Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 87 Keberanian Tasya


__ADS_3

Saat Nabila dan Rafa tengah asik makan berdua sambil sesekali mengobrol. Tiba-tiba Randi datang dan menghampiri mereka berdua. Ia terlihat tersenyum ke Nabila maupun Randi.


"Hei, Randi." Kata Nabila menyapa.


"Hei, apa aku boleh bergabung bersama kalian berdua. Seperti biasa aku tidak punya teman untuk diajak makan bersama." Kata Randi.


"Boleh kok. Kita kan juga sudah biasa makan bersama." Kata Nabila tersenyum. Randi pun duduk disamping Nabila dan berhadapan langsung dengan Rafa.


Rafa hanya terlihat santai dan biasa saja, tidak ada kecurigaan ataupun rasa cemasnya terhadap Randi. Begitu juga dengan Nabila.


"Oiya, Randi. Kau dan Tasya kan satu ruangan kerja. Kau tau apa yang terjadi denga Tasya? kenapa dia seperti menghindariku ya. Dia juga tidak mau bergabung makan disini." Kata Nabila masih dengan wajah sedih.


"Seharian ini Tasya juga sepertinya menghindariku. Dia bahkan juga tak ada bicara sedikitpun denganku. Sepertinya dia sedang ada masalah." Kata Randi terlihat cuek. Padahal, dalam hatinya ia bahagia karena Tasya akhirnya tau diri kalau ia seharusnya tidak ikut campur dengan rencana jahat yang telah dibuat Randi.


"Dia ada masalah apa ya? seharusnya dia cerita dan bukannya saling menghindariku seperti ini." Kata Nabila.


"Tasya sepertinya bukan tipe cewek yang seperti itu. Tampaknya dia emang lebih suka menyendiri dari bercerita kepada kita." Kata Randi tersenyum. Tiba-tiba Rafa berdiri dan melihat mereka berdua.


"Aku mau ke toilet sebentar ya." Kata Rafa. Mereka pun mengangguk berdua.


Setelah Rafa pergi, tinggallah Randi dan Nabila berdua. Setelah selesai membicarakan Tasya, mereka pun tampak diam sambil memakan makanan mereka. Randi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk langsung menyuruh Nabila memberikan bubuk racun itu.

__ADS_1


"Oiya, Nabila. Apa kau ingat dengan bubuk vitamin yang aku berikan kepadamu waktu itu?" Tanya Randi sambil tersenyum.


"Ahhh iya, kebetulan aku juga membawanya. Kemarin aku lupa memberikan ini kepada Rafa." Kata Nabila sambil mengeluarkan bubuk vitamin itu dari saku roknya.


"Baguslah, kalau kau membawanya tepat saat makan siang seperti ini. Kau bisa langsung memberikannya kepada Rafa. Tapi, jangan bilang kalau bubuk vitamin itu dari aku ya. Aku yakin dia tidak akan mau menerima jika itu pemberian dariku. Aku hanya ingin mempertahankan pertemananku dengan Rafa." Kata Randi. Ia memasang raut wajah sedih agar Nabila iba kepadanya.


"Tenang saja, aku tidak akan mengatakan kalau sebenarnya kau yang memberikan bubuk vitamin ini. Aku akan katakan langsung kalau vitamin ini aku sendiri yang memang ingin memberikannya langsung kepada Rafa." Kata Nabila tersenyum tanpa tau apa maksud sebenarnya Randi menyuruh Nabila melakukan itu.


"Nabila, kau benar-benar sangat baik. Aku benar-benar beruntung punya teman sepertimu. Kau mau saling membantu temanmu yang meminta bantuan." Kata Randi tersenyum.


"Sebagai sesama teman kita kan harus saling membantu. Apalagi aku juga sudah sangat kenal denganmu. Tidak mungkin aku tidak membantumu. " Kata Nabila tersenyum.


"Baiklah, nanti saat Rafa sudah kembali jangan lupa kau harus masukkan vitamin itu kedalam minumannya ya." Kata Randi. Nabila pun mengangguk tanda ia mengerti.


"Oiya, Rafa. Hari aku ini aku khusus membawakan sebuah vitamin untukmu. Akhir-akhir ini kan pekerjaanmu benar-benar sangat banyak dan membuatmu sangat lelah. Vitamin ini bisa membuat energimu kembali lagi, kau tidak akan merasa capek dan lelah lagi selama bekerja." Kata Nabila tersenyum kearah Rafa.


