Kamu Matahari Dan Aku Bulan

Kamu Matahari Dan Aku Bulan
Episode 72 Kiss (2)


__ADS_3

Akhirnya, mereka pun saling lempar-melempar air. Awalnya, Nabila yang melakukan itu. Tapi, Rafa pun tak mau kalah. Ia juga membalas perbuatan Nabila.


"Hei, Rafa. Kenapa kau juga ikut-ikutan melepar air kepadaku. Awas kau ya. Rasakan ini." Kata Nabila. Ia langsung melempar beberapa air. Rafa juga terus-terusan membalas perbuatan Nabila.


Mereka bahkan saling kejar-kejaran berdua. Rafa yang mengejar Nabila karena ia ingin membalas perbuatan nabila itu.


"Rafa, sudah jangan kejar aku lagi. Aku sudah capek." Kata Nabila. Ia langsung terduduk di atas pasir pantai itu.


"Sama, aku juga sudah sangat capek." Kata Rafa. Ia juga ikut-ikutan duduk disamping Nabila.


Mereka berdua pun sempat terdiam beberapa saat sambil melihat pemandangan pantai yang sangat indah itu. Tiba-tiba Nabila menyandarkan kepalanya dibahu Rafa. Saat ini Nabila benar-benar merasa sangat nyaman di posisi seperti ini. Rafa pun tersenyum saat Nabila melakukan hal itu.


"Apa kau lelah?" Tanya Rafa. Ia membiarkan Nabila yang bersandar di bahunya.


"Iya, tapi aku juga senang. Perasaanku lebih bahagia dan rasanya semua bebanku hilang seketika. Aku lebih merasa aku tidak punya masalah apapun. Dan hanya ingin bersenang-senang seperti ini." Kata Nabila tersenyum.


"Untuk hari ini kau boleh merasakan hal seperti itu. Tapi, mulai besok kau juga hrus ingat kenyaatan yang sebenarnya. Kita semua punya beban serta masalah masing-masing." Kata Rafa.


"Apa masalah terbesar dalam hidupmu Rafa?" Tanya Nabila. Ia hanya penasaran dan heran.


"Hmmm, apa ya. Mungkin saat itu aku pernah. mengalami sebuah kecelakaan yang membuatku koma beberapa bulan. Pada saat itu aku merasa kenapa aku diberi masalah seperti ini. Aku kehilangan hari-hari ku yang berharga. Dan sampai sekarang kejadian itu masih membekas dikepalaku." Kata Rafa.


Seketika Nabila langsung teringat akan kecelakaan itu. Ia benar-benar sangat ingat. Bagaimana Nabila bisa melupakan kejadian itu. Sudah sangat jelas Nabila berada disana dan benar-benar melihat secara langsung kejadian itu. Tepat didepan matanya.

__ADS_1


"Rafa, maafkan aku ya." Kata Nabila. Ia tiba-tiba minta maaf. Hal itu membuat Rafa pun heran.


"Kenapa kau minta maaf?" Tanya Rafa heran.


"Aku sudah membuatmu mengingat kejadian itu lagi. Pasti kau sangat ingin melupakan kejadian yang sangat menakutkan itu kan. Tapi, gara-gara aku bertanya seperti itu. Kau jadinya..." Kata Nabila. Ucapannya tiba-tiba terpotong


"Tidak, itu bukan salahmu. Kadang aku juga sering mengingatkan kejadian itu. Tidak hari ini saja. Itu bukan salahmu. Walaupun menyakitkan. Tapi, aku bersyukur karena aku sudah mampu melewati itu semua." Kata Rafa. Ia tersenyum kearah Nabila.


"Kalau kau apa masalah terberatmu?" Tanya Rafa.


"Aku pernah kehilangan seseorang yang aku cintai. Raganya bersamaku tapi jiwanya tidak. Dia seperti orang yang berbeda. Karena itulah, aku mengatakan kalau aku Kehilangannya. Karena dia sudah berbeda dengan waktu saat aku mengenalnya." Kata Nabila. Ia terlihat sangat sedih.


Tanpa sepengetahuan Rafa. Sebenarnya orang yang dimaksud Nabila itu adalah Rafa sendiri. Saat ia lupa ingatan dan tidak mengingat Nabila lagi. Waktu itu Nabila benar-benar bertemu dengan Rafa. Tapi, Rafa benar-benar tak mengingatnya. Dia seperti orang yang berbeda.


