
Rafa hanya bisa terduduk dan terdiam di tempatnya tadi, ia tidak bisa mengejar Nabila. Bagaimanapun hati Nabila pasti telah tersakiti karena perbuatan Rafa itu, padahal sebenarnya Rafa sama sekali tidak menginginkan ciuman itu.
Sedangkan Luna sudah pergi meninggalkan Rafa, ia berpikir sepertinya Rafa butuh waktu untuk sendiri dan memikirkan apa kesalahan yang telah dibuatnya. Karena itu Luna pun pergi dan meninggalkan Rafa sendiri.
Nabila pun masuk ke mobil Randi dan akan pulang bersama Randi. Saat ini hati Nabila benar-benar terluka dan tersakiti karena apa yang telah dilihatnya tadi. Rafa mencium Luna, dan bahkan ia tidak menolak itu, Rafa bahkan memegang tangan Luna. Nabila benar-benar salah paham, padahl pada saat itu Rafa hanya melihat luka yang ada di tangan Luna, tidak bermaksud lain.
"Nabila, apa kau baik-baik saja?" Tanya Randi saat mereka sudah diperjalanan menuju rumah Nabila.
"Hmm, aku baik-baik saja kok. Hanya saja hati dan perasaanku sedang dibuat kecewa." Kata Nabila tersenyum sedih ke arah Randi.
"Kau tidak boleh memaksakan diri, jika Rafa menyakitimu seharusnya kau menjauh dari sisinya dan tidak usah bertemu dengannya lagi." Kata Randi.
Pada saat itulah Nabila sadar dan kwbaki teringat akan perkataan Tasya saat ia mengatakan kalau Randi itu ingin mendapatkan Nabila dan ingin memisahkan Rafa darinya. Perkataan Randi tadi membuat Nabila berpikir apa Randi benar-benar menyukainya, kenapa ia langsung mengatakan kalau Nabila harus menjauhi Rafa. Nabila benar-benar curiga.
"Tidak apa-apa, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan bersamannya, aku tidak bisa jauh-jauh darinya karena pekerjaan ini." Kata Nabila. Ia berusaha untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Sampai pekerjaanmu ini selesai, aku berharap setelahnya kau pergi dari sisinya." Kata Randi. Nabila pun hanya melihat Randi seklias tanpa berkata apa-apa. Ia kembali terpakir apa Randi benar-benar ingin melihat dia san Rafa berpisah dan saling menjauh. Ia benar Randi ingin mendapatkannya.
"Oiya Randi, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." Kata Nabila.
"Ada apa tanyakan saja." Kata Randi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kau menanggap aku ini seperti apa?" Tanya Nabila. Pertanyaan itu membuat Randi terkejut.
"Tentu saja sebagai teman, itu sudah jelas kenapa kau bertanya seperti itu." Kata Randi heran.
"Apa kau punya perasaan denganku? aku juga mengganggapmu sebagai teman dan tidak lebih. Akan lebih baik kita saling mengungkapkannya sekarang, aku tidak ingin ada kebohongan diantara kita." Kata Nabila serius.
"Apa maksudmu Nabila? kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Randi sedikit tertawa Canggung dengan apa yang diakatakan nabika itu.
"Kau punya perasaan denganku kan, sejak kapan? aku sudah tau Randi, akan lebih baik jika kau mengatakannya langsung dihadapanku. Aku tidak ingin ada kebohongan yang membuat pertemanan kita putus." Kata Nabila. Randi pun yang awlanya tertawa langsung berubah serius dan melihat Nabila.
"Bagaimana kalau aku memang punya perasaan kepadamu, ya aku menyukaimu. Lalu, Setelah kau mengetahuinya apa yang akan aku lakukan." Kata Randi serius.
"Aku bukan menolakmu ataupun ingin melukai perasaanmu. Tidak, aku hanya ingin menjaga pertemanan kita ini, aku tidak ingin hanya karena itu kita saling putus pertemanan." Kata Nabila sambil melihat Randi.
"Randi! kau tidak boleh begitu. Aku hanya menganggap mu sebagai teman saja, tidak lebih, aku juga tidak punya perasaan apapun kepadamu." Kata Nabila.
"Kenapa! kenapa kau tidak bisa menyukaiku! apa aku kurang baik kepdamu? apa aku kurang perhatian kepadamu? apa karena aku tidak kaya dan tidak berpangkat tinggi di kantor." Kata Randi.
