Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 57 Kecemasan


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Luna. Nabila langsung memutuskan untuk balik ke kantor secepatnya. Ia sudah terlalu lama pergi. Ia takut Rafa cemas.


Dalam perjalanan ke kantor, Nabila teringat lagi pria yang pergi bersama Luna tadi. Kenapa Luna berpacaran dengan pria itu. Kenapa dia diam-diam bersembunyi di belakang Rafa seperti itu.


Kenapa Luna tidak mengatakannya saja langsung ke Rafa. Luna bahkan sepertinya sangat ingin bersama Rafa. Tapi, saat bersama pria tadi. Wajah Luna juga terlihat sangat bahagia. Nabila tampak berpikir lagi. Dan bingung sebenarnya perasaan Luna itu untuk siapa.


Sebenarnya apa tujuan Luna melakukan hal seperti itu. Apa yang Luna harapkan dari Rafa.


Akhirnya, Nabila pun sampai di kantor. Ia langsung naik lift ke lantai dimana tempat ruangan Rafa.


Nabila tidak lagi memikirkan tentang Luna. Dan untuk saat ini ia tidak mempedulikan Luna dulu. Tapi, suatu saat Nabila akan mengatakan bagaimana kelakuan Luna dibelakang Rafa.


Saat sudah sampai didepan ruangan Rafa. Nabila pun langsung membuka pintu dan masuk. Tepat saat Nabila masuk dan setelah menutup pintu kembali. Nabila dikejutkan karena Rafa sudah duduk di mejanya. Wajah Rafa terlihat marah.


"Rafa, maaf tadi aku pergi keluar sebentar. Aku tidak bisa minta izin darimu karena kau juga keluar." Kata Nabila dengan wajah ketakutan. Nabila sudah merasa sepertinya Rafa akan benar-benar sangat marah dengan dirinya.


"Kenapa kau tidak lapor saja ke sekretarisku. Kau kan bisa bilang ke dia. Kau tau. Saat aku melihatmu tidak ada diruangan ini. Aku langsung cemas. Apalagi kau tidak membawa teleponmu. Karena itu aku tidak bisa menghubungimu." Kata Rafa dengan wajah khawatir.


"Maaf, tapi aku kan cuma pergi sebentar saja. Aku juga pasti balik kok." Kata Nabila.


"Bagaimana kalau tidak. Bagaimana kalau tiba-tiba kau diculik atau kau dibawa pergi oleh orang lain." Kata Rafa.


"Rafa, kenapa kau malah marah kepadaku. Aku kan sudah minta maaf. Aku juga sudah kembali. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi." Kata Nabila dengan nada yang sedih. Nabila hanya heran kenapa cuma gara-gara itu saja Rafa langsung marah kepadanya seperti ini.


Rafa pun merasa bersalah karena telah memarahi Nabila seperti ini. Nabila memang tidak melakukan kesalahan apapun. Rafa saja yang terlalu cemas. Sebenarnya, kenapa Rafa begitu karena ia sangat peduli dengan Nabila. Ia takut jika sesuatu terjadi kepada Nabila.


"Maafkan aku. Aku hanya takut dan khawatir jika sesuatu terjadi kepadamu." Kata Rafa. Ia maju lebih dekat lagi kearaha Nabila. dan memegang kedua pundak Nabila. Rafa menatap Nabila dengan tatapan lembut.

__ADS_1


"Besok-besok kalau mau pergi keluar. Jangan lupa bawa hpmu. Biar aku bisa menghubungimu." Kata Rafa.


"Baiklah." Kata Nabila sambil mengangguk.


"Ngomong-ngomong. Kau kemana tadi? kan belum waktunya istirahat. Masih jam kerja." Kata Rafa heran.


Nabila langsung terpikir alasan dia keluar tadi karena mengikuti Rafa diam-diam. Tidak mungkin Nabila mengatakan itu kepada Rafa kan. Untuk saat ini Nabila pun hanya bisa berbohong kepada Rafa.


"Ahhh tadi, ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Tapi, udah selesai kok. Aku mau lanjut kerja dulu, ya." Kata Nabila dan langsung menghindari Rafa. Kalau dia terus menatap Rafa. Nanti malah Rafa tau kebohongan Nabila.


Rafa pun percaya saja kepada Nabila. Karena Nabila sudah lanjut bekerja Rafa pun balik ke meja kerjanya lagi.


