
Saat Nabila mengingat Luna. Calon tunangan Rafa. Hatinya kembali sakit. Nabila sangat ingin menjadi kekasih Rafa. Bahkan Nabila sangat senang saat Rafa menyatakan perasaannya. Tapi, Nabila teringat akan kenyataan yang ia hadapi sekarang. Rafa lupa ingatan tentang dirinya. Rafa sudah punya calon tunangan. Dan dirinya sekarang bukan siapa-siapa lagi.
"Jangan pikirkan tentang itu. Aku tidak menyukainya. Tunangan ini hanya karena bisinis. Aku bisa membatalkannya." Kata Rafa.
"Lalu, apa yang akan orang katakan? kalau kau putus hubungan dengannya karena orang ketiga? dan orang berpikir aku orang ketiga itu. Kau tidak bisa membatalkannya begitu saja. Semua orang sudah tau hubungan kalian. Bahkan orang tuamu sudah sangat setuju." Kata Nabila sedih.
"Tapi... perasaanku hanya tertuju kepadamu. Aku tidak bisa pergi darimu. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku lagi." Kata Rafa.
"Kau harus menerima kenyataan, Rafa. Kau tidak akan pernah bisa bersamaku." Kata Nabila.
"Kau bahkan belum mengingat tentang diriku yang sebenarnya. Tapi, kenapa kau bisa memiliki perasaan seperti itu? " Kata Nabila dalam hati.
"Lalu, aku harus menghilangkan perasaan ini? dan pergi begitu saja darimu?" Tanya Rafa.
"Untuk saat ini, kau harus melakukan itu. Itu yang terbaik untuk kita." Kata Nabila.
"Tapi ...." Kata Rafa.
"Rafa... Aku mohon. Jangan membuat masalah lebih besar lagi. Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja saja." Kata Nabila.
Nabila tidak lagi ingin melanjutkan pembicaraan ini. Nabila hanya sadar akan kenyataan bahwa dirinya bukan siapa-siapa lagi. Nabila sangat ingin bersama Rafa. Tapi, ia harus berhasil dulu mengungkap kebenaran tentang dirinya dan Rafa. Nabila berpikir agar kesalah pahaman tidak terjadi diantara hubungan mereka. Nabila ingin bahagia bersama Rafa selama lamanya dan bukan hanya untuk sesaat saja.
"Baiklah. Jika itu memang keinginanmu. Tapi, aku masih berharap semoga kau berubah pikiran dan menerimaku." Kata Rafa dengan nada sedih.
Nabila hanya tertunduk sedih. Nabila merasa dia sangat jahat kepada Rafa. Ia menolak Rafa padahal Rafa telah memberikan seluruh hati dan perasaannya kepada Nabila. Tapi, Nabila masih belum bisa melakukan apa-apa untuk Rafa.
Rafa tiba-tiba memegang pundak Nabila. Ia tidak ingin melihat wanita yang disukainya sedih.
"Nabila, lihat aku." Kata Rafa. Perlahan Nabila pun mengangkat kepalanya dan melihat Rafa.
"Aku hanya ingin kau selalu bersamaku. Aku berharap kau mau memberikanku satu kali lagi kesempatan." Kata Rafa dengan tatapan yang sangat serius.
__ADS_1
Nabila hanya bisa terdiam sambil melihat Rafa. Ia tidak berkata apa-apa lagi. Rafa pun memberikan buket bunga tadi dan memberikannya kepada Nabila dan Rafa pun mengantarkan Nabila pulang karena hari sudah malam.
Saat perjalanan pulang kerumah. Nabila hanya termenung. Ia memikirkan kembali tentang masa lalunya kenapa ia bisa sangat menyukai Rafa dan bagaimana mereka bisa menjadi sepasang kekasih dimasa lalu.
Flashback On
Kebiasaan Nabila yang selalu mengintip di pagar sekolah Rafa dan menggambar wajah Rafa itu diawali dengan sebuah kejadian.
Pada saat itu, saat Nabila pulang sekolah dan akan pulang kerumah. Nabila jalan dengan santai, tak lupa dengan permen gulali yang selalu bertengger dimulutnya. Nabila berjalan terus sampai di penyebrangan jalan. Dan saat itu lampu merah sedang menyala. Hal itu, membuat Nabila harus menunggu dulu.
Tiba-tiba hp Nabila yang berada didalam tas berbunyi. Nabila langsung mengambil hpnya dan mengangkat telepon yang ternyata dari ibunya.
"Halo, Bu." Kata Nabila.
Namun, tak disangka seorang pria mengambil hp Nabila dan membawanya lari. Nabila terkejut karena orang itu mencuri hpnya.
