Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 35 Rasa Sakit


__ADS_3

Dengan perasaan yang tak tentu, dengan pikiran yang kacau, Nabila pun memutuskan untuk pulang kerumah. Setelah Erick pergi dan tidak memberikannya suatu jawaban yang meyakinkan Nabila. Tapi, malah memberikan sebuah informasi yang membuat Nabila bingung, takut, dan sangat penasaran.


Nabila pulang menggunakan taxsi dan selama diperjalanan Nabila hanya melihat ke luar jendela. Ia memikirkan kembali perkataan Erick tadi.


Nabila kembali mengingat lagi satu per satu perkataan Erick tadi. Pertama, Erick mengatakan bahwa Nabila harus menjauhi Rafa kalau tidak kemungkinan buruk yang akan terjadi Rafa bisa kembali koma bahkan bisa tak sadarkan diri akibat kecelakaan di masa lalu itu yang membuat cidera dikepalanya.


Setelah itu, Erick juga mengatakan ada bayangan di masa lalu yang selalu membuat Rafa kembali merasakan sakit dikepalanya dan ternyata bayangan itu bisa muncul jika Nabila berada didekat Rafa.


"Jadi, selama ini, semenjak Rafa tidak mengingatku, ia bisa melihat bayangan tentang diriku dimasa lalu. Tapi ia tidak ingat dan tidak mengerti tentang siapa dan bagaimana bayangan itu bisa muncul." Kata Nabila dalam hati.


Nabila kembali dibuat pusing. Apa karena Nabila adalah kekasih Rafa dimasa lalu? apa karena Rafa sebenarnya belum benar-benar melupakan Nabila?


"Jadi, apa Rafa sebenarnya memang benar benar tidak melupakanku? apakah sebenarnya ingatan tentang diriku masih tersimpan didalam memori Rafa?" Nabila kembali berucap dalam hatinya.


Nabila kembali mengingat perkataan Erick yang sangat membuatnya terkejut yaitu saat Erick mengatakan bahwa sebenarnya, setelah Rafa sadar akibat kecelakaan itu Rafa sebenarnya tidaklah lupa ingatan tentang Nabila. Tapi, Nabila tidak menemukan kelanjutan perkataan Erick saat itu karena Erick harus mengurus pasiennya.


"Aaahh, kenapa semuanya jadi begini? kenapa semuanya semakin menjadi rumit?" Tanya Nabila frustasi. Nabila mengacak acak rambutnya tanda bahwa ia sangat frustasi dengan semua pikiran ini.


Nabila kembali melihat kearah luar jendela dan menyandarkan kepalanya ketepi dekat jendela. Ia hanya berharap semua ini bisa cepat selesai dan cepat berlalu. Setelah sampai dirumah. Nabila langsung kekamar ubunya. Lalu, ia membantu ibunya meminum obat. Setelah itu, ibu Nabila kembali tidur karena ingin beristirahat.


"Nabila, apa kau sedang ada masalah? penampilanmu tampak kacau. Matamu juga tampak tidak fokus." Kata ibu Nabila. Ia memegang tangan Nabila yang hendak pergi setelah ia menyelimuti ibunya.


Nabila berbalik arah dan kembali mengahadap ibunya. Ia menyembunyikan wajahnya yang tampak ada beban dan hanya memperlihatkan senyuman palsu kepada ibunya.


"Ibu, sudahlah, jangan pikirkan tentang diriku, Bu. Mungkin aku hanya kelelahan karena seharian ini aku banyak kegiatan. Yang terpenting sekarang ibu istirahat dan tenangkan pikiran ibu ya." Kata Nabila lembut sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ibu hanya khawatir denganmu nak. Kamu tau kan kalau kamu itu adalah satu satunya seseorang yang sangat berharga yang ibu miliki saat ini, jadi, ibu tidak ingin kau kenapa Napa. Ibu hanya tidak ingin kehilangan dirimu." Kata ibu Nabila.


"Iya Bu, ibu juga adalah seseorang yang sangat berharga yang sangat aku jaga dan sayangi didunia ini. Jadi aku tidak ingin ibu sakit lagi. Aku takut Bu, aku ingin melihat ibu sampai kelak tua nanti." Kata Nabila.


"Baikah, yasudah. Jalau begitu kamu juga harus istirahat. Kamu pasti sudah sangat lelah seharian ini." Kata ibu Nabila tersenyum.


"Baik Bu." Kata Nabila dan pergi dari kamar ibunya. Tak lupa ia menutup pintu ibunya rapat.


Setelah menutup pintu kamar ibunya. Lalu dari luar pintu Nabila terlihat menangis tersedu-sedu. Tapi ia menahan suara tangisannya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Agar ibunya tidak mendengar suara tangisannya.