Dalam Mobil....


Didalam sebuah mobil, Luna dan pria yang dilihat Nabila tadi sedang duduk berdua. Dan ternyata cowok itu adalah benar-benar pacar gelap Luna bernama Riko. Ternyata memang benar yang dilihat dan didengar Nabila. Riko memang pacar Luna.


"Sabar ya sayangku. Sebentar lagi aku akan mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita berdua. Aku akan bertunangn dengan Rafa dan menikahinya. Aku akan mengambil hartanya. Setelah itu, baru kita bisa menikah." Kata Luna.


"Tapi, apa kau yakin bisa menikahinya. Kau tau kan Rafa begitu menentang pertunangan ini." Kata Riko terlihat ragu.


"Tenang saja, aku sudah memikirkan semua itu, sayang." Kata Luna terlihat manja di tangan Riko.


"Apa kau punya rencana lagi? apa kau yakin bisa melakukannya sendiri? aku bisa membantumu jika kau kesulitan." Kata Riko.


"Aku menemukan titik lemah Rafa. Dan titik lemahnya itu adalah seorang wanita dari masa lalunya. Aku akan memanfaatkan keadaan ini, supaya aku bisa menikahinya dan mengambil hartanya." Kata Luna.


"Baik, aku akan mendukungmu. Apapun itu. Tapi, jangan sampai kelewatan batas, ya. Aku tidak ingin kau terkena masalah yang lebih besar daripada ini." Kata Riko.

__ADS_1


"Baik, tenang saja. Jangan cemaskan aku. Aku juga sudah punya kaki tanganku." Kata Luna tersenyum senang.


"Siapa? kau merekrut orang untuk bekerja denganmu?" Tanya Riko heran.


"Tidak, dia sendiri yang mau. Dia sendiri yang langsung mengajukan diri untuk bekerja untuk ku. Dia benar-benar orang yang dibutakan dengan cinta. Dia hanya punya satu tujuan dalam hidupnya. Ia hanya ingin memiliki satu orang wanita itu. Karena itu, ia bahkan mau melakukan segala cara untuk mendapatkan wanita itu." Kata Luna menceritakan tentang kaki tangannya sendiri.


"Apa masih ada orang yang seperti itu? masih melakukan pekerjaan karena dasar cinta. Padahal, dia belum bisa menjamin apakah cinta dia akan benar-benar dibalas oleh wanita itu. Tapi, dia telah melakukan hal-hal yang tidak benar." Kata Riko.


"Sudahlah, itu pilihan hidupnya. Kita hanya melakukan apa yang dia mau kan." Kata Luna tersenyum kearah Riko.


Di Ruangan Rafa...


"Nabila, nanti aku yang akan antar kamu pulang, ya." Kata Rafa sambil merapikan meja kerjanya.


Hari sudah semakin sore. Sudah saatnya mereka pulang. Nabila juga sudah bersiap-siap merapikan barang-barangnya dan akan pulang.


"Baiklah." Kata Nabila. Ia hanya bisa menuruti apa kata Rafa. Kalau tidak, Rafa tidak akan pernah melepaskan Nabila pulang sendiri. Nabila tidak ingin banyak-banyak berdebat lagi dengan Rafa.


Saat mereka berdua sudah berada diluar kantor. Lebih tepatnya, di tempat parkiran. Randi menghampiri mereka berdua. Randi berniat mengajak Nabila pulang bersamanya. Ia tidak tau kalau Nabila akan pulang bersam Rafa.


"Nabila, apa kau mau pulang? apa kamu mau aku antar?" Tanya Randi. Rafa pun melihat Randi ia langsung menghampiri mereka. Nabila, awalnya ingin menolak tawaran Randi. Tapi, Rafa sudah duluan berbicara kepada Randi.


"Nabila akan pulang bersamaku. Terimakasih atas tawaranmu." Kata Rafa dan langsung menyuruh Nabila masuk ke mobilnya. Nabila pun pamit kepada Randi dan mengikuti Rafa.


"Aku duluan ya, Randi." Kata Nabila.


Randi pun hanya terdiam sambil mengepalkan tangannya erat. Ia selalu kalah dari Rafa. Ia tidak pernah dapat kesempatan untuk bersam Nabila. Dan kenapa selalu Rafa dan Rafa yang merebut Nabila darinya.

__ADS_1


__ADS_2