"Heiiiiiiiii, Pencuri!!!!" Kata Nabila berteriak.
Nabila pun langsung lari secepat mungkin mengejar pencuri itu. Nabila bahkan terus berteriak-teriak memanggil pencuri itu.
Nabila pun sudah cukup jauh mengejar pria itu. Dan nafasnya pun sudah hampir habis. Ia sudah tak kuat lagi. Lari Nabila pun sudah semakin lambat karena tenaganya sudah habis. Lalu, ia melihat pencuri itu berbelok ke sebuah gang.
"Ya ampun, aku tidak kuat lagi." Nabila berhenti sejenak sambil memegang lututnya.
Nabila kembali lari setelah tenaganya kembali pulih. Ia masuk kedalam gang tempat dimana pencuri tadi lari. Tapi, Nabila dibuat terkejut karena pencuri itu sudah terjatuh dan babak belur. Ada seorang anak laki-laki yang memakai seragam sekolah yang sedang memegang kedua tangan si pencuri.
Saat Nabila muncul dihadapan mereka. laki-laki itu langsung menyuruh pencuri tadi untuk minta maaf kepada Nabila. Pencuri tadi yang sudah babak belur itu langsung berlutut didepan Nabila dan minta maaf.
"Maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi dan aku mohon tolong katakan kepadanya untuk melepaskanku. Tenaganya sangat kuat. Aku tidak bisa melawannya." Kata si pencuri itu kepada Nabila. Sambil ketakutan.
Nabila langsung melihat kearah laki-laki yang membuat pencuri ini babak belur.
__ADS_1
"Siapa dia? dia membantuku? dia bahkan membuat pencuri ini bertekuk lutut denganku? dia juga sangat tampan. Dan hatiku tiba-tiba bergetar. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?" Kata Nabila dalam hati.
Dan laki-laki yang membantu Nabila tadi adalah Rafa. Walaupun masih memakai pakaian sekolah tapi Rafa sudah tampak keren dan keberaniannya melawan pencuri tadi membaut Nabila luluh seketika.
Setelah si pencuri tadi dilepas oleh Rafa dan pergi. Rafa pun berdiri dihadapan Nabila dan memberikan hp Nabila.
"Ini punya kau?" Tanya Rafa sambil memberikan hp itu kepada Nabila.
"Iya." Kata Nabila sambil mengambil hp itu. Jantung Nabila langsung berdetak dengan cepat.
Dalam hati Nabila sudah bisa merasakan perasaan apa ini. "Ini seperti perasaan cinta. Pandangan pertama ini membuat aku menyukainya. Dia sangat baik karena telah membantuku. Aku menyukainya." Kata Nabila dalam hati.
Setelah Rafa memberikan hp itu kepada Nabila. Rafa pun tersenyum sekilas dan pergi dari hadapan Nabila.
"Tunggu!" Kata Nabila. ia berteriak memanggil Rafa.
Rafa pun berhenti berjalan saat Nabila memanggilnya. Ia membalikan badannya dan menghadap kearah Nabila.
"Terimakasih, kau telah membantuku." Kata Nabila sambil tersenyum.
"Ya, pencuri itu sudah seharusnya diberi pelajaran. Dan kau juga, kau harus lebih berhati-hati lagi." Kata Rafa.
Perasaan Nabila begitu bergetar saat Rafa mengatakan hal itu. Nabila berpikir Rafa itu sudah tampan ternyata sikapnya juga sangat baik.
Rafa pun lanjut berjalan setelah mengatakan hal itu kepada Nabila. Tapi, Nabila masih ingin mengatakan sesuatu kepada Rafa.
"Tunggu!" Kata Nabila. Ia kembali memanggil Rafa.
"Namaku Nabila. Siapa namamu? kau sangat baik, apa aku boleh jadi temanmu?" Tanya Nabila dengan wajah tersenyum.
Rafa dibuat tertawa dengan sikap Nabila. Ini pertama kalinya Rafa bertemu dengan cewek seperti ini. Baru pertama kali bertemu tapi sudah ingin mengajak berteman. Dan Rafa berpikir Nabila adalah cewek yang unik.
__ADS_1
"Namaku Rafa. Teman? sepertinya tidak masalah." Kata Rafa sambil tersenyum.
Nabila reflek langsung loncat-loncat saking bahagianya. Entah kenapa, baru pertama kali bertemu tapi Nabila sudah begitu sangat menyukai Rafa. Karena Rafa membantunya dengan tulus dan tanpa minta balasan. Rafa pun orang yang ramah karena dia langsung mengatakan namanya siapa dan mau berteman dengan Nabila. Karena itulah, sampai sekarang pun Nabila tidak bisa melupakan Rafa. Karena dia adalah cinta pertamanya.