Rafa melihat raut wajah Nabila. Ia merasa bersalah karena saat itu Nabila langsung terlihat sedih. Rafa pun langsung mengalihkan pembicaraan mereka. Ia mengeluarkan hpnya.


"Nah, sekarang mari kita berfoto berdua. Ini juga untuk kenang-kenangan. Selama ini kita tidak pernah berfoto berdua kan." Kata Rafa.


"Baiklah, Ayuk. Kiy berfoto berdua." Kata Nabila.


Akhirnya mereka berfoto berdua. Awlanya, mereka berfoto dengan gaya tersenyum. Lalu, mereka berfoto dengan gaya jelek. Lalu berpindah gaya lagi. Sampai banyak foto yang mereka ambil.


"Sudah, foto-foto ini akan kujadikan kenang-kenangan untuk kita berdua." Kata Rafa.

__ADS_1


"Aku juga akan menyimpannya." Kata Nabila tersenyum.


Setelah itu, Rafa menyimpan hpnya kembali. Mereka berdua kembali melihat langiit dan pemandangan pantai yang indah. Nabila kembali melihat Rafa. Masih ada yang ingin ditanyakannya.


"Rafa, apa kau benar-benar menyukaiku tulus dalam hatimu? bukan karena suruhan atau paksaan kan?" Tanya Nabila tiba-tiba. Ia hanya ingin memastikan. Apa benar dari lubuk hati Rafa yang paling dalam atau tidak.


"Tidak perlu diragukan lagi. Perasaanku terhadapmu tidak main-main. Aku benar-benar mencintaimu. Karena kesederhanaan dan apa adanya dirimu. Bukan karena harta, fisik atau apapun itu. Tapi, tulus dari dalam hatiku." Kata Rafa. Nabila kini benar-benar tersenyum lebar. Walaupun, Rafa belum mengingat Nabila sebenarnya. Tapi, Nabila yakin hati Rafa tidak akan pernah lupa ingatan.


Tiba-tiba Nabila langsung mencium pipi Rafa. Dengan spontan dan dalam kurun waktu yang cepat. Ia hanya ingin melakukan itu. Karena Nabila sangat senang hati Rafa masih memilihny walaupun ingatannya tidak.


"Hei, kenapa kau menciumku." Kata Rafa terkejut. Ia tidak menyangka Nabila akan melakukan hal itu.


"Maafkan aku, apa kau tidak suka?" Tanya Nabila. Ia takut kalau Rafa marah karena ia menciumnya tiba-tiba.


"Tidak, hanya saja kau harus adil. Jika pipi kananku kau cium. Yang kiri juga harus. Kasihan pipi sebelah kiri. Ia pasti iri melihat pipi kanan." Kata Rafa tertawa. Nabila pun tertawa mendengar hal itu. Ia benar-benar tak menyangka kalau Rafa akan berpikiran seperti itu.


"Kau ini benar-benar. Katakan saja kalau kau ingin dapat ciuman dariku lagi " Kata Nabila sedikit tertawa.


"Baiklah, biar adil aku akan memberikan satu ciuman lagi untuk pipi kiri." Kata Nabila.


Nabila pun perlahan memajukan badannya kearah Rafa. Saat sudah dekat dengan pipi Rafa. Nabila memejamkan matanya. Nabila berniat untuk mencium pipi Rafa. Tapi, tak disangka sebelum bibir Nabila sampai di pipi Rafa. Rafa sudah dulu mencium bibir Nabila


Sontak Nabila terkejut dan membuka matanya. Nabila ingin menjauh. Tapi Rafa lebih dulu menahan pipi Nabila dan membuat cuman itu lebih dlaam lagi. Nabila pun tidak bjs melakukan apa-apa. Ia kembali memejamkan matanya dan ikut bermain dalam ciuman itu.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Randi melihat semua itu dibalik Sebuah batu besar tak jauh dari tempat mereka. Randi mengepalkan tangannya. Saat ini Randi benar-benar sangat marah. Sudah habis kesabarannya selama ini. Sudah cukup. Ia tidak mau lagi menahan semua ini.


Ia selalu bersembunyi dibelakang. Sekarang Randi tidak ingin melakukan itu ia ingin muncul langsung didepan Nabila. Dan mengancurkan Rafa. Randi tidak ingin Rafa berada didekat Nabila untuk selamanya. Randi tampak mengeluarkan sebuah pisau yang ternyata disimpannya didalam saku dalam bajunya. Ia berjalan diam-diam dibelakang Rafa. Ia berniat mencelakai Rafa.


__ADS_2