Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 24 Gantungan


__ADS_3

Nabila terkejut dengan isi dalam kotak yang terjatuh tadi. Tapi, tiba tiba Rafa masuk dan mengagetkan Nabila.


"Apa yang kau lakukan!" Bentak Rafa dengan nada yang tinggi.


Rafa berjalan kearah Nabila dan mengambil kotak yang dipegang Nabila itu. Ia membetulkan kuncinya dan meletakan kotak itu diatas meja.


"Kau tidak seharusnya menyentuh barang barangku. Apalagi kotak itu. Itu barangku yang sangat berharga." Kata Rafa sedikit kesal.


"Maafkan aku, maafkan aku. Aku tidak sengaja tadi menyenggolnya dan membuat kotak itu jatuh. Aku akan menggantinya." Kata Nabila sambil menunduk karena ia takut Rafa akan memarahinya.


"Sudahlah, lupakan. Aku bisa memperbaikinya. Beso-besok kau tidak boleh lagi asal menyentuh barang barangku ya." Kata Rafa sedikit marah.


Nabila pun mengganguk dan duduk kembali di meja kerjanya. Ia merasa bersalah karena membuat kotak berharga Rafa terjatuh. Selain itu, Nabila juga terpikir tentang isi kotak Rafa tadi.


"Ternyata dia masih menyimpannya."  Kata Nabila lirih dalam hatinya.


Tak terasa hari sudah beranjak sore. Dan sudah waktunya semua karyawan untuk pulang dan beristirahat dirumah masing masing. Nabila pun membersihkan mejanya setelah itu ia mengambil tasnya dan bersiap pulang.


"Nabila, kau ingin pulang?"  Tanya Rafa, Tiba tiba sudah berdiri disampingnya.


"Ah iya." Kata Nabila sedikit gugup.


"Kau mau pulang bersamaku?" Tanya Rafa.


"Ahh tidak usah. Aku bisa naik taxsi atau bus."  Kata Nabila. Ia menolak tawaran Rafa. Karena menurutnya kalau ia pulang dengan Rafa, nanti karyawan lain akan merasa curiga.


"Tidak apa apa, biar aku antarin. Bentar lagi hari sudah malam, bahaya kalau pulang sendiri." Kata Rafa.


Nabila berusaha menolak lagi tapi, Rafa Sudah pergi duluan dan menyuruh Nabila untuk cepat dan mengikutinya.


Disaat bersamaan, Randi pun bersiap siap untuk pulang dan menghampiri mobilnya. Lalu, ia melihat Nabila yang baru saja keluar dari kantor. Hal itu membuat Randi terkejut.


"Nabila? kenapa dia disini? dia memakai baju kantor juga. Dia bekerja disini? tapi dia tak pernah bilang denganku sebelumnya." Randi tiba tiba heran dan bertanya tanya.


Randi menjauh dari mobilnya dan ingin memanggil Nabila. Tapi, Randi kembali dibuat terkejut karena Nabila tiba tiba masuk kedalam mobil seseorang. Samar samar Randi melihat didalam mobil itu ada seorang laki laki.


"Siapa itu? kenapa Nabila masuk mobilnya?" Tanya Randi, pikirannya mulai tak tenang.


Setelah masuk dalam mobil Rafa. Nabila pun hanya diam dan merasa canggung lagi karena ia hanya berdua saja dengan Rafa di dalam mobil.

__ADS_1


"Maafkan aku." Tiba tiba Rafa berbicara dengan Nabila.


"Untuk apa?" Tanya Nabila heran. Kenapa Rafa minta maaf dengannya.


"Tadi aku membentakmu, karena kotak itu." Kata Rafa.


"Owhh itu, tidak apa apa kok. Lagipula itu salah aku karena asal menyentuh barang orang." Kata Nabila. Ia teringat dan tersenyum tanda bahwa dia tak apa apa.


"Karena kotak itu sangat berharga buatku. Isinya selalu membuat aku mengingat seorang wanita. Tapi ... aku tidak tau siapa wanita itu." Kata Rafa dengan lirih.


Nabila hanya terdiam sambil mendengar cerita Rafa. Ia tersenyum lirih dan mengingat sesuatu lagi.


Sesampainya dirumah. Nabila pun berterima kasih kepada Rafa.


Di Rumah Nabila


Setelah membersihkan badan dan makan malam bersama Ibunya, Nabila pun masuk kamar dan duduk di tepi kasurnya. Ia membuka laci lemari disamping kasurnya dan mengeluarkan sebuah kotak.


Nabila mengeluarkan isinya dan ternyata isinya adalah sebuah gantungan kunci berbentuk bulan dan berwarna emas.


"Gantungan ini masih aku simpan sampai sekarang. Gantungan ini adalah hal yang pertama kali kita beli saat pertama kali pacaran." Nabila melihat gantungan itu. Gantungan itu sangat berkilau dan cantik.


