Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 94 Jadi pacar Rafa


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Nabila tampak merenung dalam kamarnya, ia memikirkan semua kejadian yang telah menimpanya hari ini. Baik kejadian bersama maupun Randi. Saat Randi mengatakan bahwa dia lah orang yang pernah membantu Nabila waktu itu, dan orang yang sama saat Nabila pernah memberikan sebuah permen strawberry agar Randi tidak melaporkannya.


Nabila begitu terkejut mengetahui semua itu, ia benar-benar tidak habis pikir bahwa Randi lah yang selama ini berada di sisinya yang ternyata orang yang pernah dicari Nabila karena ingin mengucapkan terimakasih. Nabila begitu bingung dan tak tau apa yang akan dilakukannya Setelah mengetahui semua itu.


Selain kejadian Randi itu, ia juga masih dibingungkan dengan kejadian Rafa yang mencium Luna tepat dihadapannya. Entah apa yang dipikirkan Nabila, ia habya merejasa sepertinya ia memang bukan wanita yang pantas untuk disandingkan dengan Rafa. Walaupun di masa lalu mereka bersama dan saling mencinta satu sama lain. Tapi, sekarang berbeda dengan yang dulu, Rafa sudah mempunyai calon tunangan.


"Aku benar-benar frustasi dengan semua ini." Kata Nabila terlihat lesu sambil duduk di tepian kasurnya.


"Sepertinya aku benar-benar harus memutuskan hubunganku dengan Rafa, dan tidak saling berkomunikasi lagi dengannya. Bagiamanapun aku sudah berusaha, tapi sepertinya takdir tidak ingin mempersatukan aku dan Rafa. Aku akan mengalah dan meninggalkannya." Kata Nabila sambil tertunduk sedih.

__ADS_1


"Besok, aku akan langsung mengundurkan diri dari pekerjaan untuk festival. Bagaimanapun, aku sudah melaksanakan tugasku, kehadiran mu di festival tidak begitu di butuhkan. Tanggung jawab ku sudah selesai untuk pekerjaan yang diberikan Rafa ini. Aku juga tidak akan mau bertemu dia lagi. Aku pikir ini jalan terbaik baik kita." Kata Nabila.


Ia pun tampak mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengunduran ini dan meminta biaya yang telah ditawarkan untuknya di awal saat Nabila dan Rafa bertemu. Nabila mengambil berkas perjanjian antara dirinya dan Rafa untuk pekerjaan ini, Nabila membaca sekilas lagi dan disitu tertera bahwa sebenarnya Nabila bekerja hanya untuk menyusun tema, konsep dan pemikirannya yang kreatif untuk membantu perusahaan Rafa. Hanya sampai situ.


"Aku memang sudah seharusnya pergi dari sana. Sebenarnya pekerjaan ku sudah selesai, hanya saja karena tujuan ku yang sebenarnya waktu itu membuat aku ingin terus bekerja. Sekarang tidak lagi, aku hanya berurusan untuk pekerjaan sjaa lagi dengan rafa. Aku ngalah dan mundur dari kehidupan Rafa. Maafkan aku Rafa." Kata Nabila dan meneteskan air matanya.


Ia benar-benar tidak ingin melakukan hal ini sebenarnya, ia masih ingin berada di samping Rafa, tapi makin hari Nabila hanya merasakan rasa sakit terus dan luka. Ia lebih sadar diri dengan posisinya saat ini, ia tidak ingin memaksakan dirinya lagi untuk mencari tau dan mengembalikan Rafa lagi seperti di masa lalu saat ia masih mengingat Nabila.


"Halo, iya, dengan saya Nabila." Kata Nabila cemas. Tak lama berbincang di telepon itu, wajah Nabila pun seketika terkejut.

__ADS_1


"Apa!!!! itu obat lupa ingatan? jadi kalau di minum, orang itu akan lupa ingatan dengan seseorang yang memang sudah ditetapkan sebelumnya." Kata Nabila tidak percaya.


Ternyata, Rafa meminum obat yang membuat ia semakin lupa ingatan akan Nabila. Nama Nabila juga digunakan agar Rafa lupa dengannya, obat itu bekerja jika seseorang menyebut nama orang yang paling dipikirkan nya dan orang itu adalah Nabila. Jadi, selama ini Rafa sering menyebut nama Nabila, yang membuat ia malah semakin lupa dengan Nabila.


"Apa? aku harus menjalin cinta dengannya. Apa hanya itu cara agar ingatannya tentangku kembali lagi? apa aku benar-benar harus jadi pacarnya dan apa benar aku harus jujur dan mengatakan siapa aku sebenarnya? " Tanya Nabila ke ibuk apotek itu.


"Jadi, kalau aku tidak melakukan itu, Rafa mungkin tidak akan pernah ingat lagu denganku. Baiklah, terimakasih banyak atas bantuannya, Buk. Aku akan berusaha semampuku." Kata Nabila.


Setelah Nabila mematikan telepon dari ibuk itu. Tiba-tiba raut wajahnya berubah, entah apa yang dipikirkannya, ia langsung menekan nomor hp seseorang dan langsung berbicara saat orang itu telah mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Rafa, aku ingin menjadi pacarmu" Kata Nabila tiba-tiba dan yang diteleponnya ternyata adalah Rafa. Ia mengikuti semua apa yang disuruh dokter itu.


__ADS_2