Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 51 Mantan


__ADS_3

Di Toko Bunga...


Arina dan William pun tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Semakin hari hubungan mereka semakin baik saja. Tidak ada lagi pertengkaran ataupun saling benci-membenci satu sama lain. Malah mereka saling mendukung dan mengerti satu sama lain.


Kini Arina tampak membungkus beberapa bunga dan William bagian menghitung pemasukan dan pengeluaran dari jualan mereka.


"Arina, apa kau bisa membantuku? aku punya kendala dibagian ini." Kata William. Sambil melihat beberapa tulisan di sebuah kertas. Rafa sedikit kebingungan dengan beberapa pesanan. Arina pun berjalan kearah meja, tempat William duduk.


"Coba aku lihat." Kata Arina sambil mengambil beberapa kertas yang dipegang Rafa.


"Owh ini. Pesanan ini sudah dibatalkan. Aku lupa memberitahumu." Kata Arina.


"Pantesan aku tidak menemukan kontak hpnya dan pesanannya lagi. Tapi, nama pemesannya masih ada. Karena itu aku bingung." Kata William.


"Iya, waktu itu ia sempat menghubungiku. Dia sangat minta maaf karena membatalkan pesanan. Tapi, aku memaklumi mereka karena mereka baru saja terkena musibah." Kata Arina sambil tersenyum.


"Okeh, baiklah." Kata William dan lanjut mengerjakan pekerjaannya lagi.


Arina pun masih terduduk dihadapan William. Arina melihat William dengan wajah yang penasaran. Arina seperti ingin mengatakan sesuatu


"Ada apa? ada sesuatu yang ingin kau katakan?" Tanya William. Ia melihat Arina. Karena sejak tadi Arina masih betah duduk disitu dengan wajah penasaran.


"Hmmm, tidak. Aku hanya ingin bertanya. Apa kau masih ingat waktu itu. Aku pernah bilang aku akan mengabulkan 3 pemintaanmu. Karena waktu itu aku tidak bisa membayarmu." Kata Arina.


"Owh, itu. Aku masih ingat kok." Kata William.


"Apa kau tidak ingin menggunakannya?" Tanya Arina penasaran.


"Saat ini, aku belum mempunyai permintaan apapun. Lebih baik aku gunakan kapan aku memang membutuhkanmu." Kata William tersenyum.


"Owh, begitu. Baiklah. Kalau begitu aku lanjut bekerja dulu yaa." Kata Arina. Ia tersenyum kearah william. Lalu, berdiri dan berjalan ketempatnya lagi.

__ADS_1


"Kalau aku jadi dia, aku pasti sudah minta semua yang aku inginkan di dunia ini. Aku ingin punya rumah, mobil. Jalan-jalan keluar negeri juga." Kata Arina dalam hati.


Arina hanya aneh melihat William. Karena sampai saat ini William tidak meminta apapun kepada Arina. Seharusnya William memanfaatkan 3 permintaan gratis itu. Jarang-jarang orang mendapat 3 permintaan gratis dari Arina.


Bunyi lonceng pintu pun berbunyi. Tanda ada seseorang pembeli yang masuk. Arina langsung menyambut pelanggan itu. Ternyata yang datang adalah seorang wanita memakai gaun berwarna putih dengan rambut bewarna pirang. Wanita itu tampak anggun dan elegan.


"Selamat datang. Ada sesuatu yang bisa aku bantu?" Tanya Nabila sopan kepada wanita itu. Wanita itu langsung tersenyum kearah Arina.


"Aku ingin mencari bunga." Kata wanita.


"Boleh, bunga seperti apa yang ingin kau cari?" Tanya Arina.


"Beberapa hari lagi aku akan mengadakan pesta ulang tahunku. Jadi, aku ingin menambah dekor bunga untuk tema pestanya. Apa kau tau bunga apa yang cocok untuk pesta itu?" Tanya cewek itu.


"Owhh, jadi untuk pesta ulang tahun ya. Kalau soal itu aku bukan ahlinya. Aku punya seseorang yang ahli mencari bunga yang cocok untuk sebuah pesta ulang tahun." Kata Arina sambil tersenyum.


Arina langsung terpikir William. Kalau soal urusan pesta ulang tahun. William jagonya. Karena ia selalu memilih bunga yang tepat. Dan sudah banyak pelanggan yang memuji kehebatan William dalam bidang ini.


"Itu dia, hei William. Kemarilah." Kata Arina. Ia langsung memanggil William.


