
Hari ini adalah hari Sabtu. Setiap hari Sabtu dan Minggu adalah hari weekend bagi semua karyawan kantor atau juga sebagai hari libur kantor.
Hal itu membuat Nabila masih betah berada ditempat tidurnya dan tidak bangun bangun sejak tadi padahal jam sudah menunjukan pukul 8. Ia ingin menikmati hari libur ini dengan tidur sepanjang hari karena badannya sudah sangat lelah bekerja.
"Nabila, Nabila, bangun Nak." Kata ibu Nabila. Ia memanggil Nabila dari luar dan mengetuk ngetuk pintu kamar Nabila.
"Apa kamu sudah bangun? Ibu langsung masuk saja ya." Ibu Nabila langsung membuka pintu kamar Nabila.
"Ya ampun, Nabila. Kamu masih belum bangun juga. Ini sudah jam berapa? tidak baik anak cewek bangun kesiangan begini. Ayo, cepat bangun Nabila." Kata ibu. Ia pun menarik selimut Nabila dan membuka jendela kamarnya.
Nabila akhirnya terbangun karena silaunya cahaya matahari yang masuk ke kamarnya. Ia menggeliatkan badannya ke kiri ke kanan. Lalu ia bangun dan mendudukkan badannya.
"Ibu, biarkan aku tidur 1 jam lagi. Waktu libur seperti ini aku harus memanfaatkan semaksimal mungkin untuk tidur. Kalau sudah mulai kerja aku tidak bisa lagi tidur seperti ini."
Masih dengan mata yang tertutup dan pundak yang lesu. Nabila berbicara pelan dengan ibunya.
"Semakin banyak tidur, membuat badanmu semakin letih. Lebih baik kau olahraga. Panas pagi seperti ini sangat baik untuk tubuhmu." ibu duduk di tepi kasur Nabila dan menarik tangan Nabila untuk bangun.
"Oiya, tadi pagi Arina menyuruhmu datang ke tokonya. Semenjak kau bekerja, kau tidak pernah sama sekali mengunjunginya." Kata ibu Nabila.
"Arina? hah iya. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku juga sudah kangen dengannya." Kata Nabila. Matanya langsung terbuka karena ia juga sudah sangat merindukan Arina sahabatnya itu.
"Karena itu, cepat bangun. Habis itu jangan lupa mandi ya." Kata ibu sambil tertawa.
"Aku pasti mandi, Bu. Mana mungkin cewek secantik Nabila ini tidak mandi." Kata Nabila. Ia langsung tertawa dan beranjak dari kasurnya.
"Baiklah, Ibu akan mempersiapkan sarapan untukmu." Kata ibu sambil berjalan keluar kamar Nabila.
"Oke Bu," Kata Nabila. Sambil mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.
Setelah Nabila bersiap siap di kamarnya. Nabila pun keluar dengan wajah yang lebih fresh daripada sebelumnya.
"Ibu, Ayo kita sarapan." Kata Nabila dengan wajah yang sangat ceria.
__ADS_1
"Kamu saja yang makan. Ibu nanti saja, ibu kan tidak mau kemana mana." Kata ibu dengan wajahnya sedih.
Nabila merasa ibu pasti sudah sangat bosan karena berada dirumah saja. Nabila merasa mereka tidak pernah pergi liburan atau sekedar jalan-jalan saja dengan ibunya. Apalagi semenjak Nabila bekerja. Ia selalu sibuk dan jarang memperhatikan ibunya.
"Ibu, maafkan aku. Sebagai seorang anak aku seharusnya lebih memperhatikan ibu. Aku seharusnya lebih peka bahwa ibu juga ingin jalan jalan dan keluar dari rumah. Aku seharusnya mengajak ibu ketempat yang membuat hati ibu senang dan bahagia."
Nabila tertunduk sedih ia merasa gagal menjadi seorang anak. Hanya Inu yang dimilikinya saat ini. Tapi ia bahkan tak mempedulikan ibunya seorang.
"Kenapa kau begitu, ibu tidak menyalahkanmu. ibu hanya sedih saja karena selalu dirumah dan tak bisa pergi kemana mana. Tapi itu bukan salahmu, Nak." Kata Ibu sambil tersenyum kearah Nabila.
"Ibu tau kau itu pasti sudah sibuk dan lelah bekerja. Kau sudah berusaha keras bekerja. Semua kau lakukan, ibu paham akan kondisi mu Nak. Jadi, jangan salahkan dirimu lagi ya. Suatu saat pasti kita bisa pergi liburan bersama sama." Kata ibu Nabila.
Nabila yang melihat itu langsung tersenyum ke arah ibunya. Ia memeluk Ibunya tanda bahwa ia sangat sayang dengan ibunya.
Setelah selesai mengobrol dan makan sarapan pagi. Nabila pun pamitan dengan ibunya. Tak lupa ia juga mencium tangan ibunya. Seperti biasa Nabila menunggu bus di halte. Ia memainkan ponselnya. Lalu, ia melihat ada pesan yang belum dibacanya. Ia membuka pesan tersebut.
