Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 73 Rencana Gagal


__ADS_3

Randi terus berjalan perlahan kearah Nabila dan Rafa. Sambil memegang pisau itu. Randi berniat untuk mencelakai Rafa. Nabila dan Rafa pun tidak menyadari jika Randi diam-diam berjalan dibelakang mereka. Tapi, tak disangka seseorang mengentikan pergerakan Randi sambil memegang pundak Randi.


"Hei Randi. Ternyata, kau disini. Kau dicari oleh karyawan lain. Mereka membutuhkanmu untuk melakukan sesuatu." Ternyata itu Tasya.


Sebenarnya, sebelum ini. Randi masih duduk bersama Tasya dan bersama karyawan lainnya. Tapi, Randi telihat tidak tenang. Karena Nabila tidak juag kembali. Ia juga tidak melihat sosok Rafa di sekitar mereka. Randi langsung kepikiran jika Nabila saat ini sedang bersama Rafa.


Diam-diam Randi pergi dan berniat mencari Nabila. Tasya sadar kalau Randi pergi. Tapi, ia pura-pura tidak liat. Baru setelah Randi sedikit jauh. Tasya pun mengikutinya. Tasya terus berada dibelakang Randi dan mengikuti kemana Randi akan pergi.


Randi pun terus berjalan. Ia melihat-lihat keseluruhan tempat disana. Ia mencari-cari sosok Nabila. Ia terus menelusuri sambjl melewati pepohonan dan bebatuan yang ada disana.


"Kemana dia akan pergi? aku yakin dia pasti mencari Nabila. Aku berharap semoah Randi tidak menemukannya. Saat ini Nabila pasti sedang bersama pak Rafa." Kata Tasya berbicara sendiri.


Tiba-tiba Randi dan Tasya yang diam-diam berada dibelakangnya sudah tiba di sisi pantai yang berbeda dari tempat mereka tadi. Wajah Randi tiba-tiba terlihat bahagia dan tersenyum. Tasya langsung melihat kemana arah Randi melihat. Tasya heran kenapa Randi tiba-tiba tersenyum seperti itu.


"Owhh, itu Nabila. Jadi, sejak tadi Nabila disini. Aku baru tau kalau ternyata di pantai ini ada sisi lain yang lebih terlihat indah." Kata Tasya. Saat ini Tasya bersembunyi di salah satu batu besar tak jauh dari tempat Randi. Dari sana ia bisa melihat apa saja yang dilakukan Randi maupun Nabila.


Tasya dan Randi sama-sama melihat Nabila yang sedang bermain air. Tak lama setelah itu, mereka berdua baru melihat ternyata Nabila tidak sendiri. Ada Rafa juga disitu.


"Itu Pak Rafa. Jadi, mereka berdua sejak tadi disini. Nabila juga terlihat sangat senang. Mereka juga saling tertawa bersama. Benar-benar bikin iri." Kata Tasya. Nabila dan Rafa saat ini benar-benar terlihat sangat romantis.


"Jika dulu pak Rafa dan Nabila adalah sepasang kekasih. Seperti yang aku dengar dari Randi saat dirumah kosong itu. Apa sekarang mereka masih berpacaran? tapi, jika dikantor mereka tidak pernah memperlihatkannya. Tapi, aku sering melihat mereka bersama." Kata Tasya. Saat ini ia benar-benar heran.


Saat melihat kemesraan Rafa dan Nabila itu. Seketika raut wajah Randi langsung berubah. Ia terlihat marah. Benar-benar raut wajah yang berbeda dengan tadi. Tasya juga menyadari hal itu. Ia melihat Randi saat ini terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Raut wajah Randi benar-benar berubah sekarang. Sepertinya dia benar-benar menyukai Nabila. Tak ku sangka mereka terjebak dalam cinta segitiga. Kenapa selam ini aku tak menyadarinya ya. Aku benar-benar tak berpengalaman dalam urusan percintaan seperti ini." Kata Tasya.


Secara sembunyi-sembunyi mereka berdua terus melihat apa yang dilakukan Nabila dan Rafa. Saat mereka bermain kejar-kejaran. Saat bermain air da sampai Rafa mencium bibir Nabila. Mereka berdua menyaksikan semua itu.


