
Rafa dan Nabila terus memikirkan jawaban yang tepat. Kalau salah saja mereka sedikit. Tasya dan Randi pasti akan curiga. Padahal, sebenarnya Randi dan Tasya sudah menyaksikan secara langsung apa yang dilakukan Nabila dan Rafa tadi.
"Ah iya, kami tadi me survei beberapa tempat disini. Ternyata, disini tempatnya lebih indah. Tapi, percuma. Kita tidak melakukannya festival disini. Karena tempatnya yang tertutup." Kata Rafa.
"Iya, benar. Karena itu tadi kami melakukan riset disini." Kata Nabila. Ia ikut membantu Rafa.
"Owhh, begitu. Jadi, apa rsietnya sudah selesai? kalau sudah kita harus kembali. Semua karyawan menunggumu pak." Kata Tasya.
"Aiya, sudah siap. Sebaiknya kita langsung kembali ketempat tadi." Kata Rafa.
Tasya dan Nabila pun saling mengangguk. Tapi, berbeda dengan Randi. Ia hanya diam tak bersuara. Ia masih terlihat marah. Hatinya masih terasa sakit saat melihat wanita yang disukainya berciuman dengan pria yang dibencinya.
Akhirnya, mereka pun jalan berempat ketempat karyawan yang lain berkumpul. Saat mereka sudah sampai. Tiba-tiba mereka berempat terkejut karena kehadiran seseorang. Dan itu adalah Luna.
"Luna? kenapa dia disini?" Kata Rafa dalam hati.
"Itu Luna calon tunangan Rafa. Kenapa dia tiba-tiba ada disini?" Kata Nabila.
"Luna? dia disini? apa yang ingin dilakukannya?" Kata Randi dalam hati.
"Ah itu wanita yang bersama Randi saat ia dirumah kosong itu. Ya ampun, sekarang aku baru sadar siapa dia. Dia calon tunangan pak Rafa. Dia yang menyuruh Randi melakukan hal itu." Kata Tasya dalam hati.
Mereka berempat terdiam dengan pikiran masing-masing. Mereka semua mengenal Luna.
Luna pun menyadari jika ada seseorang yang datang. Ia pun langsung berbalik dan menoleh ke mereka berempat. Luna langsung tersenyum saat ia mengetahui itu Rafa. Dan ada Randi juga. Tapi, senyumnya berubah mejadi sedikit sinis saat melihat Nabila. Ia benar-benar sangat mengenal Nabila. Tapi, Rafa tidak mengetahui hal itu.
Saat ini Luna berpura-pura seakan-akan ia tidak punya masalah apapun dengan Randi dan Nabila. Ia berpura-pura tidak mengenal mereka berdua. Agar Rafa tidak terlihat curiga.
__ADS_1
"Hei Rafa. Ternyata kau disitu. Sejak tadi aku mencarimu." Kata Luna. Ia tersenyum manis berpura-pura hubungan dia dengan Rafa baik-baik saja.
Mereka berempat pun langsung berjalan mendekat kearah Luna. Saat sudah didepan Luna. Tasya lebih memilih langsung duduk bersama karyawan lain. Saat ini ia tidak ingin ikut campur urusan mereka. Randi baru sadar kalau Rafa tidak tau sebenarnya dia dan Luna sudah saling kenal. Ia juga ikut-ikutan duduk. Seakan-akan ia tidak mengenal Luna.
Melihat Tasya dan Randi duduk. Nabila pun berniat untuk melakukan itu juga. Ia ingin duduk juga. Tapi, saat ia akan pergi. Rafa lebih dulu menahannya. Luna melihat hal itu. Dia melihat bagiamana Rafa menegang tangan Nabila. Ia lagi-lagi tersenyum sinis.
"Ada perlu apa kau kemari?" Tanya Rafa langsung pada intinya.
"Aku pikir sepertinya disini tidak terlalu banyak orang menjual makanan. Jadi, aku berinisiatif kesini untuk membawa nasi kotak itu. Kalian pasti capek dan butuh makanan. Aku juga memberikannya secara gratis." Kata Luna sambil melihat semua karyawan Rafa.
"Terimakasih buk Luna untuk makannya." Kata karyawan itu serentak. Wajah mereka terlihat bahagia sambil menikmati makanan itu. Luna pun tersenyum kearah mereka semua.
"Selain membawa makanan aku juga ingin mengunjungimu. Sebagai calon tunangan kita harus saling membantu bukan." Kata Luna sambil tersenyum.
"Tidak ada yang perlu kau bantu disini. Aku sudah memiliki banyak karyawan yang hebat-hebat." Kata Rafa. Nabila benar-benar tidak nyaman dengan situasi ini. Ia tidak ingin mendengar percakapan mereka. Tapi, Rafa terus saja menahan tangannya.
