Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 49 Jahil


__ADS_3

Rafa langsung duduk disamping Nabila dengan wajah santainya. Rafa merasa ia tidak melakukan kesalahan apapun. Nabila yang melihat Rafa duduk dan makan disampingnya hanya bisa pasrah dan menundukkan kepalanya.


Tasya pun yang melihat kehadiran Rafa ditengah-tengah mereka sontak dibuat terkejut. Secara Rafa adalah seorang CEO perusahaan ini. Dan merupakan atasannya. Tasya berpikir bagaimana bisa orang setinggi Rafa ini bisa makan dengan bawahannya seperti ini.


Awalnya, Randi terlihat biasa-biasa saja melihat Rafa yang bergabung makan bersamanya. Karena bagi Randi setinggi apapun jabatan Rafa di perusahaan ini. Ia masih tetap menganggap Rafa itu teman satu sekolahnya. Dan sudah hal biasa bagi Randi melihat Rafa makan bersamanya. Tapi, yang membuat Randi tidak suka karena Rafa duduk disamping Nabila dan sengaja dekat-dekat dengan Nabila.


"Pak." Kata Tasya menyapa Rafa. Tasya bahkan langsung mengubah posisi duduknya karena Rafa adalah atasannya. Tasya tidak ingin terlihat tidak sopan.


"Ya, lanjutkan makan kalian. Tidak usah malu-malu." Kata Rafa santai sambil menyantap makanannya.


Mereka pun melanjutkan aktivitas makan mereka. Nabila tidak nafsu lagi makan karena Rafa sudah duduk disampingnya. Setiap Rafa didekatnya. Nabila selalu teringat perlakuan Rafa tadi. Ia tidak tenang. Nabila pun berusaha memasukkan nasinya satu per satu dengan terpaksa.


"Sudah lama ya Randi. Sudah lama kita tidak makan bersama seperti ini. Dulu, waktu masa sekolah kita sering menghabiskan waktu istirahat untuk makan bakso di kantin sekolah." Kata Rafa. Sambil makan Rafa mengingat kenangan itu.


Randi pun mengingat momen itu saat ia selalu makan di kantin sekolah bersama Rafa dan Erick juga. Dalam hati kecil Randi. Sebenarnya Randi masih kangen dengan momen itu. Saat hubungannya dengan Rafa masih baik-baik saja.


"Owh, jadi pak Rafa dulu satu sekolah dengan Randi?" Tanya Tasya penasaran.


"Iya, kami satu sekolah dulu. Bahkan kami adalah teman." Kata Rafa.


"Tidak, kami tidak teman." Kata Randi tiba-tiba. Ucapan Randi sedikit keras. Membuat Rafa berhenti makan dan yang lain pun sempat terdiam.


Nabila melihat kearah Randi. Nabila teringat waktu itu Randi pernah mengatakan kalau ia mengenal Rafa karena satu sekolah. Ekspresinya sama seperti sekarang. Seperti benci atau ekspresi seperti bermusuhan dan saling tidak baikan.


"Oiya, aku lupa. Kita bukan teman. Tapi sahabat." Kata Rafa sambil tersenyum kaearah Randi.


Randi terkejut dengan perkataan Rafa. Randi tidak menyangka jika Rafa akan mengatakan hal itu. Padahal, hubungan mereka tidak baik lagi semenjak kejadian yang menimpa Randi. Tapi, Rafa masih menganggap Randi sebagai temannya. Tidak. Tapi sahabat Rafa.

__ADS_1


Hati Nabila pun terlihat bahagia saat Rafa mengatakan hal itu. Nabila tidak tau apa masalah antara Randi dan Rafa sebenarnya. Tapi, melihat Rafa yang begitu menerima Randi sebagai sahabatnya membuat hati Nabila kembali luluh. Dalam hatinya Nabila berpikir Rafa begitu baik. Ia tidak memandang rendah orang. Rafa tidak peduli orang itu dari keluarga mana dan apa jabatannya. Rafa melakukan itu semua. Karena ia tidak ingin menghancurkan pertemanan yang sudah mereka bangun.


Mereka berempat pun melanjutkan aktivitas makan mereka lagi. Nabila kembali makan dan tidak terlalu banyak bicara dengan Rafa.


"Nabila, biar untuk saya saja kuning telurnya. Kau kan tidak suka." Kata Rafa dan mengambil kuning telur Nabila.


Rafa berbicara formal kepada Nabila karena saat ini mereka sedang di kantin dan ada Tasya. Rafa tidak ingin Nabila terkena masalah oleh karyawan lain.


