Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 37 Pelukan


__ADS_3

"Apa? aku tidak mengerti apa yang kau katakan." Kata Rafa. Ia sangat terkejut karena Nabila mengatakan hal yang membuat ia bingung.


Seketika Nabila sadar dengan apa yang dia ucapkan kepada Rafa. Nabila langsung menutup mulutnya dan malah dibuat terkejut juga dengan omongannya sendiri. Nabila berusaha mencari alasan yang tepat dan logis. Setelah terdiam cukup lama Nabila menurunkan kembali tangannya dan berbicara dengan Rafa.


"Maksudku, kau adalah seorang CEO dari perusahaan terkenal dan aku adalah seorang bawahanmu. Jadi, sudah sepantasnya aku menjagamu. Sebagai karyawan aku harus memastikan kalau kau aman berada dilingkungan luar." Kata Nabila. Ia melihat Rafa dengan wajah yang tersenyum terpaksa. Nabila memaki dirinya lagi karena ia selalu melakukan hal yang ceroboh.


"Owh begitu, biasa saja. Kau tidak harus melakukan hal seperti itu. Sekarang kita berada diluar kantor dan bukan sedang bekerja. Jadi, santai saja. Kalau berada diluar jangan anggap aku sebagai atasanmu. Bayangan kan saja kalau aku ini adalah temanmu." Kata Rafa.


Nabila tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia mengerti dan paham maksud dari perkataan Rafa. Nabila bersyukur karena Rafa tidak terlalu curiga saat Nabila mengatakan hal aneh tadi dan percaya dengan apa yang dikatakan Nabila.


"Kalau begitu, apa kita bisa pergi sekarang?" Tanya Nabila. Ia sudah tidak sabar untuk pergi nonton bersama Rafa.


"Ayuk, aku rasa sudah saatnya kita pergi." Kata Rafa. Lalu, Rafa membukakan pintu mobilnya untuk Nabila. Setelah Nabila masuk Rafa bahkan yang menutup pintu Nabila. Ia sangat perhatian.


"Hari ini, kau terlihat sangat cantik. Menurutku warna pink cocok untukmu." Kata Rafa. Rafa tersenyum kearah Nabila sambil menghidupkan mobilnya.


Pipi Nabila langsung memerah, ia terlihat sangat malu dan grogi karena Rafa memujinya seperti itu. Dulu, Rafa tidak pernah melakukan hal seperti ini ke Nabila. Tapi, sekarang Rafa sering memujinya. Karena itu, Nabila masih merasakan malu dan gugup jika berada didekat Rafa.


"Terimakasih." Kata Nabila. Hanya kata itu yang bisa dikeluarkan Nabila saat ini. Ia langsung melihat kearah luar jendela karena tidak ingin Rafa melihat rona merah dipipinya.


Selama diperjalanan, mereka hanya diam dan tak ada yang memulai percakapan. Mana merasakan hawa canggung itu. Tapi, ia juga bingung harus memulai percakapan apa dengan Rafa. Nabila lalu melihat musik mobil Rafa. Nabila pun langsung punya ide untuk menghidupkan musik mobil Rafa saja agar suasana mereka tidak begitu terlalu canggung.


"Apa aku boleh menghidupkan musiknya?" Tanya Nabila. Ia melihat Rafa dan berharap semoga Rafa membolehkannya menghidupkan musiknya.

__ADS_1


"Tentu saja, silahkan. Kau boleh menghidupkannya." Kata Rafa. Ia tersenyum kearah Nabila.


Nabila pun menghidupkan lagu yang ada dimobil Rafa. Ternyata hanya ada satu lagu yang ada di kotak musik Rafa. Yaitu lagu Stephanie Poetri i love you 3000.


"Maafkan aku. Aku hanya punya satu lagu disini. Karena aku sangat menyukai lagu ini. Jadi, karena itu aku tidak memasukan lagu lain." Kata Rafa.


"Ahh, tidak apa apa kok. Kebetulan lagu ini adalah lagu favoritku juga." Kata Nabila. Nabila pun menghidupkan lagu itu. Bahkan Nabila ikut nyanyi karena ia sangat hafal dengan lagunya.


Hati Rafa terasa hangat kembali saat mendengar suara merdu Nabila. Ternyata Nabila juga hebat menyanyi. Suaranya sangat enak didengar. Rafa terus memperhatikan Nabila yang lagi bernyanyi. Sesekali Rafa pun juga ikut bernyanyi jika ada lirik yang diketahuinya.


