
Setelah melihat Nabila kembali, Randi maupun Rafa langsung berdiri dan melihat Nabila. Randi begitu cemas dan takut dengan apa yang akan diakatakan Nabila. Saat Nabila sudah berdiri di depan mereka. Randi langsung bertanya ke Nabila.
"Jadi, apa yang diakatakan Tasya? apa ia mengatakan sesuatu kepadamu?" Tanya Randi heran.
Nabila langsung menatap Randi dengan tatapan yang sulit diartikan. Disaat itulah Nabila baru sadar ada raut cemas di wajah Randi. Tatapan matanya tidak tenang. Hal ini membuat Nabila semakin yakin dengan perkataan Tasya tadi, Sepertinya Randi benar-benar merencanakan hal jahat kepadanya.
Melihat Nabila hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa, Randi pun semakin dibuat khawatir. Ia takut jika Tasya benar-benar mengatakan rencananya itu kepada Nabila. Randi tidak ingin rencananya gagal ditengah jalan seperti ini. Ia belum mendapatkan Nabila, dan menjauhkannya dari Rafa.
Nabila pun yang tadinya sempat terdiam, tiba-tiba langsung tersenyum dan sedikit tertawa. Ia duduk ditempatnya tadi, dan langsung meminum 1 gelas air putih. Randi dan Rafa pun juga ikut-ikutan duduk lagi, mereka heran kenapa Nabila tertawa seperti itu.
"Jadi, sebenernya apa yang dikatakan Tasya tadi tidaklah benar. Sebenarnya itu bukanlah racun, Tasya hanya bercanda. Sebenarnya ia salah mengatakan kalau itu adalah racun, ia benar-benar malu karena salah sebut karena itu ia langsung lari. Dia juga minta maaf kepada kalian karena telah membuat keributan dan menganggu jam istirahat kita." Kata Nabila tersenyum ke Rafa maupun Randi.
"Owh begitu, ya ampunn, Tasya benar-benar membuat kita terkejut. Tapi syukurlah jika dia hanya bercanda, aku juga sedikit cemas jika itu benar racun." Kata Rafa tersenyum. Randi pun tampak lega sambil menghembuskan nafasnya. Ia lega karena Tasya tidak mengatakan rencananya itu kepada Nabila.
Nabila melihat Randi dengan wajah kecewa, ia benar-benar tidak menyangka kalau temannya sendiri bahkan berniat jahat kepadanya. Nabila hanya berpikir kenapa semua orang tampaknya tidak mendukung hubungannya dengan Rafa. Kenapa semua orang banyak yang menginginkan agar dirinya dan Rafa berpisah. Nabila benar-benar terlihat sedih.
"Sepertinya memang tidak mudah mendapatkan dirimu, Rafa. Begitu banyak cobaan dan rintangan yang menguji kesetiaan cintaku ini. Terlalu banyak ujian yang membuat aku ragu dengan cinta ini. Tapi, aku tidak akan menyerah. Aku akan berusaha untuk melewati setiap tahapan ini. Kita sama-sama berjuang Rafa, kau dan aku benar-benar sedang diuji. Apakah aku benar-benar mencintaimu, atau sebaliknya? tapi, aku juga akan berusaha untuk membuat kehidupan yang bahagia untuk kita berdua." Kata Nabila tersenyum.
Setelah jam istirahat selesai, mereka pun keluar bertiga. Mereka harus lanjut bekerja lagi.
__ADS_1
"Baiklah, Randi. Kita berbeda ruangan, aku pergi dulu." Kata Rafa. Randi pun tampak mengangguk dan lebih dulu jalan dan meninggalkan Nabila maupun Rafa.
"Nabila, kita ke taman dulu, ada sesuatu yang ingin aku katakan." Kata Rafa sambil menarik tangan Nabila. Karena terkejut Nabila pun hanya bisa mengikuti kemana Rafa akan menariknya.
