hatinya sangat kacau dan remuk. Perasaannya sangat sedih. Disaat kekasihnya jatuh koma, Nabila malah harus menerima keadaan pahit bahwa ia tidak diterima lagi oleh keluarga pacarnya.
Setelah Nabila diusir oleh ibu Rafa. Nabila berjalan keluar dari rumah sakit dengan lemah dan gontai. Tak tau apa yang harus dilakukannya lagi. Ia berjalan terus sampai keluar dari rumah sakit. Saat itu hari hujan deras dan langit sangat gelap. Tapi, Nabila tidak menghiraukan semua itu. Ia membiarkan deras hujan membasahi tubuhnya. Nabila tetap berjalan terus. Badannya sudah basah kuyup.
Nabila terus berjalan dan membiarkan badannya basah oleh hujan. Nabila malah merasa hujan membantunya kali ini. Karena air hujan yang turun menutupi air matanya yang sudah membasahi wajahnya.
Saat ini Hanya satu tempat tujuan Nabila sekarang. Ia ingin pulang. Ia ingin berada dipelukan ibunya. Nabila ingin menumpahkan segala masalah yang menjanggal dihatinya dengan ibunya.
Setelah berjalan cukup lama dan ditemani oleh derasnya hujan. Nabila pun akhirnya sampai didepan rumahnya. Ia mengetuk dan memanggil ibunya sangat lemah.
"I-ibu... Nabila pulang." Kata Nabila. Dengan badan yang menggigil dan bibir yang sudah pucat Nabila terus memanggil ibunya.
"Iya, sebentar." Kata ibu. Nabila melihat ibu yang membuka kunci pintu dari dalam. Hal itu membuat Nabila kembali menangis.
Setelah ibu membuka pintu dan melihat kondisi badan Nabila sekarang ini membuat ibu terkejut. Ia langsung menghampiri anaknya dan membawanya langsung kedalam rumah.
__ADS_1
"Nabila, apa yang terjadi? kenapa badan kamu basah kuyup begini?" Tanya ibu. Saat ini ibu sangat khawatir dan cemas karena melihat kondisi badan Nabila. Ibu dibuat tambah cemas lagi saat Nabila hanya menangis dan memeluk ibunya.
"Ada apa, Nak? ceritakanlah kepada ibu. Disaat seperti ini kau butuh seseorang yang bisa mendengar curahan hatimu. Kau tidak bisa memendamnya sendiri dan membiarkan dirimu terluka sendiri." Kata ibu. Sambil memeluk tubuh anaknya, ibu menenangkan Nabila dengan mengelus punggungnya.
"Ibu, maafkan aku. Sebagai seorang anak aku seharusnya membanggakanmu. Tapi, aku saat ini tela mengecewakanmu, Bu." Kata Nabila. Ia masih saja menangis diperlukan ibunya.
"Tidak ada manusia yang sempurna, Nak. Hidup memang penuh dengan rintangan dan tantangan. Semua orang pasti mengalami hal paling menakutkan dalam hidupnya. Tapi, jika kau tegar untuk menghadapinya, ibu rasa semua pasti bisa kau lalui." Kata ibu. Ia berusaha menyemangati Nabila dan tidak membuat Nabila putus asa.
"Kalau begitu ada apa? apa masalah yang menimpamu?" Tanya ibu Nabila lagi.
"Rafa, Bu. Dia tidak sadarkan diri sudah lebih dari seminggu. Aku tadi kerumah sakit dan mengunjunginya. Setelah itu, ibu Rafa mengusirku, Bu. Semua orang menyalahkan diriku atas kecelakaan yang menimpa Rafa. Tidak ada yang mendukungku. Bahkan ibu Rafa memutuskan hubungan antara aku dan Rafa, Bu." Kata Nabila. Ia kembali menangis dan bahkan lebih kencang daripada sebelumnya. Nabila kembali mengingat saaat ibu Rafa mengusirnya dan memutuskan hubungannya dengan Rafa. Hatinya dibuat sangat hancur.
