
Nabila memegang kedua tangan Rafa dan membantu Rafa untuk duduk di salah satu sofa yang ada diruangannya. Nabila memapah Rafa ke sofa tersebut. Setelah Rafa duduk ia masih tampak kesakitan. Nabila pun dibuat bingung dan cemas dengan kondisi Rafa saat ini. Tadi, Rafa baik-baik saja. Tapi, kenapa sekarang tiba-tiba Rafa bisa melihat bayangan itu lagi dan kesakitan seperti ini.
Nabila masih melihat Rafa. Rafa tampak begitu kesakitan dan terus meringis. Nabila langsung teringat obat yang pernah dimakan Rafa wakt itu. Saat minum obat itu rasa sakit dikepala Rafa bisa hilang. Tapi, Nabila juga teringat saat ia diam-diam mendengar percakapan antara Erick dan Randi. Dimana Erick mengatakan kepada Rafa untuk berhenti dan tidak memakan obat itu lagu.
Tapi, kondisi Rafa saat ini benar-benar kesakitan. Itu salah satunya cara yang bisa dilakukannya saat ini.
"Rafa, dimana obatmu? obat yang biasa kau minum saat kepalamu terasa sakit seperti ini." Kata Nabila begitu sangat cemas.
"Tidak, Erick mengatakan agar aku tidak meminum obat itu lagi. Aku juga sudah membuang obat itu." Kata Rafa masih lemah.
Nabila semakin dibuat bingung. Rafa sudah membuang obat itu. Nabila juga tidak tau obat apa yang bisa diberikannya kepada Rafa. Rafa masih memegang kepalanya sambil kesakitan. Saking bingungnya Nabila berniat untuk memanggil sekretaris Rafa.
Nabila takut jika Rafa dibiarkan seperti ini. Nanti bisa-bisa Rafa pingsan. Nabila teringat perkataan Erick. Pada saat itu Erick mengatak Kemungkinan buruk yang akan terjadi saat melihat bayangan itu. Rafa bisa pingsan dan tidak sadarkan diri. Rafa juga bisa kembali koma seperti yang dirasakannya di masa lalu.
"Rafa, maafkan aku. Semua gara-gara aku. Bayangan itu muncul karena ada aku disini. Aku merasa sangat bersalah. Kalau aku tidak ada disini. kau tidak akan merasakan rasa sakit seperti ini." Kata Nabila dalam hati. Ia merasa sangat bersalah. Nabila yang membawa bayangan itu dalam pikiran Rafa. Karena Nabila adalah masa lalu Rafa.
"Tidak, jangan panggil sekretarisku." Kata Rafa menahan tangan Nabila saat ia ingin pergi. Rafa menggelengkan kepalanya. Tanda ia tidak ingin Nabila melakukan itu
__ADS_1
"Tidak Rafa. Aku harus meminta bantuan seseorang. Aku takut jika rasa sakit dikepalamu akan semakin parah. Aku takut Rafa. Aku tidak bisa melakukan apa-apa." Kata Nabila. Saat ini Nabila tampak ingin menangis.
"Tidak, aku hanya perlu kau untuk berada di sini. Cukup kau saja." Kata Rafa dengan nada yang lemah.
Melihat hal itu Nabila pun kembali duduk disamping Rafa. Nabila begitu kasihan melihat Rafa saat ini. Entah keberanian dari mana. Tiba-tiba Nabila memeluk Rafa erat. Nabila ingin memberi kekuatan kepada Rafa. Rafa pun sontak terkejut saat Nabila tiba-tiba memeluknya.
Tepat saat Nabila memeluk Rafa. Rasa sakit dikepala Rafa berangsur-angsur menghilang. Kepala Rafa tidak terlalu terasa berat lagi. Rasa sakit itu perlahan hilang. Rafa membalas pelukan Nabila. Kali ini Rafa memeluk Nabila dengan sangat erat. Rasa sakitnya benar-benar hilang. Rafa berpikir padahal ia tidak meminum obat itu. Tapi, rasa sakit dikepalanya bisa hilang hanya karena pelukan dari Nabila.
Masih dalam pelukan Rafa. Nabila terus berdoa dan berharap semoga rasa sakit dikepala Rafa menghilang. Nabila awalnya tersentak saat Rafa membalas pelukannya. Awalnya, Nabila merasa Rafa juga membalas pelukannya karena ia benar-benar butuh seseorang untuk menguatkannya sekarang. Nabila pun membiarkan hal itu. Ia hanya berharap semoga rasa sakit Rafa bisa bilang.