Ia tidak bisa menahan semua ini. Ia hanya ingin menangis. Ia hanya ingin mengungkapkan semua perasaannya saat ini hanya dengan menangis. Akhir akhir ini banyak hal hal yang membuat hati Nabila sangat sakit dan sedih.


Keesokan Harinya


Nabila terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam dihpnya yang terletak di meja disamping kasurnya. Hari sudah menunjukan pukul 7 pagi, Nabila bangun karena hari ini ia yg harus memasak dan menyiapkan keperluan ibunya karena ibu Nabila sedang sakit.


"Akibat menangis semalaman mataku jadi sembab begini. Huhhh, aku cuci wajah dulu. Baru aku masak untuk sarapan pagi ibu." Kata Nabila dan setelah itu ia masuk ke kamar mandinya.


Setelah siap cuci wajah dan gosok gigi. Nabila langsung kedapur. Hari ini Nabila ingin membuatkan sup untuk ibunya.


"Karena ibu lagi sakit jadi sarapan pagi ini aku akan membuatkan sup. Badan ibu tetap harus hangat. Dengan makan sup ini aku berharap semoga ibu cepat sembuh." Kata Nabila. Ia sangat sibuk mengambil bahan bahan dari dalam kulkas.


Setelah selesai masak, Nabila membersihkan semua alat dapur dan bahan bahan masaknya dan siap-siap mengantarkan satu mangkuk sup dan satu gelas air putih hangat kekamar ibunya.


Saat sudah berdiri didepan pintu kamar ibunya. Nabila mengembuskan nafas dulu, lalu ia masuk kedalam kamar ibunya. Saat Nabila sudah membuka pintu kamar ibunya, Nabila melihat ibunya yang sudah bangun dan duduk sambil bersandar dengan bantal ditepian kasur.

__ADS_1


"Ibu ..., ibu sudah bangun ternyata. Hari ini aku membuat sarapan sup untuk ibu. Aku yakin dengan makan sup buatan aku ini kondisi badan ibu akan semakin membaik." Nabila tersenyum kearah Ibunya. Nabila tidak ingin melihatkan kesedihannya malam tadi.


"Aduh, Anak ibu yang satu ini rajin sekali. Sudah cantik, hebat masak juga lagi. Hmmm rasanya juga sangat enak." Kata ibu Nabila. Sambil mencicipi sip buatan Nabila.


"Ya dong Bu, semua ini kan ibu yang mengajarkan kepada Nabila." Kata Nabila tersenyum.


"Kamu tidak sarapan juga?" Tanya ibu Nabila.


"Nanti saja Bu, aku masih belum terasa lapar." Kata Nabila sambil memperhatikan ibunya yang makan supnya. Sesekali ia memijat kaki ibunya.


Tiba-tiba hp Nabila bergetar tanda bahwa ada pesan masuk. Nabila langsung mengambil hpnya yang berada di saku celananya.


Nabila membuka isi pesan itu. Seketika ia terkejut karena itu pesan dari Rafa dan dalam pesan itu Rafa mengatakan supaya Nabila tidak lupa dengan janji mereka hari ini. Bahkan dalam pesan itu Rafa mengatakan bahwa nanti siang Rafa yang akan menjemput Nabila.


Nabila langsung menutup hpnya dan menyimpannya kembali. Disaat seperti ini Nabila harus menjaga ibunya yang sedang sakit. Ia tidak bisa membiarkan ibunya yang sedang sakit tinggal sendiri di rumah.


Ternyata, ibu Nabil sadar kalau Nabila sepertinya menyembunyikan sesuatu. Ibu Nabila melihat mata Nabila kembali tidak fokus setelah membaca pesan dari hpnya tadi.


"Siapa itu? apa ada sesuatu yang mengganggumu? ibu lihat, setelah kamu melihat Hpmu itu kamu terlihat terkejut dan tidak membalas pesan itu." Kata ibu Nabila.


"Sebenarnya hari ini aku ada janji dengan seseorang Bu. Tapi aku tidak mungkin bisa pergi, aku harus menjagamu Bu. Nanti saja aku katakan kepadanya kalau aku tidak bisa pergi." Kata ibu Nabila.


"Pergilah, ibu memegang tangan Nabila. Ibu sudah merasa baikan, Ibu hanya tinggal istirahat dan meminum obat. Ibu bisa melakukannya sendiri, kau tidak boleh membatalkan janji yang telah kau buat dengan orang itu. Ia pasti sudah sangat berharap untuk janji kalian hari ini. Jadi, pergilah." Kata Ibu Nabila tersenyum.


"Benarkah Bu? terimakasih Bu, aku sangat menyayangimu Bu." Kata Arina. Karena sangat senang Nabila bahkan memeluk ibunya.

__ADS_1


"Kalau boleh tau kau ada janji dengan siapa? ibu lihat kau sangat senang dan sangat antusias sekali." Kata ibu.


"Sebenarnya Bu ..." Nabila tampak berpikir serius.


__ADS_2