"Ya ampun, pak Rafa mencium Nabila. Wahhh aku tak menyangka mereka akan melakukan ini." Kata Tasya. Saat Rafa dan Nabila berciuman. Tasya menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena sangat terkejut.


Saat melihat itu Randi langsung terlihat lebih marah. Tasya sangat jelas melihat Randi mengeluarkan sebuah pisau yang disembunyikannya di dalam saku dalam bajunya. Tasya juga melihat saat Randi perlahan berjalan kerah Rafa dan Nabila sambil membawa pisau itu.


"Ya ampun!! apa yang ingin dilakukan Randi. Jangan bilang kalau dia akan mencelakai Rafa dengan pisau itu. Tidak, tidak. Randi tidak boleh melakukan itu. Aku harus mencegahnya." Kata Tasya. Ia langsung berlari dan keluar dari tempat persembunyiannya.


Saat Randi sudah semakin dekat dengan Rafa dan Nabila. Tasya sangat tepat waktu datang dan mencegah Randi. Ia memegang pundak Randi. Hak itu membuat Randi berhenti dan langsung menyembunyikan pisaunya itu.


"Eh Tasya. Kenapa kau bisa disini." Kata Randi. Ia sedikit gugup karena takut jika Tasya Mengetahui niat jahatnya.


Nabila pun menyadari jika Tasya dan Randi berada hampir dekat mereka. Nabila langsung melepas ciuman Rafa.


"Ada apa? kenapa kau melepasnya." Kata Rafa. Ia sangat kecewa saat Nabila melakukan hal itu.


"Lihatlah, itu Randi dan Tasya. Bisa habis kita kalau mereka melihat kita seperti ini. Tapi, kenapa Mereka bisa sampai kesini?" Tanya Nabila heran.


Mereka berdua pun berdiri dan berniat untuk menghampiri Tasya dan Randi. Rafa juga terkejut dan heran kenapa mereka berdua bisa sampai kesini. Mereka berjalan dan menghampiri Tasya dan Randi.


"Hei, Tasya, Randi. Kenapa kalian bisa sampai keisni?" Tanya Rafa heran saat mereka sudah sampai didepan meeka.

__ADS_1


"Eh pak Rafa, Nabila. Kalian disini juga?" Kata Tasya. Ia berpura-pura seakan-akan mereka tiba-tiba bertemu secara mendadak.


"Iya, kalian kenapa bisa sampai disini?" Tanya Nabila.


"Aku tadi mencari Randi. Tadi, beberapa karyawan mencarinya karena butuh bantuannya. Tak disangka aku tiba-tiba sampai disini." Kata Tasya. Ia berusaha untuk berpura-pura agar Randi tidak tau kalau sejak tadi dia mengikutinya.


"Owh begitu, kalau kau Randi? kenapa bisa sampai disini?" Tanya Rafa.


"Aku tadi, sebenarnya aku ...." Randi terlihat bingung mau menjawab apa. Saat ini ia tidak terpikir apapun untuk berbohong.


Tasya menyadari itu. Ia melihat Randi yang sangat kebingungan mau menjawab apa. Tasya langsung spontan menjawab dan membantu Randi.


"Tadi, dia mau mencari buah kelapa segar. Ditempat kami tadi. Kami kehabisan kelapa." Kata Tasya.


"Ah iya, betul apa kata Tasya tadi." Kata Randi. Ia juga berpura-pura sekarang. Ia benar-benar tidak tau mau menjawab apa sekarang. Untung saja Tasya mau membantunya.


Nabila dan Rafa pun terlihat mengangguk tanda ia mengerti dan percaya saja dengan perkataan Tasya dan Randi.


"Kalau kalian. Apa yang kalian lakukan disini berdua." Kata Randi tiba-tiba. Saat ini Randi ingin menyudutkan mereka berdua. Tadi Randi dibuat dengan pertanyaan Rafa..Saat ini Randi juga ingin melihat Rafa kebingungan dengan pertanyaannya.


Nabila juga langsung terpikir. Apa yang seharusnya ia katakan kepada Randi.


"Kami... sebenarnya tadi..." Kata Nabila. Ia mengantungkan kalimatnya karena bingung mau menjawab apa. Begitu juga dengan Rafa.

__ADS_1


__ADS_2