Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 70 Tiba di pantai


__ADS_3

Rafa pun terlihat kesal dan marah. Randi dan Tasya sangat membuat berisik karena perdebatan didalam mobilnya. Mereka kira ini didalam mobil mereka. Meraka bahkan tak menghargai Rafa yang juga ada didalam mobil itu.


Tasya dan Randi pun langsung terdiam saat Rafa sudah turun tangan dan sedikit membentak mereka. Tasya langsung tertunduk dan terdiam. Ia juga merasa bersalah karena telah membuat keributan seperti ini. Didalam mobil Rafa. Begitu juga dengan Randi.


"Maafkan aku, pak. Aku yang telah membuat keributan seperti ini." Kata Tasya. Ia berkata dengan nada yang sangat sedih.


"Aku juga minta maaf. Tidak seharusnya aku berdebat seperti tadi." Kata Randi.


"Sudahlah, Rafa. Mereka sudah minta maaf. Jangan sampai gara-gara hal kecil ini kita jadi saling bertengkar seperti ini. Kita masih harus akan bekerja nanti." Kata Nabila. Ia memenangkan Rafa.


Rafa pun terlihat lebih tenang karena Nabila. Ia bisa mengontrol amarahnya. Rafa kembali fokus kedepan dan melanjutkan perjalanan mereka. Ia sudah tidak marah lagi dan tenang.


"Setelah ini. Tidak ada lagi yang menawarkan makanan ataupun minuman lagi. Kalian harus tahan seperti ini sampai kita tiba dilokasi. Tidak ada lagi yang bertengkar ataupun adu pendapat. Mengerti." Kata Rafa.


Mereka bertiga pun mengangguk tanda mengerti. Setelah itu, mereka bertiga benar-benar terdiam. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dan memilih melihat pemandangan diluar.


Tak terasa mereka sudah sampai ditempat lokasi. Di salah satu pantai yang mereka pilih untuk diadakannya festival itu. Pantai itu terlihat luas. Pepohonan pun masih banyak tumbuh di pantai itu. Benar-benar asri. Angin sejuk nan sepoi-sepoi pun masih terasa.


Mereka berempat pun keluar dari mobil Rafa. Seluruh karyawan sudah lebih dulu datang ditempat itu. Saat mereka melihat Rafa turun dari mobil. Mereka semua langsung berkumpul di satu tempat. Rafa berdir didepan mereka semua. Nabila, Tasya dan Randi pun bergabung ke kumpulan karyawan lain.


"Jadi, saat ini kita udah sampai dilokasi tempat diadakannya festival tahunan dari perusahaan kita. Disinilah kita akan merayakan festival itu dengan berbagai macam penampilan yang akan kita sajikan untuk para penonton maupun masyarakat disini." Kata Rafa. Semua karyawan tampak fokus menyimak apa yang Rafa katakan.


"Kita akan bagi-bagi tugas sesuai dengan keahlian kalian masing-masing. Kalian bisa langsung bekerja dan mengatur apa saja yang diperlukan. Jika ada masalah bisa laporkan ke saya. Baik, semuanya mari kita mulai bekerja. Ingat, waktu kita disini sampai jam 7 malam. Jadi, jangan sia-siakan waktu yang ada." Kata Rafa. Setela itu semua karyawan tampak berpencar dan mengatur semua yang diperlukan.

__ADS_1


Tasya, Randi dan Nabila pun berjalan bertiga. Mereka akan mengatur tata letak dan posisi untuk panggungnya. Mereka berkerja bersama. Randi juga gabung bersama mereka. Ia akan membantu jika ada sesuatu yang diperlukan.


Rafa juga tampak sibuk bersama sekretarisnya. Beberapa helai dokumen tampak dipegang Rafa. Ia bahkan saling sangat fokus dalam melakukan pekerjaannya. Nabila melihat Rafa sekilas dan tersenyum. Nabila pun melanjutkan pekerjaannya.


"Nabila, bagaimana jika posisi panggungnya disebelah sini. Sepertinya, akan terlihat lebih bagus. Para pengunjung yang baru datang pun akan langsung dapat melihat penampilan di festival itu nantinya." Kata Tasya memberikan saran.


"Hmmm, boleh juga. Posisinya sangat tepat didepan jalan itu. Semua pengunjung yang baru datang pun. Tidak perlu susah lagi mencari posisi yang tepat untuk menyaksikan festival ini. Dari arah situ mereka sudah bisa melihat festival. Dan juga mereka masih bisa melihat keindahan pantainya." Kata Nabila. Ia sangat setuju dengan saran dari Tasya.


