
Setelah mendapat panggilan dari Luna, Rafa langsung memutar balikan mobilnya dan menuju ke tempat dimana Luna berada sekarang. Rafa sempat mengirim pesan ke Nabila untuk pergi sendiri ke restoran itu dan menungggu dia disana. Rafa tidak busa menghubungi Nabila Lewat telepon Sekarang karena ia tidka ingin Nabila mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Rafa tidak ingin Nabila ikut khawatir karena Luna ini.
Sesampainya di tempat Luna, Rafa langsung mencari keberadaan Luna. Secepat mungkin Rafa turun dari mobil dan berlari mencari Luna. Ia tidak ingin Luna melakukan hal yang tidak-tidak. Bagaimanapun status Luna sekarang adalah calon tunangan Rafa. Bagaimanapun nantinya, apa yang akan terjadi dengan Luna, Rafa juga diminta pertanggung jawaban.
Setelah mencari Luna, akhirnya Rafa melihat Luna yah sedang tampak berdiir di tepi jembatan. Rafa melihat dengan dan sangat jelas, saat Luna akan bersiap-siap untuk loncat ke bawah sungai. Secepat mungkin Rafa langsung menarik Luna dan membawanya ke tempat yang jauh dari jembatan itu.
"Luna!!! apa yang kau lakukan! kau tidak seharusnya melakukan itu!" Kata Rafa marah. Saat ini mereka berdiri di dekat salah satu pohon jambu yang ada disana. Luna pun tertawa sekilas sambil tersenyum sinis ke arah Rafa.
"Sejak kapan kau perduli denganku, seharusnya kau senang jika aku ingin bunuh diri dengan begitu kau dan Nabila itu bisa bersenang-senang dan menikah. Kenapa kau malah menghentikan aku." Kata Luna berpura-pura terlihat kesal.
Ternyata ini adalah salah satu rencana yang telah ia dan Randi atur sebelumnya. Dimana Luna sengaja mengatakan kepada Rafa kalau ia akan bunuh diri agar Rafa tidak bisa mengelak dan langsung menghampirinya. Dengan begitu Rafa pasti akan langsung menghentikannya dan tidak jadi menjempu Nabila. Selebihnya Randi yang akan mengurus dan memancing Nabila untuk datang juga ke tempat itu.
"Kau seharusnya berpikir sebelum bertindak, apa yang kau harapkan jika kau bunuh diri seperti itu. Kau ingin berusaha melepas aku untuk bersama Nabila? kau ingin membuat keluargamu sedih dan kecewa? apa yang akan terjadi dengan perusahaanmu jika kau melakukan itu! kau seharusnya berpikir dulu. Aku mengehentikanmu karena aku peduli dengan keluargamu." Kata Rafa. Bagaimanapun Rafa sudah kenal dengan keluarga Luna, mereka pasti akan kecewa dan sedih.
"Aku tidak peduli! aku sudah lelah dengan semua ini! aku juga muak dan benci melihat kau berhubungan dengan Nabila di belakangku. Itu benar-benar menyakitkan." Kata Luna.
"Kita bisa menyelesaikan semua ini dengan cara yang baik-baik, kau tidak boleh mengambil tindakan yang gegabah seperti ini." Kata Rafa masih dengan aura yang marah.
Luna pun melipat kedua tangannya, ia melihat ke arah lain dan berusaha untuk tidak menatap Rafa. Di saat itulah Rafa melihat pergelangan tangan Luna dikasih sebuah kain putih, dan tampak seperti berdarah. Rafa langsung terkejut dan memegang tangan Luna.
"Ini apa yang kau lakukan? kau melukai tanganmu sendiri?" Tanya Rafa.
__ADS_1
"Iya, awalnya aku berusaha untuk bunuh diri lewat cara seperti ini, tapi tidak berhasil karena itu aku memilih untuk loncat ke sungai itu." Kata Luna sambil melihat tangannya yang dipegang Rafa.
Pada saat itulah, Luna melihat kedatangan Nabila yang sedang berjalan ke arah mereka. Luna langsung tersenyum karena ini saat-saat yang paling dinantinya. Kebetulan Rafa juga sedang memegang tangannya, Luna pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"Aduhh, sakit Rafa." Kata Luna. Ia meringis sambil melihat tangannya.