Ternyata Randi belum benar-benar jalan jauh dari Rafa maupun Nabila, ia mendengar saat Rafa mengatakan kepada Nabila untuk pergi ke taman dulu. Karena penasaran kenapa mereka ke taman, diam-diam Randi pun mengikuti mereka berdua.
Saat sudah sampi di taman kantor, Rafa pun melepaskan pegangannya dari tangan Nabila dan lanjut menatap Nabila. Randi pun bersembunyi di salah satu tembok yang ada disekitar situ.
"Rafa, kenapa kau mengajakku ke sini. Kita harus lanjut bekerja." Kata Nabila heran.
"Tunggu sebentar, Nabila. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu. Aku tidak ingin mengundurnya lagi." Kata Rafa.
"Sebenarnya ada suatu kejutan yang ingin aku perlihatkan kepadamu, aku benar-benar ingin melakukannya di depanmu." Kata Rafa tersenyum.
"Sekarang? sebenarnya kejutan apa itu?" Tanya Nabila masih heran.
"Tidak, sebenarnya bukan sekarang, dan tidak disini. Aku akan memberikanmu sebuah kejutan nanti malam, dan disebuah restoran yang sudah aku pesan untuk kita berdua. Aku tidak bisa mengatakan kejutan apa itu, karena kau harus melihatnya sendiri nanti malam." Kata Rafa tersenyum kearah Nabila.
"Karena itu aku ingin mengajakmu nanti malam Nabila, apa kau mau?" Tanya Rafa sedikit ragu. Ia takut jika Nabila menolak permintaannya ini.
__ADS_1
"Hmmmm, gimana ya." Tanya Nabila. Ia sengaja lama menjawab, agar Rafa semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakannya.
"Please, Nabila." Kata Rafa dengan wajah yang sedikit dibuat-buat sedih.
"Baiklah, baik. Aku terima permintaanmu itu. Nanti malam kan? jam berapa?" Tanya Nabila. Rafa pun langsung bersorak gembira dengan wajah yang benar-benar bahagia.
"Jam 7, aku akan menjemputmu nanti malam. Kau harus berdandan cantik, aku yakin kau akan benar-benar terkejut nanti malam." Kata Rafa.
"Baik, aku akan membuktikannya nanti malam apakah kejutanmu benar-benar berhasil atau tidak." Kata Nabila sambil tersenyum.
"Aku yakin pasti berhasil, ini pertama kalinya dalam hidupku aku melakukan ini untukmu. Aku benar-benar sudah tidak sabar." Kata Rafa. Nabila pun mengangguk sambil tersenyum.
Di sisi lain, Randi mendengar semua percakapan Rafa dan Nabila itu. Ia heran sebenarnya apa yang akan dilakukan Rafa nanti malam bersama Nabila. Tiba-tiba terbersit sesuatu dalam pikiran Randi, ia terlihat tersenyum jahat sambil mengeluarkan hpnya. Setelah panggilan itu terhubung Randi pun langsung berbicara.
"Sepertinya aku punya cara yang lebih unik lagi untuk membuat Nabila dan Rafa berpisah, aku akan menemanimu lagi di tempat biasa kita bertemu. Aku punya sebuah rencana, apa kau bisa? sore ini kita langsung bertemu." Kata Randi.
Ternyata yang dia telepon Randi itu adalah Luna. Entah apa yang direncanakan Randi, ia terlihat sangat tidak sabar untuk melakukan rencana itu sambil tersenyum jahat. Ia meminta bantuan Luna agar rencananya ini berjalan mulus. Randi berpikir rencana dengan memakai bubuk racun itu gagal, tapi ia langsung menemukan pengganti dari rencananya yang gagal itu.
Randi pun langsung menutup teleponnya saat ia sudah selesai mengatakan semuanya kepada Luna. Randi melihat sekilas lagi ke Rafa dan Nabila.
__ADS_1
"Sepertinya nanti malam. ada sesuatu yang menarik." Kata Randi tersenyum jahat, setelah itu ia kembali masuk kedalam kantor.