Nabila tersenyum melihat Rafa yang ikut nyanyi bersamanya. Ia melihat Rafa yang berbeda dari biasanya di kantor. Wajah Rafa lebih ceria dan tak kaku. Tidak seperti dikantor, biasanya Rafa terlihat sangat serius mengurus dokumen dokumennya.


Saat mereka berdua asik bernyanyi. Tiba tiba bayangan hitam itu muncul lagi dikepala Rafa. Wajah Rafa dibuat tegang karena rasa sakit dikepalanya. Bayangan itu tampak lebih jelas daripada sebelumnya. Rafa melihat beberapa kejadian yang berputar secara acak.


Cewek itu berlari dengan memakai gaun putih. Bahkan Rafa melihat dirinya dalam bayangan itu. Samar-samar Rafa melihat wajah wanita itu. Dalam bayangan itu, Rafa melihat dirinya memegang tangan wanita itu. Lalu, perlahan wanita itu melihatkan wajahnya kearah Rafa.


"Dia Nabila?" Gumam Rafa.


Setelah itu, tiba-tiba kepala Rafa sakit lagi diikuti dengan dengungan keras di telinganya. Karena terlalu sakit, Rafa memberhentikan mobilnya secara mendadak ditengah jalan. Nabila yang awalnya diam, langsung terkejut. Ia langsung melihat kearah Rafa saat mobilnya tiba-tiba berhenti.


"Rafa? kau baik baik saja? apa yang terjadi denganmu?" Tanya Nabila. Nabila langsung khawatir dan cemas melihat keadaan Rafa saat ini. Nabila memegang tangan Rafa dan mencoba menenangkannya.


"Rafa, coba kau hembuskan nafasku pelan pelan. Lalu buang secara perlahan, tarik nafas lagi dan buang secara perlahan saja," Kata Nabila.

__ADS_1


Rafa pun mengikuti apa yang dianjurkan Nabila. Sedikit demi sedikit bayangan itu hilang dan rasa sakitnya pun sedikit berkurang.


"Nabila, tolong ambilkan obat didalam tasku. Yang kotaknya bewarna putih." Kata Rafa. Karena rasa sakit tadi Rafa pun menyandarkan kepalanya di belakang kursi. Sesekali Rafa pun memijat kepalanya.


Saat Nabila mengambil obat Rafa didalam tasnya. Nabila heran karena tidak ada tulisan di seluruh bagian botol obat itu. Nabila melihat isi dalam botol itu. Ada banyak pil bewarna putih, Nabila merasa ini bukan obat sakit kepala atau semacamnya. Nabila juga teringat waktu dikantor Rafa juga pernah meminum obat yang hampir mirip dengan ini.


Karena curiga dan penasaran dengan obat itu Nabila pun mengambil satu pil dan menyimpannya di tasnya.


"Ini Rafa, obatmu. Apa kau punya minum?" Tanya Nabila. Saat ini Nabila tidak tau pil apa itu dia memberikannya kepada Rafa agar kondisi Rafa lebih membaik.


"Ada. Maafkan aku membuatmu khawatir. Tenang saja setelah meminum ini kepalaku tidak akan sakit lagi." Kata Rafa. Ia masih sempat tersenyum kearah Nabila.


Setelah Rafa meminum pil itu. Nabila melihat kondisi Rafa lebih baik daripada sebelumnya. Ia bisa bernafas lega saat melihat Rafa tidak lagi menahan sakit.


Rafa juga lega karena sakit dikepalanya sudah hilang. Namun, ia ingat akan sesuatu yang dilihatnya tadi dalam bayangan itu. Rafa ingat, dia melihat Nabila dalam bayangan itu. Wanita bergaun putih itu seperti Nabila. Rafa sangat yakin akan hal itu. Rafa langsung melihat Nabila dan memeluk Nabila secara tiba tiba.


"Rafa, apa yang kau lakukan." Sontak Nabila kaget dengan apa yang dilakukan Rafa.


"Jangan pergi dariku, Nabila." Kata Rafa dalam pelukan Nabila.


Nabila langsung kaget dan tersentak dengan perkataan Rafa itu. Nabila berkata lirih dalam hatinya.


"Rafa, apa kau telah mengingatku?"

__ADS_1


__ADS_2