
Setelah mengatakan semuanya kepada Arina tentang masa lalu dan hubungan Nabila dengan Rafa dulu. Perasaan Nabila lebih lega. Ia tidak lagi berbohong kepada Arina. Ia sudah mengungkapkan semua kisahnya. Dan sekarang Arina pun bahkan ingin membantu Nabila untuk mencari kebenaran yang menimpa Rafa.
Nabila menjadi sangat senang. Awalnya, ia sedih karena tak akan ada yang akan menolongnya lagi. Selain Erick. Tapi, tak disangka Arina dengan sangat tulus mau membantunya, William juga.
Hari ini Nabila memulai hari kerjanya dengan hati yang senang dan wajah yang tersenyum. Nabila yakin dengan bantuan Arina dan William ia pasti akan bisa mencari tau apa sebenarnya penyebab Rafa lupa akan dirinya. Nabila juga lebih semangat karena waktunya disini tidak lama lagi. Hanya terhitung beberapa hari sampai festival itu diadakan. Setelah itu ia akan pergi dari sisi Rafa.
Nabila berjalan menuju ruangannya atau juga ruangan Rafa. Nabila sudah tidak marah lagi ataupun cemburu lagi dengan Rafa karena kejadian yang terjadi di pantai waktu itu. Rafa juga sudah minta maaf dengannya. Nabila juga tidak mau hanya karena kejadian itu ia dan Rafa saling bermusuhan.
Nabila membuka pintu ruangan Rafa dan langsung masuk lalu menutup pintunya lagi. Seperti biasa Rafa selalu datang lebih dulu daripada Nabila. Ia sudah duduk dikursinya dengan gaya santainya. Nabila pun melihat Rafa sekilas dan tersenyum.
"Hei Rafa, selama pagi." Kata Nabila. Hari ini Nabila lebih ramah kepada Rafa karena suasana hatinya yang sedang baik.
"Hei Nabila, pagi. Hari ini kau tampak sangat ceria daripada biasanya. Ada sesuatu yang membuat hatimu senang?" Tanya Rafa dengan wajah tersenyum.
"Ah tidak juga. Hari jni aku hanya ingin lebih bersemangat lagi. Tidak lama lagi festival akan segera terlaksana. Aku hanya ingin lebih semangat bekerja daripada biasanya." Kata Nabila sambil tersenyum.
"Owhh, baguslah kalau begitu. Aku juga dibuat lebih semangat lagi karenamu." Kata Rafa tersenyum. Nabila pun sedikit tertawa.
"Oiya, Nabila, ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu. Tunggu sebentar." Kata Rafa. Ia tampak mengambil suatu kotak didalam laci mejanya. Nabila pun masih berdiri menunggu apa yang akan diberikan Rafa kepadanya.
"Ini untukmu." Kata Rafa. Ia memegang 2 buah kotak berukuran kecil. Satu kotaknya Rafa memberikan itu untuk Nabila. Dan satu kotaknya lagi Rafa yang pegang.
"Ini apa Rafa? Ini untukku?" Tanya Nabila heran. Ia melihat kotak itu dan tidak ada tulisan apapun disitu.
"Iya, itu untukmu. Ambillah. Kau bukalah dan liat isi dalamnya." Kata Rafa.
__ADS_1
Karena heran Nabila pun perlahan membuka isi kotak itu. Setelah terbuka Nabila mengambil isi dalamnya yang tertutup oleh plastik bening. Setelah itu perlahan Nabila mengeluarkan isinya. Dan setelah mengetahui apa isi kotak itu Nabila benar-benar dibuat terkejut.
Ternyata itu sebuah foto saat Nabila dan Rafa sedang berciuman di pantai waktu itu. Foto itu sudah dikasih frame bewarna pink sehingga Nabila bisa meletakannya diatas mejanya. Nabila benar dibuat terkejut dan juga malu melihat fotonya sendiri yang sedang berciuman dengan Rafa.
"Rafa, apa ini?" Tanya Nabila. Ia benar-benar tidak tau maksud dari pemberian Rafa ini.
"Aku hanya ingin memberikanmu kenang-kenangan. Aku berpikir jika aku memberikanmu frame foto ini kau bisa terus mengingatku." Kata Rafa ia tersenyum tulus.
"Aku juga punya. Tapi frame aku bewarna biru dan kau pink. Aku ingin kita mempunyai barang yang sama. Aku juga akan menyimpan foto ini." Kata Rafa. Ia mengeluarkan frame fotonya yang sama persis dengan punya Nabila hanya warna bingkainya saja beda.
