Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 23 Sesuatu


__ADS_3

Setelah terdiam cukup lama dan bergelut dengan pikiran mereka masing masing. Nabila pun cepat sadar dan sedikit mendorong badan Rafa. Lalu, Nabila sedikit menjauh dari Rafa karena ia merasa canggung karena jarak mereka yang begitu dekat.


"Sudah kukatakan aku saja yang akan mengambilnya. Kau ini tidak sabaran." Kata Rafa. Sambil tertawa Rafa pun memberikan buku itu kepada Nabila.


"Aku tidak mau merepotkanmu. Kau tadi ada telepon dan aku tak mau mengganggumu." Kata Nabila sambil mengambil buku yang diberikan Rafa itu.


"Baiklah, terimakasih aku akan kembali bekerja." Kata Nabila, Ia kembali ke tempat duduknya. Begitupun dengan Rafa.


Setelah itu, mereka tidak lagi berbicara dan sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Rafa sibuk dengan dokumen dokumen yang harus ditandatanganinya dan Nabila sibuk dengan dokumen yang harus ia pelajari.


"Nabila, bentar lagi istirahat makan siang. Biasanya karyawan disini makan di restoran didepan kantor. Kau bisa bergabung dengan mereka." Kata Rafa dan melihat kearah Nabila.


"Tapi ... Hari ini ibuku membawakan aku bekal. Karena tadi pagi aku tidak sempat makan. Jadi nanti istirahat siang aku makan disini saja." Kata Nabila.


"Hmm, oke baiklah." Kata Rafa sambil memikirkan sesuatu.


Lalu, Rafa pun tampak menelepon seseorang setelah itu ia menutup panggilannya.


Rafa melihat jamnya dan sudah masuk waktu istirahat dan makan siang. Ia pun beranjak dari kursinya dan mengambil kursi lain dan duduk didepan meja Nabila.


Nabila yang sudah bersiap siap untuk membuka bekal makan siangnya menjadi terkejut karena Rafa tiba-tiba duduk dihadapannya.


"Apa kau perlu sesuatu?" Tanya Nabila. Ia kembali menutup bekalnya dan bertanya kepada Rafa dengan wajah heran.


"Tidak, kita akan makan bersama, apa kau mau?" Tanya Rafa sambil tersenyum kearah Nabila.


Setelah itu, masuklah sekretaris Kim dengan membawakan 1 kotak nasi. Ternyata Rafa tadi menelepon sekretarisnya dan menyuruhnya untuk membawakan 1 kotak nasi keruangannya. Setelah memberikan kotak nasi itu sekretaris Rafa pun keluar.


"Apa kau keberatan jika aku makan bersama mu?" Tanya Rafa.


"Ah tidak kok, kau boleh makan bersamaku." Kata Nabila.


Mereka pun makan bersama, awalnya mereka hanya diam saja sambil menikmati makanan mereka masing masing. Tapi, tiba tiba Rafa berbicara dengan Nabila.


"Kau tidak suka kuning telur?" Tanya Rafa sambil melihat Nabila menyisihkan kuning telurnya.

__ADS_1


"Aku tidak suka. Aku sedikit alergi kalau makan kuning telur." Kata Nabila.


"Kalau begitu daripada terbuang apa boleh untuk aku saja?" Tanya Rafa.


"Boleh, Ambillah." Kata Nabila sambil memberikan kuning telur itu kepada Rafa.


"Padahal, kuning telur ini enak lho, bagus juga untuk otak kita." Kata Rafa tersenyum.


"Bahkan, kata-kata yang dia keluarkan sekarang dengan dulupun masih sama. Gayanya berbicara pun masih sama." Kata Nabila dalam hati.


Flashback on


Waktu Nabila dan Rafa masih berpacaran semua terasa sangat indah. Mereka tertawa bersama, bermain bersama, bahkan makan pun selalu bersama.


"Rafa, aku ingin makan, perutku terasa lapar. Cacing-cacing diperutku bahkan sudah meronta ronta." Kata Nabila sambil bergelut manja ditangan Rafa.


"Baiklah, kau mau makan dimana? bagaimana kalau dirumah makan itu? kelihatannya enak." Kata Rafa.


"Ayukk." Nabila pun menarik tangan Rafa.


Setelah makanan mereka sampai Nabila dan Rafa pun menyantap makanan mereka.


"Kuning telur membuatku alergi. Jadinya aku tak suka." Kata Nabila.


"Padahal kuning telur ini enak lho. Bagus juga lagi untuk otak kita." Kata Rafa tersenyum.


Flashback off


Sambil mengingat kenangan itu, Nabila terdiam sambil melihat Rafa. Hal itu membuat Rafa sadar karena Nabila terdiam sambil menatapnya.


