Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 79 Pikiran Nabila saat ini


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. Nabila baru bisa merasakan hari libur yang sebenarnya. Hari ini ia tidak ada jadwal apapun. Nabila ingin memanfaatkan waktu ini untuk beristirahat dengan tenang. Seharian kemaren Nabila benar-benar sangat lelah bekerja. Besok ia juga harus kembali mulai bekerja. Jadi, hari ini kesempatannya untuk bersantai.


"Hari ini aku bisa tidur lebih lama. Rasanya benar-benar sangat menyenangkan." Kata Nabila. Ia membuka matanya dan berguling ke kanan dan kirinya. Nabila benar-benar sangat menikmati dan bahagia dengan hari liburnya ini.


Tiba-tiba entah kenapa Nabila kembali mengingat saat Rafa menelponnya tadi malam. Rafa kembali menyatakan perasaannya kepada Nabila. Tapi, ia juga langsung mematikan panggilan itu karena tidak ingin mendengar jawaban Nabila yang akan menolak Rafa.


"Aku benar-benar merasa bersalah dengan Rafa. Mungkin saat ini pikirannya tidak ingat dengan masa lalu antara diriku dan dirinya. Tapi, hatinya sepertinya tidak bisa lupa dengan diriku. Mungkin perasannya masih sama dengan yang dulu. Ia masih menyukaiku." Kata Nabila. Ia pun bangun dan menyandarkan badannya di tepi kasurnya.


Tiba-tiba Nabila mengambil sebuah kalender kecil yang terletak di atas meja disamping kasurnya. Ternyata, selama ini Nabila selalu memberi tanda silang di setiap hari yang telah dilewatinya untuk bekerja bersama Rafa. Ia hanya punya waktu sebulan. Sejauh ini Nabila sudah menyilang 20 hari yang sudah dilewatinya bersama Rafa. Tanpa Nabila sadari waktunya tidak lama lagi.


"Tak terasa sudah 20 hari aku bekerja untuk Rafa. Aku juga hanya punya sisa waktu 10 hari lagi untuk bisa berada disisi Rafa. Ya ampun, kenapa waktu bisa bergerak secepat ini. Aku juga belum menemukan penyebab dan kenapa Rafa bisa lupa ingatan tentang diriku." Kata Nabila. Ia tampak berpikir sambil memegang kalender kecilnya.


"Sejauh ini informasi yang aku dapatkan semuanya dari Erick. Dan aku juga punya petunjuk berkat obat yang dimakan Rafa itu. Tapi, sampai sekarang belum ada telpon dari ibuk apotek itu. Apa dokternya benar-benar sangat sibuk ya?" Tanya Nabila mengira-ngira.


Nabila pun mengambil sebuah buku kecil dari lemari mejanya. Buku itu seperti sebuah catatan diary miliknya. Nabila membuka buku itu dan menuliskan sesuatu. Ternyata, Nabila dalam buku itu Nabila menuliskan sebuah list informasi yang bisa membantunya untuk mencari tau tentang kecelakaan Rafa.

__ADS_1


"Pertama, ternyata setelah kecelakaan itu Rafa tidak benar-benar lupa dengan diriku. Tapi, ada sesuatu yang terjadi kepada Rafa yang membuatnya lupa tentang diriku. Dan sepertinya hal itu disengaja dilakukan oleh seseorang." Kata Nabila.


"Setelah itu, obat yang biasa dimakan Rafa saat dia tiba-tiba melihat bayang itu. Sepertinya, itu bukan obat sakit kepala biasa. Ercik juga sudah mengatakan kepada Rafa untuk tidak meminum obat itu. Aku sangat curiga dengan obat itu." Kata Nabila sambil terus menuliskan semuanya didalam buku diarynya.


"Setelah itu tentang Luna. Diam-diam dibelakang Rafa dia sebenarnya sudah punya pacar. Ia bahkan menyembunyikan hubungannya itu dari Rafa. Sebenarnya, apa yang diinginkan Luna dari pernikahannya dengan Rafa ini? apa karena harta? aku harus mengumpulkan bukti dulu agar aku bisa mengatakan semuanya kepada Rafa." Kata Nabila lagi.


"Aku juga belum menerima perasaan Rafa saat ini. Bagaimanapun, sekarang kondisinya sudah berbeda dari yang dulu. Sekarang Rafa adalah orang yang dikenal oleh berbagai orang dari kalangan atas. Ia sudah menjadi seorang CEO. Aku tidak bisa sembarangan berpacaran dengannya sekarang. Semua juga sudah tau Luna adalah calon tunangannya." Kata Nabila.


