Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 64 Hukuman


__ADS_3

Rafa tersenyum jahil setelah mengatakan hal itu. Nabila pun lebih dibuat heran. Ia berpikir kenapa Rafa menghukum dirinya. Apa dia membuat kesalahan. Tapi, Nabila tidak merasa ia membuat sebuah kesalahan. Pikir Nabila begitu.


"Rafa, kenapa kau ingin menghukumku? apa aku punya salah?" Tanya Nabila sangat heran.


"Iya, tadi kenapa kau menginjak kakiku. Aku kan tidak melakukan apa-apa. Kaki ku jadi sakit sekarang." Kata Rafa. Sambil menggoyang kan kakinya ke arah Nabila. Nabila pun melihat kebawah lebih tepatnya ke kaki Rafa. Ia baru ingat kalau ia tadi menginjak kaki Rafa.


"Itu bukan salah aku. Kenapa kau tadi memandang aku saat makan. Kau melihat-lihat terus kearah aku. Aku tidak tenang. Karena itu aku menginjak kakimu. Biar kau tidak lagi melakukan hal itu. Dan perhatian mu teralihkan." Kata Nabila. Nabila berpikir apa yang dilakukannya itu benar.


"Kau tidak harus menginjak kakiku kan. Emang salah kalau aku memandang dirimu." Kata Rafa. Ia berusaha membela dirinya.


"Ya salah. Bagaimana kalau curiga denganmu. Bagaimana kalau dia tau tentang perasaanmj kepadaku. Ia pasti sangat heboh." Kata Nabila.


"Biarkan saja. Akan lebih baik jika semua karyawan satu perusahaan ini juga tau tentang perasaanku. Akan lebih baik begitu. Biar aku tidak sembunyi-sembunyi seperti ini lagi." Kata Rafa.


"Apa kau pikir itu mudah untukku Rafa. Kalau semua orang tau aku yang akan kena imbasnya. Mereka mana berani denganmu. Kau ingin membuat aku terluka hanya karena keinginanmu itu." Kata Nabila.


Rafa pun sadar saat Nabila mengatakan hal itu. Benar juga apa yang dikatakan Nabila. Jika semua orang mengetahui bahwa Rafa menyukai Nabila. Bukan dia yang akan kena imbasnya. Tapi, Nabila. Mereka akan membicarakan Nabila. Pasti sedikit banyak Nabila akan teesakiy dengan ucapan mereka.


"Maafkan aku. Aku tidak memikirkan itu. Aku pikir jika kita bersama kita akan bahagia bersama berdua." Kata Rafa terlihat bersalah.

__ADS_1


"Saat ini kita belum bisa bersama Rafa. Aku dan kau punya tujuan yang berbeda. Kau juga masih terikat dengan tunanganmu itu. Bagaimana kita bisa bahagia jika Luna masih berstatus sebagai calon tunanganmu." Kata Nabila.


"Aku pasti akan menyelesaikan semua itu. Kau tenang saja." Kata Rafa sambil menatap Nabila.


Nabila pun hanya mengangguk dan pergi dari hadapan Rafa. Tapi, Rafa kembali memanggil Nabila. Hal itu membuat Nabila kembali berhenti dan menghadap ke Rafa lagi. Setelah itu, Rafa berjalan kearah Nabila dengan perlahan.


"Tapi, aku ingin tetap menghukummu, Nabila. Aku hanya ingin memberikan pelajaran untukmu." Kata Rafa. Ia terus maju perlahan kearah Nabila. Melihat Rafa yah semakin dekat dengannya dan tidak berhenti berjalan. Nabila pun reflek berjalan mundur. Rafa maju Nabila mundur.


"Rafa, sebaiknya kau lupakan saja kejadian itu. Itu kan hal yang biasa. Aku pun tidak terlalu kuat menginjak kakimu." Kata Nabila. Ia masih berjalan mundur karena Rafa terus saja berjalan maju kedepannya.


"Tidak terlalu kuat katamu. Aku bisa membuktikan kalau kakiku saat ini benar-benar memerah karena dirimu." Kata Rafa. Ia berjalan terus mendekati Nabila.


"Rafa, tunggu sebentar. Kita bicarakan ini baik-baik ya." Kata Nabila sambil mengehentikan Rafa dengan kedua tangannya.


"Rafa, ini dikantor. Kau jangan melakukan hal yang aneh-aneh ya. Disini juga ada CCTV. Kau tidak mau kan jabatanmu diturunkan karena satu kesalahan." Kata Nabila. Kini Nabila benar-benar tidak bisa lagi berjalan mundur. Nabila sudah beradu dengan meja kerjanya.


