Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 75 Kedatangan Luna (2)


__ADS_3

Rafa terlihat kesal dengan Luna. Ia merasa Luna tau kedekatan antara dirinya dengan Nabila. Karena itu Luna mengancamnya dan membawa-bawa nama Nabila. Untuk saat ini, Rafa akan menuruti apapun yang Luna katakan. Ini juga demi dirinya dan Nabila. Tapi, Rafa pasti tidak akan membiarkan pertunangan itu terjadi.


"Baiklah, tapi jangan bawa-bawa nama Nabila lagi. Dia tidak punya masalah dengan kita. Jangan buat dia ikut campur dalam hubungan kita ini." Kata Rafa serius.


"Asalkan kau menuruti semua keinginanku. Dan tidak banyak mengeluh. Aku tidak akan menggunakan namanya lagi untuk mengancamu." Kata Luna tersenyum sinis.


"Apa kau sudah selesai bicaranya? aku masih harus bekerja. Karyawan lain juga sudah menunggu." Kata Rafa. Berbicara terlalu lama dengan Luna membuat hati dan perasaan Rafa sesak. Ia langsung menghentikan obrolan mereka dan lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Sudah, kalau mau lanjut bekerja. Silahkan saja. Aku akan menunggu disini." Kata Luna.


"Apa? kenapa kau menunggu disini. Kau seharusnya pulang. Urusanmu disini kan sudah selesai." Kata Rafa. Kalau Luna berada disini Rafa pasti merasa tidak akan tenang. Ia takut jika Luna mengganggu Nabila dan mengatakan hal-hal yang membuat perasaan Nabila terluka.


"Belum, sampai pekerjaanmu disini selesai baru aku akan pulang. Sebagai calon tunangan aku juga harus memperhatikan pekerjaan yang sedang kau lakukan. Jika pekerjaan mu selesai. Disaat itu jugalah pekerjaanku selesai." Kata Luna.


Rafa benar-benar dibuat kesal sekarang. Kedatangan Luna benar-benar mengganggu nya. Ia benar-benar hanya khawatir dengan Nabila. Rafa tidak mempermasalahkan Pa yang akan terjadi dengan dirinya. Tapi, Nabila. Ia hanya terpikir Nabila. Rafa benar-benar tidak suka jika Nabila dan Luna berada di satu tempat yang sama. Ia takut Luna akan bersikap tidak baik dengan Nabila


Tapi, percuma saja jika Rafa menyuruh Luna pulang sekarang. Sekali dia mengatakan tidak pasti sekeras apapun Rafa menyuruh. Ia pasti tetap akan mengatakan tidak. Rafa lebih memilih lanjut bekerja dan melindungi Nabila.


Setelah mereka berdua selesai berbicara. Rafa maupun Luna kembali ketempat tadi. Saat ini semua karyawan sudah selesai makan. Mereka juga sudah siap beristirahat. Waktunya untuk lanjut bekerja.


Rafa melihat Nabila sekilas. Saat ini, Nabila hanya tertunduk sambil memainkan batu-batu yang ada disekitaran sana. Nabila sama sekali tidak melihat Rafa.

__ADS_1


"Baiklah, semuanya. Sudah cukup waktu istirahatnya. Kita lanjut bekerja sekarang." Kata Rafa. Ia terlihat tegas dengan semua karyawannya.


Semua orang tampak berdiri. Begitu juga dengan Nabila dan Tasya. Mereka akan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Semua karyawan langsung berpisah sesuai dengan pekerjaan mereka masing-masing. Nabila dan Tasya berjalan menjauh dari Rafa. Mereka menuju tempat yang mana mereka melakukan pekerjaan untuk rancangan penempatan panggungnya.


Agar Luna tidak curiga. Rafa awalnya berjalan kearah kanan. Tapi, saat sudah sedikit jauh dengan Luna. Rafa langsung berbelok kiri. Lebih tepatnya kearah Nabila dan Tasya. Saat ini Rafa ingin melindungi Nabila. Ia tidak ingin tiba-tiba nanti Luna malah bertemu dengan Nabila. Lalu, mengatakan hal yang bikin sakit hati Nabila.


"Nabila, aku gabung dengan kalian ya." Kata Rafa. Ia berbicara dengan Nabila maupun Tasya.


"Tapi, pak. Bukannya pekerjaanmu tidak disini. Kau seharusnya mengurus yang lain, ini bagian kami." Kata Tasya sedikit heran.


