
Kini Nabila dan Randi sudah berdua saja. Sudah jauh dari Rafa maupun Tasya. Sekilas Randi memastikan bahwa Rafa benar-benar pergi. Baru ia mulai mengobrol dengan Nabila. Nabila pun hanya bisa menunggu apa yang ingin disampaikan Randi sebenarnya.
"Jadi, apa yang ingin kau katakan, Randi?" Tanya Nabila. Saat ia merasa kini dia dan Randi sudah benar-benar tinggal berdua saja.
"Pertama, aku ingin berterimakasih karena kau mendukungku tadi. Saat aku ingin ikut bersama kalian. Untuk membantu festival itu. Kalau kau tidak mengatakan hal itu tadi. Mungkin Rafa tidak mengizinkan aku untuk pergi " Kata Randi sambil tersenyum kearah Nabila.
"Owh itu. Biasa saja. Aku hanya berpikir akan lebih baik jika banyak yang membantu. Pekerjaan aku ataupun yang lain akan terasa lebih ringan. Karena itulah aku mendukungmu. Saat tau kau ingin ikut membantu kami dan ikut pergi ketempat itu hariSabtu besok." Kata Nabila sambil tersenyum juga.
Randi pun tersenyum sekali lagi kearah Nabila. Setelah itu, Randi tampak mengeluarkan sebuah plastik yang berisi bubuk bewarna putih. Itu adalah bubuk yang diberikan luna kepada Randi. Malam kemarin. Di rumah kosong itu. Perlahan Randi memulai aksinya. Untuk menghancurkan Rafa dan mendapatkan Nabila.
",Ini ambillah. Aku kasih untukmu." Kata Randi sambil memberikan bubuk itu kepada Nabila.
"Apa ini? bubuk apa ini?" Tanya Nabila heran. Nabila mengambil bubuk itu dari tangan Randi. Ia melihat-lihat seklias. Dan heran itu bubuk apa sebenarnya.
"Sebenarnya ini adalah sebuah vitamin. Tapi, dalam bentuk bubuk. Vitamin ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh kita. Vitamin ini juga bisa menambah energi kita. Misalnya disaat kita lelah atau capek langsung minum vitamin ini semangat dalam tubuh kita bisa bangkit lagi." Kata Randi. Ia menjelaskan kepada Nabila. Seakan-akan itu memang sebuah vitamin. Padahal, nyatanya tidak.
Nabila pun terlihat percaya dengan Randi. Nabila mengangguk tanda ia mengerti dengan penjelasan Randi itu.
"Jadi, kau memberikan ini untukku?" Tanya Nabila lagi.
"Iya, Tapi,bukan kau yang akan meminumnya. Aku minta tolong kepadamu untuk memberikannya kepada Rafa. Vitamin ini lebih cocok untuk Rafa. Pekerjannya begitu berat. Pasti ia membutuhkan vitamin seperti ini untuk meningkatkan semangat tubuhnya lagi" Kata Randi.
"Owh jadi untuk Rafa ya. Kenapa tidak kau saja yang langsung memberikannya kepada Rafa? kan kalian juga saling kenal dan berteman." Kata Nabila penasaran.
__ADS_1
"Aku dan Rafa sekarang tidak terlalu dekat lagi. Tidak seperti dulu. Kalau aku yang memberikannya aku takut Rafa tidak percaya. Padahal, ini juga demi dirinya." Kata Randi. Seakan-akan ia begitu cemas dengan kondisi Rafa.
"Ternyata, kau juga sangat peduli dengan temanmu sendiri ya, Randi. Aku tau kau emang orah yang baik. Walaupun, hubungan kalia sempat tidak baik. Tapi, kau masih mau memikirkan kondisinya." Kata Nabila tersenyum.
"Dia juga temanku." Kaya Randi tersenyum kearah Nabila.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu. Aku akan coba memberikan ini kepada Rafa. Tapi, bagaimana cara pakai vitamin ini? apa langsung dimakan saja? atau?" Tanya Nabila heran karena sebelumnya ia tidak pernah makan vitamin bubuk.
"Kau hanya perlu melarutkannya kedalam sebuah minuman. Seterah mau minuman apa. Setelah itu kau sajikan minuman tadi ke Rafa." Kata Randi.