"Biarkan saja. Yang penting kau jadi milikku." Kata Rafa. Ia masih saja maju semakin dekat dengan Nabila. Sedangkan Nabila tidak bisa lagi bergerak karena ia sudah sangat beradu dengan meja dibelakangnya.


"Menjadi milikku. Apa maksud dari perkataan Rafa itu. Ya ampun semoga Rafa tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Saat ini aku benar-benar tidak bisa melawannya." Kata Nabila dalam hati.

__ADS_1


Saat ini Rafa benar-benar sudah sangat dekat dengan Nabila. Nabila tidak bisa memandang Rafa. Karena ia sudah sangat grogi jika Rafa memandangannya dengan jarak sedekat ini. Nabila hanya bisa memejamkan matanya saat Rafa sudah mulai memegang kedua pipinya. Nabila kini bisa merasakan Rafa sudah semakin dekat dan sangat dekat dengan dirinya.


"Apakah Rafa akan menciumku? ya ampun kenapa Rafa harus menghukumku dengan cara seperti ini. Benar-benar memalukan. Aku tidak bisa bergerak lagi. Aduh, saat ini Rafa benar-benar semakin maju kerah bibirku. Bagaimana ini." Kata Nabila dalam hati.


Wajah Rafa sudah sangat maju ke arah bibir Nabila. Dilihat dari posisinya sepertinya Rafa akan mencium Nabila. Rafa sudah mwngang kedua sisi pipi Nabila. Nabila juga sudah memejamkan matanya. Begitu juga dengan Rafa. Kini mereka benar-benar akan berciuman. Sedetik lagi saat bibir Rafa menyentuh bibir Nabila. Tak disangka Nabila membuka matanya dan mencium pipi Rafa. Setelah itu Nabila langsung mendorong Rafa dan menjauh darinya.


Rafa pun langsung membuka matanya dan terkejut dengan apa yang dilakukan Nabila. Ia tidak menyangka Nabila akan lebih dulu menciumnya. Walaupun hanya di pipi. Tapi, Rafa sudah benar-benar dibuat bahagia dan senang.


"Akan lebih baik begitu. Rafa ini dikantor. Kau jangan melakukan hal yang macam-macam ya." Kata Nabila sambil menjauh dari Rafa.


"Kau menciumku duluan Nabila. Kau melakukannya. Aku tidak melakukan apa-apa." Kata Rafa tersenyum puas. Nabila pun memalingkan wajahnya karena saat ini ia benar-benar malu. Nabila terpaksa melakukan itu. Agar Rafa tidak menciumnya. Ini benar-benar membuatnya terkejut.


"Sudahlah, yang penting sekrang aku sudah melakukannya. Kau tidak boleh lagi menghukumku." Kata Nabila melihat kearah Rafa dengan tatapan yang tajam. Rafa pun sudah terlihat puas dan mengangguk saat Nabila mengatakan hal itu.


"Baiklah, hukumanmu sudah tuntas." Kata Rafa. Ia pun pergi dari tempat ia dan Nabila berdiri tadi. Rafa berbalik dan hendak menuju mejanya.


Tapi, tiba-tiba bayangan itu muncul lagi. Bayangan yang selalu dilihat Rafa. Kali ini bayangannya lebih jelas. Seketika Rafa langsung terdiam. Yang terlihat oleh Rafa sekarang dalam bayangan itu adalah saay dirinya mengalami kecelakaan. Rafa melihat dalam bayangan itu ada Nabila yang berteriak saat sebuah mobil yang melaju kencang menabraknya. Karena bayangan itu kepala Rafa kembali dibuat sakit. Kepalanya kini benar-benar berat seperti di timpa sebuah batu. Rafa sontak langsung memegang kepalanya dan terjatuh dilantai.


Nabila pun yang tadinya ingin balik kemejanya. Langsung dibuat terkejut saat melihat Rafa yang tiba-tiba terjatuh sambil memegang kepalanya. Nabila langsung berlari kearah Rafa.

__ADS_1


"Rafa apa yang terjadi denganmu? lihat aku Rafa." Kata Nabila. Ia memegang kedua tangan Rafa dan berusaha untuk menenangkan Rafa. karena saat ini wjaah Rafa benar-benar seperti menahan rasa sakit.


"Kau ada dalam bayangan itu lagi." Kata Rafa dengan tatapan yang lesu. Nabila pun terkejut dan langsung sadar bayangan apa yang dimaksud Rafa itu. Bayangan yang muncul di antara dirinya dan Rafa di masa lalu.


__ADS_2