Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 88 Terungkap


__ADS_3

Randi benar-benar terkejut, sambil melotot kan matanya ke arah Tasya. Ia benar-benar tidak menyangka Tasya akan seberani itu dan mengatakan secara langsung dihadapan Rafa dan Nabila. Begitupun dengan Nabila dan Rafa, mereka bingung dengan perkataan Tasya itu. Ia tiba-tiba datang lalu menjatuhkan gelas Rafa dan mengatakan kalau itu racun.


"Tasya, apa yang terjadi denganmu? apa maksud dari perkataanmu kalau itu adalah racun." Tanya Nabila heran.


"Aku rasa Tasya benar-benar berada dalam kondisi yang tidak baik. Hei Tasya, apa masalahmu seberat itu sampai kau mengatakan hal yang aneh kepada kami. Mana mungkin itu adalah racun. Kau ada-ada saja." Kata Randi. Ia berusaha untuk menyudutkan Tasya.


"Tasya, coba kau jelaskan dulu baik-baik kepada kami. Sebenarnya apa maksud dari perkataanmu itu. Apa ini benar adalah racun?" Tanya Rafa sambil melihat Tasya.


"Iya, itu benar adalah sebuah racun." Kata Tasya dengan perasaan sedikit takut.


"Tidak mungkin! kau tidak boleh mengatakan hal seperti itu tanpa bukti, kau punya sesuatu yang bisa kau perlihatkan kepada kami untuk memastikan kalau itu memang adalah sebuah racun?" Tanya Randi dengan nada yang sedikit tinggi.


Tasya baru sadar ia tidak punya bukti apapun untuk memastikan kalau itu racun. Ia hanya mendengar percakapan antara Randi dan Luna saja saat dirumah kosong waktu itu, tapi ia lupa merekam dan ataupun mengambil gambar yang bisa dijadikan bukti. Tasya benar-benar tidak tau harus mengatakan apa lagi. Semua karyawan juga sedang memperhatikannya dengan tatapan aneh. Ia benar-benar merasa malu dan juga takut.


Tasya pun melihat Nabila sekilas, setelah itu ia langsung lari dan meninggalkan mereka dengan wajah yang malu sekaligus takut. Randi pun berniat untuk mengejar Tasya karena ia benar-benar sangat kesal dan marah dengan Tasya. Bisa-bisanya Tasya mengatakan hal itu kepada Rafa dan Nabila, padahal ia sudah mengancam Tasya.


Nabila pun langsung refleks menahan tangan Randi, Nabila langsung menggelengkan kepalanya.


"Biar aku saja yang menyusul Tasya, sepertinya ia benar-benar sedang dalam kondisi yang tidak baik sekarang. Aku pikir ia akan lebih nyaman jika bersamaku." Kata Nabila sambil melihat Randi.


"Aku setuju dengan Nabila, sepertinya akan lebih baik jika Tasya bersama Nabila sekarang. Mereka juga sudah sangat dekat." Kata Rafa. Nabila pun melepaskan tangannya. Randi pun hanya bisa nurut dan membiarkan Nabila mengejar Tasya.


Tasya pun berusaha untuk lari sejauh mungkin dari kantin itu, ia benar-benar sangat takut dan benar-benar sangat cemas jika Randi akan menyakitinya lagi. Tasya sampai mengeluarkan air matanya karena saking ketakutannya.

__ADS_1


Setelah dirasa ia sudah jauh dari kantin tadi, Tasya pun berhenti di sebuah lorong yang terlihat sepi. Tasya menghadap ke sebuah jendela sambil menenangkan dirinya sendiri. Nafasnya tidak teratur dan air matanya masih saja keluar. Tasya tampak tertunduk. Ia langsung terkejut saat ada seseorang yang memegang pundaknya.


"Ini aku Nabila." Ternyata itu adalah Nabila, ia tadi terus mengejar Tasya dari belakang sampai Tasya pun berhenti berlari.


"Untung saja itu kau Nabila. Aku benar-benar terkejut." Kata Tasya sambil menegakan badannya dan melihat kearah Nabila.


"Tasya, sebenarnya apa yang terjadi denganmu. Kenapa kau sangat aneh hari ini? kau tidak seperti biasanya, Tasya. Apa ada sesuatu yang terjadi kepadamu?" Tanya Nabila. Ia langsung bertanya semuanya kepada Tasya. Ia benar-benar sangat cemas dengan Tasya.


"Nabila, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa melindungi kalian berdua. Aku benar-benar cewek yang sangat lemah." Kata Tasya sambil menangis didepan Nabila.


"Tasya, sebentar. Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau katakan saat ini. Apa maksud dari perkataanmu sebenarnya." Kata Nabila semakin dibuat bingung.


