Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 68 Bersiap Pergi


__ADS_3

Keesokan paginya. Nabila terbangun dari tidurnya sambil meregangkan kedua tangannya. Nabila terlihat puas saat otot-otot badannya berbunyi. Badannya terasa sangat enak sekarang. Nabila langsung bangkit dari kasurnya dan masuk kedalam kamar mandi. Nabila akan membersihkan badannya terlebih dahulu.


Setelah selesai mandi. Nabila keluar dan memakai pakaiannya. Karena hari ini bukan hari kerja. Nabila memakai baju santai tidak baju memakai baju kerja lagi. Walaupun, hari ini ia akan pergi untuk pekerjaan kantor. Tapi, Rafa membolehkan mereka semua untuk memakai pakaian santai.


"Hari ini aku akan pergi ke pantai. Tempat dimana festival itu akan diadakan. Hari ini aku ingin mengikat rambutku. Pasti di pantai itu sangat panas dan gerah." Kata Nabila sambil mengikat rambutnya.


Hari ini Nabila memilih pakaian yang telihat sederhana tapi terkesan mewah saat Nabila yang memakainya. Nabila memilih pakaian bewarna hijau muda dan memakai celana berwarna putih. Nabila benar-benar terlihat cantik.


Setelah semuanya selesai. Nabila turun dan sarapan bersama ibunya. Nabila mengatakan kepada ibunya kalau hari ini dia akan pergi ke suatu tempat untuk pekerjaan kantor. Ibu Nabila pun mengizinkan Nabila pergi. Setelah selesai sarapan. Nabila pun berpamitan kepada ibunya dan keluar dari rumah. Saat sudah diluar rumah Nabila tampak memikirkan sesuatu.


"Katanya Rafa akan menjemputku. Ini sudah jam berapa. Apa dia lupa kalau ia sudah janji akan menjemputku." Kata Nabila sambil berjalan ke depan gang rumahnya.


"Apa sebaiknya aku naik bus saja ya. Aku malu kalau aku telat datang. Sedangkan karyawan lain sudah lama menunggu." Kata nabila.


Tepat, pada saat itu. Rafa pun akhirnya datang dan menyuruh Nabila untuk langsung masuk ke mobilnya.


"Apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Rafa. Saat Nabila Sudah masuk kedalam mobil Rafa. Dan sudah duduk di samping Rafa.


"Tidak juga. Aku tadi hampir mau naik bus. Aku kira kau lupa kalau hari ini akan menjemputku." Kata Nabila.


"Tidak mungkin aku lupa menjemput wanitaku." Kata Rafa sambil tertawa. Nabila pun langsung memukul tangan Rafa. Saat ia mengatakan Nabila adalah wanitanya.


"Jangan berkata seperti itu, Rafa. Nanti kalau ada yang dengar mereka bisa-bisa salah paham." Kata Nabila.

__ADS_1


Rafa pun hanya tertawa melihat ekspresi marah Nabila. Saat marah Nabila lebih terlihat imut.


"Sebenarnya tadi pagi aku telat bangun. Karena aku bermimpi sesuatu yang sangat indah. Kau tau aku bermimpi apa?" Tanya Rafa.


"Mana aku tau." Kata Nabila. Mana mungkin Nabila bisa tau apa yang di mimipkan Rafa.


"Aku bermimpi kita berciuman lagi. Tapi, tidak dikantor seperti kemaren. Aku bermimpi kita berciuman di atas kasur. Kau dan aku tidak memakai pakaian sehelai pun. Kita berpelukan sambil berciuman mesra." Kata Rafa diikuti dengan senyuman nakalnya.


"Rafa!!! itu sangat memalukan. Kenapa kau bisa bermimpi seperti itu." Kata Nabila. Saat ini pipi Nabila benar-benar dibuat merona. Ia tidak habis pikir kenapa Rafa bisa bermimpi seperti itu.


"Karena aku terlalu memikirkanmu. Aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Karena itulah, sampai di mimpibpun aku sampai memikirkanmu." Kata Rafa sambil tersenyum. Nabila pun menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir dengan Rafa.


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke kantor. Nabila hanya terdiam dengan pipi yang masih merona. Rafa pun masih tersenyum sambil sesekali melihat Nabila.


"Rafa! turunkan aku disini saja. Jangan didepan karyawan lain. Nanti apa kata mereka saat melihat aku keluar dari mobilmu." Kata Nabila sambil memegang tangan Rafa.


