
Nabila membulatkan matanya karena terlalu terkejut dengan apa yang baru saja Rafa katakan kepadanya. Rafa begitu yakin saat ia mengatakan hal itu. Tatapannya serius dan tidak ada keraguan yang terlihat. Saat ini Nabila benar-benar terdiam. Nabila, awalnya ingin membantah dan mengatakan kalau itu semua tidak benar. Tapi, tatapan Rafa benar-benar mematikan membuat Nabila hanya bisa diam.
"Hahahaha, aku hanya bercanda, Nabila." Kata Rafa tertawa sambil melihat ekspresi wajah Nabila yang tegang itu.
"Aku tidak menyangka kalau wajahmu akan serius seperti itu. Mana mungkin kita sepasang kekasih dimasa lalu. Kita kan baru beberapa bulan kenal. Itu kan tidak mungkin." Sebenarnya aku hanya iseng saja." Kata Rafa kembali tertawa.
"Rafa, itu tidak lucu. Aku seperti itu karena kau tadi berbicara sangat serius. Tatapan matamu sangat tajam. Aku hanya terkejut karena kau tiba-tiba berkata seperti itu." Kata Nabila. Dalam hatinya Nabila lega. Nabila tidak pernah terpikir dia dan Rafa akan berakhir dalam waktu secepat ini.
"Yeee, berarti aku berhasil mengejutkanmu." Kata Rafa bahagia sambil tersenyum.
"Kau tidak seharusnya bangga hanya karena membuat orang terkejut begitu." Kata Nabila masih terlihat kesal.
"Iya, iya. Yasudah. Lanjutkan pekerjaanmu. Maaf karena aku mengganggumu." Kata Rafa.
"Oiya, gantungan kunci kita kan kebetulan sangat mirip. Akan lebih baik kalau kita sama-sama memakainya. Kau letakan ditas mu dan aku juga begitu. Kita akan terlihat seperti pasangan." Kata Rafa.
"Tidak, aku tidak mau terlihat seperti pasanganmu. Kau menjengkelkan. Kau membuatku kesal." Kata Nabila cemberut.
"Ayoklah, Nabila. Setidaknya biarkan aku ber angan-angan kalau kau pacar aku. Walaupun kenyataannya aku masih digantung." Kata Rafa dengan wajah sedih. Rafa memasang wajah seperti itu agar Nabila mau menuruti keinginannya.
Nabila pun melihat wajah Rafa yang seperti itu langsung dibuat kasihan. Rafa hanya ingin Nabila memakai gantungan itu. Agar mereka terlihat serasi. Tapi, Nabila menolak. Hal itu membuat Rafa sedih. Nabila kembali merasa bersalah. Waktu itu ia sudah menolak Rafa. Sekarang Nabila kembali mengecewakan Rafa hanya karena gantungan itu.
__ADS_1
"Baiklah, baiklah. Aku akan menggantungkannya lagi di tas aku." Kata Nabila. Ia pun langsung memasangkan gantungan itu di tasnya. Saat melihat itu, Rafa pun langsung dibuat bahagia. Seketika wajahnya pun langsung berubah ceria.
"Baiklah, nanti aku juga akan pasang ditasku." Kata Rafa. Nabila pun mengangguk tanda ia setuju.
"Baiklah, terimakasih, sayangku. Kau telah mengabulkan permintaanku." Kata Rafa tersenyum manis.
"Hei, siapa yang menyuruhmu memanggil aku sayang, ah." Kata Nabila kesal. Tapi, disisi lain hatinya ia senang karena panggilan sayang dari Rafa itu.
"Aku." Kata Rafa. Ia pun langsung pergi dan duduk dimeja kerjanya sebelum Nabila benar-benar marah. Nabila pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tindakan konyol Randi itu
Saat Rafa sudah duduk di kursinya. Rafa pun menggantungkan gantungan miliknya tadi di tasnya. Setelah itu, Rafa melihat Nabila sekilas.
"Nabila, aku semakin yakin kalau kau ada hubungannya denganku. Wajah terkejut mu tadi membuat aku ingin lebih mengenal dirimu. Awalnya, aku emang bercanda. Tapi, melihatmu seperti itu. Membuat aku tidak ragu lagi tentang wanita yang sering muncul di bayangan dan di mimpiku." Kata Rafa dalam hatinya.