Saat Arina memanggil nama William. Si cewek itu tampak heran. Karena nama itu tidak asing ditelinganya.


Merasa namanya dipanggil Arina William boun langsung berdiri dan berniat menghampiri Arina. Namun, saat William berbalik dan melihat siapa cewek itu. William pun terkejut dan wajahnya langsung berubah. Wajahnya menunjuka ekspresi terluka, sedih dan kecewe. Semuanya bercampur jadi satu.


Wanita itu pun tak kalah terkejut saat William melihatnya. Ia mengenal William. Sangat kenal.


Arina pun melihat ekspresi mereka berdua dan dibuat bingung dan heran. Kenapa ekspresi mereka seperti itu pikir Arina. Apa mereka saling mengenal, pikir Arina lagi.


"Hei, William. Lama tak bertemu." Kata si wanita itu. Arina baru mengerti ternyata mereka saling mengenal. Tapi, kenapa ekspresi wajah William seperti itu. Wajah yang terlihat kecewa.


William langsung berjalan menghampiri mereka berdua. Masih dengan ekspresi yang sama.

__ADS_1


"Lama tak bertemu." Kata William kearah wanita itu. Arina pun hanya mengangguk. Ia mengerti ternyata mereka sudah saling kenal.


"Arina, perkenalkan. Dia Cindy. Aku mengenalnya. Karena dia adalah mantan kekasihku." Kata William sambil menatap mata Arina. Dalam tatapan William, Arina bisa melihat banyak rasa sedih yang dipendamnya.


Arina pun dibuat terkejut dengan perkataan William. "Mantan? owh jadi ini mantan kekasihnya. Yang pernah diceritakannya kepadaku waktu itu. Mantan kekasih yang meninggalkannya karena berselingkuh dengan teman Willliam sendiri." Kata Arina dalam hati.


Arina baru sadar kenapa ekspresi wajah William tadi sangat terkejut ketika melihat Cindy. Ternyata dia adalah mantan kekasih Rafa.


Mereka berdua pun akhirnya mengobrol di salah satu meja disana. Cindy dan William. Arina kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya. Tapi, Arina tidak bisa tenang. Ia terus saja curi-curi pandang melihat mereka berdua.


"Apa William baik-baik saja? Secara William kan begitu sakit hati karena si wanita itu. Siapa tadi namannya. Ah iya, Cindy." Kata Arina berbicara sendiri sambil memainkan bunga-bunga disekitarnya. Arina terus saja memantau William dari tempatnya.


William dan Cindy pun duduk berdua di salah satu meja dan saling berhadapan satu sama lain. Cindy pun berinisiatif untuk memulai percakapan diantara mereka.


"Bagiamana kabarmu, William? sudah lama aku tidak berjumpa dengamu." Kata Cindy dengan wajah tersenyum.


"Kenapa kau kemari? ada perlu apa?" Tanya William langsung ke intinya.


William masih menyimpan luka dihatinya. Dan seseorang datang membuka luka lama itu lagi. Membuat William merasa sangat kecewa dan kesal. Karena itu, William bersikap jutek ke Cindy.


"Bukannya kita sudah menyelesaikanya baik-baik. Tapi, sepertinya kau masih marah denganku." Kata Cindy tersenyum tipis.


"Tidak, aku tidak marah. Hanya saja tidak seharusnya aku bertemu dengan seseorang yang telah membuat hatiku hancur." Kata William sambil melihat Cindy.


"Aku mengerti perasaanmu. Sekarang aku hanya bisa minta maaf. Aku tidak tau lagi apa yang seharusnya aku lakukan. Aku hanya ingin minta maaf." Kata Cindy terlihat tertunduk.


"Kalau begitu, cepat selesaikan urusanmu disini. Lalu, pergi. Itu akan lebih baik." Kata William. Ia pun berniat berdiri dan pergi dari hadapan Cindy. Tapi, tiba-tiba Cindy memegang lengan William erat.


Arina pun yang sejak tadi melihat mereka berdua langsung dibuat terkejut karena Cindy memegang lengan William. Entah perasaan apa. Tapi, tiba-tiba Arina merasakan perasaan cemburu dan tidak rela jika William disentuh oleh wanita lain. Saat Arina terkejut ia sontak langsung berdiri dan secara tidak sengaja menjatuhkan vas yang berada disampingnya.


Prannggggggg!!!!!

__ADS_1


Sontak William dan Cindy pun terkejut dan melihat kearah Arina.


__ADS_2