"Karena acaranya sampai malam. Bagiamana kalau kita juga meletakan lampu-lampu hias disudut-sudut panggung ini. Kilauan lampu akan terpancar saat malam tiba." Kata Nabila.


"Waah, itu ide cemerlang. Aku setuju." Kata Tasya. Mereka pun tampak saling berdiskusi satu sama lain. Tasya pun tampak memegang beberapa helai sketsa untuk tata letak panggung itu nantinya. Randi pun hanya bisa melihat mereka berdua bekerja. Ia tidak tau apa yang harus dia lakukan.


Semua karyawan, Rafa bahkan Nabila sibuk mengatur beberapa keperluan dan rancangan untuk festival itu. Tak terasa hari pun sudah beranjak siang. Semua karyawan saat ini sedang beristirahat. Sambil menikmati minuman kelapa. Mereka berteduh disalah satu pohon yang ada disana. Pohon yang sangat rindang. Dan ditemani dengan angin yang sepoi-sepoi.


"Ada apa pak?" Tanya Nabila pelan-pelan.


"Pak Rafa menyuruh Anda untuk menemuinya di salah satu pohon disana." Kata sekretaris Rafa sambil menunjuk pohon yang letaknya sedikit jauh dari tempat Nabila duduk tadi.


"Emang ada apa?" Tanya Nabila heran.


"Saya tidak tau. Pokoknya kata pak Rafa saat aku menyuruhmu datang kesana. kau harus menurutinya. Tidak boleh menolak. Kata pak Rafa kalau kau menolak dia akan menghukumu." Kata Sekretaris Rafa. Ia sedikit tertawa.


Dalam hati Nabila langsung merasa sangat malu. Kenapa Rafa harus mengatakan hal seperti itu ke sekretarisnya.

__ADS_1


"Aduh, Rafa ini bikin malu saja. Dia juga berani-beraninya mengancam aku seperti itu. Aku harus kasih pelajaran untuknya." Kata Nabilla tertawa dalam hatinya.


"Baiklah, aku akan kesana menemuinya." Kata Nabila tersenyum kearah sekretaris Rafa.


"Tasya, aku akan kesana dulu. Ada beberapa hal yang harus aku urus. Kau tunggu disini saja ya." Kata Nabila ke Tasya yang duduk disampingnya.


"Baiklah, apa kau bisa melakukannya sendiri?" Tanya Tasya. Ia bisa membantu Nabila jika Nabila membutuhkannya. Tapi, Nabila meyakinkan Tasya kalau ia bisa melakukannya sendiri.Tasya pun mengerti dan mengangguk. Nabila pun pergi ketempat yang ditunjuk sekretaris Rafa tadi. Ia pergi kesitu hanya sendiri.


Randi pun menyadari dan melihat kemana Nabila pergi. Ia akan berdiri dan menyusul Nabila. Tapi, Tasya memegang tangan Randi dan menghentikannya.


"Sudah, kau disini saja. Nabila hanya akan pergi sebentar. Ada beberapa hal yang harus dikerjakan." Kata Tasya dan melepas pegangannya di tangan Randi.


Sebenarnya, Tasya tau pembicaaan antara Nabila dan sekretaris Rafa tadi. Tasya mendengarnya. Tapi, ia pura-pura tidak tau. Dan membiarkan Nabila bertemu dengan Rafa. Tasya akan lebih tenang jika Nabila dan Rafa bersama. Ia tidak ingin melihat Randi berada diantara mereka berdua. Ia terlihat tidak tenang.


"Apa Nabila akan baik-baik saja jika ia pergi sendiri?" Tanya Randi.


"Tenang saja. Pasti ada orang yang akan menjaganya." Kata Tasya. Dan yang dimaksud Tasya itu sebenarya Rafa.


Setelah itu Randi kembali duduk. Walaupun ia sedikit cemas. Tapi, Tasya selalu mengatakan kepada Randi untuk tidak terlalu cemas. Dan akhirnya Tasya dan Randi pun duduk berdampingan.


Tiba-tiba datang angin kencang. Pasir-pasir di pantai itu mengenai mata Tasya. Akibatnya, mata nya menjadi sedikit perih dan mengeluarkan air mata.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Randi.

__ADS_1


"Ahh, aku baik-baik saja. Bentar, aku harus menghapus air mataku dulu." Kata Tasya. Ia mengeluarkan sebuah tangan warna pink. Dan sapu tangan itu sangat mirip dengan yang dijatuhkannya saat didekat rumah kosong waktu itu. Randi melihat itu. Seketika ia langsung terkejut.


__ADS_2