Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 41 Perasaan Rafa (1)


__ADS_3

Mentari sore sudah mulai menampakan wajahnya. Langit pun semakin gelap tanda malam akan segera tiba. Cerahnya matahari akan digantikan dengan indanya cahaya bulan dan bintang yang berserakan dilangit.


Nabila dan Rafa pun masih betah duduk di bangku taman itu. Masih mengobrol dan bercanda tawa. Sampai Nabila tersentak karena hari sudah malam dan ia teringat akan ibunya. Ia tidak boleh terlalu lama meninggalkan ibunya sendiri dirumah. Nabila khawatir jika sesuatu terjadi dengan ibunya.


"Rafa, aku harus cepat pulang. Aku meninggalkan ibu sendiri dirumah. Saat ini ibu juga sedang sakit." Kata Nabila.


"Baiklah. Tapi, sebelum itu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Sebentar saja. Aku mohon." Kata Rafa. Ia berusaha agar Nabila mau pergi ketempat yang dimaksud Rafa.


"Baiklah.Tapi, Kemana?" Tanya Nabila heran.


"Kau akan mengetahuinya nanti setelah sampai disana." Kata Rafa. Kemudian Rafa berdiri dan menarik tangan Nabila lembut.


Nabila berpikir sepertinya tempat yang dimaksud Rafa tidak dekat dengan taman ini. Karena mereka pergi menggunakan mobil Rafa. Nabila berfikir kemana Rafa akan membawanya? saat sudah malam begini.


Tak lama setelah itu. Mereka pun tiba ditempat itu. Dan ternyata tempat yang dimaksud Rafa adalah jembatan yang sama saat Rafa dan Nabila pernah bertemu. Saat Nabila dan Rafa sama-sama dilanda sebuah masalah. dan disitulah Nabila dan Rafa berada sekarang.


"Kenapa kau mengajakku kesini?" Tanya Nabila. Ia sangat heran kenapa Rafa mengajaknya ke jembatan ini. Nabila juga heran karena di jembatan ini hanya ada mereka berdua. Tidak ada orang lain. Biasanya dihari libur seperti ini jembatan ini rami dikunjungi oleh para wisatawan. Tapi, malam ini jembatan ini sama sekali tidak ada orang.


"Karena ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu, Nabila." Kata Rafa.


Setelah itu, Rafa pun melentikan jarinya dan secara tak terduga. Hiduplah lampu-lampu kecil bewarna kuning di seluruh sisi kanan dan kiri jembatan. Sangat cantik, apalagi dimalam yang gelap seperti ini. Cahayanya sangat berkilauan dan sangat indah.


Nabila melihat keseluruhan jembatan dan semuanya dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang sama. Saking terkejutnya Nabila sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tidak percaya Rafa akan memberikan kejutan seperti ini. Nabila bahkan tidak pernah berpikir jika Rafa akan melakukan hal ini kepadanya.

__ADS_1


"Rafa, ini sangat indah. Aku menyukainya." Kata Nabila. Ia sangat terpukau melihat lampu-lampu kecil yang tergantung itu saling berkilauan dan memancarkan cahayanya yang sangat indah.


"Apa kau benar-benar menyukainya?" Tanya Rafa. Ia menatap Nabila sangat dalam sambil tersenyum.


"Aku tidak pernah kepikiran kalau kau akan melakukan semua ini." Kata Nabila. Sambil melihat kearah Rafa.


"Jembatan ini juga salah satu tempat favorit yang sering aku kunjungi. Jika, aku ada masalah atau tidak bisa tidur aku selalu kesini. Melihat indahnya pemandangan dimalam hari. Tapi, sekarang jembatan ini seperti tempat yang berbeda. Kau hebat Rafa." Kata Nabila terharu.


"Karena itu, aku mengajakmu kesini. Selain ini, ada kejutan lain yang aku persiapakan untukmu." Kata Rafa.


Lalu, Rafa pun menunjukan kejutannya yang lain. Rafa memberikan satu buket bunga Wallflower. Bunga kesukaan Nabila. Tak tau harus berbuat apa Nabila pun hanya bisa terkejut dan tak menyangka kalau Rafa memberikannya kejutan seperti ini. Bahkan, sejak tadi Nabila pun tidak pernah curiga kepada Rafa kalau dia aka melakukan semua ini. Nabila salut karena Rafa berhasil membuatnya terkejut.