"Randi itu sebenarnya punya rencana dan niat jahat. Ia ingin menghancurkan Rafa. Ia menyukaimu. Ia ingin kau menjadi miliknya. Karena itu ia merencanakan sesuatu untuk menjauhkan kalian berdua." Kata Tasya sambil memegang kedua tangan Nabila.


"Kau dan Rafa dulunya adalah sepasang kekasih di masa lalu kan, kalian dulunya saling mencintai dan berpacaran kan? tapi, sekarang Rafa lupa ingatan tentang dirimu kan? aku tau Nabila." Kata Tasya. Nabila pun langsung terkejut saat Tasya mengatakan hal itu. Kenapa Tasya bisa tau, pikir Nabila.


"Kenapa?? kenapa kau bisa tau? siapa yang mengatakan itu kepadamu." Tanya Nabila masih dengan wajah terkejut.


"Karena itu aku juga tau Randi itu merencanakan hal jahat, ia benar-benar ingin memisahkan kalian berdua. Ia bekerjasama dengan Luna. Tunangan Rafa itu. Mereka diam-diam bertemu dan aku juga diam-diam mendengar semua percakapan mereka itu." Kata Tasya dengan wajah yang sangat serius.


"Ya ampun, ini benar-benar tidak bisa dipercaya, Tasya. Apa semua yang kau katakan ini benar? kau tidak berbohong kan?" Tanya Nabila.


"Aku tidak bohong, Nabila. Aku benar-benar mendengar obrolan mereka tentang dirimu dan rencana jahat mereka itu. Aku tidak akan seperti ini, jika aku tidak tau apa-apa." Kata Tasya. Nabila berusaha menatap mata Tasya. Ia benar-benar terlihat jujur. Bahkan ia mengatakan hal ini ke Nabila sambil menangis.

__ADS_1


"Lalu, apa yang sebenarnya rencana jahat Randi itu? apa yang ingin dia lakukan kepadaku ataupun Rafa." Tanya Nabila dengan wajah yang cemas.


"Dia sengaja menyuruhmu untuk memberikan bubuk itu kepada Rafa. Sebenernya bubuk itu adalah racun yang bisa membuat Rafa pingsan, sakit dan terlihat sangat lemah. Saat Rafa meminum racun itu, akan ada beberapa orang suruhan Luna yang sengaja untuk mengatakan kalau kaulah yang penyebabnya dan secara sengaja memberikan racun itu kepada Rafa." Kata Tasya.


"Kau akan dituduh nantinya, kau akan dikeluarkan dari kantor dan tidak akan diberi izin lagi untuk bertemu dengan Rafa. Ia benar-benar ingin memisahkan kalian berdua. Lalu, Randi akan berusaha untuk mendapatkanmu setelah kau dijauhi oleh Rafa." Kata Tasya dengan wajah takut.


"Ya ampun, kenapa Randi merencanakan hal jahat seperti itu kepadaku. Aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini." Kata taysa dengan wajah yang bingung.


"Karena itu aku ingin kau menjauhi Randi, dan berhati-hati dengan Luna. Aku tidak tau lagi apa yang mereka rencanakan. Aku sudah ketahuan oleh Randi, bahkan ia mengancamku agar aku tidak mengatakan ini kepadamu. Tapi, aku tidak bisa menahannya. Aku sudah terlanjur mengatakan semua ini kepadamu, Nabila." Kata Tasya.


"Ya ampun, kenapa bisa seperti ini." Kata Nabila masih dengan wajah yang tidak percaya.


"Satu lagi Nabila, aku ingin untuk saat ini kau harus diam dulu seakan-akan kau tidak tau tentang rencana jahat Randi dan Luna ini. Kita harus mempunyai bukti dulu untuk mengungkap semua ini. Dan juga jangan katakan ke Rafa dulu mengenai hal ini, ia pasti akan langsung bertindak jika kau tau tentang niat jahatnya ini. Tujuan kita saat ini adalah untuk mengungkap semua ini secara perlahan dengan bukti yang nyata." Kata Tasya mencoba untuk meyakinkan Nabila.


Nabila benar-benar bingung dan masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Tasya saat ini. Ia pun hanya bisa mengangguk.


"Kau harus kembali, Nabila. Mereka bisa curiga kalau kau terlalu lama disini." Kata Tasya.


"Lalu, bagaimana denganmu, Tasya. Apa kau akan baik-baik saja nanti dengan Randi?" Tanya Nabila cemas.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri, kau tenang saja." Kata Tasya lalu ia pergi meninggalkan Nabila.


Nabila pun dengan cepat kembali ke tempat Rafa dan Randi tadi.

__ADS_1


__ADS_2