
Nabila langsung kepikiran kalau ibunya melihat Rafa tadi. Dan Nabila takut jika ibunya tau selama ini Rafa yang selalu mengantar Nabila pulang. Nabila memang belum memberitaukan hal itu kepada ibunya. Ia belum tuntas menyelesaikan misinya. Ia sudah berjanji saat semua sudah kembali normal. Baru ia akan mengatakan kepada ibunya tentang apa yang sebenarnya terjadi dan kehadiran Rafa lagi.
"Ibu, aku bisa jelaskan. Ibu jangan marah dulu. Ibu dengarkan aku dulu. Bagaimana bisa aku bertemu dengannya." Kata Nabila. Kini Nabila tepat berada didepan ibunya.
"Semuanya sudah tampak jelas tadi. Dia juga kan yang sering mengantarkanmu pulang kerumah." Kata ibu Nabila. Saat ini ibunya berhenti menjahit dan menghadap ke Nabila.
"Iya Bu. Tapi, ibu jangan marah dulu. Sebenarnya...." Kata Nabila. Tiba-tiba ucapana Nabila terpotong karena pertanyaan dari ibunya.
"Emang siapa dia? kenapa kau begitu ketakutan seperti itu? ibu tidak akan marah. Jika dia pacarmu dan kalian slaing jatuh cinta. Ibu akan biarkan kalian berhubungan seperti itu. Apa dia teman satu kantormu?" Tanya ibu. Nabila pun baru bisa bernafas lega saat ia sadar ibunya tidak tau kalau tadi itu Rafa.
Mungkin ibunya melihat setiap hari sehabis pulang kerja. Nabila selalu diantar oleh Rafa. Tapi, mungkin ibunya tidak melihat wajah Rafa. Dan hanya mengira pria itu teman satu kantor Nabila.
"Dia hanya teman, Bu. Dia juga satu arah pulang denganku. Karena itu aku biasa diantar pulang olehnya." Kata Nabila. Dalam hatinya Nabila benar-benar merasa bersalah dengan ibunya. Ia telah berbohong lagi dengan ibunya. Saat ini. Nabila hanya bisa melakukan itu.
"Owh begitu. Besok-besok suruh dia masuk dulu. Mampir kerumah. Kasihan juga dia selama ini sudah mengantarkanmu pulang. Biarkan ibu mengenalnya juga." Kata ibu Nabila.
"Baik, Bu." Kata Nabila. Ia hanya bisa tersenyum terpaksa kerah ibunya.
Sesudah itu Nabila pun makan malam bersamannya ibunya. Setelah makan malam Nabila masuk ke kamarnya. Dan akan beristirahat. Besok seharusnya hari libur. Tapi, ia tidak bisa bersanta. Karena besok jadwal Nabila untuk pergi ke tempat dimana festival itu akan diadakan. Mereka harus melihat dan mempersiapkan tempatnya dulu.
__ADS_1
Saat Nabila sudah mulai merebahkan badannya di kasur. Tiba-tiba hp Nabila bergetar tanda ada pesan masuk. Nabila mengambil hpnya dan langsung melihat pesan dari siapa itu. Setelah melihat hpnya Nabila langsung bahagia saat mengetahui pesan itu dari Rafa. Dalam pesan itu Rafa menyuruh Nabila untuk istirahat. Besok mereka akan melakukan perjalanan yang mungkin cukup melelehkan. Diakhir pesan Rafa mengatakan "good night" sambil memakai emoticon cium.
Seketika Nabila langsung tersenyum dan teringat ciuman diantara mereka berdua dan Rafa saat dikantor tadi. Nabila langsung menyentuh bibirnya sendiri. Ia tersenyum lagi mengingat kejadian itu.
"Itu ciuman pertamaku. Dan aku melakukannya dengan Rafa. Pria yang aku sukai dan kucintai. Rasanya benar-benar sangat membuatku bahagia. Aku begitu hanyut dengan ciuman Rafa. Ciumannya begitu lembut. Aku tidak pernah mengira bahwa Rafa lah yang mengambil ciuman pertamaku." Kata Nabila. Ia mengambil boneka beruangnya dan memeluknya erat. Nabila benar-benar merasa sangat bahagia.
Ditempat lain. Tenyata Tasya masih mengikuti mobil Randi dari belakang. Tasya sangat penasaran kemana Randi akan pergi. Tapi, semakin diikuti. Tasya seemakin heran karena jalan yang dilewati Randi adalah jalan yang sama menuju rumah Tasya.
"Ini kan jalan menuju rumahku. Apa rumah Randi dekat sini? tapi, waktu ia tidak mengatakan kalau rumahnya dekat sini. Sebenarnya dia mau kergi kemana." Kata Tasya. Ia masih terus mengikuti Randi.