Seketika wajah Nabila langsung bahagia saat ia membaca pesan tersebut. Ternyata dari Rafa.
"Jangan lupa besok ya, hari Minggu kita pergi nonton." Isi pesan dari Rafa tersebut.
"Apa besok itu bisa disebut dengan kencan kah?" Tanya Nabila. Ia menghayal sambil tersenyum senyum tentang apa yang akan ia lakukan bersama Rafa besok.
Bus pun datang. Nabila cepat cepat sadar dan naik kedalam bus itu.
Sesampainya di toko. Nabila berusaha untuk mengejutkan Arina. Tapi, Nabila malah yang dibuat terkejut karena ia melihat Arina dan William sedang duduk berdua dan saling tersenyum satu sama lain.
"Apa mereka sudah baikan? mereka tidak bertengkar lagi?" Nabila berucap dalam hati.
"Haiiii, Arina hai William. Apa kabar kalian?" Nabila memutuskan untuk langsung masuk saja dan tidak jadi mengejutkan Arina.
"Hei Nabila, kau sudah datang? kukira kau tidak akan datang dan tetap melanjutkan tidurmu itu." Kata Arina tertawa begitu juga William yang ikut tertawa.
"Kalian tidak buka toko hari ini?" Tanya Nabila. Biasanya toko hari Sabtu kan etap buka. Kecuali hari Minggu." Kata Nabila heran. Karena Nabila melihat tulisan "close" di depan pintu.
__ADS_1
"Karena itu, tadi pagi aku menelepon ibumu. dan menyuruhmu datang kesini." Kata Arina.
"Emang ada apa? Tanya Nabila sangat penasaran.
"Apa kau tidak kangen denganku?" Tanya Arina.
"Tentu saja, mana mungkin aku tidak kangen denganmu." Kata Nabila.
"Aaaaaaaa." Mereka pun akhirnya saling peluk pelukan seperti saudara yang sudah terpisah lama.
"Hei, kalian, sudah sudah. Padahal kalian tidak bertemu baru beberapa hari, tapi rindu kalian seperti sudah tidak bertemu ber abad abad." William menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah mereka berdua.
"Kami itu sudah seperti saudara. Jadi, kalau tidak bertemu satu hari saja sudah sangat kangen. Wpalagi ini sudah beberapa hari." Kata Nabila.
"Benar sekali." Arina menambakan perkataan Nabila.
"Oiya, aku lihat kalian sudah tidak musuhan lagi ya. Terakhir aku kesini, kalian itu saling jutek satu sama lain. Bahkan Arina marah marah dengan William. Tapi tadi kenapa kalian senyum senyum manis begitu." Nabila terlihat curiga.
"Tidak, kami sudah baikan sekarang. Ada beberapa kejadian yang membuat kami saling mengerti satu sama lain dan membuat kami jadi dekat seperti ini bahkan kami sudah menjadi teman." William melihat kearah Arina dan membuat Arina malu malu.
"Baguslah kalau begitu. Aku lebih senang kalau kalian berteman." Nabila tersenyum kearah mereka berdua.
"Bentar, bentar. Aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari toko ini. Kenapa lebih indah dan kesannya sangat mewah daripada sebelumnya toko ini." Kata Nabila sambil melihat sekeliling toko.
"Itu semua berkat William. Ia seorang desainer yang hebat dan cerdas. Ini semua dia yang mengatur dan mendesain tata letaknya bahkan pemilihan warnya pun dia yang melakukanya." Kata Arina.
"Aku hanya ingin sedikit membantu agar membuat toko ini tidak terlihat kuno. Dengan begitu pembeli akan lebih tertarik masuk ke toko ini daripada toko yang lain." William tersenyum.
"Karena itu, semenjak William merubah penampilan toko ini. Banyak pembeli yang yang membeli bunga di toko ini. Bahkan jumlahnya 2 kali lipat daripada sebelumnya."
Arina sangat bahagia karena ia juga mendapatkan penghasilan yang sangat banyak daripada sebelumnya semua itu berkat William. Arina bahkan sudah menabung uang hasil jualan mereka karena permintaan William. Tapi Arina menyisihkan sedikit uangnya untuk menyenangkan hati William
"Karena itu, berkat kerja William dan karena kerinduanku denganmu, aku ingin mengajak kalian pergi jalan jalan ke Taman Impian Jaya Ancol. Akuku yang akan mentraktir kalian berdua." Kaya Arina tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Apa? benarkah? aaaa aku sangat senang. Terimakasih banyak Arina, William juga." Kata Nabila sangat bahagia ia memeluk Arina lagi, mereka pun tertawa.
"Sahabat sejati tahu sekali seberapa bodohnya kamu. Tapi tetap saja memilih untuk menghabiskan waktunya bersamamu." ~ Nabila.