"Biarkan saja. Mana tega aku menurunkan mu disini. Kau harus berjalan pula kedepan dulu. Itu akan membuatmu lelah. Anggap saja karyawan itu tidak ada." Kata Rafa. Dan menjakankan mobilnya lagi.


"Tapi, Rafa. Mereka pasti akan berpikiran aneh-aneh kepadaku." Kata Nabila. Ia hanya takut jika semua orang membuat rumor yang tak benar tentang dirinya.


"Tenang saja. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Kata Rafa.


Saat ini mereka benar-benar sudah didepan semua orang. Rafa memberhentikan mobilnya dan turun. Begitu juga Nabila. Awalnya semua karyawan itu hanya terlihat sopan sambil menundukkan kepalanya saat tau itu Rafa. Tapi, saat Nabila juga ikut keluar dari mobil Rafa. Semua orang tampak saling berbisik-bisik dan heran kenapa Nabila bisa keluar dari mobil Rafa.

__ADS_1


"Aku pergi bersamanya. Karena kebetulan aku bertemu dengannya dijalan. Kalau ada diantara kalian yang berpikiran hal-hal yang aneh-aneh tentangnya. Aku akan langsung pecat orang itu." Kata Rafa terlihat tegas. Semua karyawan itu terlihat diam dan tidak berbisik lagi.


Nabila pun langsung dibuat tersentuh dengan kelakuan Rafa. Ia benar-benar melindungi Nabila. Dalam hatinya Nabila tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Rafa. Rafa benar-benar melakukan segala cara untuk membuat Nabila merasa nyaman dan tidak tertekan.


Rafa pun berdiri didepan semua karyawannya. Ia memberikan pengarahan dulu. Dan memberikan perintah tentang hal-hal apa saja yang harus mereka lakukan saat tiba disana. Nabila pun bediri diantara semua karyawan. Tiba-tiba Tasya datang menghampirinya.


"Hei Nabila." Kata Tasya. Nabila pun langsung menoleh dan tersenyum saat ia menyadari kalau itu Tasya. Tak lama setelah itu Randi pun juga menghampiri mereka berdua.


"Hei Nabila, Tasya. Kalian disini. Aku tadi mencari-cari kalian." Kata Randi sambil tersenyum.


Melihat Randi. Membuat Tasya mengingat kejadian tadi malam. Dan mengingat semua obrolan Randi saat bersama Luna dirumah kosong itu. Semua masih membekas didalam ingatan Tasya. Ia berusaha tenang. Dan tidak memperlihatkan wajah tak tenangnya kepada Randi. Tasya pun hanya tersenyum sekilas saat Randi menyapanya. Tasya langsung mengalihkan pandangan kearah lain. Dia tidak ingin Randi tau kalau tadi malam dialah yang mengintip Randi.


Setelah Rafa selesai memberikan pengarahan kepada karyawannya dan juga termasuk Nabila, Tasya dan Randi. Rafa pun langsung mendekat kearah Nabila. Semua karyawan Rafa satu per satu naik ke mobil yang telah disediakan Rafa. Nabila juga berjalan dan akan naik ke mobil itu bersama karyawan lain. Tapi, Rafa menahan tangan Nabila.


"Kau naik mobilku." Kata Rafa sambil tersenyum. Nabila pun hanya bisa mengikuti apa kata Rafa. Karena saat ini Rafa benar-benar tidak memperbolehkan Nabila masuk ke mobil itu.


Randi pun menyadari itu. Saat Nabila ditahan oleh Rafa dan tidak diperbolehkan naik ke mobil bersama karyawan lainnya. Randi menyadari sepertinya Rafa ingin menghabiskan perjalanannya hanya bersama Nabila. Randi pun tersenyum licik dan mendekati mereka berdua. Tasya pun juga menyadari Randi yang pergi menjauh dari antrian dan jalan mendekati Rafa dan Nabila.


Setelah Tasya mendengar percakapan dan niat jahat Randi itu. Tasya mulai waspada dan terus mengintai Randi. Tasya terus lebih memperhatikan Randi. Tasya hanya takut. Jika suatu saat tiba-tiba Randi memulai aksinya dan mencelakai Nabila dan Rafa.


"Rafa, apa aku boleh naik mobilmu? aku tidak bisa berada di dalam satu mobil yang banyak isi penumpangnya." Kata Randi.


"Rafa, apa aku juga boleh naik mobilmu? didalam mobil itu tidak ada satupun yang aku kenal. Aku hanya ingin dekat dengan Nabila. Dia salah satu orang yang aku kenal." Kata Tasya dengan wajah yang terlihat sedih.

__ADS_1


__ADS_2