Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 45 Mulai Mencari Tau


__ADS_3

Nabila sudah memberikan obat Rafa itu dan Nabila juga harus menunggu beberapa saat untuk mengetahui hasilnya. Begitupun dengan Randi, ia sudah siap membeli obatnya dan bersiap untuk pergi ke kantor.


"Nabila, kita sama saja pergi ke kantor. Kalau kau menunggu bus sepertinya kau akan terlambat. Lebih baik naik mobilku saja lebih hemat waktu dan uang." Kata Randi tersenyum kearah Nabila.


"Boleh, benar katamu. Kalau aku menunggu bus datang sepertinya aku akan terlambat." Kata Nabila sambil melihat jam ditangannya.


"Kalau begitu. Naiklah." Kata Randi sambil membukakan pintu untuk Nabila.


"Terimakasih." Kata Nabila dan masuk kedalam mobil Randi.


Saat diperjalanan Randi pun mengobrol dengan Nabila.


"Sejauh ini, apa kau aman-aman saja bekerja dikantor?" Kata Randi.


"Hmmm, sejauh ini sih baik-baik saja. Aku juga sudah terbiasa bekerja di kantor dengan karyawan yang lain." Kata Nabila sambil tersenyum.


"Kalau dengan Rafa bagaimana? kau tidak tertekan bekerja diruangannya?" Tanya Randi penasaran.


"Kadang suatu saat aku merasa canggung. Tapi, lama-lama aku sudah terbiasa. Dia juga sangat sibuk mengurus pekerjaannya." Kata Nabila kembali tersenyum.


"Kalau kau? tidak ada masalah kan selama bekerja dikantor?" Tanya Nabila.


"Tidak ada." Kata Randi tersenyum.


"Kalau kau ada masalah. Kau boleh menceritakannya kepadaku. Aku akan menjadi pendengarmu. Tidak usah malu denganku kita kan teman." Kata Nabila tersenyum manis kearah Randi.


"Nabila, melihat kau tersenyum seperti ini membuat hatiku terluka. Nabila, jika aku membuat kesalahan. Apa kau tetap mau menjadi temanku dan memaafkanku?" Kata Randi dalam hati.


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan beberapa obrolan ringan.


Rumah Rafa

__ADS_1


Rafa keluar dari kamarnya dan turun ke lantai 1 untuk sarapan bersama ibu, ayah dan Salsa adik Rafa.


"Rafa, kau sudah siap. Ayo, kita sarapan dulu. Ibu sudah mempersiapkan sarapan untukmu." Kata ibu Rafa.


"Baik Bu." Kata Rafa tersenyum kearah ibunya.


Rafa pun berjalan kearah meja makan dan setelah itu ia duduk disamping Salsa adiknya. Mereka berempat pun sarapan bersama-sama. Ayah Rafa duduk didepan Rafa dan ibunya duduk didepan adiknya. Mereka saling hadap hadapan satu sama lain.


Awalnya, hanya hening yang menemi mereka sarapan mereka berempat. Sampai Rafa pun berbicara dan bertanya kepada ayah dan ibunya.


"Bu, yah. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." Tanya Rafa santai sambil memakan sarapannya.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Ayah Rafa.


"Ada apa Rafa?" Tanya ibu Rafa juga.


"Apa kalian masih ingat kecelakaan yang menimpaku 4 tahun yang lalu?" Tanya Rafa. Tiba-tiba ia mengungkit tentang kecelakaan itu lagi.


"Ada apa? kenapa kalian langsung terdiam begitu? apa pertanyaanku salah?" Kata Rafa heran sambil melihat ayah, ibu dan Salsa.


"Tidak, kami hanya terkejut kenapa kau mengungkit tentang kecelakaan itu lagi. Kejadiannya sudah sangat lama." Kata ibu Rafa. Ia mencoba menenangkan situasi saat ini.


Ayah Rafa pun awalnya terdiam. Tapi, ia langsung bersikap biasa saja dan santai.


"Kenapa? kenapa kau bertanya tentang kecelakaan itu." Kata ayah Rafa dengan wajah yang serius.


Rafa pun langsung berhenti memakan sarapannya. Ia mengambil tisu lalu membersihkan mulutnya dan setelah itu Rafa melihat ayahnya serius.


"Aku hanya ingin tau saat pertama kalinya aku sadar setelah kecelakaan itu. Apakah ada perubahan yang terjadi dengan diriku? atau adakah sesuatu yang terjadi dengan diriku tapi aku tidak tau." Kata Rafa penasaran.