"Ya ampun, Rafa. Ini bunga favoritku. Aku tak menyangka kalau kau akan memberikan bunga ini." Kata Nabila terharu.


"Tapi, kenapa kau memilih bunga ini? apa kau tau bunga ini adalah bunga favoritku." Kata Nabila.


"Kau ingat, waktu itu aku pernah berkunjung ke toko bungamu. Dan aku melihat bunga ini terpajang di tokomu. Tapi, kau mengatakan kalau bunga ini tidak dijual. Saat kau mengatakan tentang bunga ini. Aku melihat dari matamu kalau kau sepertinya sangat suka dengan bunga ini. Karena itu aku memberikan bunga ini untukmu." Kata Rafa.


"Aku memang benar-benar menyukai bunga ini. Sangat suka." Kata Nabila.


"Baguslah, kalau kau suka dengan bunga ini


Berari kejutanku berhasilkan." Kata Rafa sambil tersenyum.

__ADS_1


Tiba-tiba Nabila penasaran kenapa Rafa melakukan semua ini. Nabila pun berpikir hari ini bukan ualng tahunya. Tidak ada hari spesial di hari ini. Tapi, kenapa Rafa memberikan Nabila kejutan yang sangat indah seperti ini.


"Tapi ... Kenapa kau memberikan kejutan seperti ini untukku?" Tanya Nabila sangat heran.


"Karena ada sesuatu hal yang sangat spesial yang ingin aku katakan kepadamu." Kata Rafa serius.


Rafa meletakan bunga yang dipegang Nabila di dekat kakinya. Lalu, Rafa memegang kedua tangan Nabila dan menghadap kan Nabila kearahnya. Nabila melihat tangan Rafa yang memegang tangannya begitu lembut.


"Kenapa Rafa seperti ini? apa yang sebenarnya ingin dia katakan?" Kata Nabila dalam hati.


"Pertama kali aku bertemu denganmu, kau terlihat berbeda dari wanita lain. Kau begitu aneh dan tidak mudah untuk ditebak. Seiring berjalan waktu kita sering dipertemukan. Kita bahkan bertemu secara kebetulan dan dalam jangka waktu yang sebentar kita sudah menjadi teman. Berlanjut saat kau bekerja untukku. Setelan itu, entah kenapa kita semakin tambah dekat saja." Kata Rafa.


"Dan asal kau tau Nabila, perasaanku juga ikut berubah seiring berjalannya waktu. Semenjak aku bertemu denganmu aku mengalami hal-hal yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Begitu juga dengan hati dan perasaanku. Saat bersamamu hati ini selalu bergetar dan seketika perasaan hangat dan tenang selalu aku rasakan. Aku selalu merasakan rasa nyaman jika kau berada di sampingku." Lanjut Rafa.


"Kumohon Rafa, jangan katakan kalau kau menyukaiku. Aku pasti sangat bahagia mendengar hal itu. Tapi, disisi lain aku merasa takut jika kau bersamaku kau akan mengalami hal yang lebih menyakitkan lagi. Aku takut Rafa. Aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi." Kata Nabila.


"Karena itu, aku ingin kepastian dari perasaan ini. Aku tidak ingin perasaan ini hanya aku saja yang merasakannya. Aku ingin kita berdua sama-sama menjalin cinta yang sebenarnya. Cinta antara kau dan aku. Aku ingin hubungan kita lebih dari ini. Aku ingin kau menjadi kekasihku, Nabila. Apa kau kaum" Tanya Nabila.


Akhirnya Rafa mengatakan perasaannya kepada Nabila. Ia tidak bisa lagi menahan semua ini. Terlebih Rafa sudah sangat yakin Nabila adalah wanita yang selama ini ada dalam bayangan dan mimpinya. Wanita yang sangat ia cari-cari.


"Tapi ... Rafa. Kita tidak boleh menjadi sepasang kekasih. Kau sudah punya calon tunangan. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga dihubungan kalia berdua." Kata Nabila.


Seketika Nabila teringat akan Luna. Calon tunangan Rafa. Nabila kembali teringat saat Rafa berjalan bersama Luna dan saling bergandengan tangan. Hati Nabila kembali sakit.

__ADS_1


__ADS_2