"Pekerjaanku sudah selesai. Sisanya sekretarisku yang melanjutkannya. Aku lihat kalian berdua saja. Akan lebih baik kalau aku bisa membantu kalian berdua." Kata Rafa Sambil tersenyum.


"Sebenarnya kami bertiga. Satu lagi Randi. Tapi, sepertinya dia harus membersihkan tempat tadi dulu. Dia kesini kan untuk membantu pekerjaan yang bisa dilakukannya." Kata Tasya.


"Baiklah, selagi Randi membersihkan itu. Aku gabung bersama kalian ya." Kata Rafa. Tasya pun mengangguk begitu juga dengan Nabila. Tapi, saat ini Nabila masih belum menatap Rafa. Entah apa yang dipikirkannya.


Saat mereka berjalan bertiga. Rafa berada disamping Nabila. Rafa iseng untuk menggenggam tangan Nabila. Nabila pun terkejut dan melepas paksa pegangan Rafa. Saat ini ada Tasya diantara mereka berdua.


Rafa kembali menjahili Nabila. Ia kembali menggenggam tangan Nabila. Akhirnya, Nabila melihat Rafa juga. Itu sebenarnya yang Rafa inginkan. Nabila melihat Rafa dan memberi kode kalau saat ini ada Tasya. Jangan melakukan hal yang aneh-aneh begitu maksud dari tatapan Nabila. Rafa pun diam-diam menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Rafa juga sedikit tertawa.


"Ada apa? apa ada sesuatu yang lucu, pak?" Tanya Tasya. Ia heran melihat Rafa yang tertawa sendiri.

__ADS_1


"Ah tidak, tidak." Kata Rafa. Ia pun langsung terdiam. Melihat hal itu Nabila pun yang tertawa sekarang. Tasya, pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena aneh melihat tingkah Rafa dan Nabila itu.


Ditempat Randi sekarang. Ternyata, Luna masih disitu. Ia menunggu semua orang pergi baru ia berbicara dengan Randi. Saat ini hanya Randi yang bisa menjadi teman bicara Luna. Semua orang sudah sibuk bekerja.


"Hei Randi. Aku baru tau kalau kau ikut juga ketempat ini. Setau aku, kau kan tidak ikut andil dalam festival ini." Kata Luna.


Saat Randi sudah siap membersihkan semua itu. Ia berbalik dan menghadap Luna.


"Bagaimana aku bisa tenang. Melihat wanita yang aku sukai pergi kesini bersama pria yang tidak aku sukai. Tentu saja, aku kesini bukan karena siapa-siapa. Tapi, hanya satu orang yaitu Nabila." Kata Randi.


"Kau benar-benar dibutakan dengan cinta ya. Hanya demi wanita yang kau sukai. Kau rela datang kesini dan disuruh bekerja membersihkan ini semua." Kata Luna. Ia melihat Randi dengan wajah yang tidak suka.


"Aku tidak peduli. Setidaknya aku bisa mengawasi Nabila." Kata Randi. Tapi, Randi langsung terpikir. Dalam hatinya Randi berpikir. Sebenarnya ia gagal mengawasi Nabila. Mereka berdua sudah terlanjut bermesraan. Dan Randi melihat itu semua.


"Yasudah, baguslah kalau begitu." Kata Luna. Ia terlihat tidak peduli.


"Sebenarnya, kau ada perlu apa kemari? apa kau sekedar hanya ingin bertemu Rafa saja? atau?" Tanya Randi.


"Sebenarnya, aku hanya ingin bertemu Rafa saja. Tapi, saat sudah berada disini. Aku punya tujuan lain." Kata Luna.


"Tujuan lain? apa itu?" Tanya Randi.

__ADS_1


"Aku hanya akan memberikan peringatan kepada Nabila. Kalau Rafa bukanlah siapa-siapanya. Dia adalah milikku. Dan aku ingin Nabila tau akan hal itu. Mungkin sedikit kemesraan bisa membuat dia sadar akan pentingnya Rafa untukku. Dan bukan untuknya." Kata Luna.


"Kau jangan terlalu berlebihan. Ingat, Nabila adalah milikku. Kita sudah bekerjasama. jadi jangan kau kecewakan aku. Bertindak lah dengan sewajarnya." Kata Randi telihat serius. Luna pun tampak tidak peduli dengan ucapan Randi. Ia langsung saja pergi ke tempat Rafa dan Nabila.


__ADS_2