"Apa yang sakit? kenapa?" Tanya Rafa. Luna pun semakin memajukan badannya ke arah Rafa. Ia sedikit mengintip ke belakang Rafa untuk memastikan apakah Nabila sudah dekat ke arah mereka. Saat dirasa sudah tiba-tiba Luna langsung menarik jas Rafa dan langsung mencium bibir Rafa. Dan pada saat itulah Nabila juga sudah berada dekat mereka dan melihat apa yang sedang dilakukan mereka.
"Rafa...." Kata Nabila memanggil dengan suara lemah dari belakang Rafa. Pada saat itu juga Nabila melihat Rafa sedang memegang tangan Luna, hatinya benar-benar sangat terluka dan hancur. Nabila merasa Rafa sepertinya tidak menolak saat Luna menciumnya, padahal tanpa sepengetahuan Nabila, Rafa begitu terkejut karena Luna Melakukannya secara tiba-tiba.
"Terimakasih Rafa." Kata Luna dan melepas ciuman mereka berdua itu, Rafa langsung terkejut saat mengetahui Nabila sudah berdiri di belakangnya. Rafa pun langsung berbalik dan menoleh ke Nabila.
"Nabila, dengarkan penjelasanku dulu." Kata Rafa saat ia melihat raut wajah Nabila yang berubah sedih dan kecewa.
"Jadi ini kejutan yang kau maksud itu, aku benar-benar sangat terkejut melihatnya. Aku benar-benar takjub denganmu karena bisa membuat aku sekejut ini. Aku akui kejutanmu berhasil." Kata Nabila tersenyum pahit. Ia benar-benar salah paham dengan kejutan Rafa, padahal sebenarnya tidak ini yang ingin ditunjukkan Rafa untuk Nabila.
"Nabila, aku bisa jelaskan semuanya, ini tidak seperti yang kau kira. Aku tidak melakukan apapun." Kata Rafa berusaha memegang tangan Nabila, dan bicara baik-baik. Tapi Nabila langsung menghindar dan menepis tangan Rafa.
"Lalu, ciuman tadi itu apa??? hanya sebuah ciuman yang mungkin bagimu cuma hal yang biaasa, tapi tidak denganku." Kata Nabila.
"Nabila, jangan berbicara seperti itu." Kata Rafa. Luna pun diam-diam tertawa dalam hatinya karena kali ini rencananya dengan Randi berhasil, Rafa dan Nabila benar-benar dibuat bertengkar sekarang.
__ADS_1
"Eh Nabila, kau disini." Kata Randi yang tiba-tiba muncul dan berjalan ke arah mereka.
"Randi, kenapa kau disini?" Tanya Nabila heran.
"Kebetulan aku ada acara di salah satu tuamh dekat sini, secara kebetulan aku melihatmu. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Randi balik.
"Randi, aku ingin pulang bersamamu. Apa boleh?" Tanya Nabila langsung berdiri dan menghampiri Randi.
"Tidak! aku yang akan mengantarkanmu Nabila." Kata Rafa terlihat marah.
"Tidak! aku juga punya hak untuk memilih dengan siapa aku akan pulang. Randi ku mohon antar aku pulang." Kata Nabila sambil memegang tangan Randi.
"Baiklah." Kata Randi. Ia benar-benar bahagia karena pada akhirnya Nabila akan kembali kepadanya.
"Nabila tungggu!" Kata Rafa.
"Rafa, sudahlah. Nabila sudah memilih untuk pulang bersama dia." Kata Luna mencoba menghentikan Rafa yang akan berlari mengejar Nabila.
"Kau!!! kenapa kau menciumku hah! kenapa kau melakukan itu." Kata Rafa terlihat marah ke Luna.
"Karena aku akan menjadi tunanganmu, itu hal yang wajar." Kata Luna bersikap cuek, ia pun pergi dan meninggalkan Rafa disana sendiri. Rafa pun terduduk dan terlihat kecekwa karena ia telah membuat hati Nabila Nabila terluka.
__ADS_1