
Rafa masih saja memeluk Nabila lama. Nabila hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Rafa terhadapnya. Nabila masih bingung dengan perkataan Rafa barusan. Apakah Rafa sudah mengingatnya? atau Rafa hanya membutuhkan Nabila untuk sesaat.
"Rafa, kau bisa menjelaskan apa maksud ucapanmu itu?" Tanya Nabila. Ia berusaha melepaskan pelukan Rafa.
Perlahan Rafa melepaskan pelukannya dengan Nabila. Ia sedikit memundurkan badannya dan menatap Nabila sangat tajam dan serius.
"Aku melihatmu. Dalam sebuah bayangan hitam yang tak jelas. Tapi, aku yakin itu adalah kamu. Wanita dalam bayangan itu sangat mirip denganmu. Aku yakin itu kamu!" Kata Rafa. Ia sangat tegas mengatakan bahwa itu adalah Nabila. Wanita yang selama ini ada dalam bayangannya dan dalam mimpinya.
"Apa bayangan dimaksud Rafa itu adalah bayangan yang sama yang dikatakan oleh Erick kemaren? Benar, Erick mengatakan bahwa akulah wanita dalam bayang itu. Karena aku adalah masa lalu Rafa. Tapi, aku masih belum bisa mengatakannya. Rafa masih tidak ingat dengan siapa aku sebenarnya. Ia hanya melihatku dalam bayangan saja tapi ia tidak tau siapa aku sebenarnya." Kata Nabila. Ia bergumam dalam hati.
"Aku yakin itu bukan diriku. Mungkin hanya berwajah sama saja." Kata Nabila. Ia masih merasa ini belum waktu yang tepat untuk mengatakan ke Rafa. Kalau Nabila adalah masa lalunya.
"Tapi ..., wanita itu sangat mirip denganmu." Kata Rafa. Ia sangat yakin dan berusaha untuk berkata jujur ke Nabila.
"Jangan dipikirkan lagi. Nanti kepalamu kembali sakit. Lebih baik kau lupakan dulu tentang bayangan itu dan pulihkan dulu kondisimu." Kata Nabila. Ia berusaha meyakinkan Rafa.
Rafa pun memundurkan kembali badannya dari Nabila. Ia tertunduk lesu dan terlihat tidak gembira. Bayangan itu masih membayang dikepalanya. Apalagi, ia sudah melihat cewek itu dan wajahnya sangat mirip dengan Nabila. Tapi, Rafa masih belum bisa membuktikannya secara langsung. Belum ada bukti yang bisa ditunjukannya kepada Nabila.
"Kalau begitu, apa kau ingin kita pulang saja? kau harus beristirahat dan memulihkan kondisimu lagi." Kata Nabila.
"Tidak! kita tidak boleh membatalkan janji kita hari ini. Kondisiku sudah membaik. Kau tidak perlu khawatir." Kata Rafa. Ia kembali tersenyum dan menunjukan kepada Nabila bahwa Rafa baik-baik saja.
__ADS_1
"Benarkah? jika kau tiba-tiba pingsan, bagaimana?" Tanya Nabila.
"Percayalah kepadaku. Aku bukan cowok yang lemah seperti itu. Asalkan kau tau aku ini cowok yang sangat kuat. Tidak seperti yang kau bayangkan." Kata Rafa. Ia bahkan menunjukan tinjunya kedepan dengan semangat yang kuat dan tertawa.
Nabila pun tertawa melihat kelucuan Rafa itu. Nabila berpikir, biarkan semua ini berjalan dengan semestinya. Nabila berharap suatu saat ia akan menemukan waktu yang tepat untuk mengungkap semua ini. Dalam hati Nabila juga minta maaf kepada Rafa karena ia belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Rafa. Nabila juga yakin cintanya dan ketulusannya dapat menyembuhkan rasa sakit Rafa.
"Kalau begitu, kita lanjutkan kembali perjalanan kita. Maaf gara-garaku perjalanan kita sempat terhenti." Kata Rafa. Ia sempat menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian tadi.