"Vitamin? tapi aku juga punya. Hampir setiap hari aku meminum vitamin itu. Jadi, kau simpan saja untukmu Nabila." Kata Rafa.


"Tidak, aku tidak pernah meminum vitamin seperti ini. Secara khusus aku membelikan ini hanya untukmu. Aku hanya ingin kau lebih berenergi dan bersemangat lagi." Kata Nabila terlihat lesu karena Rafa menolak vitamin pemberian Nabila itu.


Melihat kesedihan di wajah Nabila karena ia menolak untuk menerima vitamin itu, Rafa pun dibuat tidak tega dengan dengan Nabila. Ia sudah capek-capek membelikan itu khusus untuk Rafa seorang. Kalau Rafa menolak, ia benar-benar sudah membuat hati Nabila sakit. Akhirnya, Rafa pun mau menerima vitamin dari Nabila itu. Dalam hati Randi benar-benar bahagia karena Rafa akhirnya mau menerima vitamin itu.

__ADS_1


"Jadi, bagaiamana cara pemakaiannya? apakah langsung aku makan atau?" Tanya Rafa heran.


"Vitamin ini harus kau larutkan kedalam a


minumanmu. Bentar, biar aku yang melakukannya untukmu." Kata Nabila. Ia pun membuka vitamin itu dan memasukan bubuk itu kedalam minuman Rafa. Setelah siap, Nabila pun memberikan minuman itu kepada Rafa.


"Ini, kau tinggal meminumnya saja." Kata Nabila tersenyum. Randi pun semakin bahagia karena sebentar lagi rencananya akan berhasil.


Rafa pun mengambil minuman yang diberikan Nabila untuknya. Rafa pun bersiap untuk meminum minumnya itu. Tapi, tak disangka tiba-tiba Tasya datang dan menjatuhkan minuman Rafa, alhasil gelas Rafa pun jatuh dan pecah dilantai. Hal itu pun membuat semua orang terkejut. Tasya bahkan mengambil bubuk vitamin Nabila dan membuang semua isinya ke lantai. Nabila, Rafa dan Randi bahkan terkejut sambil melihat Tasya.


"Tasya, apa yang kau lakukan. Kenapa kau melakukan hal seperti itu." Kata Nabila terkejut.


Saat Tasya melihat Randi datang dan berusaha menyuruh Nabila untuk memberikan bubuk itu kepada Rafa. Awalnya, Tasya berusaha untuk tidak peduli dan tidak ingin ikut campur lagi urusan mereka itu. Tasya tidak menoleh lagi ke mereka dan fokus makan saja. Tapi, hatinya tidak tenang. Ia benar-benar tidak bisa bersikap seperti seakan-akan ia tidak tau maksud jahat Randi itu.


Tasya benar-benar bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia ingin diam saja tapi hati dan pikirannya tidak tenang. Ia juga ingin mencegah Nabila untuk tidak melakukan hal itu, tapi ia takut jika kali ini Randi tidak akan memaafkannya dan mengancam nyawanya lagi.


Tasya benar-benar tidak tenang saat ini. Ia kembali menoleh ke tempat Nabila. Pada saat itu juga Tasya melihat Rafa yang akan mulai bersiap meminum minuman itu. Entah kekuatan dan keberanian dari mana, Tasya pun langsung berdiri dan berjalan kearah meja Nabila. Ia langsung mengambil gelas minum Rafa dan menjatuhkannya kelantai. Alhasil, gelas itu pecah. Tasya juga langsung membuang bubuk vitamin itu.


"Jangan minum vitamin itu, Pak." Kata Tasya tiba-tiba. Randi pun terkejut dan langsung berdiri menghadap Tasya. Ia benar-benar sangat marah sekarang. Dengan beraninya ia menggagalkan rencana Randi. Padahal, Randi sudah mengancamnya.


"Kenapa Tasya? itu hanya sebuah vitamin." Kata Nabila.

__ADS_1


"Tidak! itu adalah racun." Kata Tasya. Rafa dan Nabila pun dibuat terkejut dengan perkataan Tasya itu.


__ADS_2