
Arina langsung terkejut mendengar perkataan William. Di satu sisi Arina senang karena ternyata dia adalah wanita yang dipilih William untuk pergi bersaman ke pesta Cindy. Tapi, di satu sisi lainnya Arina bertanya-tanya kenapa harus dia. Arina sadar dia dan William tidak ada hubungan sama sekali. Hanya teman.
Arina pun mematikan telepon dari William itu. Dan berjalan lagi ke tempat ia duduk tadi. Di Hadapan William.
"William, apa maksud dari perkataanmu tadi?" Tanya Arina dengan wajah penasaran.
"Apa lagi yang harus aku jelaskan, Arina. Aku akan pergi ke pesta itu bersama dirimu. Tidak dengan wanita lain. Tapi, dengan dirimu." Kata William tersenyum.
"Tapi, aku bukan kekasihmu. Aku bukan siapa-siapamu. Kita hanya teman kerja." Kata Arina sambil menggerakkan tangganya dan menunjuk ke dirinya.
"Tidak, tidak. Aku tidak bisa pergi denganmu." Kata Arina. Arina tidak ingin berbohong seperti ini. Ia bukan wanita yang tepat untuk menemani William.
"Aku akan menggunakan satu permintaanku. Permintaan gratis itu masih berlaku kan. Aku akan menggunakannya satu untuk ini." Kata William terlihat menang.
"Tapi, Willliam...." Ucap Arina terpotong.
"Kalau kau tidak mau, berarti kau telah ingkar dengan janji yang kau buat sendiri. Apa kau wanita seperti itu, Arina?" Tanya William dengan wajah serius.
Apa yang dikatakan William benar. Arina sudah janji waktu itu untuk memberikan William 3 permintaan gratis sebagai ucapan terimakasihnya kepada William. Bahkan Arina sudah sangat jelas mengatakan. Bahwa, ia akan mengabulkan semua permintaan William. Saat ini William sudah meminta satu permintaan untuk pergi bersamanya ke pesta itu. Jika arina tidak mau mengabulkan permintaan itu. Arina benar-benar sudah ingkar janji. Arina benar-benar dibuat bingung.
"Apa yang kau cemaskan. Aku hanya ingin minta kau jadi pasanganku. Hanya untuk malam itu saja. Sekali saja untuk pesta itu. Kau hanya perlu menemaniku." Kata William.
Arina pun sempat berpikir sesaat. Tapi, saat William mengatakan bahwa Arina akan menjadi pasangannya hanya untuk malam itu saja. Tiba-tiba hati Arina terasa sakit dan sedih. Entah apa yang diharapkannya. Tapi, saat ini hati Arina begitu tercabik mendengar hal itu.
"Baiklah. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Aku akan pergi bersamamu kepesta itu." Kata Arina. Ia tidak ingin lagi berharap dari William. Arina hanya ingin cepat-cepat menyelesaikan janjinya.
William pun terlihat senang. Saat berbicara tentang pasangan. Entah kenapa William langsung kepikiran dengan Arina. Hatinya juga mengatakan bahwa Arina lah wanita yang tepat untuk diajaknya ke pesta itu. William pun yakin dan mengikuti kata hatinya.
Mereka pun lanjut bekerja setelah obrolan tentang pesta itu. Arina juga sibuk mempersiapkan bunga untuk pesta Cindy. Begitu juga William ia juga disibukan dengan beberapa pesanan yang datang.
__ADS_1
Diam-diam Arina memperhatikan William. Ia mengingat lagi. Saat tangan William dipegang Cindy. Tiba-tiba ada perasaan cemburu yang dirasakan Arina. Lalu, Arina kembali mengingat saat William menelponnya dan mengatakan kalau dia adalah wanita yang akan diajak William. Hatinya sangat senang. Lalu, saat William mengatakan mereka akan jadi pasangan saat pesta itu saja. Hanya untuk satu malam. Hati Ariana sangat sedih.
Arina merasakan perasaan aneh. Tiba-tiba Arina tersentak. Dan berkata dalam hatinya.
"Apa aku menyukai Wlliam?" Tanya Arina dengan wajah terkejut.
Tak terasa tibalah hari dimana pesta itu diadakan. William dan Arina sudah menyelesaikan semua pesanan Cindy. Dan semua pesanan Cindy sudah dijemput.
"Terimakasih ya pak." Kata Arina kepada bapak yang menjemput pesanan bunga Cindy. Bapak itu tersenyum dan pamit pergi setelah membawa semua pesanan.
"Ahh, akhirnya. Semua pekerjaan kita telah selesai." Kata Arina puas. William pun mengangguk tanda setuju.