"Kenapa bapak tau Nabila tidak suka kuning telur?" Tanya Tasya penasaran.


"Karena saya begitu menyukainya." Kata Rafa melihat Nabila begitu dalam.


"Apa!!!" Tiba-tiba Tasya reflek berteriak didepan Rafa. Ia langsung menutup mulutnya karena teriakannya terlalu keras. Nabila pun terkejut kenapa Rafa mengatakan hal itu didepan Tasya.


"Maksud saya itu kuning telurnya. Saya sangat suka kuning telur. Nabila pun tampak menyisihkannya. Jadi, aku sudah merasa kalau Nabila tidak suka itu." Kata Rafa sambil tersenyum. Ia sudah berhasil lagi menjahili Nabila.


Setelah itu, mereka menghabiskan makanan mereka masing-masing. Setelah jam makan siang habis. Randi dan Tasya pun kembali ke ruangan mereka masing-masing.


"Terimakasih, pak. Sudah menyempatkan makan bersama kami." Kata Tasya sambil menundukkan kepalanya sopan.


"Baiklah." Kata Rafa tersenyum.


"Nabila, besok-besok kita makan bareng lagi ya." Kata Tasya sambil melambaikan tangannya kepada Nabila.


Tasya pun langsung pergi bersama Randi karena ruangan mereka sama.


"Huh, ternyata pak Rafa itu baik juga ya. Dia juga ramah. Tidak seperti yang digosipin orang-orang." Kata Tasya kagum.

__ADS_1


"Biasa saja." Kata Randi singkat.


"Huh, kau ini sangat dingin. Tapi, kalau dilihat-lihat kenapa aku merasa kalau Nabila itu cocok dengan pak Rafa ya." Kata Tasya berpikir.


"Tidak mungkin! kau ini berkata yang tidak-tidak saja." Kata Randi terkejut. Ia langsung jalan mendahului Tasya.


"Hei, tungguin aku! kenapa dia sekejut itu. Dia pikir dia itu pacar Nabila." Kata Tasya dan lari menghampiri Randi yang sudah berjalan duluan darinya.


Rafa dan Nabila pun awalnya jalan berjauhan. Nabila melihat Tasya yang sudah menjauh dari mereka langsung berjalan sedikit lebih dekat ke Rafa. Nabila mau kembali ke ruangan Rafa untuk kembali bekerja.


"Apa kau marah denganku, Nabila?" Tanya Rafa pelan.


"Tidak, untuk apa aku marah?" Kata Nabila terlihat cuek.


"Itu, kau bahkan berbicara denganku jutek seperti itu." Kata Rafa masih belum puas dengan jawaban Nabila.


"Rafa, aku tidak marah denganmu. Aku hanya ingin cepat kembali keruangan dan melanjutkan pekerjaanku yang tertunda." Kata Nabila. Ia sempat berhenti berjalan dan berbicara sangat lambat dan halus kepada Rafa. Agar Rafa puas dan tidak bertanya lagi.


Rafa pun tertawa melihat tingkah Nabila yang membuatnya sangat lucu itu. Setelah itu, Nabila pun duluan berjalan dari Rafa. Melihat itu, Rafa pun langsung mengejar Nabila, saat sudah dekat Nabila. Rafa pun langsung melingkar kan tangan kekarnya di leher Rafa.


"Rafa, jangan lakukan itu! Kalau orang lain lihat bagaimana. Awas situ." Kata Nabila dan menurunkan tangan Rafa dari lehernya.


"Tidak mau." Rafa pun kembali melakukan hal yang sama. Ia menjahili Nabila lagi.


"Ihhh, Rafa awas." Kata Nabila. Rafa pun terus menjahili Nabila sampai mereka tiba di ruangan Rafa.


Sekretaris Rafa pun baru saja masuk kantor. Ia tadi pergi keluar mengurusi beberapa keperluan Rafa. Saat sekretaris Rafa masuk ke kantor dan berjalan menuju lift. Ia melihat Luna baru saja masuk lift. Sekretaris Rafa langsung terkejut. Saat ini ia berada disini dan tidak bisa menghentikan Luna jika tiba-tiba ia masuk keruangan Rafa. Sekretaris Rafa langsung mengeluarkan hpnya dan berniat menelpon Rafa untuk mengatakan kalau Luna datang kesini.

__ADS_1


"Ya ampun, disaat seperti ini pak Rafa malah tidak mengangkat telepon saya." Kata sekretaris Rafa cemas.


__ADS_2