Saat Randi baru saja keluar kantor tadi. Luna meneleponnya. Dan mengatakan kepada Randi kalau mereka akan bertemu ditempat biasa. Dirumah kosong itu. Rumah yang Randi sebut sebagai rumah kakeknya kepada Tasya. Tapi, nyatanya ayah Tasya mengatakan pemilik sebelumnya bukan kakek melainkan ibuk-ibuk.
Tasya pun langsung kaget saat melihat dan mengetahui bahwa Randi datang lagi kerumah kosong itu. Randi bahkan msuk kedalam rumah itu. Padahal, dilihat dari luar tidak ada siapa-siapa didalam rumah itu
"Kenapa Randi datang lagi kerumah itu. Bahkan, tidak ada siapa-siapa didalam rumah itu. Apa yang sebenarnya dilakukan Randi didalam rumah itu. Aku sangat penasaran." Kata Tasya. Ia pun memakirkan mobilnya jauh dari rumah itu. Supaya Randi tidak melihatnya.
Setelah Tasya memakirkan mobilnya. Tasya pun keluar dari dalam mobilnya dan jalan mengendap-endap ke rumah kosong itu. Tasya ingin melihat secara dekat apa yang dilakukan Randi didalam rumah kosong itu. Tasya terus mengendap-endap. Setelah Tasya sampai tepat didepan rumah itu. Ia langsung melihat seorang cewek.
"Ternyata Randi tidak sendiri. Siapa wanita itu? tapi, kalau dilihat-lihat wanita itu mirip dengan yang waktu itu aku lihat juga. Dia juga yang keluar dari rumah ini." Kata Tasya. Ia mengintip di salah satu jendela. Dan berusaha untuk mendengar semua obrolan Randi dengan Luna didalam rumah itu.
__ADS_1
"Apa kau sudah memberikan vitamin itu kepada Nabila?" Tanya Luna. Sambil melipat kedua tangannya didada.
"Sudah, aku juga sudah menyuruhnya untuk memasukan bubuk vitamin itu kedalam minuman itu dan memberikannya kepada Rafa." Kata Randi.
"Dia benar-benar tidak tau kan tentang vitamin itu? kalau sebenarnya itu tidak vitamin. Melainkan racun untuk membuat Rafa jatuh sakit." Kata Luna.
"Sudah kupastikan. Bahwa Nabila benar-benar tidak tau tentang bubuk itu. Ia juga percaya saja saat aku mengatakan kalau itu hanyalah sebuah vitamin penambah energi." Kata Randi
"Baguslah, kalau begitu. Aku yakin rencana kita semakin berhasil. Saat Rafa meminum itu. Dia akan jatuh sakit dan menuduh Nabila yang telah meracuninya. Pada saat itu aku juga datang dan menambah bukti kalau memang Nabila yang bersalah. Tapi, tenang saja. Aku akan tidak mencelakainya. Aku akan memberikan Nabila kepadamu. Dan kau yang urus." Kata Luna.
"Dan Rafa, aku yang akan mengurusnya. Aku akan buat dia jatuh cinta kepadaku. Dan kami akan menikah. Setelah itu aku bisa mengambil semua hartanya." Kata Luna lagi.
"Setelah semua itu terjadi aku tidak akan pernah membiarkan Nabila bersama Rafa lagi. Walaupun di masa lalu mereka adalah sepasang kekasih. Tapi, tidak di masa depan. Itu tidak akan pernah terjadi. Nabila akan seutuhnya menjadi milikku." Kata Randi.
Tepat setelah Randi mengatakan hal itu. Bunyi sebuah kayu yang terjatuh. Sontak Randi dan Luna pun terkejut. Mereka langsung cemas jika ada seseorang yang mendengar percakapan mereka berdua. Saat mendengar itu. Randi pun langsung lari keluar. Randi pun melihat-lihat dan mencari seseorang yang mana tau mendengar obrolan mereka.
Tapi, tidak ada siapa-siapa. hanya ada seekor kucing lewat. Randi pun lega karena hanya ada seekor kucing. Tapi, saat itu Randi melihat ada sebuah sapu tangan pink jatuh. Randi mengambilnya dan menyimpannya. Lalu, ia masuk kedalam lagi.
Ternyata Tasya tidak sengaja menyenggol sebuah kayu dan membuatnya jatuh. Ia langsung lari dan bersembunyi saat ia melihat Randi mendengar bunyi itu. Tasya pun bersembunyi di salah satu tembok yang berada tak jauh dari rumah itu. Ia langsung bernafas lega saat Randi sudah masuk kembali kedalam rumah.
__ADS_1
"Tak disangka Randi ternyata orang yang bermuka dua. Didepan Rafa dan Nabila dia bersikap baik. Ternyata, dibelakang mereka Randi merencanakan hal jahat. Aku tidak bisa membiarkan ini. Aku akan menghentikan mereka berdua." Kata Tasya. Ia kembali ke mobilnya dan pulang.