"Oiya, jangan lupa nanti malam. Kita akan pergi bersama ke pesta Cindy." Kata William menginginkan Arina.
"Ah iya, nanti malam ya. Berarti kita harus pulang lebih cepat hari ini. Kita harus bersiap-siap juga." Kata Arina.
"Iya, dan juga nanti malam biar aku yang menjemputmu." Kata William.
William juga pergi dari tempatnya berdiri tadi dan mengambil sebuah kotak yang terletak diatas meja.
"Arina, ini untukumu. Ini kau pakai untuk pesta malam nanti." Kata William sambil memberikan sebuah kotak. Awalnya, Arina penasaran dan ingin membukanya. Tapi, William pun melarang.
"Jangan buka sekarang. Nanti saja dirumah." Kata William.
"Apa ini? apa ini benar-benar untukku?" Tanya Arina.
"Iya, itu untukumu. Ambillah." Kata William tersenyum.
"Terimakasih, ya." Kata Arina. Ia menerima hadiah dari William itu.
__ADS_1
Malamnya.....
Arina sudah mulai bersiap-siap. Malam ini dia akan pergi ke pesta ulang tahun Cindy bersama William. Arina membuka kotak yang diberikan William tadi siang tadi. Saat sudah terbuka, Arina sangat terkejut dengan isinya. Ternyata, gaun yang sangat indah bewarna pink lembut. Juga ada tas dan sepatu cantik. Arina tak menyangka William akan memberikannya semua ini.
"Ya ampun, semua barang-barang ini kan sangat mahal. Aku tidak bisa memakainya. Aku harus mengembalikannya lagi kepada William." Kata Arina dan memasukan gaun itu lagi kedalam kotak.
Arina sangat suka dengan gaun itu dan semua yang diberikan William untuknya. Tapi, Arina hanya merasa tidak pantas memakai semua itu. Semua barang itu sangat mahal dan sangat mewah. Arina merasa dia hanya orang biasa yang tak pantas memakai itu.
Tiba-tiba hp Arina berbunyi tanda ada pesan masuk. Ternyata itu pesan dari Wiiliam. Dalam pesan itu William menuliskan sebuah pesan yang mengatakan.
"Pasti saat ini kau sudah membuka hadiah dariku. Aku tidak ingin kau merasa tidak pantas dengan semua itu. Kau berhak memakainya. Tidak hanya orang-orang kaya saja yang bisa memakai gaun mewah seperti itu. Kau juga bisa. Aku memilih gaun yang sangat cocok denganmu. Aku berharap kau memakainya."
Begitulah pesan dari William. Arina terharu saat membaca pesan itu. Hatinya bergetar lagi. William selalu saja membuat kepercayaan diri Arina bangkit lagi. Arina mengeluarkan gaun itu lagi. Ia melihatnya sekilas dan memeluknya.
"Kau sangat tau seleraku." Kata Arina. Saat ini Arina sudah bisa menyimpulkan tentang perasaannya kepada William. Ternyata Arina menyukai William.
Arina langsung memakai gaun pemberian William. Arina melihat pantulan dirinya di kaca. Arina sangat bahagia karena gaun itu sangat cocok dan pas di badannya.
Arina pun sudah siap dan menunggu William di depan pintu rumahnya. Tak lama setelah itu William pun datang. William keluar dari mobilnya. Hari ini William juga terlihat sangat keren. Ia memakai setelan jas berwarna hitam dengan hiasan pita di lehernya.
William pun berjalan kearah Arina. Saat sudah sampai didepan Arina. William pun langsung terpesona dengan penampilan Arina. Ia terlihat sangat cantik. Gaun yang diberikannya sangat pas. Sepatu bewarna perak juga sangat pas di kaki Arina. Ditambah tas kecil bewarna hitam yang membuat Arina begitu sempurna.
William pun memberikan tangannya kearah Arina. Arina menggengam tangan William dan turun dari tangga rumahnya. Saat sudah didepan William. Arina pun langsung tersenyum.
"Ayuk, kita langsung pergi." Kata Arina.
"Tunggu sebentar." Kata William.
Setelah itu William mengeluarkan kotak kecil bewarna dongker. William membuka kotak kecil itu dan ternyata isinya sebuah kalung yang sangat cantik dan mewah. Tiba-tiba William maju mendekat kearah Arina dan memasangkan kalung itu di leher Arina.
__ADS_1
"Kau lebih terlihat sangat cantik dengan kalung itu." Kata William sambil tersenyum. Arina menyentuh kalung dilehernya itu. Kalung itu benar-benar sangat cantik. Setelah itu Arina menatap William dengan mata yang berkaca-kaca.