Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 90 Malam yang kelam


__ADS_3

Seperti biasa sepulangnya dari kantor Nabila selalu diantar oleh Rafa. Bagaimanapun, Rafa tidak akan pernah mau membiarkan Nabila pulang sendiri. Dia tudak akan pernah mau meninggalkan Nabila, ia benar-benar sangat ingin menjaga Nabila. Rafa dan Nabila pun tampak masuk kedalam mobil Rafa, dan setelah itu mereka pun pergi meninggalkan kantor.


Tak lama setelah itu Randi keluar dari kantor dan masuk langsung kedalam mobilnya. Hari ini ia akan bertemu lagi dengan Luna ditempat biasa, saat ini entah rencana apa lagi yang akan dilakukan Randi maupun Luna. Randi pun tampak masuk kedalam mobilnya dan dengan kecepatan tinggi ia pun pergi meninggalkan kantor.


Tak butuh waktu lama untuk Randi sampai ke rumah kosong itu, tempat yang sering Randi gunakan untuk bertemu dengan Luna. Randi harus secepat mungkin mengatakan rencananya kepada luna karena malamnya Randi benar-benar akan langsung melakukan aksinya tersebut.


Sesampainya di rumah itu, Randi langsing masuk. Ia melihat Luna yang sudah lebih dulu datang dan duduk di salah satu kursi yang ada disana. Saat Randi masuk, Luna pun langsung berdiri dan tersenyum sinis ke Randi.


"Sepertinya ada sesuatu yang benar-benar ingin kau katakan kepadaku. Kau tampak sangat terburu-buru. Ada apa?" Tanya Luna sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Sebenarnya ini hanya sebuah rencana yang aku pikirkan untuk membuat Rafa dan Nabila berpisah. Tapi, sebelum itu aku ingin mengatakan kalau rencana dengan memakai bubuk racun itu gagal. Rencana itu benar-benar dihancurkan ole teman satu kantorku. Aku benar-benar tidak menyangka kalau selama ini dia mendengar obrolan kita disini." Kata Randi.


Luna pun langsung terkejut dan terlihat sangat kesal. Baagaimana tidak, ia sudah sepenuhnya percaya dengan Randi untuk melakukan rencana ini agar berjalan dengan lancar. Tapi, malah gagal. Luna terlihat sangat kecewa.


"Apa katamu!!! gagal! siapa dia yang berani-beraninya menghancurkan rencana ini. Katakan! aku tidak akan memaafkannya." Kata Luna terlihat kesal dan marah.


"Sebenarnya aku juga salah dalam hal ini, kau tidak berhati-hati dengan orang disekitatku. Aku terlalu lalai sehingga membuat rencana ini malah gagal." Kata Randi.


"Tapi, jangan cemas, walaupun rencana pertama kita gagal. Aku punya ide yang lebih menarik lagi untuk kita lakukan." Kata Randi sambil tersenyum jahat.


"Apa itu?" Tanya Luna heran.


Randi pun tampak berbicara sambil berbisik di telinga Luna. Awalannya raut wajah Luna tampak kesal dan marah. Tapi, lama kelamaan raut wajahnya berubah ceria sambil tersenyum jahat. Setelah Randi mengatakan semua rencananya ia pun menjauh dari Luna.


"Bagaimana? kau setuju dengan rencanaku?" Tanya Randi.

__ADS_1


"Aku sangat setuju, baiklah kita langsung saja bergerak. Sebentar lagi waktu menunjukan jam 7. Kita tidak boleh telat dari pada mereka." Kata Luna. Randi pun tampak mengganguk dan mereka pun keluar berdua bersamaan.


Entah rencana apa yang dikatakan Randi ke Luna tadi. Randi berbicara secara diam-diam sambil berbisik. Tapi, yang jelas rencana Randi ini sangat jelas ditujukan untuk Nabila maupun Rafa. Dan rencana itu akan dijalankan malam ini juga.


Di rumah Nabila...


Saat ini Nabila sudah bersiap-siap dan berdandan dengan sangat cantik. Nabila tidak tau kejutan seperti apa yang akan ditunjukkan Rafa di malam hari begini. Rafa juga mengatakan kalau lokasi yang akan merek tuju malam ini adalah di sebuah restoran mahal yang telah dipesan Rafa sebelumnya. Nabila pun melihat pantulannya di cermin lemarinya.


"Hari ini aku memakai gaun berwarna merah ini. Aku sangat ingat terakhir kalinya aku pakai gaun ini saat Rafa menyatakan cintanya kepada ku waktu itu. Aku sengaja membeli gaun ini karena aku tidak punya pakaian yang cocok untuk dipakai waktu itu. Hari ini aku akan kembali memakai gaun ini, sepertinya malam ini Rafa benar-benar membuat kejutan yang spesial untukku." Kata Nabila sambil tersenyum.