Saat ini Nabila menutup bukunya dan memejamkan matanya. Ia benar-benar lelah dengan kehidupannya saat ini. Rasanya, ia ingin menyerah dan melupakan semua tentang Rafa ataupun tentang masa lalunya. Nabila juga ingin memulai kehidupan barunya lagi tanpa mengingat masa lalunya. Tapi, ia sudah terlanjur berjalan sejauh ini. Nabila sudah masuk lagi kedalam kehidupan Rafa.


"Tapi, sampai saat ini aku belum berhasil melakukannya. Sedangkan, waktuku hanya tinggal 10 hari lagi untuk bisa bersama Rafa. Erick juga tidak ingin ikut campur lagi dalam urusan dan hubungan kami ini. Aku benar-benar tidak tau dengan siapa lagi aku harus minta bantuan." Kata Nabila terlihat sangat bingung.


"Rafa, apa kita benar-benar bisa kembali seperti dulu lagi? atau apakah kita bisa bahagia bersama lagi? aku hanya ingin semua itu terjadi. Tapi, saat ini aku sudah mulai merasa aku tidak bisa melakukan semua itu. Aku benar-benar kehabisan tenaga, waktu, pikiran." Kata Nabila sambil melihat buku diarynya. Nabila menghembuskan nafasnya dan diam.


"Tidak, aku tidak boleh menyerah dan putus asa seperti ini. Aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Bagaimanapun juga aku sudah masuk kembali ke kehidupan Rafa. Aku sudah membuat Rafa kembali mencintaiku walaupun ia masih belum ingat denganku. Hal ini bisa menjadi kesempatan untukku." Kata Nabila.

__ADS_1


Ia duduk dengan tegak diatas kasurnya. Nabila juga tampak mengepalkan tangannya untuk memberi semangat kepada dirinya sendiri. Nabila berpikir jika tidak ada orang yang bisa dia andalkan. Dia akan melakukan sendiri. Nabila yakin cintanya dengan Rafa bisa membantunya untuk mengungkap semua itu.


"Ya, cintaku hanya untukmu Rafa. Bagaimanapun, kau pria pertama yang berhasil membuat hatiku luluh dan jatuh hati padamu. Karena kebaikanmu itu. Kau juga pria pertama yang menciumku. Bagaimana hati ini bisa berpaling darimu, Rafa. Karena itu aku sangat yakin kesetiaanku selama ini bisa membantuku untuk menyembuhkanmu kembali." Kata Nabila.


Nabila pun kembali menyimpan dan meletakan buku diarynya. Setelah itu, hpnya bergetar tanda ada pesan masuk. Saat Nabila membuka hpnya ternyata itu dari Rafa. Tapi, tak ada pesan yang dikirimnya. Hanya ada foto yang dikirimnya.


"Ini kan foto-foto saat aku bersama Rafa dipantai kemaren. Apa Rafa mengirimnya ke aku agar aku juga menyimpan foto-foto ini. Ahh aku benar-benar terlihat sangat cantik difoto ini." Kata Nabila. Ia sangat senang melihat foto-foto itu. Bahkan, sesekali Nabila tertawa saat ada foto lucu antara dirinya dan Rafa.


"Ya ampunnn, Rafa benar-benar lucu." Kata Nabila sambil melihat foto Rafa.


"Astaga, aku baru ingat waktu di pantai kemaren Rafa juga menciumku. Itu ciuman keduaku dengannya. Astaga, aku benar-benar tidak menyangka kalau Rafa akan melakukan hal itu. Aahhh kalau diingat-ingat bikin malu jugaaa." Kata Nabila sambil memegang bibirnya. Ia kembali membayangkan saat Rafa menciumnya.


"Nabila, kau harus melupakan ciuman itu. Lupakan, rasanya benar-benar sangat memalukan." Kata Nabila berbicara kepada dirinya sendiri.


Setelah itu Nabila kembali melihat hpnya dan memilih salah satu foto antara dirinya dan Rafa dan setelah itu Nabila pun menjadikan foto itu sebagai wallpaper di hpnya.

__ADS_1


"Ahhhh benar-benar sangat cocok." Kata Nabila dengan wajah yang tampak sangat senang.


__ADS_2