"Lalu? kau hanya diam saja? kau tidak melawannya?" Tanya ibu Nabila. Ia sangat kesal dan sangat ingin membalas semua kelakuan ibu Rafa itu.
"Aku tidak bisa melakukan apa-apa, Bu. Aku hanya sendiri, tidak ada yang akan menolong ku." Kata Nabila.
"Kalau begitu, baguslah. Tidak ada lagi hubungan antara kamu dengan orang-orang jahat seperti itu. Mulai saat ini kita sudah putus hubungan dengan mereka semua. Kamu juga, lupakan Rafa. Masih banyak cowok lain diluar sana. Tidak hanya dia saja. Jadi, lupakan dia dan jangan pernah bertemu Rafa lagi. Ibu tidak akan memaafkanmu jika kamu bertemu Rafa lagi." Kata ibu Nabila.
Nabila hanya bisa menangis dalam diam. Ia masih ada rasa dengan Rafa. Tapi, bahkan ibunya juga tidak merestui hubungannya dengan Rafa lagi. Semua orang tidak ada yang satu pihak dengannya.
Flashback Off...
__ADS_1
Nabila pun bersiap siap dan merias wajahnya dengan sangat cantik. Saat ini, ibunya tidak tau kalau dia akan pergi jalan dengan Rafa. Nabila hanya ingin mendapatkan satu kali kesempatan lagi untuk bersama Rafa. Karena itu, ia melakukan semua ini.
Setelah berpamitan dengan ibunya. Nabila pun menunggu Rafa didepan, dekat rumahnya. Nabila melihat pantulan dirinya dari pantulan kaca toko disebelahnya. Hari ini Nabila memang sengaja memakai dress berwarna pink lembut dengan motif bunga bunga kecil. Nabila juga mengikat rambutnya dengan pita berwarna pink. Karena pink adalah warna favorit Nabila.
Akhirnya, Rafa pun datang. Sebelum Nabila masuk Rafa sudah keluar duluan dan tersenyum kearah Nabila. Hal itu, membuat Nabila tersipu malu karena senyuman manis dari Rafa itu.
"Hei, kau sudah menunggu lama?" Tanya Rafa. ia menyapa Nabila dan berdiri didepan Nabila.
"Tidak juga, aku baru saja keluar dari rumah." Kata Nabila. Ia tersenyum manis juga kearah Rafa.
Saat melihat senyuman Rafa. Seketika Nabila teringat perkataan Erick saat dirumah sakit waktu itu. Nabila kembali mengingat perkataan Erick yang pada saat itu menyuruh Nabila untuk menjauh dari Rafa. Nabila juga teringat akan dampak buruk yang terjadi jika Rafa selalu berada didekat Nabila.
Seketika senyuman yang merekah di bibir Nabila tadi hilang seketika. Pikirannya dihantui dengan perkataan Erick itu. Nabila takut jika perkataan Erick itu benar. Bahwa Rafa bisa koma lagi bahkan bisa tidak sadarkan diri lagi karena dirinya dan karena bayangan dimasa lalu itu.
Mata Nabila seketika berkaca kaca sambil melihat Rafa. Ia tidak ingin Rafa mengalami hal menakutkan seperti itu lagi. Tapi, Nabila juga tidak ingin hanya diam saja, dan membiarkan Rafa menanggung masalah ini sendiri. Nabila bertekad ia dan Rafa harus sama sama berjuang demi memperjuangkan cinta mereka berdua.
"Nabila, kau tidak apa apa? matamu sepertinya berkaca kaca." Kata Rafa khawatir.
"Aku akan selalu berada disampingmu, membantumu dan menjagamu." Kata Nabila.
Seketika Rafa terkejut dengan perkataan Nabila itu. Hatinya berdebar lebih kencang dan perasaanya berbeda kali ini. Ia merasakan ada getaran cinta.
__ADS_1