"Semua itu bukan salahmu. Kita tidak tau apa yang akan terjadi dengan diri kita. Jadi, kau tidak boleh menyalahkan dirimu." Kata Nabila sambil tersenyum kearah Rafa.
Rafa pun membalas senyuman Nabila. Hatinya kembali tenang berkat Nabila.
Perjalanan mereka pun dilanjutkan dan masih ditemani dengan lagu Stephanie. Mereka berdua menikmati perjalanan mereka dengan pikiran mereka masing-masing.
Nabila tersentak karena Rafa tiba-tiba memegang tangannya. Ia melihat Rafa dengan wajah yang heran dan bertanya-tanya kenapa Rafa melakukan itu.
"Lebih baik seperti ini. Kalau jalan berjauhan seperti tadi pandangan orang buruk terhadap kita. Mereka akan menganggap kita ini seperti musuhan yang terpaksa menonton karena sebuah ancaman seseorang. Seperti di film-film gitu." Kata Rafa. Ia tertawa karena perkataannya itu.
"Ya ampun, kenapa kau bisa berpikiran seperti ini. Ternyata diluar nya saja kau terlihat sangat dewasa. Tapi, ternyata didalamnya kau masih seperti kekanakan." Kata Nabila. Ia menertawai Rafa.
Sambil berjalan masuk kedalam gedung bioskop. Mereka berdua masih saja tertawa sambil bercerita hal-hal lucu. Kalau tadi mereka seperti orang yang bermusuhan. Sekarang mereka seperti pasangan yang baru saja nikah. Sangat mesra dan romantis.
__ADS_1
Saat sudah sampai didalam gedung. Mereka berdua pun memlih film apa yang akan mereka nonton hari ini. Mereka sama-sama melihat pajangan film-film di dinding bioskop itu.
"Kau ingin menonton apa? kau suka film action? kelihatannya seru." Kata Rafa
"Tidak, aku tidak suka." Kata Nabila masih melihat pajangan film yang lain.
"Bagaimana dengan film komedi. Sepertinya seru dan lucu." Kata Randi lagi.
"Tidak, takutnya nanti membosankan." Kata Nabila sambil mengangkat bahunya.
"Kalau begitu, film seperti apa yang kau suka?" Tanya Rafa. Ia tidak tau lagi film seperti apa yang disukai Nabila.
"Hmmmm, bagaimana kalau film itu." Kata Nabila sambil menunjuk salah pajangan film itu.
Rafa melihat film yang ditunjuk Nabila. Ia tidak tau kalau Nabila menyukai film yang seperti itu. Ternyata Nabila menunjuk sebuah film yang berjudul " Seorang Balerina yang Kehilangan Kakinya".
"Owh, film itu sepertinya sangat sedih. Kau ingin menontonnya? apa kau yakin? Tanya Rafa untuk memastikan, apakah Nabila benar-benar ingin menonton film itu.
"Aku suka cerita yang sedih. Cerita dimana kita sebagai penonton bisa hanyut dan merasakan perasaan seorang balerina itu. Aku yakin filmnya pasti sangat bisa membuat hati kita tersentuh. Saat ini aku ingin menonton film seperti itu." Kata Nabila. dengan tatapan manja Nabila melihat kearah Rafa supaya dia setuju dan mau nonton film itu.
"Baiklah, ayo kita nonton." Kata Rafa. Saat ini Rafa ingin menuruti semua keinginan Nabila dan menghabiskan seluruh waktunya hanya berdua dengan Nabila. Rafa ingin meyakinkan dirinya dan hatinya. Apakah perasaanya terhadap Nabila ini hanya cuma sebatas rekan kerja atau lebih.
__ADS_1
Hari ini Rafa ingin membuktikan semua itu. Rafa ingin memantapkan hatinya dan ingin mencari tau apakah selama ini perasaanya yang tiba-tiba berubah hangat dan bergetar itu memang untuk Nabila atau bukan. Apakah perasaan ini emang datang dari lubuk hatinya paling dalam atau bukan.
Rafa melihat Nabila dan tersenyum. Saat ini ia hanya ingin jujur dengan perasaannya.