Seketika wajah mereka bertiga langsung berubah tegang kecuali Rafa. Ia hanya terlihat santai karena menurutnya itu hanya pertanyaan biasa.

__ADS_1


Ayah Rafa pun langsung bersikap biasa saja dan menjawab pertanyaan Rafa.


"Saat pertama kalinya kau sadar setelah kecelakaan itu tampak lemah. Tapi, setelah melakukan pengobatan kau akhirnya bisa pulih dan kembali berkumpul bersama kami." Kata Ayah Rafa.


"Benar kata Ayahmu. Saat kau sadar kau tampak sangat lemah kau juga tidak mau makan. Kau bahkan banyak diam. Itu perubahan yang terjadi setelah kau mengalami kecelakaan itu. Tapi, syukurlah kami bisa membuatmu kembali pulih dan kembali seperti biasa." Kata ibu Rafa dengan senyum kakunya.


"Benar apa yang dikatakan ayah dan ibu, Kak. Aku melihatnya sendiri saat pertama kalinya kau sadar. Hanya itu saja yang terjadi, tidak lebih." Kata Salsa.


Ibu pun mengangguk dan menyetujui apa yang dikatakan Salsa tadi. Ia meyakinkan Rafa bahwa apa yang mereka katakan benar. Rafa pun awalnya percaya saja dengan apa yang dikatakan ibu, ayah, dan adiknya. Tapi, masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Tapi, apakah aku tidak melupakan seseorang? atau apakah ada sesuatu yang tak ku ketahui. Karena aku bermim...." Ucapan Rafa terpotong karena ayahnya tiba-tiba berdiri dan memotong pembicaraan itu.


"Tidak seharusnya kau mengungkit tentang kejadian itu lagi. Masa lalu tetaplah masa lalu. Saat ini kau harus fokus ke masa depan yang akan kau hadapi." Kata ayah Rafa.


"Kita harus pergi kekantor. Ini sudah jam berapa. Hari ini kau pergi ke kantor bersamaku dan naik mobilku saja." Kata ayah Rafa.


Rafa baru sadar dan melihat jam ditangannya. Dia harus pergi bekerja. Hari ini ia juga ada pertemuan penting dengan tamu dari perancis. Rafa pun menuruti permintaan ayahnya untuk pergi bersamanya. Karena ada beberapa informasi bisnis yang harus ia dapatkan dari ayahnya.


"Sudah, pergilah Rafa. Ini tasmu. Hati-hati di jalan ya." Kata ibu Rafa dan melambaikan tangannya saat anak dan suaminya sudah pergi.


Setelah itu, ibu Rafa kembali masuk kedalam rumah dan menutup pintu depan. Ibu Rafa pun langsung menghampiri Salsa dengan wajah yang tak tenang.


"Kenapa ini. Kenapa Rafa mengungkit hal itu lagi. Apa jangan-jangan Rafa bertemu Nabila kambali?" Kata ibu Rafa kepada Salsa.


"Ibu ini jangan berpikiran aneh-aneh. Tidak mungkin seperti itu. Nabila sudah jauh pergi dari kita. Tidak mungkin mereka bertemu lagi." Kata Salsa tapi dengan wajah yang tak tenang karena ia menyembunyikan sesuatu.


"Ibu, Salsa mau ke kamar dulu. Salsa harus bersiap- siap pergi ke kampus." Kata Salsa dan langsung berdiri meninggalkan ibunya yang masih tampak tak tenang.


Salsa masuk ke kamarnya dengan tergesa-gesa. Ia tidak bisa mengontrol kecemasannya karena takut jika ibunya mengetahui bahwa sebenarnya ia sudah bertemu Nabila waktu itu. Dan Nabila pun sudah bertemu Rafa.


"Aduh, bagaimana ini. Apa Rafa sudah mulai mengingat Nabila? kalau ibu dan ayah tau Nabila sebenarnya sudah bertemu Rafa. Habislah Nabila. Aku juga kena karena menyembunyikan hal ini. Aku juga bimbang, aku tidak bisa mengatakannya kepada ibu. Semenjak bertemu Nabila waktu itu aku sudah bertekad untuk tidak mau ikut campur lagi tentang urusan mereka berdua. Aduhh." Kata Salsa tak tenang.

__ADS_1


"Aduh bagaimana ini." Kata Salsa


__ADS_2