Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 81 Kebenaran yang diketahui Arina (2)


__ADS_3

Setelah mendengar semua itu. Arina benar-benar terkejut. Bagaimana bisa Nabila dan Rafa dulunya adalah sepasang kekasih. Arina juga sudah sering bertemu Rafa waktu ia membeli bunga di tokonya. Ia juga pernah melihat Nabila berbicara dengan Rafa. Tapi, interaksi diantara mereka berdua itu seperti tidak saling dekat. Hanya sekedar seperti pembeli dan pelayan saja.


"Aku harus langsung bertanya dengan Nabila. Aku butuh penjelasan darinya. Selama ini ia tidak pernah cerita bahkan tak pernah mengatakan kepadaku kalau ia dan Rafa adalah sepasang kekasih." Kata Arina masih dengan wajah yang terkejut.


"Kita habiskan dulu baksonya. Sudah itu kau telepon Nabila. Kita tunggu aja Nabila nanti ditoko bunga. Hari ini kan hari libur juga aku yakin Nabila pasti mau bertemu denganmu." Kata William. Ia memegang tangan Arina sambil tersenyum.


Arina pun mengangguk dan setuju dengan perkataan William. Ia pun tersenyum dan mereka pun lanjut makan bakso mereka masing-masing.


Setelah selesai makan bakso. William dan Arina pun kembali ke toko bunganya. Saat ini Arina benar-benar sangat ingin bertemu dengan Nabila. Ia butuh penjelasan dari Nabila.


"Sayang, kau cobalah telepon Nabila. Minta ia bertemu denganmu disini." Kata William. Arina pun mengangguk dan menelepon Nabila.


Dirumah Nabila...


Nabila sedang bersantai sambil menonton tv bersama ibunya. Sambil memakan beberapa cemilan dan minuman didepannya. Nabila benar-benar terlihat santai. Tiba-tiba hpnya berbunyi tanda ada panggilan masuk. Nabila pun melihatnya dan langsung tersenyum saat mengetahui yang meneleponnya adalah Arina.


"Heiiiii, Arinaaa. Apa kabar? ya ampun, aku benar-benar sangat merindukanmu. Sudah lama kita tidak bertemu. Pasti kau juga merindukanku kan." Kata Nabila. Ia sangat antusias dan gembira.


"Nabila, apa kau bisa datang ke toko sekarang?" Kata Arina dalam panggilan itu. Nabila langsung melihat ke layar hpnya. Ini benar-benar Arina kan. Ia heran karena gaya bicara Arina berbeda dari biasanya. Ia bahkan tidak menyapa Nabila.


"Bisa, aku juga lagi tidak ada pekerjaan. Tapi, kenapa kau tiba-tiba menyuruhku datang ke toko sekarang?" Tanya Nabila heran.


"Yang penting kau harus datang ke toko dulu. Aku menunggumu. Sudah, aku matikan hpnya. Cepatlah bersiap-siap." Kata Arina. Ia pun langsung menutup panggilannya. Nabila pun tambah dibuat heran kenapa Arina berbeda dari yang biasa ia kenal.


"Apa Arina sedang tidak baik-baik saja? apa dia sedang bertengkar lagi dengan William. Moodnya benar-benar sangat buruk." Kata Nabila. Ia pun langsung bersiap-siap dan berpamitan dengan ibunya.


Tak butuh waktu lama untuk Nabila sampai ke toko bunga milik Arina. Ia hanya memakai pakaian yang sederhana dan langsung pergi ketoko. Karena itu lah Nabila datang lebih cepat dari yang diperkirakan Arina.


Sesampainya di toko Nabila langsung membuka pintu dan langsung tersenyum kearah Arina.

__ADS_1


"Arinaaaaa." Kata Nabila dan langsung memeluk Arina. Tapi, ia langsung terkejut karena Arina hanya diam dan tak membalas pelukan Nabila.


"Nabila, duduklah dulu." Kata Arina masih dengan wajah yang datar. Nabila pun langsung duduk tepat didepan Arina. Ia benar-benar sangat heran dengan Arina.


"William, kau disini juga. Bukannya hari ini kalian libur bekerja." Kata Nabila sambil tersenyum kearah Willliam.


"Iya, tapi hari ini aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama Arina." Kata William. Nabila pun lebih dibuat heran kenapa William terlihat begitu dekat dengan Arina.


"Sayang, aku harus pergi dulu. Sepertinya kalian butuh waktu untuk berdua saja. Telepon aku jika kalian sudah selesai. Aku akan menjemputmu." Kata William. Ia mengelus kepala Arina dan keluar. Arina pun mengangguk tanda mengerti.


Nabila benar-benar dibuat terkejut saat William memanggil Arina dengan panggilan sayang. Nabila tidak mengerti dengan semua yang terjadi saat ini. Saat William sudah pergi. Nabila langsung heboh dan bertanya kepada Arina.


"Arina! apa maksud dari perkataan William tadi." Kata Nabila sangat terkejut. Arina pun melihat kearah Nabila.


"Ya, kami sudah menjadi sepasang kekasih. William sudah menjadi pacarku. Kami sadar kami saling mencinta satu sama lain. Aku tidak bisa menceritakan semuanya kepadamu ceritanya panjang." Kata Arina. Ia langsung mengatakan kepada Nabila.


"Nabila, ada yang ingin aku tanyakan. Kau dulunya pacar Rafa kan? kalian sepasang kekasih kan? kenapa kau tidak pernah menceritakannya kepadaku." Kata Arina.


