Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 47 Ingin menjauh


__ADS_3

Randi melihat Nabila yang semakin menjauh dari tempat mereka berdiri tadi. Awalnya, Randi ingin memanggil Nabila. Karena Rafa tadi bertanya kenapa Randi sendiri. Begitupun Rafa dan ayahnya, karena tadi Randi bilang kalau ia tidak sendiri dan bersama seseorang. Alhasil, mereka pun jadi heran siapa yang dimaksud Randi.


"Ku mohon, siapapun bantu aku. Tolong, ini kesempatan terakhirku untuk bisa disini." Nabila terus saja bergumam dalam hatinya dengan rasa takut. Ia berharap semoga ia bisa tertolong untuk hari ini.


"Itu dia, hei na....." Randi pun memanggil Nabila. Tapi, ucapan Randi terpotong karena tiba-tiba hp ayah Rafa berbunyi sangat keras.


Ayah Rafa pun mengambil hpnya dan mengangkat telepon itu. Karena ayah Rafa harus berbicara serius. Ayah Rafa pun pamit kepada Rafa untuk pergi dulu.


"Rafa, ayah duluan ya. Dan jangan sampai telat untuk pertemuan nanti." Kata ayah Rafa lalu pergi dari hadapan Randi dan Rafa.


"Baik, Yah." Kata Rafa. Ia mengangguk tanda mengerti. Lalu, ia balik melihat Randi dan berbicara lagi.


"Oiya, mana temanmu itu?" Tanya Rafa penasaran.


"Itu, Nabila!" Panggil Randi.


Dalam hati Nabila sangat lega dan bersyukur karena ayah Rafa akhirnya pergi. Walaupun Rafa masih disitu. Nabila tidak terlalu mempermasalahkan nya. Karena yang ia takuti adalah ayah Rafa.


"Owh, ternyata Nabila." Kata Rafa langsung tersenyum kearah Nabila.


"Hei Rafa." Sapa Nabila dengan wajah yang canggung dan kaku.


Rafa pun langsung berlari dan menghampiri Nabila. Wajahnya langsung berubah bahagia saat Rafa sudah berada didepan Nabila.


Randi melihat itu. Ia tau sepertinya Rafa menyukai Nabila. Dilihat dari wajah dan ekspresi Rafa saat berbicara dengan Nabila. Randi pun tidak ingin membiarkan hatinya sakit melihat pemandangan itu. Randi lebih memutuskan untuk pergi.


"Hei, Nabila. Ternyata kau. Jadi, kau yang pergi bersama Randi." Kata Rafa sambil berdiri didepan Nabila.


"Ahh iya, kebetulan tadi kami bertemu disuatu tempat. Dia mengajakku pergi sama." Kata Nabila.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku langsung ke ruangan saja ya. Kita harus mulai bekerja." Kata Nabila. Ia langsung pergi dari hadapan Rafa.


Saat ini Nabila tidak ingin terlalu lama berada didekat Rafa. Melihat Rafa dan tersenyum kearahnya membuat Nabila kembali merasakan rasa bersalah itu. Nabila masih merasa ia telah menyakiti hati Rafa. Nabila masih merasa hati Rafa pasti telah terluka karena penolakan Nabila itu. Karena itu, Nabila ingin fokus dulu dengan tujuannya. Dan sebisa mungkin menghindari Rafa dulu untuk saat ini.


"Nabila! tunggu. Kita bisa pergi bersama-sama. Kita kan satu ruangan." Kata Rafa.


"Aduh, kenapa Rafa mengatakan hal itu disini. Kalau Karyawan lain dengar kan bisa bikin heboh." Kata Nabila dalam hati.


Tiba-tiba sekretaris Rafa datang dan menghampiri Rafa.


"Pak, kau masih disini? Kau tidak bersiap-siap untuk pertemuan nanti?" Tanya sekretaris Rafa.


Saat Rafa berbicara dengan sekretarisnya. Nabila mengambil kesempatan itu untuk pergi dan kabur dari Rafa. Dan akhirnya, Nabila pun benar-benar pergi.


Rafa pun yang tadinya sedang berbicara dengan sekretarisnya langsung heran saat ia melihat Nabila sudah tidak ada disitu lagi.


Rafa menghela nafasnya dan akhirnya pergi bersama sekretarisnya.


Saat sudah sampai di ruangan Rafa. Nabila pun langsung mulai bekerja dan mengurus pekerjaannnya. Waktu semakin hari semakin berkurang. Nabila juga harus fokus terhadap tugas yang harus dilakukannya. Nabila sibuk membuat konsep untuk festival dan memikirkan semua keperluan yang digunakan untuk festival itu.


"Sepertinya jika festival itu diadakan di tepi pantai kelihatannya lebih seru." Kata Nabila sambil fokus melihat laptopnya.


Saat ini Nabila hanya sendiri di ruangan Rafa. Rafa ada pertemuan penting dengan beberapa tamunya. Dan sepertinya dalam pertemuan itu banyak yang harus diurus Rafa. Karena, sudah 4 jam sejak Rafa pergi tadi.