"Kau tidak lanjut makan?" Rafa bertanya kepada Nabila


"Ahh, iyaa." Nabila tersadar dan melanjutkan makanannya.


Ketika Rafa memakan kuning telur Nabila tadi. Tiba tiba kepalanya sedikit sakit dan bayangan itu muncul lagi. Rafa melihat dalam bayangan itu dirinya sendiri yang sedang makan dengan seorang cewek. Tapi, wajah cewek itu tak terlihat dan samar-samar.

__ADS_1


Rafa memejamkan matanya dan sedikit menggelengkan kepalanya yang berdenyut itu. Dia berusaha melihat lebih jelas bayangan itu. Tapi, tiba-tiba Nabila memegang tangannya dan bayangan itu hilang.


"Kau tidak apa-apa? kau terlihat kesakitan, apa perlu aku panggil sekretaris mu?" Tanya Nabila khawatir. Karena tiba tiba Nabila melihat Rafa seperti menahan kesakitan.


"Tidak apa apa, aku baik baik saja, kau sudahi saja makananmu. Aku sudah kenyang." Kata Rafa. Ia pun berdiri dan menyudahi makanannya dan duduk kembali di kursinya.


"Aku melihat bayangan itu lagi. Bayangan itu muncul lagi dan selalu setiap ada Nabila. Keyakinanku betul bahwa bayangan itu pasti ada kaitannya dengan dia. Tapi aku tadi hampir melihat wajah cewek dalam bayangan itu. Dia berambut panjang juga, tapi ada sesuatu yang aku lihat. Di tasnya ada gantungan berbentuk bulan berwarna emas," Kata Rafa.


Rafa pun meminum sesuatu yang berbentuk pil. Ternyata itu obat sakit kepala yang selalu diberikan Erick untuknya.


"Rafa meminum sesuatu, sepertinya itu obat. Apa dia sakit?" Tanya Nabila khawatir.


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaannya masing masing. Nabila pun tampak serius dengan beberapa catatan penting yang dibuatnya. Setelah itu, sekretaris Rafa pun masuk dan berbicara dengan Rafa. Kemudian, Rafa pun berdiri dan memasangkan jasnya dan bersiap siap keluar bersama sekretarisnya.


"Oiya, Nabila aku pergi keluar dulu karena ada beberapa pertemuan dengan rekan kerjaku. Apa kau tidak apa-apa tinggal sendiri disini?" Tanya Rafa.


"Tidak apa-apa. Aku akan melanjutkan pekerjaanku." Kata Nabila.


"Baiklah, jika ada perlu sesuatu kau bisa telepon aku." Kata Rafa.


Nabila pun mengangguk dan tersenyum kearah Rafa.


"Sepertinya pak Rafa sangat perhatian dengan cewek ini. Dia seperti melakukan cewek itu dengan sangat spesial. Tapi, siapa dia? sepertinya ada sesuatu yang aneh antara dirinya dan pak Rafa." Kata Sekretaris Rafa dalam hati.


Setelah Rafa keluar Nabila pun meregangkan kedua tangannya ke belakang. Badannya pegal-pegal karena seharian duduk dan berkutik dengan dokumen-dokumen yang sangat tebal.


"Hahhhhh, ternyata bekerja dikantor sangat melelahkan. Walaupun aku duduk saja. Tapi otak dan energiku sangat terkuras." Kata Nabila sambil meregangkan tangannya.


"Kalau bekerja di toko, fisik aku saja yang capek. Otak ku tidak terlalu terkuras." Kata Nabila. Ia pun berdiri karena kakinya juga pegal-pegal karena sejak tadi duduk saja.


"Wahh berarti Rafa itu sangat hebat, ia mampu menjadi CEO dan menghandel semua karyawannya disini. Lihatlah ruang kerjanya saja sebesar rumahku." Kata Nabila. Ia berjalan jalan dan mengelilingi setiap sudut ruangan Rafa. Ia melihat lihat perabotan Rafa yang semuanya serba mewah.


Tapi, tiba-tiba Nabila menyenggol sesuatu dan membuat kotak itu terjatuh akibatnya kunci kotak itu terlepas dan rusak.


"Astagaaa, ya ampun, apa yang aku lakukan. Kotaknya jadi rusak. Kalau kotaknya rusak uangku tak cukup untuk menggantinya." Nabila sangat cemas lalu ia mengambil kotak yang terjatuh tersebut.

__ADS_1


Karena kunci kotak tersebut lepas, secara tidak sengaja Nabila melihat apa isi kotaknya.


"Ini!!" Nabila terkejut.


__ADS_2