"Nabila, rasa sakit dikepalaku sudah hilang. Aku tidak merasakan rasa sakit itu lagi. Kepalaku benar-benar terasa ringan sekarang. Tidak ada lagi denyutan di kepalaku." Kata Rafa. Ia melepas pelukan Nabila dan menatap Nabila tajam. Rafa terlihat senang dengan wajah yang tersenyum.
"Karena dirimu. Saat kau memelukku tadi. Perlahan rasa sakit itu hilang. Dan saat aku membalas pelukanmu. Rasa sakit itu benar-benar seutuhnya hilang. Semua ini berkat dirimu Nabila. kau lah yang telah menyelamatkan aku." Kata Rafa. Ia masih memegang kedua pundak Nabila.
"Benarkah? karena aku? padahal aku hanya memelukmu Saja." Kata Nabila masih heran.
"Aku sudah merasa kau itu berbeda Nabila. Bayangan itu muncul saat ada dirimu. Aku juga pernah mengatakan kepadamu sebelumnya. Bahwa, didalam bayangan itu aku juga melihat dirimu. Dan sekarang kau membuat rasa sakit dikepalaku bisa hilang." Kata Rafa. Ia tersenyum lebar kearah Rafa.
__ADS_1
Nabila pun lega akhirnya rasa sakit dkepala Rafa bisa hilang. Nabila begitu sangat bersyukur. Ia tidak tau harus melakukan apa lagi. Ia hanya bisa memeluk Rafa. Tapi, Nabila langsung dibuat heran dan penasaran. Kenapa hanya karena dirinya memmeluk Rafa. Sakit diekepala Rafa bisa hilang? apa karena dialah penyebab bayangan itu bisa muncul dipikiran Rafa? pikir Nabila.
"Aku sangat bahagia mendengarnya. Aku snagat cemas Rafa. Aku takut kalau seuatu terjadi kepadamu Rafa. Tapi, syukurlah sekarang rasa sakitnya sudah hilang." Kata Nabilla.
"Kau benar-benar penyelamatku Nabila. Aku tidak perlu memakan obat apapun. Tapi, berkata dirimu rasa sakit itu bisa hilang. Aku semakin menyukaimu Nabila. Tidak hanya sekedar suka. Sepertinya aku juga sudah sangat mencintaimu Nabila." Kata Rafa. Kali ini Rafa melihat Nabila begitu dalam.
"Rafa, jangan berkata seperti itu lagi. Aku takut jika aku mengecewakan mu lagi Rafa. Aku belum bisa menerimamu." Kata Nabila. Rafa kembali mengatakan perasaannya kepada Nabila. Nabila kembali dibuat bersalah karena ia belum bisa membalas perasaan Rafa sekarang. Ini belum waktunya. Nabila pun hanya bisa tertunduk.
"Nabila, lihat aku. Aku tidak akan mempermasalahkan itu. Jika kau memang belum bisa menerimaku. Aku akan memberimu waktu. Aku akan setia menunggumu. Jangan merasa bersalah lagi. Kapan kau memang sudah siap dan yakin denganku. Aku aka selalu membuka hati ini untukmu." Kata Rafa.
"Baiklah, aku mungkin butuh waktu dulu." Kata Nabila. Dalam hatinya Nabila berpikir ia butuh waktu untuk mengungkap semuanya. Kenaka Rafa bisa melupakannya. Dan apa yang sebenarnya terjadi saat Nabila tida lagi melihat Rafa 4 tahun yang lalu.
Rafa pun membawa Nabila kedalam pelukannya. Saat ini Rafa begitu senang. Karena rasa sakit dikepalanya hilang berkat Nabila orang yang dicintainya. Dan Rafa juga semakin dibuat bahagia saat Nabila mengatakan mungkin ia butuh waktu untuk menerima Rafa.
"Nabila, ada satu hal yang sangat aku ingin lakukan denganmu. Tapi, tutup matamu dulu." Kata Rafa.
"Apa yang ingin kau lakukan Rafa?" Tanya Nabila penasaran.
__ADS_1
"Tutup matamu dulu." Kata Rafa. Karena penasaran Nabila pun mengikuti perintah Rafa untuk menutup matanya.
Sedetik setelah Nabila menutup matanya. Tiba-tiba Nabila merasakan ada benda kenyal tepat dibibirnya. Nabila langsung dibuat terkejut saat ia mengetahui Rafa benar-benar menciumnya sekarang. Tepat diatas bibir Nabila. Entah apa yang dipikirkan Nabila. Ia pun hanyut dalam ciuman Rafa. Bahkan Nabila mengalungkan tangannya dileher Rafa. Rafa pun memeluk pinggang Nabila.