"Aku yakin konsep festival yang diadakan di pantai ini sangat jarang dipakai oleh kebanyakan perusahaan. Ini bisa dijadikan salah satu ciri khas dari perusahaan ini. Jika festival ini mengambil tema alam aku yakin perusahaan Rafa akan mendapat nilai tambah. Lewat festival ini Rafa dan karyawan lain juga bisa menunjukan kecantikan alam kepada masyarakat dan semua orang yang hadir di festival itu. Hmm sepertinya ini cocok." Kata Rafa masih dengan mata yang fokus ke laptop.


Tiba-tiba pintu terbuka membuat Nabila yang tadinya serius langsung dibuat terkejut. Ternyata itu Rafa. Ia masuk dengan wajah yang tampak santai. Nabila langsung melihat laptopnya lagi dan pura-pura tidak melihat Rafa masuk.


Nabila ingin ia dengan Rafa saat ini bersikap biasa-biasa saja. Tapi, Rafa malah membuat Nabila berbicara dengannya.

__ADS_1


"Nabila, bagaimana dengan perkembangan konsep untuk festival? kau telah mempersiapkannya?" Tanya Rafa.


"Sudah, Pak." Kata Nabila berbicara forrmal kepada Rafa.


Rafa awalnya merasa aneh kenapa Nabila memanggilnya sangat formal. Rafa berpikir mungkin karena Nabila saat ini sedang bekerja dikantor dan tidak sedang berada diluar kantor. Rafa pun tidak curiga dan memaklumi itu. Padahal, Nabila memanggilnya formal karena Nabila tidak ingin terlalu akrab dengan Rafa.


"Boleh bawa kesini, aku ingin melihatnya." Kata Rafa.


Nabila pun dengan terpaksa membawa laptopnya dan berjalan ke arah meja Rafa. Sebisa mungkin Nabila sudah berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Rafa. Tapi, semua ini harus ia kerjakan karena tuntutan pekerjaan.


"Ini, Pak. Semua konsep dan tema yang sudah aku pilih, Pak. Aku rasa ini cocok untuk festival tahun ini." Kata Nabila. Ia berdiri di samping Rafa dan menujukan hasil kerjanya lewat laptop yang ia letakan disamping Rafa.


Nabila pun terpaksa menunduk kan kepalanya agar sejar dengan posisi layar laptopnya. Karena ia harus menunjukan hasil kerjanya kepada Rafa. Alhasil, kepala Nabila pun sejajar dengan kepala Rafa.


"Coba lebih dekat lagi. Kalau kau berdiri disitu aku tidak bisa melihat hasil kerjamu." Kata Rafa. Dalam hatinya Rafa tersenyum karena biasa menjahili Nabila.


Nabila pun hanya bisa mengumpat dalam hati. Ia ingin jauh-jauh dari Rafa. Eh, malah Rafa yang ingin Nabila dekat-dekat dengannya. Dengan terpaksa Nabila pun berjalan lebih dekat lagi kearah Rafa dan langsung menunjukan hasil kerjanya lewat laptop.


Jarak mereka sangat dekat. Bahkan Nabila merasakan wajahnya yang seperti tidak ada jarak lagi dengan wajah Rafa. Nabila terus menjelaskan hasil kerjanya. Ia berharap semoga ia bisa dengan cepat menyelesaikan ini dan pergi dari hadapan Rafa.


"Jadi, aku ingin mengambil konsep dan tema pantai. Dimana kita akan mengadakan festival itu di tepi pantai. Kita bisa mengambil tema kecantikan alam. Kita akan memperlihatkan keindahan alam yang sesungguhnya. Aku yakin kita bisa dapat nilai tambah karena itu. Bagaimana menurutmu?" Tanya Nabila.


Nabila tidak melihat kearah Rafa dan tetap fokus dengan layar laptopnya. Setelah Nabila menjelaskan hasil kerjanya. Ia bertanya bagaimana pendapat Rafa terkait tema itu. Tapi, Nabila tidak kunjung mendapat balasan Dari Rafa. Nabila heran kenapa Rafa tidak bicara. Nabila berpikir apakah konsepnya salah.


Karena penasaran Nabila pun melihat kesamping tepatnya kearah Rafa. Ternyata, Rafa diam, karena ia sibuk memperhatikan Nabila. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Rafa tidak bisa menyembunyikan perasaannya ini. Ia melihat Nabila dengan tatapan yang sangat dalam.


Nabila pun langsung grogi karena jarak mereka sangat dekat. Nabila tidak bisa menyembunyikan rasa groginya karena pandangan Rafa yang begitu membuatnya hanyut.


Nabila langsung mengalihkan pandangannya dan berniat menjauh dari Rafa. Tapi, tangan Rafa lebih dulu menarik tangan Nabila. Alhasil, Nabila pun terduduk di pangkuan Rafa dengan posisi Rafa yang memeluknya dari samping. Saking terkejutnya, Nabila pun reflek langsung mengalungkan tangannya dileher Rafa. Alhasil posisi mereka benar-benar sangat mesra.

__ADS_1


Pipi Nabila langsung merona dan jantungnya berdegup sangat kencang. Nabila hanya bisa terdiam sambil melihat wajah Rafa yang dengan wajah terkejut.


__ADS_2