Saat ini Arina benar-benar terlihat kesal. Ia hanya kesal karena kenapa selama ini Nabila tidak pernah menceritakan hal itu kepada Arina. Kenapa selama ini Nabila hanya diam saja menahan semua rasa sakit yang diterimanya itu. Mereka sudah sangat saling mengenal sejak masih kecil. Mereka juga sudah berjanji untuk saling berbagi rasa sedih dan senang yang mereka rasakan. Tapi, Nabila tidak menepatinya.


"Darimana kau tau Arina? kenapa kau bisa tau? itu masa laluku yang sangat menyakitkan." Kata Nabila. Ia benar-benar terlihat pasrah dan sedih.


"Kenapa kau tidak pernah mengatakannya kepadaku!" Kata Arina ia benar-benar tidak bisa mengontrol rasa amarahnya.


"Karena itu masa lalu yang seharusnya tidak aku ceritakan kepadamu!" Kata Nabila terlihat emosi.


"Kenapa? kau tidak percaya denganku? selama ini kau anggap persahabatan kita ini seperti apa?" Tanya Arina.


"Baik, akan kuceritakan semuanya. Ya! aku benar-benar pacar Rafa dulu. Kami benar-benar sepasang kekasih! tapi itu dulu tidak sekarang. Kami sudah putus hubungan selama 4 tahun. Kami berpisah karena sebuah paksaan. Aku juga terpaksa melupakannya. Butuh waktu yang lama untuk bisa melupakannya. Tapi, setelah aku berhasil untuk melupakannya. Tiba-tiba ia muncul lagi dihadapanku. Tapi... yang paling menyakitkan ia tidak mengingatku sama sekali. Ia lupa ingatan akan tentang diriku." Kata Nabila. Ia menceritakan semuanya kepada Arina.

__ADS_1


"Lupa ingatan? maksudmu?" Tanya Arina. Ia benar-benar tidak mengerti dan heran.


"Ya, dia melupakanku. Semua tentang diriku. Dia bahkan tak mengenalku. Kau ingat waktu pertama kalinya ia datang ke toko kita kan. Saat itu aku bilang aku sedang sakit dan tidak bisa melayaninya. Itu sebenarnya bohong. Aku berkata seperti itu karena aku tidak bisa menerima kenyataan kalau kenapa Rafa tiba-tiba bisa melupakan diriku." Kata Nabila.


"Aku ingat. Bagaimana bisa dia melupakanmu? lupa ingatan? sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Arina heran.


"Dia mengalami sebuah kecelakaan. Setelah itu aku tidak bertemu dengannya lagi selama 4 tahun. Semenjak kecelakaan itu pula aku putus hubungan dengannya. Saat ini aku bisa bertemu dengannya lagi tapi Rafa tidak mengingatku lagi. Dia juga tidak ingat kalau aku dan dia dulunya adalah sepasang kekasih." Kata Nabila terlihat lesu dan sedih.


"Jadi, selama ini dia datang ke toko kita kau juga berpura-pura untuk tidak mengenalnya? kau menahan semua rasa sakit itu? kenapa? kenapa tidak kau katakan langsung didepannya kalau kau dulu pacarnya. Kenapa kau malah berbuat seperti itu?" Tanya Arina.


"Aku terpaksa melakukan itu. Percuma kalau aku mengatakan kepada Rafa kalau dulu kami adalah sepasang kekasih. Dia pasti tidak akan percaya karena ia benar-benar tidak mengingatku. Karena itu aku melakukan hal seperti ini karena aku ingin mencari tau penyebab kenapa Rafa bisa lupa dengan diriku. Karena itu juga aku menerima kontrak kerja ini. Agar aku bisa berada selalu disisinya dan ingin mengungkap sesuatu yang tidak kuketahui. Maafkan aku Arina." Kata Nabila dengan wajah yang sedih.


"Tidak, itu semua bukan salahmu. Aku akan mendukungmu dan membantumu untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Rafa." Kata Arina.


"Arina, aku benar-benar tidak bisa mengatakannya kepadamu waktu itu karena aku tidak ingin kau terlibat dalam permasalahan aku ini. Aku tidak ingin melihatmu mengkhawatirkan aku lagi. Cukup aku saja yang merasakan. Aku tidak ingin kau ikut sedih juga." Kata Nabila.


"Tidak, kau salah Nabila. Apapun yang terjadi diantara kita berdua kita harus saling jujur dan harus saling mengerti. Kita sudah seperti saudara. Tidak ada lagi yang harus kita sembunyikan." Kata Arina tersenyum. Mereka pun saling berpelukan.


"Jadi, apa sampai saat ini apa kau sudah menemukan penyebab Rafa lupa ingatan?"


Tanya Arina.


"Belum, tapi aku sudah menemukan beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai bukti yang bisa menolongku." Kata Nabila.


"Kalau begitu aku juga akan membantumu. William juga. Kita berdua akan membantumu." Kata Arina begitu sangat antusias sambil memegang tangan Nabila.


"Aku semakin percaya kalian benar-benar pasangan kekasih sekarang ya." Kata Nabila. Mereka pun tertawa bersama.


Nabila pun bersyukur karena ia punya sahabat yang sudah dianggapnya seperti saudaranya sendiri yang sangat tulus mau membantunya. Nabila semakin yakin dengan bantuan Arina. Ia bisa melakukan ini.

__ADS_1


__ADS_2