Tak lama kemudian waktu istirahat pun tiba. Seperti biasa Nabila kembali meregangkan tangannya kebelakang. Badannya terasa pegal-pegal.
"Nabila, kita makan siang bersama, yuk." Kata Rafa. Ia mengajak Nabila untuk makan bersamanya. Nabila pun tidak punya alasan untuk menolak tawaran Rafa itu. Ia juga sudah sangat lapar. Ya, jadinya Nabila mengikuti aja apa kata Rafa.
"Baiklah, kita makan di kantin kantor saja, ya. Aku lebih suka makan disitu." Kata Nabila.
Nabila berpikir kalau pergi makan ke restoran atau kafe diluar. Nabila takut, ia akan bertemu dengan ayah Rafa. Ia tidak ingin itu terjadi. Di dalam kantin kantor lebih aman. Mereka hanya dilihat oleh beberapa karyawan. Dan mereka pun tidak curiga sama sekali. Karena mereka sudah tau Nabila bekerja untuk Rafa dan untuk membantu acara festival itu.
__ADS_1
Saat mereka sudah tiba di kantin kantor. Rafa dan Nabila langsung duduk di salah satu meja di pojok kanannya. Mereka menunggu makanan mereka datang.
"Kau tidak masalah kan jika harus makan disini." Kata Nabila. Ia terlihat ragu dengan Rafa. Secara Rafa kan orang kaya dan orang berpangkat tinggi. Nabila hanya cemas jika Rafa merasa malu karena dirinya.
"Tidak, selagi ada dirimu. Aku biasa-biasa saja. Yang terpenting adalah dirimu. Aku tidak peduli apa kata orang." Kata Rafa lembut.
"Kau ini." Kata Nabila menghela nafasnya. Karena Rafa kembali menggodanya.
Tapi, tak disangka Tasya pun lewat didepan mereka. Tasya juga bersama Randi. Mereka emang biasa makan bersama.
"Ehhh, Nabila, pak Rafa. Kalian disini juga. Apa kamu boleh bergabung?" Tanya Tasya dengan sangat antusias. Awalnya, Rafa kesal kenapa harus ada mereka lagi. Saat ini Rafa hanya ingin makan berdua bersama Nabila saja.
Nabila menyadari itu. Dilihat dari raut wajah Rafa. Sepertinya, Rafa kesal dengan kehadiran mereka. Nabila sudah tau pasti Rafa bersikap seperti itu karena Rafa hanya ingin makan bersamannya. Nabila pun tertawa dalam hatinya.
"Aku akan membalas perbuatanmu Rafa. Kau telah membuat aku terkejut setengah mati. Sekarang aku akan membalas perbuatanmu." Kaya Nabila dalam hati sambil tertawa puas.
"Tapi, maaf saat in......." Ucapan Rafa terpotong. Awlanya, Rafa ingin menolak mereka. Tapi, Nabila malah mengizinkan mereka gabung makan bersamanya
"Tentu saja, kau boleh gabung bersama kami makan disini. Duduklah, Randi kau juga." Kata Nabila tersenyum menang kearah Rafa. Rafa langsung meliaht Nabila kesal. Nabila pun hanya bisa tersenyum sambil menaikkan pundaknya.
"Terimakasih, Nabila." Kata Tasya dan duduk disamping Nabila. Begitu juga dengan Randi yang duduk disamping Rafa.
__ADS_1
Mereka pun mulai makan setelah makanan mereka datang. Sambil makan Rafa pun diam-diam memandangi Nabila. Nabila pun acuh tak acuh. Ia berpura-pura tidak tau saja. Tapi, Rafa terus-terusan memandang Nabila. Nabila pun dibuat resah karena Rafa. Nabila pun langsung punya ide untuk membuat Rafa tidak melihatnya lagi. Ia pun iseng menginjak kaki Rafa dengan sepatunya. Alhasil, Rafa pun berteriak karena kakinya diinjak Nabila.
"Awwww!!!" Kata Rafa berteriak. Sontak Tasya dan Randi pun melihat kerah Rafa. Nabila pun hanya bisa menahan tawanya.