"Tidak Randi! cinta itu bukan hanya karena itu, cintaku bukan diukur dengan hal-hal seperti itu. Cinta tidak bisa dipaksakan, cinta itu murni datang dari dalam hati , cinta itu datang saat hati dan perasaan kita sudah sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Karena itulah, aku hanya menggapmu sebagai teman. Karena dari awal kita bertemu aku hanya ingin kita bisa menjadi teman. Teman yang selalu ada disaat kita senang maupun susah. Aku hanya menggapmu seperti itu." Kata Nabila.
"Apa karena Rafa kan, aku tau kau menyukai Rafa. Aku juga tau dulu kalian adalah sepasang kekasih di masa lalu. Aku juga tau apa yang terjadi dengan Rafa saat ini. Dia tidak mengingatmu sama sekali kan." Kata Randi.
__ADS_1
"Randi, kenapa kau bisa tau? aku tau kau itu dulunya teman satu sekolah Rafa, tapi kejadian itu tidak banyak yang tau, tapi kenapa kau??" Tanya Nabila tidak percaya karena Randi tau semua apa yang terjadi diantara dirinya dengan Rafa.
"Jika aku harus menjelaskan itu terlalu panjang, kejadian itu juga sudah sangat lama. Kau seharusnya melupakan itu, sekarang Rafa tidak lagi mengingatmu, apa lagi yang kau harapkan Nabila." Kata Randi.
"Tidak! aku belum bisa menerima semua ini, ada alasan yang tak bisa aku katakan kepadamu. Aku hanya ingin membuat Rafa kembali seperti dulu." Kata Nabila.
"Kenapa? kenapa hanya kepada Rafa kau bisa membuka hatimu itu? kenapa tidak kepadaku yang selalu ada untukmu." Kata Randi dengan nada yang lebih tinggi.
"Sejak 4 tahun yang lalu aku sudah begitu mengenal Bagaimana Rafa, dia orang yang tulus dan apa adanya. Sedangkan aku dan kau itu baru kenal dan bertemu beberapa bulan yang lalu. Aku mengenalmu hanya dari Arina, dia yang pertama kali mengenalkanku kepadamu. Kita hanya teman Randi!" Kata Nabila menegaskan sekali lagi.
"Tidak! kita juga saling mengenal semenjak 4 tahun yang lalu. Aku juga yang selalu berada di sisimu dan menjagamu." Kata Randi. Ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Nabila di masa lalu.
"Maksudmu? 4 tahun yang lalu? itu tidak mungkin! aku baru mengenalmu dari Arina waktu itu." Kata Nabila. Randi pun tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. dan itu adalah permen strawberry yang pernah dulu diberikan Nabila untuk Randi.
"Apa kau masih ingat saat kau diam-diam mengintip di dekat pagar sekolah Rafa yang juga adalah sekolahku. Apa kau masih ingat ada anak laki-laki yang melihatmu mengintip dan ingin melaporkanmu karena kau menguntit seseorang. Tapi, kau berusaha memberikan permen ini agar anak laki-laki itu tidak jadi melaporkanmu. Dan apa kau tau jika akulah anak laki-laki itu." Kata Randi.
"Jadi, itu kau. Aku sama sekali tidak mengingat itu, aku benar-benar tidak tau kalau itu adalah kau." Kata Nabila terkejut.
"Dan sebenarnya semenjak itu, aku mulai menyukaimu karena sikapmu yang unik. Diam-diam aku juga sering mengikutimu dan melindungimu dari preman yang pernah mengganggumu." Kata Randi. Pada saat itu jugalah Nabila benar-benar lebih terkejut lagi
Ia ingat betul dengan kejadian waktu itu, dia juga ingat saat ada seseorang laki-laki yang membantunya dan ternyata itu adalah Randi. Nabila benar-benar mencari laki-laki itu, karena Nabila ingin mengucapkan terimakasih. Tapi ia tidak berhasil menemukannya. Dan sekarang ternyata orang itu ada dihadapannya.
__ADS_1
"Randi, aku benar-benar..." Kata Nabila tidak percaya.
"Semenjak saat itulah aku menyukaimu dan sampai sekarang pun aku menyukaimu." Kata Randi. Nabila pun hanya bisa menatap Randi dengan tatapan yang sulit diartikan.