"Sebentar lagi waktu menunjukan pukul 7, aku harus bersiap-siap, malam ini Rafa yang akan menjemputku." Kata Nabila. Ia pun mengambil sebuah tas kecil bewarna hitam dan setelah itu Nabila pun keluar dari kamarnya.


"Ibu, Nabila pergi dulu, ya. Hari ini Nabila ada janji dengan rekan kerja untuk makan malam bersamanya disebuah restoran. Apa aku boleh pergi Bu?" Tanya Nabila dan ia sangat berharap jika ibunya memperbolehkannya pergi.


"Apa kalian sekedar pergi makan atau bagaiamana? sepertinya hari ini akan menjadi hari yang spesial bagimu." Kata ibu Nabila sambil sedikit menjahilinya dan tertawa.


"Kau bisa aja, yasudah, pergilah. Apa hari ini kau akan dijemput oleh temanmu itu?" Tanya ibu Nabila.


"Iya, Bu. Aku akan pergi bersamanya dan dia akan menjempuku sebentar lagi.Kalau begitu aku pamit dulu ya, Bu." Kata Nabila langsung mencium tangan ibunya.


"Baiklah." Kata ibu Nabila sambil tersenyum juga ke Nabila.


Didalam mobil Rafa....


Saat diperjalanan ke rumah Nabila, Rafa tak kuasa menahan kebahagiaannya itu. Sepanjang perjalanan Rafa terus tersenyum, ia benar-benar tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada Nabila. Ternyata, malam ini Rafa akan kembali menyatakan cintanya kepada Nabila. Ia juga akan memberikan Nabila sebuah kalung yang dapat menjadi bukti kepada kalau Rafa benar-benar serius dengannya.

__ADS_1


Malam ini Rafa juga begitu tampak sangat tampan dengan balutan jas bewarna hitam. Malam ini ia benar-benar mempersiapkan semuanya untuk Nabila. Ia sengaja berpenampilan sangat rapi, karena hari ini akan menjadi hari spesial bagi mereka berdua. Baik Nabila maupun Rafa.


Tiba-tiba hp Rafa pun berbunyi tanda ada yang meneleponnya. Rafa pun melihat hpnya yang terletak di kursi sampingnya. Dan ia melihat nama Luna di panggilan itu, Rafa berpikir kenapa Luna menelponnya malam-malam begini. Rafa pun terlihat acuh dan tak berniat sama sekali untuk mengangkat telepon dari Luna itu.


Setelah panggilan itu berhenti, hp Rafa pun kembali berbunyi. Tapi, tidak lagi sebuah telepon yang masuk melainkan sebuah pesan dari Luna. Rafa pun melihat notifikasi pesan dari Luna itu, dan ia pun membaca pesan dari Luna itu.


Perlahan Rafa mengucapkan isi pesan dari Luna itu.


"Rafa, angkat teleponku. Saat ini aku ingin mengakhiri hidupku. Untuk terakhir kalinya aku ingin berpamitan dan mengatakan selamat tinggal kepadamu." Kata Rafa sambil membaca pesan itu. Seketika Rafa pun terkejut dan memberhentikan mobilnya. Ia mengambil hpnya dan membaca ulang lagi pesan itu.


"Apa maksudnya berkata seperti ini." Kata Rafa dengan wajah cemas. Rafa pun balik menelpon Luna. Tak perlu waktu lama Luna pun mengangkat telepon Rafa.


"Luna, apa maksud dari perkataanmu itu. Apa yang akan kau lakukan." Kata Rafa dengan nada takut. Jika Luna benar-benar ingin bunuh diri malam ini, itu akan menjadi masalah besar bagi Rafa, perusahaan maupun keluarganya.


"Tidak ada yang perlu aku jelaskan lagi, aku ingin mengakhiri hidupku malam ini juga. Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal kepadamu dan terimakasih." Kata Luna. Ia pun berniat untuk mematikan telepon Rafa itu.


"Tunggu, dimana posisimu saat ini. Aku mohon jangan lakukan apapun, Luna!" Kata Rafa.


"Sepertinya sungai di dekat jembatan dan ada beberapa pohon jambu disekitarnya tempat yang sangat bagus untuk tempat peristirahatan terakhirku." Kata Luna, ia pun langsung mematikan telepon Rafa itu.


"Di sebuah jembatan dan ada pohon jambu disekitarnya. Sepertinya aku tau tempat itu." Kata Rafa. Ia pun langsung membalikan mobilnya dengan cepat dan menuju tempat yang dikatakan Luna itu.


Saat Nabila menunggu Rafa, tiba-tiba sebuah pesan masuk. Nabila pun melihat hpnya dan membaca pesan itu.


"Ini dari Rafa." Kata Nabila, ia pun membaca pesan itu. Nabila pun heran saat mengetahui dalam pesan itu Rafa mengatakan kalau dia tida bisa menjemput Nabila, ia ingin Nabila pergi sendiri ke restoran itu. Rafa juga menyuruh Nabila untuk menunggunya disana. Nabila pun terlihat heran.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan, Rafa " Tanya Nabila heran.


__ADS_2