"Tapi, Rafa. Sepertinya fotonya sangat pribadi. Kenapa kau tidak mengambil foto selain dari foto ciuman ini." Kata Nabila terlihat malu-malu.
"Aku suka dengan kemesraan. Hanya ini foto yang bisa menggambarkan kemesraan kita berdua." Kata Rafa. Ia melihat Nabila dengan senyum jahilnya. Nabila pun langsung dibuat merona dengan perkataan Rafa itu. Nabila benar-benar sangat malu.
"Jadi, ini benar-benar untukku?" Tanya Nabila. Ia malu kalau membahas tentang ciuman itu lagi. Nabila langsung mengubah topik pembicaraan.
"Terimakasih Rafa. Aku akan menjaga foto ini." Kata Nabila.
"Seperti aku menjaga hati ini untukmu Rafa. Selama ini aku tidak pernah membuka hati dan perasaanku untk pria lain. Aku benar-benar tidak bisa lepas darimu. Bertahun-tahun aku menunggumu. Aku selalu berharap kita bisa kembali seperti dulu lagi dan bahagia bersama lagi. Aku pasti akan mewujudkan hal itu Rafa." Kata Nabila dalam hati.
"Baiklah, aku kembali kerja dulu. Pekerjaanku menunggu." Kata Nabila.
"Baiklah, aku juga mau lanjut kerja." Kata Rafa Ia tersenyum. Nabila pun berjalan dan duduk di kursinya. Rafa berbalik dan tepat saat itu ada yang meneleponnya. Rafa pun meletakan foto itu diatas meja dan mengangkat panggilan yang ternyata dari sekretarisnya.
"Halo pak Rafa." Kata sekretarisnya.
__ADS_1
"Iya, ada apa? kenapa kau menelponku?" Tanya Rafa.
"Pak, hari ini saya izin tidak masuk kantor. Istri saya lagi masuk rumah sakit, Pak. Hari ini istri saya akan melakukan operasi, Pak. Jadi, saya harus mengurus beberapa biaya administrasinya. Apa boleh saya izin untuk satu hari ini saja pak?" Tanya Sekretarisnnya.
"Owh begitu. Baiklah, tidak masalah. Semoga istrimu cepat sembuh ya." Kata Rafa.
"Terimakasih banyak, pak." Kata Sekretaris Rafa.
"Baiklah, aku harus lanjut bekerja. Kirim salam untuk istrimu ya." Kata Rafa. Ia berniat untuk menutup panggilan dari Sekretarisnnya itu.
"Tunggu, Pak. Ada sesuatu yang ingin aku katakan, Pak." Kata sekretarisnya. Rafa pun tidak jadi mematikan panggilan dari sekretarisnnya itu.
"Ada apa?" Tanya Rafa.
"Aku hanya takut buk Luna tiba-tiba datang kekantormu, Pak. Aku tidak ada dikantor sekarang untuk menghentikannya. Aku hanya ingin pak Rafa lebih hati-hati lagi. Dan juga aku saranin supaya pak Rafa mengunci pintu ruangan bapak agar buk Luna tidak asal masuk saja nanti pak." Kata sekretaris Rafa. Ia benar-benar takut jika itu terjadi.
"Ah iya, aku lupa akan hal itu. Baiklah, aku akan mengunci pintunya." Kata Rafa. Tepat saat
Rafa mengatakan hal itu tiba-tiba pintu ruangan Rafa terbuka dan terlihatlah siapa yang masuk keruangannya saat ini. Ternyata itu Luna. Ia benar-benar datang hari ini. Rafa pun benar-benar dibuat terkejut karena kedatangan Luna yang mendadak itu.
Rafa tidak melanjutkan panggilan dari sekretarisnya dan langsung melihat Nabila. Ia benar-benar tidak ingin Luna mengetahui kalau Nabila bekerja di ruangnya ini. Tapi, Luna sudah lebih dulu masuk dan berjalan kearah meja Rafa.
"Hei Rafa." Kata Luna. Ia menyapa Rafa. Saat ini Luna berdiri tepat didepan meja Rafa. Entah kenapa Luna merasa ada orang lain diruangan itu juga. Tiba-tiba Luna menoleh ke arah Nabila duduk.
"Nabila!! kau disini?" Tanya Luna terkejut saat mengetahui melihat Nabila yang bekerja di ruangan Rafa.
__ADS_1
Nabila pun baru sadar kalau Luna sudah berada didalam ruangan Rafa ini. Nabila benar-benar terkejut melihat kehadiran Luna. Ia langsung melihat kearah Rafa dengan wajah yang takut.