Ternyata kotak yang tidak sengaja dijatuhkan Nabila tadi di kantor itu isinya adalah gantungan yang sama dengan yang dia punya. Sebuah gantungan kunci yang persis sama dengan punya Nabila. Tapi punya Rafa gambarnya matahari.


Kamar Rafa


Rafa terduduk di kasurnya sambil memegang kotak yang dijatuhkan Nabila tadi.


"Kotaknya jadi rusak. Hmm, aku akan berusaha memperbaikinya." Kata Rafa meraba raba gantungan itu.


Setelah itu, Rafa mengeluarkan isinya. Ia melihat gantungan kunci itu dengan wajah tersenyum.


"Kau sangat berharga untukku. Entah kenapa setiap aku meletakan gantungan ini dibawah bantalku. Aku selalu mimpi indah. Ada seorang wanita yang selalu menghampiriku. Dia selalu memakai baju berwarna putih. Berambut panjang dan sangat cantik tapi kenapa wajahnya tidak pernah terlihat ya." Kata Rafa heran sambilmelihat lihat gantungan itu.


"Karena itu, aku selalu menyimpanmu." KataRafa melihat gantungan kunci itu.


Setelah itu, Rafa sadar akan sesuatu. Ia menyimpan kembali gantungan kunci itu ke kotak. Dan mengambil sebuah buku yang ukurannya sebesar buku gambar.


"Hari ini, aku melihat bayangan itu lagi dan yang terlihat dari bayangan hari ini cuma sebuah gantungan kunci yang mirip dengan punyaku. Tapi, gantungan itu bergambar bulan." Kata Rafa.

__ADS_1


Rafa pun menggambarkan sebuah tas dengan gantungan kunci bergambar bulan di buku gambar yang diambilnya tadi. Ternyata, dalam buku itu Rafa membuat sebuah gambaran tentang apa saja yang pernah ia liat dalam  bayangan yang selalu tiba tiba saja muncul.


"Pertama, ada sebuah kembang api didekat danau. Lalu waktu itu aku melihat seorang cewek berambut panjang. Lalu, tadi aku melihat ada seorang cewek dan di tasnya itu ada gantungan kunci berbentuk bulan." Kata Rafa sambil menggerak gerakan pensilnya di atas buku itu.


"Tapi dalam bayang itu aku selalu gagal melihat wajah cewek itu. Sebenarnya siapa cewek itu."  Kata Rafa terlihat sangat heran.


Flashback


Saat Rafa dan Nabila masih berpacaran, mereka selalu menghabiskan waktu libur mereka seperti hari Minggu untuk pergi berjalan jalan berdua saja. "Rafa lihatlah, permainan capit boneka itu sepertinya sangat seru. Ayo, kita coba." Nabila melihat kearah permainan itu.


"Kau ini, seperti anak kecil saja." Kata Rafa tertawa melihat sikap Nabila yang masih kekanak Kanakan itu.


"Ayuklah, Nabila bersikap manja lagi."


"Baiklah." ucap Rafa mengalah.


Saat bermain Nabila selalu gagal mengambil boneka itu. Dia berteriak saat boneka itu sudah berhasil di jepitnya. Tapi seketika ia berteriak dan frustasi karena boneka itu kembali jatuh. Berulang kali Nabila melakukannya tapi tidak pernah berhasil.


"Coba aku yang lakukan," Rafa pun mencoba permainan capit boneka itu dan seketika Nabila dibuat terkejut karena sekali main Rafa langsung berhasil mendapatkan boneka itu.


"Wahhhh, kau hebat Rafa," Kata Nabila.


Akhirnya, Nabila mendapatkan boneka itu, ia sangat senang. Bahkan, selama mereka jalan jalan Nabila selalu memeluk boneka itu.


"Nabila lihatlah, kenapa disitu rami sekali ya? apa yang mereka jual, kita lihat yuk." Kata Rafa.


Mereka berdua akhirnya pergi ketempat itu. Ternyata orang itu menjual pernak pernik dan perhiasan yang cantik. "Rafa, coba lihat, gantungan kunci ini sangat cantik bukan." Kata Nabila sambil melihat gantungan itu.


Ibu penjual itu langsung tersenyum saat Nabila memegang gantungan kunci itu.


"Kau memilih barang yang sangat bagus. Gantungan itu bisa menyatukan 2 hati yang saling mencintai dan akan abadi selama lamanya." Kata ibuk penjual itu.


Nabila tersenyum dan berpikir apa benar gantungan ini seperti yang dikatakan ibuk itu.


"Apa kalian pasangan kekasih? Kalau begitu gantungan kunci ini juga mempunyai pasangannya." Ibuk itu memberikan sepasang gantungan kunci tadi. Satunya bergambar matahari dan satunya bergambar bulan.


Akhirnya, Nabila dan Rafa pun setuju untuk membeli gantungan itu. Mereka menggantungkan di tas mereka masing masing. Rafa yang bergambar matahari dan Nabila yang bergambar bulan.


Mereka saling bergandengan tangan dan terlihat sangat bahagia. Tak lupa, Nabila memeluk bonekanya tadi.

__ADS_1


__ADS_2