"Hei, kau Nabila kan. Apa kau masih mengingatku?" Tanya Luna. Saat ini Luna sok kenal dengan Nabila. Tapi, sebelumnya mereka emang sudah pernah bertemu di kafe waktu itu.
"Kenapa dia bisa tau namamu?" Tanya Rafa. ia sedikit berbisik-bisik ditelinga Nabila.
"Aku pernah bertemu dia waktu itu. Aku juga diajaknya untuk mengobrol ke kafe waktu itu." Kata Nabila.
"Ah iya, aku masih mengingatmu. Kita pernah bertemu sekali waktu itu." Kata Nabila dengan tersenyum kaku.
"Benar, kau masih mengingatku ternyata. Sepertinya kau karyawan spesial disini. Lihatlah, hanya kau sendiri yang tangannya dipegang oleh CEO. Disaat karyawan yang lain bersikap sopan terhadap atasannya. Kau sepertinya lebih suka telihat bermesraan dengan atasanmu." Kata Luna. Saat ini ia menyindir Nabila. Karena tangan mereka yag tak lepas dari tadi.
Nabila dengan paksa melepas tangan Rafa. Saat sudah lepas ia langsung pergi dari hadapan Luna dan menjauh pergi dari Rafa. Saat ini Nabila benar-benar tidak ingin berada di antara mereka. Hatinya dibuat sakit dan sesak. Nabila langsung duduk disamping Tasya dan tidak melihat Rafa ataupun Luna lagi.
__ADS_1
Rafa awalnya berniat untuk pergi bersama Nabila. Tapi, Luna menghentikannya dengan kata-kata yang dikeluarkannya.
"Tanggal pertunangan kita sudah ditetapkan." Kata Luna tiba-tiba. Rafa terkejut dengan apa yang dikatakan Luna.
"Kita berbicara ditempat lain. Tidak enak kalau didengar oleh karyawan disini." Kata Rafa. Mereka langsung menjauh dari tempat tadi. Nabila pun melihat kepergian Rafa bersama Luna. Ia sedih dan hatinyaterasa sakit.
Rafa dan Luna pun menjauh dari tempat tadi. Saat dirasa sudah jauh. Rafa langsung bertanya tentang hal yang dikatakan Luna tadi.
"Siapa yang menetapkan tanggal pertunangan kita? seharusnya aku yang bertanggung jawab atas pertunangan ini." Kata Rafa. Ia terlihat kesal.
"Ayahmu. Dia sudah memberikan waktu untukmu memilih sendiri. Tapi, sampai sekarang kau seakan-akan bersikap bodoh dan tidak mempedulikan pertunangan kita ini. Jangan salahkan Ayahmu jika dia mengambil keputusan seperti itu." Kata Luna sedikit tegas.
"Jadi, apa kata ayahku? kapan pertungan itu dilakukan?" Tanya Rafa. Ia berharap tidak dalam waktu yang dekat seperti ini. Ia harus mencari cara dulu untuk menghentikan pertunangan ini.
"Seminggu setelah festival ini. Kita akan bertunangan." Kata Luna. Hal itu langsung membuat Rafa terkejut. Bagaimana tidak, itu waktu yang cukup dekat. Tidak lama lagi festival akan diadakan. Lalu, seminggu setelah itu ia dan Luna langsung bertunagan?
"Tidak, kita tidak bisa melakukan itu dalam waktu yang sangat cepat seperti ini. Tidak bisa." Kata Rafa.
"Kenapa tidak, kita hanya perlu mempersiapkan beberapa hal yang penting-penting saja. Aku juga tidak perlu harus pesta yang mewah." Kata Luna.
"Tidak, bukan itu masalahnya." Kata Rafa.
"Owh aku tau apa masalahnya sekarang. Pasti kau dan Nabila diam-diam saling berhubungan di belakangku kan. Dilihat dari gaya dan tatapanmu tadi ke dia. Sepertinya kalian saling punya perasaan satu sama lain." Kata Luna. Ia berhasil membuat Rafa terdiam seketika. Luna tau, Nabila adalah titik lemah Rafa.
"Baiklah, kalau kau tidak bisa melakukan pertunangan ini. Aku tinggal bilang ke ayahmu kalau kau lebih memilih Nabila daripada aku. Itu gampang kok." Kata Luna dengan senyum sinisnya. Ia berhasil mengancam Rafa.
"Tidak, Nabila tidak boleh berada dalam hubungan kami. Ia pasti akan tersakiti. Ayah juga pasti akan membuatnya sakit hati dengan ucapannya. Tidak, Nabila tidak boleh merasakan hal itu. Aku harus melindunginya." Kata Rafa dalam hati. Ia benar-benar tidak ingin Nabila merasakan sakit yang lebih dalam lagi.
__ADS_1