"Owh ternyata tidak payah juga ya. Baiklah, aku akan coba memberikannya kepada Rafa." Kata Nabila.
"Aku sangat berharap denganmu Nabila. Karena saat ini jika aku liat-liat. Kau dan Rafa sekarang sangat dekat." Kata Randi. Walaupun, ia sekarang tersenyum. Padahal, jauh dihatinya. Randi sangat cemburu.
"Baguslah, kalau begitu. Aku juga ikut senang jika kalian berdua baik-baik saja. Bagaimanapun kau adalah temanku Nabila. Jika ada sesuatu yang membuatmu celaka. Aku tidak segan-segan untuk menghabisi orang yang mencelakaimu itu." Kata Rafa.
"Haha, apa sekarang kau sudah berusbh meajdi superhero." Kata Nabila tertawa. Ia berpikir Randi seperti superhero yang melindunginya dan menghabisi orang-orang jahat.
Randi hanya tersenyum sekilas melihat Nabila yang menanggapinya seperti itu. Nabila tidak tau perasaan Randi yang sebenarnya. Kalau Nabila tau pasti ia bisa merasakan Randi begitu melindunginya karena ia sangat menyukai Nabila. Bukan karena hal-hal lain.
"Baiklah, apa ini saja yang ingin kau katakan kepadaku, Randi?" Tanya Nabila. Ia harus balik bekerja lagi. Nanti malah Rafa marah-marah pula lagi. Karena Nabila begitu lama balik ke ruangannya.
"Sepertinya hanya itu saja. Jangan lupa kasih vitanun itu keoda Rafa ya, Nabila. Aku sangat berharap kepadamu." Kata Randi.
__ADS_1
"Baiklah, baik. Demi pertemanan kalian berdua aku akan buat hubungan kalian baik lagi." Kata Nabila sambil tersenyum.
"Kalau begitu aku pergi keruangan aku dulu. Arah kita berbeda kau ke kiri aku ke kanan." Kata Randi. dan menunjukkan arah kerunagan kerja mereka masing-masing.
Nabila pun tersenyum sekilas dan jalan ke arah kiri. Sesuai dengan apa yang dikatakan Randi tadi Saat berjalan Nabila melihat sekilas bubuk tadi.
"Hmmm tak disangka Randi ternyata begitu perhatian dengan Rafa. Aku sudah merasa Randi itu orang yang baik." Kata Nabila. dan menyimpan bubuk tadi didalam saku bajunya. Dan kini Nabila berjalan menuju lift ke ruangan kerjanya.
Saat Nabila sudah sampai di pintu ruangan Rafa. Nabila langsung membuka pintu itu. Nabila terlihat santai. Saat pintu sudah terbuka Nabila tidak melihat Rafa didalam ruangan itu. Nabila pun dibuat heran.
"Kemana Rafa? bukannya tadi dia langsung balik ke ruangannya. Owh mungkin dia ada pertemuan." Kata Nabila.
Saat Nabila masuk dan menutup pintu ruangan Rafa. Tiba-tiba Rafa muncul dari belakang pintu dan menarik tangan Nabila. Ia menarik Nabila dan menyandarkan Nabila di dinding belakang pintu itu. Nabila pun dibuat terkejut lagi karena tingkah Rafa yanb selalu tiba-tiba seperti ini.
"Rafa, kenapa kau mengejutkan aku lagi. Kenapa juga kau menarikku." Kata Nabila kesal. Ia berniat pergi dari hadapan Rafa. Nabila berpikir sepertinya Rafa hanya ingin bermain-main saja. Nabila tidak mau karena pekerjaannya masih banyak yang harus diselesaikan.
"Awas, aku mau lanjut bekerja dulu, Rafa." Kata Nabila dan mendorong tangan Rafa.
"Tidak boleh." Kata Rafa tiba-tiba. Nabila pun dibuat heran saat Rafa mengatakan hal itu. Kenapa tiba-tiba Rafa tidak memperbolehkannya bekerja. Nabila pun melihat Rafa dengan wajah yang heran.
"Kenapa." Kata Nabila.
"Karena aku akan menghukummu dulu." Kata Rafa dengan senyum jahilnya.
__ADS_1